
Dea berusaha membangunkan Keano yang sedang berpura-pura tertidur. Untuk menyetujui permintaanya, bermain dengan Dea malam ini. Tapi Keano sok jual mahal dengan terus munutup kedua matanya.
"Sayang, ayo bangunlah" Dea berulang kali mengucapkan kalimat itu, untuk membangunkan Keano dengan cara menggoyang-goyangkan tubuh Keano.
Dea diam, karena sudah berulang kali membangunkan Keano yang tak kunjung bangun juga. Ide gila terlintas di pikirannya.
Cup... Dea mencium bibir Keano, sekilas dan hanya beberapa detik..Keano langsung membuka kedua matanya lebar-lebar.
"Lancang sekali kamu, berani menciumku tanpa seijinku haa!" Keano berkata seolah tak suka dengan kelakuan Dea. Padahal senangnya luar biasa.
"Maaf Sayang," katanya menunduk ketakutan.
"Lakukan lagi!" perintahnya. Dea mendelik tak percaya ke arah Keano. Bagaimana tidak, tadi marah saat ia menciumnya dan sekarang minta di cium lagi.
Dasar! Mencari kesempatan di dalam ketidakberdayaan.
Dea mencium Keano lagi, sesuai perintah suaminya. Dea hanya menempelkan bibirnya pada bibir Keano, karena Dea masih belum paham betul cara berciuman dengan benar. Keano menggigit bawah bibir Dea, membuat Dea membuka mulutnya karena kesakitan. Melihat itu, dengan cepat Keano memasuki mulut Dea dan mengabsen satu persatu gigi Dea. Dea yang mulai gugup dan sulit bernapas, menggigit bibir bawah Keano, membuat Keano melepas ci*man panas mereka.
Keano tersenyum melihat Dea mengatur nafasnya yang ngos-ngosan seperti habis di kejar Genderuwo.
Tanpa menunggu aba-aba lagi, Keano melepas satu persatu kancing baju Dea. Kini hanya tersisa bra dan CD milik Dea. Ia membuang pakaian Dea sembarangan layaknya membuang mantan. Keano meneguk ludahnya melihat tubuh mulus sang istri, padahal ini bukanlah pertama kali Keano melihat Dea tanpa selehai pakaian.
__ADS_1
Keano melonggarkan dasi dan membuka kancing kemeja, celananya dan membuang semua pakaiannya ke sembarang tempat tanpa melihatnya karena pandangan matanya hanya tertuju pada istrinya. Keano mulai mendekat ke arah istrinya. Namun, saat keduanya hendak bermain ada suatu kejadian terkutuk.
Hoekk... hoeekk... Dea langsung berlari dengan keadaan telanj*ng menuju kamar mandi dan memuntahkan muntahannya di wastafel. Keano ikut berlari mengikuti Dea karena khawatir dengan keadaan Dea. Bukannya berhenti, Dea malah semakin parah muntahannya saat Keano datang.
"Pergilah! Bau tubuhmu membuatku pusing dan perutku terasa mual" kata Dea yang masih terus muntah.
Keano tentu bingung dengan perkataan Dea, sekaligus ingin marah, "Apa maksudmu kamu menuduhku bau badan?!" ucapnya kesal sambil mencium ketiaknya untuk memastikan apa baunya sengeri itu? Sampai menyebabkan Dea muntah. Keano merasa Dea menghina bau tubuhnya yang menurutnya wangi, bagaimana tidak wangi? Parfum Keano sangat mahal harganya, bahkan hanya dengan satu semprot, wanginya bisa tahan hingga dua hari dua malam.
"Cepatlah! Aku sudah tidak tahan lagi, hoekk" ucapnya yang mengusir Keano. Dengan langkah kaki yang berat, Keano keluar dari kamar mandi. Ia tidak mau Dea tambah muntah lagi dan terjadi apa-apa kepadanya.
Keano memungut kembali mantan pakaiannya yang ia buang sembarangan layaknya sampah dan memakainya lagi. Ia tidak ingin saat Dea sudah balik ke kamarnya, akan kembali lagi ke kamar mandi setelah mencium bau wangi keringat di tubuhnya.
"Bagaimana keadaanmu, sudah lebih baik?" tanya Keano cemas, ia menuntun Dea perlahan menuju ranjangnya.
"Tidak apa. Lain kali kita bisa bermain lagi, bahkan dengan durasi yang sangat lama pun tak apa. Jadi, kamu tidak usah sedih dan menyesal seperti itu karena gagal bermain denganku" balas Keano dengan kepercayaan tingkat tinggi yang menenangkan Dea.
