Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
8. DIPAKSA MENIKAH


__ADS_3

Setelah perdebatannya dengan bosnya selesai dan Dea kalah, akhirnya Dea mengikuti perkataan bosnya untuk ikut pulang bersama dengannya. Suasana di dalam mobil sepi, sunyi seperti kuburan, akhirnya Dea membuka suara untuk menghilangkan kesunyian dalam mobil bosnya.


"Bos terima kasih sudah mau mengantarkan saya"


"Hem"


Dea yang mendengar bosnya menjawab perkataannya begitu cuek dan dingin, ingin sekali dia marahi tapi tidak berani karena itu bosnya.


"Dasar bos kamprett... Kalo tau begini mending aku mati suri sebentar, kalo udah sampe rumah hidup lagi boleh tidak" gumam Dea sambil melihat pemandangan di luar melalui kaca mobil.


Suasana masih sunyi dan Dea juga melamun dengan memperhatikam pemamdangan luar, tiba-tiba bosnya mengeluarkan suaranya.


"Hei kau,"


"Saya bos?" Jawab Dea sambil menunjuk dirinya menggunakan jarinya.


"Iya kau, memang disini ada siapa lagi"


"Ya bos manggil saya dengan kau kau ya saya mana ngehh bos, saya punya nama bos nama saya Dea, jadi panggil saja Dea bukan Kau"


"Terserah saya disini siapa bosnya, kau atau saya kenapa kamu ngatur-ngatur saya" katanya dengan sangat sombong.


"Ya ya disini kau lah rajanya yang slalu menang dan aku hanya upik abu" batin Dea pasrah.


"Menikahlah denganku" ucap Keano dengan wajah datarnya.


Degg...


Seketika Dea menoleh melihat bosnya berkata seperti itu, Dea yang kaget dengan ucapan bosnya mencoba bertanya lagi untuk memastikannya.


"Bos tadi ngomong apa?" Dea bertanya untuk memastikannya bahwa pertanyaan bos nya salah.


"Saya tidak suka mengulang perkataan saya"


"Baiklah baiklah kalo begitu saya tidak mau menikah dengan bos"


Dan 'jlebb' mobil Keano tiba-tiba berhenti di tengah jalan dan Dea kepalanya terbentur karena tidak tahu jika mobil bosnya akan berhenti secara mendadak.


'Aww' teriak Dea sambil mengelus-elus jidadnya dengan tangannya.


"Bos kenapa berhenti mendadak sih, kalo di belakang ada mobil bagaimana?


Saya masih ingin hidup dengan damai bersama orang tua saya" Dea teriak dan marah-marah kepada bosnya.

__ADS_1


"Kau... beraninya menolakku"ucap Keano emosi tapi dia tahan, tidak tahu mengapa dia menahannya padahal biasanya dia akan langsung memberi pelajaran kepada orang yang membuatnya emosi.


Namun entah dari mana Dea tiba-tiba berani melawan bosnya, padahal biasanya dia hanya akan diam, mengalah atau cukup melawannya dalam hati dan pikirannya.


"Memangnya kenapa? jangan mentang-mentang bos itu bos saya jadi bos seenaknya bisa maksa saya, saya juga punya hak untuk memilih.


Apalagi ini menyangkut masa depan saya, saya tidak mau meyerahkan masa depan saya kepada sembarang orang" ucapnya dengan lantang sambil menatap bosnya.


"Kau bilang saya sembarang orang" katanya dengan memelototkan matanya menatap Dea.


Nyali Dea mulai menciut saat bosnya bilang seperti itu.


"Ah bukan itu maksud saya bos hehe, maksud saya bos dan saya kan baru kenal beberapa hari ini mana mungkin bisa langsung menikah.


Kita bahkan tidak mengetahui sifat asli masing-masing, menyesal lo bos nanti kalo bos tau sifat dan kebiasaan saya" Dea menjelaskan dan yakinkan bosnya agar ia tidak jadi mau menikah dengan Dea.


"Kita bisa mengenal masing-masing setelah menikah"


"Hais enteng sekali dia bicaranya," batin Dea.


Dea tidak mudah menyerah begitu saja, dia masih berusaha menjelaskan kepada bosnya agar membatalkan rencananya untuk menikahinya, dengan cara menjelek-jelekkan dirinya sendiri.


"Bos nih ya saya kasih saran lebih baik bos cari wanita yang lebih cantik, ya walaupun saya memang sangat cantik dan imut pasti masih ada yang lebih cantik dari saya, lebih tinggi dari saya dan tentunya seksi bos.


