Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
24. KEMEJA


__ADS_3

Keano menyuruh Dea memakaikan dasi untuknya, tapi sayangnya Dea tidak bisa memakai dasi karena waktu sekolah dulu ia tidak pernah mengenakan dasi.


Jika ada operasi kelengkapan seragam Dea menyuruh temannya untuk memakaikannya.


"Ambil dasi di lemari pilihkan yang sesuai dengan kemeja saya" perintah Keano.


Dea pun pergi ke arah lemari dan mengambil dasi saat Dea ke dalam ruang ganti ia begitu takjub melihat banyak sekali pakaian-pakaian Keano yang bagus dan bermerek semua.


"Wahh banyak sekali pakaian bos dan apa yang ada di sini" katanya sambil memandang takjub ruang ganti yang penuh dengan pakaian dan aksesoris Keano dan membuka laci yang tertutup karena penasaran apa isi di dalamnya.


"Celana boxernya bos bahannya lembut sekali pasti harganya mahal dan apalah dayaku yang hanya beli di pasar tradisional itupun masih ku tawar"


" Hei kenapa kamu lama sekali, cepat sedikit!" teriak Keano.


"Ya ya baik bos" jawab Dea sambil mengambil dasi dan berlari menuju ke arah Keano.


"Tidak sabaran sekali" gerutu Dea.


"Sekarang pakaikan!"


Apalagi sekarang ... aku kan tidak bisa memakai dasi.


"Tunggu apa lagi cepat pakaikan!" perintahnya karena melihat Dea melamun.


"Ahh bos saya tidak bisa, bos terlalu tinggi jadi bos pakai sendiri saja ya" katanya sambil tersenyum pada Keano, agar selamat dari suruhan Keano untuk memakaikannya dasi.


"Dasar kurcaci. Kamu waktu kecil makan dengan benar tidak, mengapa sampai sekarang kamu tidak tinggi-tinggi juga hahaha" hina Keano pada Dea, Keano merasa terhibur dengan cara menghina Dea seperti itu.


Terserah kau saja lah...


"Sekarang naik ke kursi itu dan cepat pakaikan dasi saya" perintahnya sambil menunjuk kursi yang ada di meja rias.


Dea pun mengambil kursi dan naik ke kursi yang Keano tunjuk, tapi setelah Dea naik Dea terlihat lebih tinggi di bandingkan dengan Keano jadi Keano harus mendongak saat hendak melihat Dea.


"Kenapa bos tiba-tiba jadi pendek apa bos tidak makan makanan yang bergizi saat kecil dulu" ucap Dea sambil tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membalas Keano.

__ADS_1


"Kamu berani menghina suamimu? kamu mau jadi istri durhaka haa" ucapnya menakuti Keano.


"Jangan bos, saya tidak akan membantah ataupun menghina bos lagi, tolong jangan sebut kata istri durhaka bos nanti kalau jadi kenyataan bagaimana? memangnya bos mau punya istri yang durhaka" kata Dea yang merasa ketakutan di sebut istri durhaka oleh Keano.


Ohh jadi kamu takut saya sebut istri durhaka.


"Banyak bicara kamu, sini saya saja yang memakai dasinya" katanya sambil mengambil dasi yang ada di tangan Dea dan memakainya sendiri.


"Bisa memakai sendiri mengapa mesti menyuruh orang lain" gerutu Dea.


"Sekarang mandilah setelah itu turun ke bawah kita sarapan bersama"


"Baik bos" ucapnya sambil berjalan ke kamar mandi.


Tiba-tiba Keano ingat jika di kamarnya ini belum ada pakaian untuk Dea, "Saat kau kemari bawakan beberapa pakaian, sepatu dam aksesoris lainnya untuk istri saya" perintahnya pada Ken lewat ponsel, Keano langsung mematikan ponselnya sebelum Ken sempat menjawabnya.


Di kamar mandi Dea sedang menikmati ritual mandinya yakni berendam di bathtub dengan mencampurkan minyak wangi ke dalamnya, mencoba shower yang bisa mengeluarkan air hangat maupun air dingin, maklum ini pertama kalinya Dea mandi di bathtub dengan shower biasanya ia mandi dengan air kran di taro di dalam ember wadah bekas cat, di tambah gayung dan tidak bisa di setel ingin air hangat atau air dingin seperti sekarang.


"Hei cepatlah dan segera turun" kata Keano yang mulai berjalan keluar menuju meja makan.


"Dan ingat nanti akan ada pelayan yang mengantar pakaianmu kemari, jadi sebelum pakaianmu datang jangan turun" sambung Keano yang berbiacara di dekat pintu keluar kamar, Dea yang sedang asik mandi menggunakan shower tidak mendengar perkataan Keano yang baru saja di ucapkan Keano.