Dea hanya diam dengan lemas dan tak membalas opini Keano yang mengatakan jika Dea sedih dan menyesal karena tak bisa bermain dengannya. Keano memunguti pakaian Dea dan memakaikannya dengan lembut dan hati-hati.
"Sekarang istirahatlah. Aku akan berada di sampingmu menunggumu hingga kamu memejamkan kedua bola matamu" ucapnya yang mulai berbaring di sisi Dea, Keano berencana membuat Dea nyaman dengan cara mengelus kepala Dea sesekali menciumi keningnya sampai Dea tidur.
"Sayang... emmz tidak usah menungguku. Dan bisakah kamu menjauh dari sini, tiba-tiba perutku rasanya ingin muntah lagi. Dan aku tidak ingin memuntahimu seperti saat di pesawat tadi" ucapnya, Dea mencoba mencari alasan untuk mengusir Keano secara halus karena ia masih bisa mencium bau badan Keano yang membuatnya mual.
__ADS_1
"Tapi..." Keano melihat wajah melas Dea, "Baiklah" sambungnya, karena tak tega, Keano memutuskan menjauh dari sisi Dea dan tidur di sofa.
Dengan hati yang kesepian bercampur dengan kegalauan, Keano tidak bisa tidur. Ia melihat Dea yang sepertinya sudah terlelap dalam tidurnya. Sedangkan dirinya harus menahan diri untuk tidak mendekati Dea, saat Dea sudah tidur seperti ini, Keano rasanya ingin pindah di sisi Dea tapi ia takut Dea terbangun. Akhirnya ia memutuskan tidur di sofa tanpa pelukan dan ciuman dari Dea. Sungguh siksaan yang hakiki.
Sebelum tidur Keano menyuruh Ken untuk mencarikan parfum yang wangi dan tidak membuat orang muntah dan pusing saat mencium aromanya. Dan besok pagi harus sudah sampai di alamat hotel tempat ia menginap. Meski bingung, tanpa bertanya Ken langsung mencarikan pesanan sesuai keinginan bosnya melalui ponselnya.
Ke esokan harinya, pesanan parfum Keano datang, "Apa itu Sayang?" tanya Dea yang sudah bangun dari tidur nyenyaknya.
"Parfum" jawabnya, Keano menyemprotkan sedikit parfumnya untuk mencium aromanya. Dan syukur aromanya enak dan tak membuat Keano merasa pusing. Tapi Dea? Entahlah.
"Untuk apa?" tanyanya lagi, karena yang Dea tahu parfum mahal Keano masih tersisan banyak.
"Untuk parfumanlah! Agar kamu tidak terasa pusing dan mual lagi saat di berada dekatku. Jadi kita bisa melanjutkan permainan kita yang terhenti semalam. Sekarang cium aromanya, wangi tidak?" Keano mendekatkan tangannya yang sudah ia semprotkan parfum ke hidung Dea.
Hoekk... Lagi-lagi Dea ingin muntah saat menghirup wangi minyak Keano, "Baunya sama saja! Membuatku ingin muntah", Keano mangambil balsem dan mengarahkannya di hidung Dea agar Dea merasa lebih baik "Heemm bau balsem ini segar sekali Sayang. Aku jadi merasa baik saat mencium bau balsem ini. Bagaimana kalau kamu pake balsem ini saja sebagai pengganti parfum mu" saran Dea membuat Keano mendelik karena kaget saran istrinya yang sangat konyol itu.
"Apa kamu bilang? Aku harus memakai balsem sebagai pengganti parfumku?!", Dea menggangguk semangat, "Iya."
"Tidak! Apa nanti tanggapan orang-orang. Jika tahu seorang Keano Atmaja, memakai balsem sebagai pengganti parfumnya" tolak Keano dengan tegas. Selain karena image nya, ia juga tidak suka bau balsem.
"Tapi ini 'kan Jepang, tidak ada orang yang mengenalmu Sayang. Memangnya kamu mau kita berdua terpisah terus seperti semalam?" ucap Dea yang mampu menggoyahkan keyakinan Keano.
__ADS_1
"Yaa, baiklah..." jawab Keano pasrah. Ia tak memiliki pilihan lain selain memakai balsem sebagai pengganti parfumnya. Daripada ia harus melihat Dea muntah terus menerus, berjauhan dengannya dan tak bisa bermain dengan Dea.
Bersambung....