"Ayo ayo jangan jadi menikah denganku" batin Dea penuh harap.


Tapi Keano masih kokoh terhadap pendiriannya yang ingin menikahi Dea.


"Saya akan tetap menikah denganmu titik" jelasnya dengan tegas.


"Tapi bos saya ini punya kebiasaan yang sangat buruk yang sulit sekali untuk saya hilangkan.


Bos mau tau tidak berbagai macam kebiasaan buruk saya?"


"Tidak perlu" tegasnya karena Keano tahu Dea melakukan semua ini hanya untuk membuat Keano ragu dan akhirnya membatalkan rencana pernikahannya.


"Tapi saya akan tetap menjelaskannya agar bos tidak menyesal di kemudian hari.


Nih ya bos saya itu kalau tidur suka ngorok mana keras lagi suaranya, nanti kalo.


Kita menikah terus tidur bareng bos tidak nyaman karena suara ngorok saya.


Yang kedua, saya suka ngupil,terus selesai ngupil upilnya saya tempelkan ke sembarang tempat pokoknya yang dekat dengan saya, kalau yang ada di didekat saya tuan dan tanpa sadar upilnya saya tempelkan ditubuh bos gimana?.

__ADS_1


Yang ketiga, saya suka kentut sembarangan bos mana kentut saya bau banget lagi bos.


Seumpama nih ya, bos ada di sebelah saya terus saya kentut kan pasti bos nyium tuh kentut bisa-bisa bos muntah di tempat" jelas Dea panjang lebar Dea yakin bosnya itu jijik dan membatalkan rencananya untuk menikah dengannya.


Tapi pemikiran Dea salah, ternyata bosnya masih saja ingin menikahinya.


"Kalau sampai kau melakukannya saat di dekatku, maka sudah di pastikan kau juga akan mati ditempat saat kau sedang melakukannya"


Glekk... Dea menelan salivanya mendengar penuturan bosnya tapi masih saja memberanikan diri untuk terus melawannya.


"Tapi bos saya tidak mau menikah dengan bos, saya masih harus bekerja untuk menghidupi kedua orang tua saya, saya masih harus membahagiakan mereka.


Kenapa bos terus memaksa saya untuk menikah dengan bos"ucap Dea sedih sambil mengeluarkan air mata palsunya, Dea sudah lelah terus berdebat dengan bosnya dan slalu kalah.


"Hentikan tangisan palsumu itu, kamu kira saya bodoh hingga tidak tau mana tangisan asli dan palsu.


Karena ini syarat yang harus kau penuhi jika kau ingin satpam yang membantumu dan juga semua karyawan tetap bekerja"


Berapa sih IQ nya kenapa dia bisa tau aku nangis boongan.


Ahhh dan bagaimana ini kalau semua karyawan di pecat bagaimana, sekarang cari pekerjaan tidak mudah dan mereka semua masih butuh kerja untuk menghidupi keluarga mereka. batin Dea merasa bingung sekaligus frustasi.


"Tolong jangan pecat mereka semua bos, kalau bos pecat mereka keluarga mereka makan pakai apa?


Saya saja yang dipecat bos tidak apa-apa asalkan karyawan yang lain tetap bekerja dan juga saya tidak menikah dengan bos, bagaimana bos?"


Keano mengambil telfonnya dan menelpon sekretarisnya, untuk segera mengurus semua pemecatan karyawan.


"Ken pastikan besok semua karyawan dipecat dan jangan beri mereka pesangon" perintah keano pada Ken.


Dea yang mendengar bosnya berbicara di telfon sontak kaget, Dea tahu bosnya tidak pernah bermain-main dengan ucapannya jika dipecat maka terjadilah kaya sulapnya pak Tarno.


"Bos ngeprank kan? ngeprank tidak lucu samsek bos, dimana bos meletakkan kamera tersembunyinya bos" sambil mengecek di pakaian dan di mobil Keano.


"Saya serius. Jika kamu tidak menjawab dalam hitungan ke tiga maka besok saya akan membuka lowongan kerja baru.


Satu...dua ...ti..." belum sempat berakhir hitungannya Dea sudah menjawabnya.


"Baiklah saya mau menikah dengan bos, tapi jika orang tua saya menyetujuinya" ujar Dea pasrah sambil mengajukan syarat.


"Ya baiklah. Tapi jika mereka tidak setuju saya akan tetap menikahimu" jawabnya tidak mau tau.


"Sial kenapa aku mesti ketemu bos seperti dia sih, semoga bapak dan ibu tidak menyetujuinya" harap Dea dalam hati.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2