
Dea bangun karena perutnya sudah minta untuk di isi, saat bangun kepalanya terasa sangat pusing dan tubuhnya terasa begitu berat seperti ada seseorang yang menindih dirinya.
"Ternyata kakinya genderuwo yang menindihku" gumam Dea dan ia segera menyingkirkan kaki Keano yang berada di atas tubuhnya.
"Aaaa..." teriak Dea saat membuka selimutnya ia kaget ia tidak mengenakan sehelai kain pun, Dea langsung menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.
Keano yang mendengar suara teriakan Dea langsung terbangun, "Ada apa haa?" tanya Keano yang baru dari tidurnya dengan khawatir.
"Aaaa, mengapa kamu tidak memakai baju" teriaknya lagi karena melihat Keano yang tidak mengenakan pakaian.
"Heii diamlah mengapa kau slalu berteriak di pagi hari."
"Ini sudah siang bukan pagi lagi" balas Dea, Keano langsung melihat jam dan benar sekarang memang sudah bukan pagi lagi karena sudah jam 11.
"Sudahlah buka selimutmu itu dari tubuhmu, aku sudah melihat semua bagian tubuhmu yang kecil-kecil itu." jelas Keano membuat Dea menjadi heran.
Apa maksudnya ia sudah melihat semua bagian tubuhku yang kecil-kecil ini, apa tadi malam aku sudah berhubungan suami istri dengannya.
"Apa semalam kita sudah itu Sayang?"
"Itu apa? jam dinding?" balas Keano yang pura-pura tidak tahu.
"Kok malam jam dinding sih"
"Kamu melihat ke arah jam dinding, aku kira kamu menanyakan itu."
"Itu, apakah kita sudah berhubungan Nae*a tadi malam?" jelas Dea karena Keano tidak menjawab pertanyaannya yang tadi.
"Dari mana kamu mendapatkan kata aneh Naina itu?"
"Nae*a Sayang, pake E bukan I, dari temanku, apakah kita sudah?"
"Heem"
"Mengapa kamu melakukannya aku kan belum siap."
"Belum siap apanya, tadi malam kau yang menggodaku, kau yang membuka pakaianmu terlebih dulu, jadi jangan salahkan aku jika aku menyetubu*imu."
"Ah tidak mungkin, masa aku semurahan itu sampai-sampai aku membuka bajuku sendiri" ucapnya yang tidak percaya dirinya melakukan semua itu, karena Dea belum tahu jika ia tidak sadarkan diri tadi malam.
"Semalam kamu mabuk dan tubuhmu kepanasan jadi kau membuka pakaianmu sendiri dan kau juga menggodaku menggunakan tubuh kecilmu itu"
Dea mencoba mengingat-ingat kejadian tadi malam, dan semua yang Keano katakan benar.
__ADS_1
Dea yang sudah mengingat walau hanya sebagian merasa malu, Dea akan berlari ke arah kamar mandi namun bagian vag*nanya terasa begitu sakit dan ngilu.
"Aww..." ucapnya sambil memegang vag*nanya yang terasa sangat sakit.
Keano yang melihat Dea kesakitan langsung mendekat ke arah Dea, "Kamu mau kemana, jangan banyak berjalan ini pertama kalinya buatmu jadi ini akan terasa sangat sakit, duduklah" ucap Keano dengan lembut dan mendudukkan Dea di atas ranjang.
"Aku mau mandi" balas Dea.
"Kenapa tidak bilang dari tadi"
Memangnya jika aku bilang dari tadi ngin mandi kau akan memandikanku, begitu.
Keano langsung menggendong Dea menuju kamar mandi, dan memandikannya.
Dea yang di gendong Keano tentu merasa aneh karena tidak biasanya Keano bersikap manis seperti ini.
"Aku akan mandi sendiri Sayang, jadi kamu tidak perlu repot-repot memandikanku" katanya karena melihat Keano hendak memandikannya seperti bayi.
"Tidak, aku yang akan memandikanmu"
Dea pasrah karena jika Keano sudah berkata maka terjadilah sesuai keinginannya, Keano memandikan Dea dengan pelan juga lembut, membuat Dea terbawa suasana manisnya.
Selesai memandikan Dea, Keano menggendong Dea lagi menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian.
