Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
79. TANGIS DEA


__ADS_3

Dea masih marah dengan Keano karena tidak bicara jujur padanya. Meskipun Dea sudah di belikan banyak makanan oleh Keano, Dea tidak menyentuhnya sama sekali. Padahal biasanya Dea akan goyah imannya, jika di hadapannya terdapat beraneka ragam makanan.


"Deu, kamu belum makan dari tadi, makanlah sedikit saja. Jika kamu tidak mau makan tidak apa, tapi setidaknya perdulikan anak-anak kita. Mereka kelaparan dan butuh asupan gizi yang banyak" bujuk Keano dengan lembut. Keano sudah membawa makanan dan juga susu untuk Dea, mengingat sejak tadi Dea belum makan.


"Tahu darimana kamu, kalau anak kita kelaparan? Memangnya kamu bertemu dan berbicara langsung dengan mereka?!" Tanyanya dengan judes. Jelas Keano tahu, orang Dea belum makan sejak tadi, dan normalnya orang yang belum makan pasti bakal kelaparan kan?


"Tentu saja aku tahu, aku Papanya. Walau masih dalam kandungan, aku mempunyai ikatan batin yang kuat pada mereka. Aku bisa mengetahui kemauan mereka, dan sekarang mereka ingin makan. Jadi kamu makan ya?" Balas Keano sekenanya.


"Tidak mau, aku maunya makan ketoprak tadi, titik gak pakai tanya!" Sentak Dea yang masih ingin makan ketoprak yang ada di pinggir jalan tadi.


Keano yang dari tadi berusaha bersabar menghadapi semua sikap random Dea, mulai tersulut emosi karena Dea yang selalu menolak permintaannya, "Mengapa kamu sekarang jadi suka membantah perkataanku haa?! Aku sudah bersikap lembut dan baik padamu, tapi lihat, sikap baik ku menjadikanmu istri yang pembangkang! Apa perlu aku kembali seperti dulu, yang harus memaksamu terlebih dahulu agar kamu mau menuruti perkataanku? Aku tidak mau tahu, saat aku kembali makanan ini harus sudah habis, paham?!" Keano menaruh makanan di meja yang dari tadi berada di tangannya, ia langsung keluar, menutup pintu dengan keras hingga menghasilkan volume yang tinggi.


Dea kaget, sedih tapi juga merasa bersalah. Apa sikapnya yang ia lakukan pada Keano itu salah? Tapi mengapa mesti marah-marah dan emosi seperti tadi? Sikap Keano tadi membuat Dea sedih juga takut.


"Hiks hiks, memangnya salah ya, jika seorang istri tidak suka dengan sikap suaminya yang tidak jujur pada istrinya. Apalagi ini masalah yang sensitiv. Aku tahu niatnya baik, tapi jika akhirnya akan membuat sakit juga, untuk apa di sembunyikan. Toh bakal akan sakit juga, cuma beda waktu terjadinya hiks hiks" Dea menangis sesegukan, sambil mengelap air mata yang menetes di pipinya. Biasanya Keano yang menghapus air mata Dea dengan lembut. Tapi sekarang ia harus menghapus air matanya sendiri.

__ADS_1


"Anak-anak Mommy, jangan masukkan ke dalam hati perkataan Papa tadi ya, Papa kalian tadi cuma ngeprank kok. Aslinya Papa kalian itu orangnya baik, penyanyang, suaranya juga lembut kaya brownis lumer, ngomongnya juga lemah lembut yang barusan kalian dengar tadi cuma acting, senyumnya juga bikin diabetes alias manis banget, makanya banyak wanita yang tergila-gila sama papa kalian. Mommy tidak termasuk dalam deretan wanita itu, soalnya Mommy yang di kejar sama Papa kalian. Hebat gak tuh," Dea berbicara dengan anak yang masih di dalam perutnya, sambil tersenyum seperti orang yang tidak memiliki masalah.


Tapi senyumnya itu tidak bertahan lama, air matanya kembali datang dan membasahi pipinya.


