
Risa Anjeli Adelia, seorang pengusaha wanita sekaligus mantan kekasih Keano.
Risa adalah wanita pertama yang mengisi hati Keano tapi ia juga wanita pertama yang sudah membuat Keano sakit hati, hingga membuat Keano menjadi seorang pria berhati dingin.
Keano putus dari Risa karena Risa selingkuh dengan pria lain dan saat Keano meminta penjelasan mengapa ia selingkuh, Risa bilang Keano terlalu mengekangnya dan posesif kepadanya padahal semua itu Keano lakukan karena Keano sayang pada Risa, tapi ketulusan cinta Keano di balas dengan sebuah penghianatan.
"Pergilah dari hadapan saya segera!
Sebelum saya berubah pikiran dan saat saya sudah berubah pikiran saya tidak bisa menjamin karir dan hidupmu akan bertahan" ucap Keano dengan nada yang tenang dan santai tapi membuat siapapun orang yang mendengarnya akan bergidik ngeri.
Risa langsung pergi dari hadapan Keano karena ia tidak mau karir dan hidupnya berantakan, "Sial semua rencana yang aku rencanakan sejak awal gagal total bahkan sebelum aku memulainya" ucap Risa yang merasa kesal.
***
"Wahhh, apa tadi itu mantan pacarmu Sayang, dia begitu cantik, sexi, dan juga montoxs pantas saja kamu dulu tergila-gila padanya" ucap Dea dengan sangat fasih.
"Tapi mengapa seleramu menurun Sayang, awal mulanya sexi dan montoxs mengapa kamu jadi menikahi aku yang kecil dan cungkring seperti aku?" ucap Dea yang terus saja berbicara tanpa henti padahal Keano tidak menggubrisnya tapi ia masih terus berbicara.
"Ahh iya aku lupa, walaupun aku ini kecil dan cungkring tapi aku itu kan sangat imut, pasti itu sebabnya kamu menyukaiku benar kan?" ucap Dea dengan pedenya sambil menunjukkam senyum odolnya.
"Siapa yang menyukaimu?"
"Tentu saja kamulah Sayang, pakai nanya segala, tidak usah malu aku tidak akan mengatakannya pada siapapun kok." ucapnya yang masih menunjukkan senyum odolnya, Dea bilang tidak akan bilang pada siapapun tapi ia berbicara dengan suara yang sangat keras.
Tapi Keano tidak menghiraukan perkataan Dea, ia masih dengan wajah datarnya menatap ke arah depan.
Tiba-tiba rekan kerja Keano menghampiri Keano dan membahas tentang proyek yang sedang mereka jalankan, membuat Dea jenuh mendengarnya, akhirnya Dea memutuskan pergi dari meja Keano dan pindah ke meja lain untuk memakan makanan yang lain.
"Jangan pergi jauh-jauh!" ucap Keano yang melihat Dea beranjak pergi dari hadapannya.
Dea juga tidak menggubris perintah Keano, ia pura-pura tidak mendengarnya, "Salah siapa tadi tidak menjawab pertanyaanku" gumam Dea.
"Wahh di sini ada nasi gulung seperti yang di filmnya Lee Min Ho, coba ah siapa tahu rasanya enak" ucap Dea yang melihat 'Susi' dan mengambilnya.
"Hai bolehkah aku duduk disini" ucap pria yang tidak Dea kenal.
"Kau bicara padaku?" ucapnya, dan pria tersebut menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Silahkan, memangnya ada tulisan tidak boleh duduk yaa?"
"Hehehe, terima kasih" ucap pria tersebut.
"Siapa namamu?"
"Dea" jawabnya singkat sambil terus memakan nasi gulung.
"Kamu penggemar Susi ya?"
"Untuk apa aku jadi penggemar Susi, cantik enggak judes iya, ehh bagaimana kamu bisa mengenal nama tetanggaku?" ucap Dea yang mengira jika ia penggemar Susi tetangganya di desa.
"Hahaha, kamu ini lucu sekali" pria itu tertawa mendengar jawaban Dea.
"Mengapa kau malah tertawa, memangnya ada yang lucu yaa, apa ada nasi di bibirku" ucap Dea sambil mengelap bibirnya karena mengira pria di hadapannya tertawa karena ada nasi yang menempel di bibirnya.
"Tidak. Maksudku Susi itu nama makanan yang sedang kamu makan bukan tetanggamu" jelas pria itu.
