Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
80. KEJUTAN


__ADS_3

Keano membopong Dea dalam keadaan mata yang tertutup dan mulut yang terus di tutup dengan tangannya. Dea bertanya-tanya dengan pikirannya, kemana Keano akan membawanya pergi, apa Dea akan di buang ke sungai karena membangkang pada Keano atau tubuhnya akan dipotong menjadi beberapa bagian lalu potongannya itu di berikan kepaada buaya buntung? Pikir Dea yang menjalar kemana-mana.


Sampai akhirnya Dea merasakan Keano sudah berhenti berjalan, Keano menurunkan Dea.


"Buka matamu" suruh Keano, perlahan Dea membuka kedua matanya dan terkejut ada abang ketoprak beserta gerobaknya sudah berada di hadapannya.


"Wah ada abang ketop-- emz" Dea kaget kenapa bisa ada abang ketoprak di mansion. Karena kaget Dea sampai lupa jika Keano menyuruhnya dian dan karena mulutnya yang lancang itu. Dea harus menerima ciuman dadakan dari Keano.


Abang ketoprak hanya diam menunduk, masih sayang nyawa dan masa depan euy. Kalau abang ketoprak melihat adegan dewasa itu, maka sudah dipastikan hidupnya akan berakhir tragis.


"Sudah aku bilang jangan bicara!" Sentak Keano kesal.


Dea membulatkan matanya ke arah Keano, seolah bertanya, mengapa bisa ada abang ketoprak disini? Bukankah Keano melarang keras Dea untuk makan makanan yang ada di pinggir jalan.


"Aku membawa tukang ketoprak itu agar kamu mau makan dan tidak sakit nantinya. Tapi ini yang terakhir kamu makan makanan di pinggir jalan, mengerti!" Dea mengangguk dengan antusias senangnya. Keano sebenarnya sudah menyuruh tukang ketopraknya mengganti semua bahan dengan yang Keano bawa. Tentu saja dengan bahan yang sudah terjamin kualitasnya. Dan dagangan abang ketoprak yang masih tersisa, di bagikan secara gratis pada semua orang yang menginginkan.


Ini sih bukan makan makanan pinggir jalan tapi di halaman mansion. Jadi masih ada jatah sekali makan di pinggir jalan dong hihi.


Dea menunjukkan tiga jarinya pada abang ketoprak, pertanda jika Dea ingin tiga piring ketoprak. Abang ketoprak segera mengambil sesuai keinginan Dea. Dea memakan dengan lahap ketoprak yang sudah ada di hadapannya, seperti orang yang tidak beri makan selama beberapa hari.


"Makan pelan-pelan, kamu makan seperti orang yang tidak diberi makan beberapa hari saja"

__ADS_1


🌻🌻🌻


Dea bangun dan sudah tak melihat Keano di sisinya, mungkin saja Keano sudah berangkat ke kantor, pikirnya. Dea bersiap-siap untuk mandi. Dea mandi dengan suasana hati yang luar biasa gembira. Tidak menyangka Keano akan membawa ketoprak beserta gerobaknya ke mansion hanya untuk menyenangkan dirinya.


Dea keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk saja, sambil bernyanyi lagu barat berjudul Taki-taki.


"Teka-teki, teka-teki, teka-teki rumbah yeahh" Dea bernyanyi dengan lirik yang ala kadarnya, dengan suaranya yang sudah kembali ke awalnya yakni dengan suaranya yang melengking dan cempreng. Keano tiba-tiba sudah duduk di sofa, memandangi tubuh Dea dan mendengarkan dengan khusuk suara melengking Dea. Tapi di telinga Keano, suara Dea merdu seperti suaranya Selena Gomez versi kw nya.


"Aaaaaa!" Dea berteriak saat mendapati Keano berada di kamarnya sambil menatapnya dengan tatapan mesum. Bagaimana tidak, bagian paha ke atas Dea terekspos jelas, karena handuknya juga membungkus perut buncit Dea. Membuat handuk bagian depannya agak ke atas. Padahal Keano sudah melihat setiap inci tubuh Dea tapi Dea masih saja malu.