"Huaaa hiks hiks, Papa kalian jahat sekali pada Mommy, dia memarahi Mommy imut kalian yang seharusnya di sayangi. Tapi ini juga salah Mommy, karena Mommy selalu membatah ucapan Papa kalian, jadi kalian jangan marah dengan Papa ya. Nanti kalau kalian marah sama Papa kalian, gara-gara Papa memarahi Mommy. Saat lahir kalian tidak akan di beri uang jajan hiks" Dea akhirnya membaringkan tubuhnya di ranjang, ia tidur tapi masih dengan keadaan menangis sesegukan.


🌻🌻🌻


Ceklekk... Pintu kamar terbuka, Keano membuka pintu kamarnya,. Ia melihat makanan yang tadi ia bawa masih utuh, sepertinya Dea tidak menyentuhnya sama sekali, pikirnya. Tapi yang lebih menarik perhatiannya adalah Dea, istrinya mungilnya kini sudah tertidur tanpa ada dirinya di sisi Dea. Keano mendekat ke arah Dea yang tengah tertidur miring sambil memeluk bantal guling. Keano memperbaiki posisi Dea, Keano melihat mata istrinya yang bengkak, Keano secara samar juga mendengar Dea yang sesekali sesegukan.


Tidak tahu diri! Mana janjimu yang katanya akan selalu membahagiakannya?! Membuatnya selalu tertawa setiap saat?! Lihat hasil dari perbuatanmu, istrimu sampai menangis seperti ini. Batin Keano yang terus memukuli tembok dengan tangannya.


"Maafkan aku karena sudah bersikap kasar padamu. Karena aku, mata indahmu menjadi bengkak bahkan dalam tidurmu saja kamu masih menangis. Seharusnya aku bisa lebih sabar menghadapimu bukan membuatmu bersedih seperti sekarang" ucap Keano pelan sambil merapikan anak rambut Dea yang berantakan menutupi wajah imut istrinya. Dengan tangannya yang terluka. Keano lalu mencium lembut kening dan kedua mata Dea yang bengkak seperti pipi cubby Dea.


"Sayang?" Panggilnya dengan suaranya yang serak akibat terlalu lama menangis. Telinga Keano sakit mendengarnya, suara cempreng yang selalu membuat telinganya tuli sekarang berubah. Dea bangun karena ia seperti merasakan setitik air menetes di wajahnya.

__ADS_1


"Hemm. Maafkan aku karena sudah membuatmu terbangun, tidurlah lagi" Keano membaringkan Dea untuk tidur dengan memegang kedua bahunya, tanpa sengaja Dea melihatnya. Dea langsung duduk kembali dan memegang tangan Keano.


"Kenapa tanganmu terluka? Apa yang ter--- emzz" Keano langsung membungkam mulut Dea dengan cara menciumnya. Keano tidak betah mendengar suara Dea. Jika ia mendengar suara Dea, itu mengingatkan akan kesalahannya tadi.


"Tanganku tidak apa. Hanya luka kecil, jadi kamu tidak perlu merasa khawatir, oke" Keano menyakinkan Dea dengan ucapannya bersamaan dengan senyum diabetes miliknya.


"Tapi lukanya harus di--- emmz" sekali lagi Keano membungkam mulut Dea karena terlalu banyak bicara.


"Jangan banyak bicara, cukup dengar perkataanku. Jangan bicara sampai suaramu kembali seperti dulu. Kalau sampai kamu mengeluarkan suaramu, di dalam atau di luar mansion ini. Maka bersiaplah untuk menerima ciuman dadakan seperti tadi. Kamu mau?" Dengan cepat Dea menggelengkan kepalanya.


"Jika kamu ingin menjawab perkataanku cukup mengangguk dan menggelengkan kepala, mengerti?" Sambungnya. Dea hanya mengangguk menjawab perkataan Keano. Padahal dalam pikirannya, Dea ingin bertanya banyak hal, mengapa Keano menyuruhnya puasa bicara. Dan Dea juga ingin meminta maaf pada Keano atas semua kesalahannya tadi.


"Karena kamu sudah terlanjur bangun, aku akan menunjukkan sesuatu padamu. Tutup matamu" suruh Keano, Dea menuruti perkataan Keano. Dea menutup matanya, selang beberapa detik dirinya sudah terbang di atas angin. Alias di gendong Keano. Ingin menjerit karena syok dan kaget tapi dengan cepat Dea menutup mulutnya dengan tangannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2