
Setelah perdebatan yang cukup lama antara Dea dan Al, mereka akhirnya memutuskan untuk segera berangkat ke acaranya sebelum terlambat.
Saat disana Dea dan Al menjadi pusat perhatian karena Dea yang begitu cantik dan imut dan juga Al yang tampan dan juga gagah.
"Wah lihat pasangan itu sangat cocok yaa, wanitanya cantik dan lelakinya tampan. Ahh jadi iri aku" ucap salah satu tamu wanita yang sudah hadir.
Dan ada juga wanita yang iri dengki melihat kecantikan Dea berucap dengan nada sinis
"Apaan orang biasa saja, pada lebai sekali.
Lihat saja, di lihat dari wajahnya dia sepertinya masih kecil, tapi berkencan dengan pria yang jauh lebih dewasa darinya.
Palingan juga dia memanfaatkan kecantikannya untuk menjerat om-om dan pasti dia sudah tidak pera**n karena sudah berkencan dengan beberapa om-om"
Dan Dea yang mendengar salah satu tamu berbicara seperti itu tidak tinggal diam saja, karena pada dasarnya bukanlah wanita yang lemah yang akan diam saja jika ada yang menghinanya.
Dea menghampiri wanita yang menghinanya,
"Hai tante dengar baik-baik perkataanku, aku itu sudah dewasa hanya saja wajahku memang terlihat imut dan jangan bicara sembarangan kalau tante saja tidak mengenalku, bisa-bisanya tante menilaiku"
"Hei beraninya kau memanggilku tante, aku ini masih muda umurku baru 25 tahun"
"Oh yaa benarkah kukira kau sudah umurmu sudah 30 tahun ke atas, jadi aku panggil kamu tante ternyata masih 25 tahun to.
Habis wajah tante seperti tante-tante sih ups" ucap Dea sambil menutup mulutnya dan menahan tawanya.
Mungkin Dea bisa menahan tawanya tapi tidak dengan para tamu yang hadir, mereka semua tertawa.
Dan wanita tadi marah karena dihina di depan umum dan hampir menampar Dea, tapi Dea menahan tangannya dan menarik tangan wanita tadi kebelakang punggungnya sambil berkata,
"Tante lain kali kalau mau menampar orang lihat-lihat dulu, cari korban yang lemah yang bisa kau hina dan kau tampar wajahnya sesuai yang tante inginkan.
Dan jika tante mengira aku lemah, sehingga tante menampar aku, tante salah besar" ucap Dea sambil melepaskan tangan wanita itu yang Dea tarik, dan Dea pergi begitu saja meninggalkan wanita tadi.
"Ah sudah sayang kita hanya buang-buang waktu meladeni tante ini, lebih baik kita kesana dan memakan hidangan yang telah disediakan" ucap Dea sambil menggandeng tangan Al dan pergi menjauh dari tante tidal dikenalnya.
"Wah kau yang terbaik De, kau berani menantang wanita tadi padahal tadi aku ingin membelamu tapi kau sudah bisa membela dirimu sendiri dengan baik.
Jadi aku cukup jadi penonton saja hihihi" kata Al bangga karena sahabatnya walau kecil tapi nyalinya sangat besar.
"Alasan saja kau, bilang saja kalau kau takut dengan tante tadi huhh" ucap Dea kesal sambil memakan makanan di depannya.
Tanpa Dea sadari sedari tadi ada orang yang melihatnya dan mengawasi setiap apa yang Dea lakukan.
Ya dia adalah Keano, Keano terus menatap Dea sejak Dea menjadi pusat perhatian dan saat ada seorang wanita yang menghina Dea, Keano rasanya ingin membunuh wanita itu tapi tanpa di duga Dea sudah bisa membela dirinya sendiri.
"Kau berani juga gadis kecil" batin Keano sambil tersenyum menatap Dea.
__ADS_1
Awalnya Keano marah karena melihat Dea bersama lelaki lain yang diakui Dea sebagai kekasihnya, tapi setelah menanyakan kepada asistennya Ken ternyata yang bersama Dea adalah sahabatnya.
"Ken cari tau siapa kekasih gadis itu" perintahnya pada Ken.
"Dia sahabat dekatnya nona tuan, namanya Aldi" jelas Ken.
Keano tersenyum dan membatin,
"Ohh... beraninya kau berbohong gadis kecil, kau akan segera menerima hukumanmu"
"Lelaki yang bersama nona mengajukan kerja sama bersama tuan beberapa hari yang lalu"
"Permainan ini akan lebih seru nantinya"batin Keano dengan senyum evilnya.
Setelah memakan berbagai makanan di depannya, Al mengajak Dea untuk menemui Keano untuk membahas tentang kerja sama yang di ajukannya.
"Sudah selesai makannya?"tanya Al pada Dea yang dari tadi terus makan.
Dea hanya menganggukkan kepalanya pertanda sudah selesai.
