Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
6. KEDATANGAN ALDI


__ADS_3

Setelah selesai membunuh hendrawan Keano keluar dan pergi dari rumah tua.


"Bereskan mayatnya" ucap Keano pengawalnya yang berada di rumah tua tersebut.


"Baik tuan" jawab pengawalnya.


Keano dan Ken kembali ke mobil.


"Batalkan semua pertemuan hari ini" ucapnya pada asistenya di dalam mobil.


"Baik tuan" jawabnya sambil fokus meyetir mobil.


Tiba-tiba Keano teringat dengan acara pertemuan antar pengusaha.


"Oh ya pertemuan antar pengusahanya kapan?"


"Malam nanti tuan"


"Kita kesana malam nanti"


"Baiklah tuan muda"


"Apakah kau sudah mendapat info tentang gadis tadi?" Tanya Keano penasaran.


"Sudah tuan, namanya Dea Khairunnisa umur 20 tahun bekerja di pabrik Garment milik tuan, tinggal di desa A bersama kedua orang tua nya.


Nona Dea sering lembur karena dia tulang punggung dikelurganya, ayahnya bernama Rifa'i sudah pensiun dari pekerjaan PNS nya dan ibunya bernama Dena hanya ibu rumah tangga.


Dan juga memiliki dua sahabat dekat, yang pertama di pabrik bernama Ida dan yang kedua bernama Aldi"jelas Ken pada tuanya.


Dan dibelakang, Keano hanya tersenyum mendengar penjelasan Ken"permainan akan segera dimulai gadis kecil" ucapnya dalam hati.


Ken yang melihat tuannya tersenyum dari kaca, ikut senang karena akhirnya ada seorang wanita yang bisa membuat tuan mudanya tersenyum bahagia setelah sekian lama.


'Di rumah Dea'


Tok tok...


"Ya tunggu sebentar" ucap Ibu Dena.


Tok tok...


"Iya iya tunggu sebentar tidak sabaran sekali" sambil membuka pintu.


"Hai tante Dena yang cantik tapi sangat cerewet" ucap Aldi kepada Dena.


"Ngapain kamu kesini, bukanya kamu keluar kota karena ada urusan pekerjaan?" Tanya Dena tanpa membiarkan Aldi masuk terlebih dahulu.


"Tentu saja mau ketemu Dea, masa iya mau ketemu tante sih. Kan tidak baik kalo di lihat orang nanti bisa-bisa Aldi nanti disebut pembinor dong"sambil mencolek dagu Dena.

__ADS_1


"Dan ya kalo Aldi sudah disini berarti urusan Aldi yang diluar kota sudah selesai tante sayang" sambung Aldi.


"Dasar jomblo karatan, masuk sana" ujar Dena pada Aldi saat Aldi mencolek dagunya.


Dena menyuruh Aldi duduk di ruang tamu dengan suaminya.


"Hai om" sapa Aldi.


"Kamu sudah pulang, sudah berapa lama kamu disini?"tanya papa Dea.


"Baru tadi pagi om, dan saya langsung kesini untuk memberi oleh-oleh untuk om, tante dan Dea" sambil memberikan bingkisannya kepada Dena dan Rifa'i.


"Dan ini tolong berikan kepada Dea, dan beritahu dia nanti malam Aldi bakal kesini lagi dan ngajak Dea jalan-jalan"


"Berikan saja pada orangnya langsung, sana" perintah Dea sambil meletakkan teh di meja.


"Kan Dea sedang bekerja tanteku sayang"


"Jaga ucapanmu itu Al" ucap Rifa'i pada Aldi.


"Eh maaf om becanda kok" ucapnya sambil tersenyum untuk mencairkan suasana.


"Oh ya tadi tante bilang suruh berikan hadiahnya pada Dea, memangnya Dea tidak bekerja?" Tanya Al penasaran.


"Dia tadi habis kesrempet mobil, saat akan berangkat bekerja jadi tidak bekerja dulu" jelas Dena.


"Baiklah om tante Al ke kamar Dea dulu mau ngecek keadaannya" Al langsung berlari menuju kamar Dea.


Al terus menatap wajah imut Dea, namun tiba-tiba Dea mengigau.


"Aku mau jadi pacarmu.... emmuah" ucap Dea yang mengigau sambil memonyongkan bibirnya. Dan itu membuat Al tertawa keras hingga membuat Dea terbangun.


"Ah sialan kau Al, kau membuat mimpi indahku bercium*n dengan Salman Khan gagal total" ucapnya sambil cemberut dan itu membuatnya semakin imut.


"Haha jika Salman tidak jadi menci*m mu, kau bisa anggap aku Salman dan kau bisa menci*m ku. Aku ikhlas" ucapnya sambil terus tertawa.


