Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
82. DIBUAT SENANG LALU BERSEDIH


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan diri, sinarnya memasuki celah jendela kamar Dea tanpa permisi. Dea mengerjapkan mata saat sinar matahari menghampiri kedua mata indahnya.


Dea bangun dan mendapati suaminya tengah duduk, memandangi wajahnya dengan senyum yang mekar bak bunga mawar di pagi hari.


"Hai Sayang" sapa Keano. Dea heran, tidak biasanya Keano memanggilnya dengan sebutan mesra. Biasanya Keano hanya akan memanggilnya Deu, tapi mengapa pagi ini Keano berbeda? Ada apa dengan Keano? Setan apa yang telah merasukinya.


"Hai Sayang" balas Dea dengan gelagap. Karena melihat keanehan dalam sikap Keano.


"Ayo bangun, aku sudah menyiapkan sarapan kesukaanmu dan jus alpukat juga" Dea melirik meja yang ada di sisi ranjang. Dan benar, nasi goreng spesial buatan Keano dan jus alpukat sudah tersaji dengan rapi.


"Sayang, aku tidak mau nasi goreng. Hari ini aku ingin makan soto betawi saja" Dea mulai meminta, ada sedikit rasa takut dalam dirinya, karena telah menolak masakan Keano. Tapi mau gimana lagi, Dea juga bosan jika setiap hari makan nasi goreng. Walaupun nasi gorengnya enak.


Keano menanggapi penolakan Dea dengan senyumannya yang elegan dan membuat aura ketampanannya bertambah, "Baik, jika kamu mau soto betawi. Nanti kita pergi keluar mencari soto betawi sekalian jalan-jalan" sekali lagi Dea kaget dengan sikap diluar dugaan Keano. Keano yang selalu melarang keras Dea untuk keluar dari mansion kecuali masalah yang teramat penting, sekarang mengajaknya keluar.


Emmuach. Dea mengecup pipi Keano karena sikap manis Keano. Meski terkesan aneh bagi Dea, tapi Dea tidak terlalu memikirkannya. Pokoknya Dea tidak ingin membuang kesempatan yang langka ini.


"Terima kasih Sayang"


"Wah makin berani saja kamu ya? Ya, sama-sama tapi kamu harus menghabiskan dulu nasi gorengnya. Karena kita perginya nanti, saat kamu sudah selesai mandi. Mandi, memakai pakaian dan perjalanan memakan waktu yang cukup lama. Jadi kamu harus makan dulu agar kalian tetap sehat" jelas Keano dengan runtut, penuh perhatian di tambah suaranya yang merdu dan lembut. Membuat Dea ingin tertidur lagi karena seperti sedang di nyanyikan lagu Dea bobok.


"Baik tuan muda, perintah anda adalah kewajiban yang harus saya lakukan" Dea mengatakan dengan gaya seperti ajudan Keano.

__ADS_1


Keano menyuapi Dea dengan telaten dan pelan sekali, Dea mengambil piring yang ada di tangan Keano dan menyuapi dirinya sendiri.


"Biar cepat habis dan kita bisa segera pergi" ucapnya dengan cengengesan lalu melanjutkan memakan nasi gorengnya.


"Pelan-pelan Deu, aku menyuapimu agar kamu bisa mengunyah nasinya dengan lembut. Jika makanmu seperti ini, tidak akan lembut kunyahannya dan kamu bisa tersedak!" Keano mengambil piring yang ada di tangan Dea secara paksa, bahkan nasi yang ada di piring hampir habis.


Dea cemberut saat Keano mengambil piringnya, padahal tinggal dua sendok lagi, nasi gorengnya habis.


🌻🌻🌻


Setelah selesai makan dan mandi di suapi dan di mandikan oleh suaminya, Dea memilih pakaian untuk ia kenakan saat pergi nanti. Dea bingung memakai pakaian yang mana, karena semua pakaian yang ada di lemarinya, banyak yang seksi atau terbuka. Dan tentunya itu hanya boleh di pakai saat di hadapan Keano saja. Pakaian yang biasa sering ia pakai juga mulai tidak muat karena perutnya yang semakin membesar.


"Kenapa lama sekali, katanya tadi ingin segera pergi?" Keano sudah siap, tapi Dea masih memilih pakaian yang cocok untuknya sambil mengenakan pakaian dalam saja.


