Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
20. PERHATIAN


__ADS_3

Setelah penjelasan Ken pada Dea yang membuatnya malu karena sudah salah paham kepada Keano, Dea hanya diam tidak banyak bicara lagi seperti tadi mungkin karena ia sudah tidak ada muka lagi untuk berbicara di hadapan Keano.


Sang manager salon sudah minta maaf kepada Keano tapi Keano tidak mentoleransinya, dia tetap di pecat dan di beri pesangon.


Dea sebenarnya kasihan melihat sang manager di pecat tapi apa yang bisa di perbuatnya, ia hanya butiran debu jika di bandingkan dengan Keano.


"Ken, cari penggantinya"


"Baik tuan muda" jawab Ken.


"Dan kalian semua, bersihkan dan beri perawatan pada seluruh tubuh calon istri saya, jangan sampai ada noda di tubuhnya, jika masih ada sedikit noda saja, maka kalian semua akan saya pecat" ucap Keano pada pegawai salon.


"Tapi bos kan bos yang mau perawatan kenapa malah saya, lagian saya sudah mandi sehari sekali, jadi tubuh saya sudah bersih tidak perlu lagi perawatan di sini" katanya dengan pede, ia tiba-tiba berbicara setelah lama diam membisu, karena ia tidak terima Keano menyuruh banyak orang untuk membersihkan badannya.


Semua orang termasuk Ken rasanya ingin tertawa namun mereka tahan karena takut Keano murka.


Nona kau ini, mandi sehari sekali saja kau pamerkan.


"Cepat nunggu apa lagi kalian" titahnya pada sang pegawai, para pegawai langsung membawa Dea masuk ke dalam tapi Dea tetap diam di tempatnya.


"Kau mau ikut dengan mereka atau akan saya pecat mereka semua" ucap Keano pada Dea, para pegawai ketakutan dan berharap Dea mau ikut dengan mereka agar mereka tetap bisa bekerja.


Hahh, jadi aku yang mau di menikyur bodykyur cukur aahh apalah itu namanya, dan dia bilang bersihkan tubuhnya memangnya tubuhku penuh kotoran. Aku kan bisa membersihkan tubuhku sendiri kenapa mesti banyak orang yang membersihkannya memangnya dia pikir tubuhku yang indah ini tontonan gratisan apa.


Dea terpaksa ikut masuk ke dalam untuk melakukan perawatan karena tidak mau semua pegawai salon di pecat.


Dea memulai perawatan di salon mulai dari bawah yakni kakinya sampai atas rambutnya. Cukup memakan waktu yang lama karena seluruh tubuh Dea yang di rawat, bukan hanya wajah atau tangannya saja, Ken dan Keano yang menunggu Dea di ruang tunggu, sambil membahas masalah pekerjaan kantor.


Saat telah selesai semua perawatannya Dea keluar dari dalam tempat perawatannya dan berdiri di hadapan kedua pria es yang dari tadi menunggunya.


Ken dan Keano takjub melihat Dea di hadapan mereka yang begitu terlihat sangat cantik dan imut dari sebelumnya, tapi Ken lebih memilih menunduk karena sadar Dea adalah milik tuannya sedangkan Keano menutup rasa takjubnya dengan cara menjatuhkan Dea.


"Kenapa wajah dan tubuhmu tidak ada perubahan sedikitpun bahkan setelah saya membiayai perawatanmu yang sangat mahal ini, buang-buang uang saya" ucap Keano dengan gaya angkuhnya.


"Siapa suruh membawaku kemari, dasar bos perhitungan" ujar Dea pelan, Keano mendengar samar-samar perkataan Dea yang terakhir yakni kata perhitungan.


"Ken, potong gajinya setiap bulan untuk melunasi biaya perawatannya hari ini" ujar Keano pada Ken, membuat Dea kaget.


Apa bos mendengar perkataanku tadi, ahh sialan.


"Bos, maksud bos apa? kenapa gaji saya di potong? kan bos yang mengajak saya dan memaksa saya melakukan perawatan ini, jadi bos lah yang harus membayarnya.


"Saya mengurungkan niat saya yang tadinya ingin membayar, karena kamu bilang saya perhitungan, jadi apa salahnya mewujudkan keinginan mu.


Benarkan dia mendengarnya, mengapa telinganya itu begitu tajam sampai mendengar suaraku yang begitu pelan dan merdu ini.

__ADS_1


Ya sudah lah terima nasibmu saja De.


"Baiklah, bos bisa memotong gaji saya setiap bulannya, memangnya berapa biaya semua perawatan ini?" tanya Dea pada Keano, sebab ia ingin tahu sampai berapa lama gajinya akan di potong untuk melunasi hutangnya.


"Berikan billnya dan berikan padanya" perintah Keano pada pegawai salon, pegawai salon pun mendatangi Dea dan memberikan billnya.


Saat Dea melihat billnya hampir saja jantungnya copot karena melihat biayanya yang begitu mahal.


Apa... 200 juta, ini biaya perawatan kenapa bisa buat beli tanah, rumah beserta isi-isinya . Atau aku jual ginjal saja ya, ahh tidak, itu bukan ide yang baik De. Kalo begini seumur hidupku gajiku akan terus di potong.