"Aku tidak akan membiarkan bibir suci ku ini ternodai oleh bibirmu yang sudah tidak suci itu"


"Sudah-sudah ini aku bawakan oleh-oleh untukmu" sambil menyodorkan tas berisi oleh-oleh.


Dea membuka tas dan melihat pakaian yang indah dan juga ada cokelat makanan kesukaannya. Karena terlalu senang Dea memeluk Al, membuat Al kaget.


"Terima kasih Al kau yang terbaik" katanya sambil membuka kemasan cokelat dan memakannya.


"Oh ya untuk apa gaun ini untuk apa? Kau kan tahu aku tidak suka memakai gaun?" Tanya Dea sambil terus memakan coklatnya.


"Nanti malam ada acara pertemuan antar pengusaha jadi aku berniat membawamu untuk jadi pasanganku, tapi melihat kau baru saja mengalami musibah.


Aku urungkan niatku karena aku tidak mau kau nanti tambah sakit" Al membatalkan niatnya karena tidak ingin membuat Dea tambah kesakitan.

__ADS_1


"Benarkah kau akan mengajakku ke pesta, wah berarti nanti aku bisa makan makanan enak gratis dong" ucapnya dengan mata berbinar.


Al hanya menggukkan kepalanya dengan raut wajah sedih.


"Kalo begitu kita pergi saja, aku tidak apa-apa kok hanya tergores sedikit"


Raut wajah Al yang tadinya sedih langsung sumringah "Benarkah yang kamu katakan itu De?"


Dea menganggukkan kepalanya "Heem, tapi ada syaratnya"


"Apapun syaratnya akan aku lakukan"


"Kau harus menraktirku selama seminggu ke depan, bagaimana?"mengajukan syarat kepada Al.


"Baiklah, tidak masalah untukku secara kan sekarang aku sudah jadi pengusaha" katanya membagakan dirinya.


"Cihh sombong baru juga jadi pengusaha gimana nanti kalo jadi presiden. Dan uangku kau akan aman selama seminggu ke depan" ucapnya dengan senyum mengembang di bibirnya.


Al yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dea.


Setelah memberikan hadiah kepada Dea, Al meminta ijin kepada ibu dan bapaknya Dea.


Awalnya mereka tidak setuju setelah Dea dan Al menyakinkannya akhirnya mereka setuju.


"Ayolah pak bu, aku tidak apa-apa hanya tergores saja tidak perlu terlalu cemas.


Lagian ya bu kalo aku setuju pergi bersama Al, Al akan menraktirku selama seminggu jadi jatahku makan selama seminggu bisa Dea berikan pada ibu.


Jika aku tidak ikut Al, nanti Al dipermalukan dihadapan para pengusaha lainnya dan Dea sebagai sahabat Al tidak rela melihatnya pak bu" ucap Dea menyakinkan ibunya dengan iming-iming uang dan kejombloan Al dan itu berhasil.


Dena menyetujuinya karena uangnya akan bertambah "Baiklah, tapi benar ya uang jatah jajanmu selama seminggu kau berikan pada ibu. Dan kau Al jaga Dea dengan baik"


"Iya bu" jawab Dea.


'dasar ibuku mata duitan' batin Dea sambil tersenyum, karena meski ibunya mata duitan, ibunya sangat menyayangi Dea.


"Siap tante" ucap Al sambil memberikan hormat pada Dea.


Saat tiba waktunya malam hari dimana saatnya Dea dan Al pergi, Al sudah sampai di rumah Dea dan menunggu Dea bersiap.


"Lama sekali Dea, awas saja nanti kalo wajahnya masih terlihat seperti anak kecil" gumam Al dengan emosi karena sudah setengah jam menunggu Dea bersiap.


Tiba-tiba ada suara kaki mendekat ke arah Al dan saat Al mengangkat kepalanya ternyata itu Dea.


Dea terlihat cantik dengan menggunakan gaun selutut berwarna navy pemberian Al yang terlihat indah di pakai Dea, diitambah dengan riasan natural dan rambut yang terurai membuat Dea terlihat lebih dewasa.


Karena Dea malam ini terlihat sangat cantik, Al sampai menatapnya tanpa berkedip.


"Iya aku tahu aku cantik sampai kau menatapku seperti itu, tapi aku tidak suka kau menatapku dengan mata jelek mu itu karena itu bisa membuat aura kecantikanku luntur" ucapnya dengan angkuh.

__ADS_1


"Jelek jelek gini jika ku kedipkan mataku kepada wanita mereka akan lansung bertekuk lutuk kepadaku" jawabnya menyombongkan dirinya sendiri.


"Mana ada bertekuk lutut, dikira katarak tu mata kamu sama cewek-cewek dan juga kedip-kedip kaya lampu disko saja haha" hina Dea sambil terus tertawa, memang jika berdebat dengan Dea, Al sulit untuk menang bahkan mustahil.


__ADS_2