Keano menunggu di luar ruang ganti, Keano tadi ingin memakaikan Dea pakaian tapi Dea menolaknya. Dengan alasan ingin memakai pakaian sendiri.


Sepuluh menit telah berlalu, Dea keluar dari ruang ganti dengan mengenakan daster, diluar dugaan Keano.


"Mengapa kamu pakai daster jelek ini?" Daster yang Dea pakai merupakan milik Dena, ibu Dea. Karena semua pakaian Dea sudah di buang atau di sumbangkan oleh Keano dan tersisa daster milik Dena yang terselip di lemari. Dea yang melihat pakaian longgar segera mengambil dan memakainya.


"Enak Sayang, lebih leluasa bergerak dan yang paling penting saat kentut rasanya plong, kentutnya jadi bebas kesana kemari. Kamu kan juga bisa sekalian nyium bau harus semerbak kentutku hehe" Dea sudah berputar-putar menunjukkan dasternya, bergaya seperti seorang putri yang sedang memakai gaun mahal.

__ADS_1


Keano membawa Dea masuk ke dalam ruang ganti secara paksa. Memilihkan pakaian untuk Dea sekaligus memakaikannya, jika Dea di tinggal dan di suruh memakai pakaian sendiri. Keano tidak bisa menjamin akan berjalan mulus.


🌻🌻🌻


Orang berlalu lalang berjalan mengelilingi lingkungan taman. Ada yang bergandengan tangan bersama kekasihnya, duduk sendirian sambil bertelponan dengan kekasihnya dan tertawa seperti orang yang baru di mabuk asmara. Ada juga yang hanya bisa melihat sepasang kekasih sambil mengelus dada karena jomblo karatan.


Setelah berjalan-jalan di sekitaran taman, Dea menuju ke restoran yang berada tidak jauh dari taman. Dea tidak hanya memesan soto betawi tapi juga di temani berbagai jenis makanan lainnya. Hingga memenuhi isi meja.


"Sayang, besok aku ada pekerjaan mendadak yang harus aku urus di luar negeri. Harus aku yang mengatasinya, jadi terpaksa aku harus pergi" jelas Keano, Dea langsung menghentikan aktivitas makannya dan menatap Keano dengan tatapan kosong. Pantas saja sikapnya berubah, ternyata Keano ingin menyenangkan Dea setelah itu meninggalkannya dan membuatnya bersedih. Dea sangat membutuhkan Keano berada di dekatnya, apalagi sebulan lagi Dea akan melahirkan.


"Berapa lama?"


"Kurang lebih satu bulan, sebisa mungkin akan aku mempercepat urusannya agar aku bisa segera pulang. Kamu tenang saja, aku akan pulang sebelum kamu melahirkan anak kita, hemm" Keano menyakinkan Dea sambil mengusap air mata Dea yang keluar dari matanya.


Dea menarik napas untuk menguatkan hatinya yang rapuh, akhir-akhir ini Dea rasanya ingin selalu dekat dengan Keano. Bahkan Dea yang biasanya menolak didekati Keano, sekarang selalu mendekati Keano dengan sendirinya. Ia berusaha untuk kuat agar Keano bisa tenang nanti saat pergi, "Iya, aku percaya kok, kamu akan pulang sebelum aku melahirkan"


"Kamu akan menerima kejutan dariku nanti, setelah aku pulang dari luar negeri. Berbagai buah tangan akan aku beli untukmu" Keano mengecup dahi Dea dan berusaha membuat hati Dea kembali bahagia dengan cara membelikan oleh-oleh untuknya nanti.


"Aku tidak terlalu butuh buah tangan. Yang aku butuhkan kamu ada di sampingku, menemaniku saat aku sedang berjuang melahirkan anak kita" ucap Dea sambil menatap lekat Keano.


Keano tersenyum mendengar penuturan Dea sambil merapikan anak rambut yang ada di pipi tembemnya, "Aku akan berada di sampingmu dan menemanimu berjuang. Kita berjuang bersama-sama" tutur Keano, Keano menelantangkan kedua tangannya, siap menerima tubuh berbentuk huruf 'b' istrinya. Dea langsung memeluk tubuh kekar suaminya. Ia jadi tambah ingin berdekatan dengan Keano, apalagi setelah Keano menjelaskan ingin pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2