Dea sudah menyelesaikan ritual mandinya sekarang ia sedang mengintip keluar, memastikan Keano sedang berada di kamar atau tidak, karena ia takut jika ada Keano di dalam sedangkan ia sekarang hanya mengenakan handuk saja.


"Syukurlah bos sudah pergi" ucapnya merasa lega dan keluar dari kamar mandi.


Dea membuka lemari tapi ia tidak mendapati pakaiannya, yang ada hanya pakaian Keano saja.


"Bagaimana ini, di sini tidak ada pakaian untukku, tapi aku harus segera turun kalau tidak bos bisa marah dan mengutukku jadi istri durhaka, pakai ini saja lah, salah siapa tidak menyediakan pakaian untukku" ucapnya sambil mengambil kemeja milik Keano yang berwarna navy.


"Bagus juga kemejanya, memang kalau orang cantik dan imut seperti aku memakai pakaian apa saja tetap terlihat imut" ucapnya sambil memandang dirinya dan bergaya di depan kaca.


Dea keluar dari kamar dan turun menuju meja makan, semua pelayan wanita maupun pria yang ada di mansion, melihat Dea takjub tapi seketika mereka menundukka kepala mereka karena takut di pecat oleh Keano.


"Wow... kak Dea kau terlihat imut sekali memakai kemeja kak Keano" kata Reno yang melihat Dea di belakang kursi Keano.

__ADS_1


Dea hanya tersenyum dan tersipu malu.


Keano yang mendengar adiknya memuji Dea langsung menengok ke belakang dan mendapati Dea yang sedang memakai kemejanya.


Keano langsung berjalan ke arah Dea dan menariknya menuju ke dalam kamarnya, sesampainya di kamar Keano langsung melepaskan tangan Dea dan memarahinya.


"Kenapa kamu keluar menggunakan kemeja saya haa" bentak Keano.


"Maaf bos, ini juga kesalahan bos tidak menyediakan pakaian untuk saya kenakan jadi saya memakai kemeja bos.


Lagian kemeja bos kan banyak jadi saya pakai satu tidak masalahkan, toh nanti akan saya kembalikan lagi setelah saya pergi ke rumah dan mengambil pakaian saya" bela Dea.


"Kamu ini, ini bukan masalah kamu memakai kemeja saya tapi kenapa kamu keluar saat sedang mengenakan kemeja saya, kamu tahu semua orang tadi melihatmu" ucap Keano yang memarahi Dea karena saat Dea keluar tadi semua menatapnya dan Keano tidak suka jika miliknya di lirik apalagi di sentuh orang lain.


"Biarkan saja lah bos mereka kan punya mata, mata kan gunanya untuk melihat jadi biarkan mereka melihat yang ingin mereka lihat" ucapnya dengan santai.


"Bantah saja terus perkataan saya, mau kamu saya bilang istri durhaka. Tadi saya kan sudah bilang supaya jangan keluar dulu sebelum ada pelayan yang datang membawakan pakaianmu, kamu malah keluar dulu sebelum pelayan datang kemari"


"Mana ada bos bilang seperti itu, bos kan tadi hanya bilang supaya saya segera turun saja, jadi saya segera turun, nanti kalau saya tidak turun bos marah dan mengatai saya istri durhaka lagi" katanya sambil menunduk.


"Makanya punya telinga itu dibersihkan agar kotorannya keluar jadi jika saya memanggil kamu, kamu mendengar dan tidak menjadi istri durhaka seperti sekarang ini"


Kenapa bos selalu saja menggunakan kata-kata durhaka sih, nanti kalau aku beneran durhaka setelah itu masuk neraka bagaimana.


Dea menunduk tidak berani menjawab Keano lagi, sedangkan Keano menelpon Ken yang sedari tadi belum sampai juga, "Kau sudah sampai mana? kenapa lama sekali"


"Saya sudah sampai tuan, sebentar lagi saya akan masuk mansion dan memberikan pakaiannya pada pelayan untuk di berikan kepada nona" jelas Ken, yang segera masuk ke dalam mansion.


Sedangkan Keano langsung mematikan ponselnya dan memandang Dea yang sedari tadi menunduk.


Beraninya mereka semua memandang milikku, awas saja akan saya beri pelajaran mereka semua. batin Keano yang akan memberi pelajaran pada para pelayan yang memandang Dea tadi.


**Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong, terima kasih sudah berkunjung ke novelku, aku harap kalian suka.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 novel ini yup.

__ADS_1


Terima kasih kakak**.


__ADS_2