Dea menurunkan sedikit handuknya agar lebih ke bawah tapi bukannya menutupi malah membuat handuknya jatuh. Handuk kurang ajar emang. Sekarang tubuh dengan perut buncitnya itu nampak jelas tanpa sehelai benang. Keano langsung mendekat ke arah Dea. Menyingkirkan tangan Dea yang menutupi kedua buah dadanya.


"Ten tentu saja boleh. Tapi nanti setelah aku berpakaian, aku akan mengambilkan susu untukmu" jawabnya terbata, sambil berusaha melepas tangannya yang di genggam Keano.


Keano mendekatkan wajahnya ke wajah Dea, hingga kedua mata mereka saling bertautan dengan jarak yang dekat. Dan kurang 1 cm saja balon Dea menyentuh dada Keano, "Aku maunya dari pabriknya langsung"


"Kamu mau nyusu secara langsung dari sapi hahaha" Dea tertawa terpingkal dengan jawabannya sendiri.


"Aku mau minum susu secara langsung dari pabrikmu!" Degg, Dea langsung berhenti tertawa dan menelan ludahnya kasar.


"Tapi milikku tidak mengandung vitamin dan protein tapi mengandung sianida. Jadi kalau kamu minum susu dariku kamu bisa game over loh" Dea menakut-nakuti Keano seperti menakuti anak dibawah umur. Keano tak menjawab perkataan Dea, Keano hanya menatap Dea tajam seakan tidak ingin ada penolakan dari permintaan Keano.

__ADS_1


Dea ngeri-ngeri sedap melihat Keano, "Baiklah, tapi ngeyotnya pelang-pelan saja ya" Keano yang mendengar pernyataan Dea langsung tersenyum bahagia. Seperti baru mendapat rejeki nomplok.


Keano mencium perut buncit berlanjut ke bagian kening Dea, "Aku pakaikan bajunya setelah itu aku suapi kamu hmm" Dea menganga melihat sikap Keano, Dea kira Keano akan mengenyot balonnya tapi ternyata Keano hanya mengerjainya.


"Sayang, kamu tidak jadi mengeyot balonku?"


"Tidak minat, kecil seperti bisul!" Balas Keano acuh sambil berbalik dan tersenyum, menuju ke arah lemari untuk mengambil pakaian Dea dan memakaikannya. Dea terus memandangi balonnya, memang sekecil dan tidak semenarik itu buah dadanya sampai Keano tidak meliriknya bahkan mengatai balonnya sama seperti bisul.


🌻🌻🌻


"Buka mulutmu, aku suapi nasi goreng spesial buatanku" jadi Keano tidak terlihat disamping Dea saat Dea bangun tadi, karena Keano memasakkan nasi goreng serta menyiapkan susu untuk Dea.


"Ini benar buatanmu?" Tanya Dea, karena nasi gorengnya terlihat enak di tambah hiasan yang imut membuat nafsu makan bertambah. Yang Dea tahu Keano tidak pernah memasak dan ini yang pertama kalinya Keano masak, tapi mengapa bisa semenarik ini. Sedangkan saat dirinya yang memasak amburadul bentuk dan rasanya.


Keano mengangguk sambil tersenyum menjawab pertanyaan Dea, "Kenapa terlihat begitu menarik dan enak. Padahal waktu aku yang masak gak semenarik ini. Seharusnya aku yang memasakkan untukmu bukan malah sebaliknya" ucap Dea lesu, karena merasa gagal menjadi istri.


"Aku tidak mewajibkanmu untuk selalu memasakkan makanan untukku, aku masih sanggup menggaji orang untuk memasak serta membersihkan rumah. Kamu istriku, separuh nyawaku serta ratu di keluargaku, sebagai ratu kamu cukup duduk manis mengurusku serta anak-anak kita nanti. Kalaupun nanti aku bangkrut hingga tidak bisa menyewa ART dan kamu masih belum bisa memasak aku siap mengajarimu, bahkan memasakkan makanan untukmu" Keano berbicara dengan tulus sampai membuat Dea menangis terharu.


"Jangan menangis, aku menikahimu untuk selalu membuatmu bahagia bukan membuatmu menjatuhkan air mata hmm" Keano mengusap lembut air mata Dea. Lalu menyuapi nasi goreng spesial buatannya ke dalam mulut Dea.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2