
Keano datang ke rumah kosong yang biasa ia gunakan untuk memberi pelajaran orang-orang yang berani macam-macam kepadanya.
Setelah Ken menelpon Keano dan memberitahukan kepada Keano jika pelayan yang memberikan obat ke dalam minuman Dea belum juga mengaku, Keano langsung datang ke rumah kosong tersebut menggunakan mobilnya.
"Dimana pelayan itu?" tanya Keano pada Ken yang berada di luar rumah kosong itu.
"Di dalam tuan" setelah mendengar jawaban dari Ken, Keano langsung masuk ke dalam, di dalam ia melihat pelayan tersebut yang sudah babak belur tapi masih terus saja di pukuli oleh anak buahnya.
"Hentikan!" perintah Keano.
"Sekarang katakanlah, saya sudah menghentikan anak buah saya untuk memukulimu bukan, apa kamu mau di pukuli lagi hem?" ucap Keano dengan santai namun penuh dengan ancaman.
"Saya tidak tahu tuan, saya mohon bebaskan saya"
"Baik, lepaskan dia, sepertinya dia memang tidak mengetahuinya" katanya pada anak buahnya, pelayan pria itu yang mendengar Keano senang karena dirinya akan segera bebas, itu pikirnya.
"Tapi tuan..."
"Saya bilang lepaskan!" sentak Keano pada anak buahnya karena berani membantahnya.
"Ba..ik tuan" jawab anak buahnya dengan gemetar.
Anak buah Keano melepaskan tali yang mengikat pelayan tersebut, pelayan itu langsung terjatuh ke tanah karena tubuhnya yang terlalu lemah, tapi pelayan itu berusaha berjalan agar bisa keluar dari rumah menyeramkan milik Keano.
"Karena dia sudah di putuskan tidak bersalah maka kalian harus mencari pelaku sebenarnya, dan langkah pertama yang perlu kalian cari dan bawa kemari adalah Zira dan Ratih." ucap Keano dengan lantang, membuat perjalanan pelayan yang sudah hampir sampai pintu keluar terhenti.
"Tuan, tolong jangan lukai adik dan ibu saya tuan, hanya mereka yang saya miliki di dunia ini, tuan bisa menghabisi saya tapi tolong lepaskan adik dan ibu saya." pinta pelayan itu yang kembali ka arah Keano dan memohon pada Keano dengan cara memegang kakinya.
"Tapi saya tidak berminat membunuhmu, kau tahu yang saya inginkan bukan, jadi beritahu saya sekarang juga jika kau ingin orang yang sangat berharga dalam hidupmu selamat." katanya dengan senyum evilnya.
__ADS_1
"Baik tuan saya akan mengatakannya."
"Cepatlah saya tidak suka menunggu."
"Saya tidak tahu namanya tuan tapi saya ingat semua ciri-cirinya, dia seorang wanita yang sangat cantik, rambutnya panjang terurai, hidungnya mancung dan pakaiannya seksi berwarna navy, dia memberikan uang kepada saya dengan jumlah yang sangat banyak hanya untuk memberikan jus kepada nona itu, saya tidak tahu jika wanita itu mencampurkan sesuatu ke dalamnya, dia memaksa saya untuk tidak memberitahukannya pada siapapun, wanita itu mengancam jika saya memberitahukannya pada orang lain saya dan keluarga saya akan selamanya sengsara, maafkan saya tuan." ucap pelayan dengan jujur dan memohon agar ia dan keluarganya mendapatkan belas kasihan dari Keano.
Keano mendengar semua penjelasan pelayan itu sampai selesai, tangannya mengepal menahan amarahnya yang telah memuncak.
"Ken, kau tahu siapa yang dia maksud?"
"Iya tuan."
"Sekarang kau antarkan saya ke rumah wanita ja*ang itu!" perintahnya, Ken langsung mengantarkan Keano ke rumah
Risa, ya dari semua ciri-ciri yang di sebutkan pelayan tadi Keano tahu jika Risa,mantan kekasihnya lah yang telah melakukannya.
Saya pastikan wanita itu akan menerima balasannya.
Keano menggedor-gedor pintu rumah Risa dengan sangat keras seperti seorang dekoleptor yang menagih hutang.
"Ya sebentar, kenapa satpam bisa membiarkan orang gila masuk begitu saja ke rumahku, awas saja akan aku pecat satpam bo*oh itu." gerutu Risa yang berjalan ke arah pintu.