"Sayang, aku akan memakai pakaianku sendiri, kamu mandilah" kata Dea dengan pelan agar Keano tidak tersinggung.
"Tidak. Mana mungkin aku mengusirmu di rumahmu sendiri"
"Ya sudah diam dan duduklah dengan baik!"
Dea akhirnya hanya bisa duduk dan diam seperti seorang patung Manekuin saat Keano memilih dan memakaikan pakaian untuknya.
Keano menempatkan Dea di atas ranjangnya kembali karena ia sudah selesai memakaikan pakaian pada Dea.
"Apa kamu lapar?" tanya Keano yang perhatian pada Dea, Dea terkejut melihat Keano yang begitu perhatin padanya.
"Mengapa mulutmu terbuka seperti itu, ingin aku cium?" ucap Keano yang melihat mulut Dea terbuka.
Dea yang mendengar perkataan Keano langsung menutup mulutnya, "Tidak usah Sayang."
"Kamu mau makan makanan apa?" tanyanya lagi.
Dea yang mendengar tawaran Keano langsung saja mengatakan makanan yang ingin ia makan, "Aku ingin makan burger, kentang goreng, ayam geprek dengan level pedas 10, dan nasi goreng spesial. Dan untuk minumannya aku ingin minuman koala-koala, sudah itu saja" katanya yang meminta banyak makanan dari Keano.
__ADS_1
"Mengapa banyak sekali pesananmu, dan semua pilihan makananmu juga tidak sehat semua, kamu di suruh minta malah merampok."
"Buatkan roti dan juga susu, antarkan ke kamar saya" ucap Keano yang menelpon pak Jamal agar membuatkan makanan untuknya.
Tadi dia menyuruh untuk memintaku memilih makanan tapi saat aku sudah memilih dia membatalkannya, menyuruh pak Jamal membuat roti dan dia malah bilang aku merampok pula, dasar plin plan.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu, kamu tidak mau memakan roti dan susu?" tanyanya sambil menatap Dea, matanya seperti mengisyaratkan 'Kamu tidak mau makan roti dan susu maka akan habis kamu di tanganku'.
"Mau kok Sayang" jawab Dea sambil tersenyum tipis.
"Apa masih sakit?" tanya Keano.
Dea menganggukkan kepalanya, "Iya."
Mendengar jawaban Dea Keano langsung mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, "Kirimkan Dokter wanita kemari"
Dea yang mendengar Keano menelpon Dokter merasa bingung siapa yang sedang sakit, "Sayang siapa yang sedang sakit?"
"Tentu saja kamu"
"Tapi aku tidak apa Sayang, aku mohon batalkan memanggil Dokrernya ya Sayang" bujuk Dea, bagaimana mungkin hal seperti ini harus memanggil Dokter.
"Tapi__" ucap Keano terhenti karena melihat wajah melas Dea, Keano akhirnya menelpon Dokter dan membatalkannya.
Keano membuka laci dan mengambil obat salep untuk mengobati vag*na Dea.
"Kamu mau apa Sayang?" tanya Dea yang was-was lihat Keano ingin membuka kedua kakinya.
"Mengobati vag*namu."
"Tapi Sayang aku mal___"
"Untuk apa kamu malu lagi, aku sudah melihat semuanya jadi tidak perlu merasa malu lagi, mengerti!" balas Keano yang langsung mengobati va*ina Dea yang terluka.
"Pelan-pelan saja Sayang" ucap Dea karena merasa kesakitan saat Keano mengobatinya.
"Baiklah" Keano semakin pelan saat mengobati va*ina Dea.
"Maafkan aku" ucap Keano setelah menyelesaikan mengobati luka Dea.
"Kenapa minta maaf, ini semua sudah pasti terjadi hanya tinggal menunggu waktu saja, lagipula ini sudah kewajibanku sebagai seorang istri bukan?" ucap Dea yang begitu dewasa tidak seperti biasanya yang selalu sembrono sambil tersenyum manis pada Keano.
Keano yang mendengar perkataan Dea langsung memeluk Dea, "Jangan tinggalkan aku" ucap Dea saat Keano memeluknya, mungkin Dea berpikir dirinya sudah menjadi milik Keano karena mahkotanya sudah ia berikan pada Keano.
__ADS_1
"Tidak akan" jawab Keano yang melepaskan pelukannya dan mencium keningnya.
Bersambung...