"Kalau begitu mari ikut bersamaku"ajak Al sambil menggandeng tangan Dea.
Dea hanya mengikuti langkah Al, dan Dea terkejut ternyata yang ingin Al temui bosnya Dea. Dea gugup akhirnya menghentikan langkahnya.
"Al tunggu aku ingin ke kamar mandi, kebelet pipis kau kesana sendiri saja ya nanti saat aku sudah selesai aku akan menyusulmu" ucap Dea sambil tersenyum.
Al menemui Keano dan Ken dan berbasa basi membahas tentang kerja sama yang Al ajukan pada Atmaja Group.
"Hai tuan Keano apa kabar?" Tanya Al
"Baik" jawab Keano dingin.
Setelah membahas berbagai topik, akhirnya Keano bertanya kepada Al tentang Dea karena dari tadi dia tidak melihatnya "Oh ya pasangan anda yang membuat kekacauan disini tadi kemana? Tanya Keano.
"Dia tadi ijin ke kamar mandi, katanya kebelet" jelas Al pada Keano.
Keano hanya ber'Oh' mendengar jawaban Al.
"Rupanya kau berusaha menghindariku ya" batin Keano.
"Permisi saya mau ke belakang anda bisa lanjut bersama sekretaris saya" kata Keano yang tiba-tiba berdiri meninggalkan Ken dan Al.
Di kamar mandi Dea gelisah mesti berbuat apa, jika ia keluar dan menemui Al otomatis dia juga akan bertemu dengan bosnya itu, tapi jika tidak keluar nanti Al khawatir mencarinya.
Akhirnya terlintas ide di otak Dea,
"Akhaa I good idea srikintil, aku pergi saja dari sini secara diam-diam setelah itu aku bilang Al lewat sms bahwa aku ada urusan mendadak jadi harus pulang terlebih dahulu.
__ADS_1
Wow Dea kau memang jenius" ucapnya sambil tersenyum senang.
Tetapi saat Dea hendak pergi dari tempat tersebut, Dea menabrak seorang lelaki karena terburu-buru dan akhirnya terjatuh.
"Hei tuan kalau jalan hati-hati, pake kaki untuk berjalan dan gunakan matamu untuk melihat apakah di depanmu ada orang atau ti..."
Ucap Dea memaki pria yang menabraknya sambil merapikan pakaiannya, dengan berjongkok tapi saat akan berdiri ucapan Dea berhenti ketika mengetahui orang yang menabraknya ternyata bosnya.
"Ehh tuan bos saya kira siapa"ucapnya sambil cengengesan ke arah Keano.
Dea mengalihkan pandangan matanya sambil bergumam pelan,
"Untung bosku kalo orang lain sudah aku hancurkan masa depannya karena sudah berani nabrak aku"
"Ngomong apa kamu" Tanya Keano yang menyadari Dea sedang bergumam.
"Awas saja kalau kamu berani menjelek-jelekkan saya dengan bibirmu yang kecil itu, akan saya potong bibirmu agar kau tidak punya bibir sekalian" lanjutnya.
"Tidak tuan bos, tuan bos salah dengar mana berani saya menjelek-jelekan bos, bibir saya tiba-tiba gatal jadi saya gerak-gerakkannya biar gatalnya hilang" ucap Dea berbohong untuk membela diri.
"Baiklah saya permisi tuan bos" sambung Dea karena tidak mau lebih lama berdua dengan bosnya.
"Mau kemana kamu"tanya Keano dingin pada Dea.
Dea yang sudah berjalan akhirnya berbalik menatap bosnya" Saya mau pulang tuan" jawab Dea.
"Saya antar"
Dea yang mendengar perkataan tuannya diam melongo dan akhirnya pecah tawanya.
"Hahaha, tuan kalo becanda lucu juga hahaha"
"Saya tidak becanda" jawab Keano dan seketika Dea berhenti tertawa.
"Tidak usah repot-repot tuan bos, saya bisa naik taksi kok" tolak Dea halus.
"Saya tidak suka dengan penolakan" kata Keano sambil menarik tangan Dea.
"Tapi tuan jalan di desa saya becek dan banyak yang berlubang, nanti mobil tuan bisa rusak" kata Dea berusaha menggagalkan keinginan bosnya untuk mengantarnya.
"Saya punya banyak mobil jadi jika salah satu rusak tidak masalah"
"Dasar sombong, otoriter, pemaksa... oh ibu tolong bantu aku lepas dari sekutumu ini" batin Dea yang yang tangannya masih terus ditarik Keano.
"Kau bisa berjalan lebih cepat tidak?.
Kalo jalanmu masih seperti ini akan saya gendong kau sampai mobil" ancam Keano, dan terbukti setelah Dea mendengar ucapan tuannya, Dea langsung berjalan dengan cepat mengikuti langkah kaki Keano yang lebar.
__ADS_1
"Dasar gadis bodoh" batin Keano sambil tersenyum tipis.