Saat Risa membuka pintu betapa terkejutnya dia, ternyata pria pujaan hatinya lah yang berkunjung ke rumahnya.
"Wow. Suatu kejutan tak terduga kau datang kemari Sayang.
Ayo masuklah ke dalam, sudah lama kau tidak berkunjung ke rumahku inikan, ayo masuklah kita ulangi semua kisah kita dulu yang pernah kita lakukan bersama-sama seperti makan, nonton tv dan bermain bliyart bersama. Ayo!" ajak Risa dengan semangat, saat melihat Keano yang datang ke rumahnya bahkan Risa berani menarik tangan Keano untuk ia ajak masuk ke dalam rumahnya.
Keano tidak tinggal diam, ia langsung melepaskan pegangan tangan Risa dengan kasar, dan malah memojokkan Risa ke arah tembok rumahnya, sambil mencekik leher Risa, "Cihh menjijikan, lepaskan tangan kotormu dari tangan saya!"
__ADS_1
"Ooo baiklah Sayang aku lepaskan, kau menjadi tambah kasar setelah putus dariku ya"
"Apa tujuanmu mencampurkan obat perang*ang itu ke dalam gelasnya?" tanya Keano dengan baik.
"Oo jadi kamu sudah tahu ya, oke akan aku ceritakan kepadamu, apapun untukmu Sayang" katanya dengan suara yang menggoda sepertk seorang ja*ang.
"Jadi sebenarnya aku ingin memberikan obat itu kepadamu agar kamu menjadi milikku seutuhnya, tapi kau mengusirku hanya demi wanita mu*ahan seperti istrimu itu" ucap Risa dengan emosi sampai berani mengatai Dea wanita mu*ahan.
Keano mencekik leher Risa dan mendorongnya ke tembok, "Jangan berani kamu menghina istri saya menggunakan mulut kotormu ini, istri saya jauh lebih baik di bandingkan dirimu." katanya yang memojokkan Risa di tembok sambil mencekik lehernya.
"Keano tolong lepaskan, aku bisa maa.. ti karenamu" ucap Risa dengam nafasnya terasa sesak karena cekikan yang Keano lakukan padanya.
Keano melepaskan cekikannya pada leher Risa, "Cepat katakan sekarang atau besok kau tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi" ancam Keano.
"Kau bertambah kejam ya Sayang, tapi aku yakin sekejam-kejamnya dirimu, kau tidak akan pernah tega melihat hidupku sengsara jadi aku aku akan mengatakannya.
Sebenarnya aku menyiapkan obat itu untukmu tapi kamu mengusirku karena di sisimu ada istrimu, aku tahu kamu tidak ingin hubungan kita di ketahui oleh istrimu itukan?" ucap Risa tanpa merasa malu sedikitpun.
"Cihh..." Keano hanya berdecih membalas omongan Risa yang menurutnya sangat menjijikan.
"Tiba-tiba terlintas di otakku untuk menaruhnya ke dalam minuman istrimu, aku ingin membuatnya menjadi tontonan semua orang hingga membuatnya merasa sangat malu dan tidak berani lagi menampakkan wajahnya itu hahaha" katanya dengan tawa yang begitu bahagia.
"Tapi kamu malah menyelamatkannya, mengapa kamu tidak membiarkannya saja dan kita menikmati waktu kebersamaan kita yang sudah lama tidak kita lakukan haa hiks." Risa mengatakannya sambil memeluk Keano, menangis dan mengeluarkan air mata palsunya.
Keano langsung mendorong Risa menjauh dari pelukannya, dan pergi meninggalkann Risa begitu saja tanpa sepatah kata, di ikuti Ken di belakangnya.
"Aku tahu kau tidak akan berani menyakitiku karena kau masih mencintaiku" gumam Risa sambil menatap punggung Keano yang sudah jauh dari pandangannya.
"Kau buat semua usahanya bangkrut sampai tidak ada yang tersisa sepeserpun!" katanya kepada Ken.
__ADS_1
"Baik tuan."
Saya akan membuat hidupmu sengsara sampai kau tidak kuat lagi menjalani hidupmu dan jalan satu-satunya jika kau ingin hidup damai lagi, kau harus merangkak meminta maaf pada Dea.