"Ohh jadi nasi gulung ini namanya Susi, mengapa harus Susi mengapa tidak Dea saja kan di dengar lebih indah dan bagus begitu."
"Memang dari asalnya yaitu Korea namanya asli Susi tidak bisa di ganti dengan Dea" jelasnya.
Pria itu hanya menanggapi Dea dengan senyuman, dari arah lain Keano dari tadi memperhatikan Dea yang sedang asyik mengobrol dengan pria lain, melihat hal itu Keano tidak tinggap diam, ia langsung meninggalkan rekan bisnisnya dan menghampiri Dea.
"Ehh Sayang, kamu sudah selesai berbicara dengan rekan bisnismu?"
"Siapa dia?" tanya Keano tanpa membalas pertanyaan Dea lebih dulu.
"Aku tidak mengenalnya, dia tiba-tiba datang dan duduk disini karena aku orang yang baik hati seperti bidadari jadi aku ijinkan dia duduk deh"
"Maaf, yang di katakannya benar, saya hanya numpang duduk saja, permisi" ucap pria yang pamit pergi, karena melihat suasananya yang tidak enak.
"Sayang, kamu mau nasi gulung tidak, rasanya seperti nasi tapi nasi gulung ini lebih enak" tawar Dea pada Keano sambil menyodorkan Susi ke arah Keano.
"Tidak"
Pelayan datang menuju ke arah Dea menawarkan jus dan kebetulan sekali Dea merasa serat karena habis makan Susi, "Minum nona?" tawar pelayan sambil memberikan minuman jus ke arah Dea.
__ADS_1
"Wahh kebetulan sekali, memang kalo istri sholehah ada saja rejekinya, terima kasih ya." kata Dea yang mengambil jus dari nampan dan meminumnya.
"Sama-sama nona"
Dea menghabiskan minumannya dalam satu tegukan, "Ahh segarnya, kamu mau Sayang" tawar Dea yang memberikan minumannya yang masih tersisa sedikit karena melihat Keano terus melihatnya.
Dea tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing dan tubuhnya juga panas, rasanya Dea ingin membuka seluruh pakaiannya sekarang juga.
"Kamu kenapa?" tanya Keano yang melihat Dea seperti sedang tidak enak badan.
"Kepalaku sangat pusing Sayang" jelas Dea sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Tubuhku juga sangat panas sekali, rasanya seperti mandi dengan air panas" kata Dea yang ingin membuka bajunya di tengah-tengah acara, Keano langsung mendekat ke arah Dea dan mencegahnya dengan cara mendekapnya dan memegang kedua tangannya.
"Ayo kita pulang" ajak Keano yang membawa keluar Dea dari tempat tersebut karena merasa ada sesuatu yang terjadi pada Dea.
"Tapi aku masih ingin makan nasi gulung itu, aku belum kenyang memakannya" ucap Dea sambil menunjuk Susi yang ada di meja.
"Nanti aku akan menyuruh pak Jamal membuatkannya untukmu" kata Keano yang menggandeng Dea dengan paksa karena Dea masih tidak mau pergi dari acara tersebut.
"Tidak mau, kamu pembohong aku tidak percaya padamu, lepaskan, aku masih ingin makan nasi gulung itu" ucapnya dalam keadaan mabuk.
Keano kesusahan menggandeng Dea yang terus saja memberontak ingin makan Susi, membuat Keano terpaksa harus menggendong Dea.
"Hei, mengapa kamu menggendongku turunkan aku!"
"Diam!" sentak Keano dengan keras membuat Dea ketakutan dan diam.
"Wahh... kamu ganteng sekali Sayang kalau di lihat dari jarak dekat seperti ini, kamu juga sangat romantis mau menggendongku segala, seperti di film-film india yang sering aku tonton itu, so sweet" katanya dengan lebai bukan seperti gayanya Dea pada biasanya.
"Heuhh, dari dulu aku memang sudah tampan hanya saja kamu bari menyadarinya sekarang" balas Keano.
Cepat sekali berubahnya, tadi tidak ingin aku menggendongnya sekarang dia senang sekali aku menggendongnya. batin Keano yang melihat wajah Dea yang dari tadi tersenyum terus melihat Keano.
💙💙💙***Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.
__ADS_1
Terima kasih dan jumpa lagii bayy💙💙💙***