"Baiklah, bos bisa potong saja gaji saya setiap bulannya" katanya sok tegar dan sok mampu tapi dalam hatinya ia menangis meronta-ronta karena gajinya akan berkurang nanti setiap bulannya.


"Bagus kalau kamu tahu diri" balas Keano dengan dingin, tapi dalam dirinya ia bahagia melihat sikap Dea yang sok tegar dan kuat tapi dalam hatinya Keano tahu Dea pasti merasa sedih.


Dasar wanita sok tangguh, kamu kira saya tidak tahu kamu berusaha menutupi kesedihanmu dengan kesombongan dan ketegaranmu itu.


Dea, Keano dan Ken kembali ke dalam mobilnya untuk mengantarkan Dea pulang , tapi karena perawatan Dea memakan waktu cukup lama jadi sekarang saat akan kembali pulang sudah siang dan sudah waktunya untuk makan siang.


"Kau mau makan siang tidak?" tawar Keano pada Dea.


"Tidak perlu, nanti hutangku bertambah lagi" jawab Dea dengan nada acuh.


Keano yang mendengar jawaban Dea tersenyum, "Kali ini saya yang akan membayar, asalkan mulutmu itu bisa lebih sopan saat berbicara maka kau akan selamat".


" Benarkah bos ngajak saya makan gratis? terima kasih bos, langsung saja sekretaris Ken ke tempat makan" ucap Dea yang kegirangan sambil menyuruh Ken dengan menepuk pundaknya.


Dea yang bingung dengan sikap bosnya hanya mengiyakan perkataan bosnya, "Iya bos".


Mereka berhenti di C*C karena Dea ingin makan burger, di dalam C*C Dea langsung memesan makanan banyak, mumpung gratisan ckck.


"Mbak" panggil Dea pada pelayan.


"Silahkan kak ini menunya" kata pelayan sambil memberikan menunya pada Dea.


"Mbak, saya pesan burger jumbo 2, ayam crispy nya 2 dan minuman sodanya juga 2. Bos dan sekutunya pesan apa?"


"Saya kopi hitam saja" ucap Keano.


"Saya jus jeruk" ucap Ken, setelah menanyakan Ken pelayan pergi untuk mengambilkan pesanan mereka.


"Kau ini kecil seperti kurcaci tapi porsi makanmu seperti kuli"


"Justru itu saya makan banyak bos supaya saya cepat tumbuh besar dan mumpung gratisan, jadi manfaatkan keadaan selagi bisa di manfaatkan hehehe" ucapnya sambil cengengesan.


Makanan pun datang, Dea mulai memakannya tanpa menawari pria di hadapannya yang hanya pesan minuma saja.

__ADS_1


"Hei, kau ini makan sendiri tidak menawari orang yang di dekatmu" kata Keano yang melihat Dea dengan lahap tanpa memperdulikannya.


"Kenapa bos tidak pesan saja sendiri, mumpung masih di tempatnya" ucap Dea sambil terus makan.


"Nyawamu berapa sampai berani kau menyuruhku"


Matilah kau Dea, apa sih sebenarnya maunya banyak tingkah sekali.


"Nyawa saya satu bos, tapi kalau tuhan mau menambah stok nyawa saya berarti stok nyawa saya ada dua bos. Maaf bos saya bukan bermaksud memerintah bos kok" jawabnya sedikit takut.


"Suapi saya sekarang"


Bilang saja mau aku suapi, pakai bawa-bawa nyawa saja.


"Baik bos" Dea pun menyuapi Keano ayam krispy menggunakan sendok.


"Gunakan tanganmu"


Mencari kesempatan saja.


Tapi saat Dea menyuapi Keano menggunakan tangannya, Keano menghisap jari Dea lumayan lama saat Dea merasa tangannya sudah cukup lama berada di dalam mulut Keano, Dea menarik jarinya secara tidak sengaja Keano menggigit jari Dea.


'Aww' suara Dea yang merasa kesakitan sambil menggerak-gerakkan jarinya, Keano langsung mengambil tangan Dea dan memasukkan jari Dea ke dalam mulutnya.


Sekilas Dea melihat sisi lain Keano yang nampak romantis dan juga perhatian.


"Maaf, saya tidak sengaja menggigit jarimu"


Nona, kau sungguh wanita luar biasa, kau bisa membuat mulut tuan mengucapkan kata maaf kepada anda, kata yang sangat jarang tuan muda gunakan.


"Tidak apa bos ini hanya luka kecil besok juga sembuh"


"Ken apa ini perlu di bawa ke rumah sakit?" tanya Keano dengan bodohnya pada Ken.


"Tidak perlu bos, ini kan hanya sebuah gigitan tidak perlu ke rumah sakit" potong Dea sebelum Ken menjawabnya.


"Benarkah"


"Hemm, benar bos"


Memangnya sakit apa sampai di bawa ke rumah sakit, dasar aneh.


Keano memutuskan untuk mengantarkan Dea pulang ke rumahnya karena besok adalah pernikahan mereka jadi Keano tidak ingin membuat Dea terlalu capek.


**Hai kakak-kakak, terima kasih sudah mampir ke novel ini, aku berharap kalian suka dengan novel ini.

__ADS_1


Jangan lupa yaa, kakak-kakak baik untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 untuk novel ini.


Tingkyu kakak**.


__ADS_2