Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
17. SIKAP ANEH KEANO


__ADS_3

Setelah makan bersama Keano yang menyebalkan tadi, bagaimana tidak menyebalkan secara tidak langsung mereka berdua sudah melakukan ciuman walau hanya lewat sedotan.


Keano langsung mengantarkan Dea pulang ke rumahnya, karena sekarang sudah hampir jam 9 malam dan Dea belum juga pulang, ingin mengabari orang tuanya tapi ponselnya mati ia lupa menchargernya.


Ingin pinjam ponsel Keano tapi ia tidak ingat nomor telpon orang tuanya.


"Bos jam berapa sekarang," tanyanya pada Keano dengan was-was.


"Jam 9" ucapnya dengan santai bahkan mengendarai mobilnya juga.


Habislah kau Dea, ibu pasti akan mengulitimu dan juga menyemburmu tiada hentinya nanti.


"Bos bisakah kau mengendarai mobil ini lebih cepat?" Pintanya dengan hati-hati karena takut Keano marah.


"Berani sekali kamu memerintah saya seperti itu, memangnya saya supir kamu yang harus menuruti perintahmu"


benar kan dugaanku.


Sudah Dea duga hasilnya akan mengecewakan dirinya, "Tapi bos ibu saya bisa menghabisi saya jika saya pulang terlalu malam, apalagi saya tidak bilang jika saya lembur.


Pasti mereka merasa khawatir."


"Bukan urusan saya." Jawabnya dengan santai tanpa rasa bersalah, padahal Keano lah yang membuatnya tidak pergi bekerja dan pulang terlambat saat ini.


"Bukan urusan bos? Ya memang bukan urusan bos, tapi saya terlambat seperti ini karena ikut bersama dengan bos.


Pokoknya saya tidak mau tahu, nanti bos harus menjelaskannya pada ibu" kata Dea dengan emosi.


"Tolonglah bos kendarai mobilnya sedikit cepat dan tolong bantu saya untuk menjelaskan pada ibu, sekali ini saja.


Saya kan sudah mau bertemu dengan ibunya bos, sekarang tolong kendarai mobilnya sedikit cepat dan jelaskan pada ibu supaya ibu tidak memarahi saya" sambungnya dengan nada bersedih, raut wajah emosinya tadi hilang begitu saja dan sekarang berharap Keano mau membantunya.


"Apa imbalan yang akan kamu berikan pada saya, jika saya membantumu?"


Haissh dasar bos tidak tahu balas budi, tidak tau diri, padahal aku kan sudah mau bertemu dengan ibunya masih saja minta imbalan.


"Apapun yang bos inginkan" ucapnya menyerah dan pasrah.


Keano tersenyum penuh kemenangan, "kau harus menjadi istri saya yang patuh, penurut dan juga tidak membantah saya, setelah kamu menjadi istri saya nanti."

__ADS_1


Dea mengiyakan permintaan Keano, karena tidak ada pilihan yang lain, lagian kan memang seharusnya seorang istri menurut pada suaminya. Kalo tidak menurut kan dosa.


"Baiklah bos" katanya mengiyakan.


Di rumah, semua orang masih mengkhawatirkan Dea. Tiba-tiba Al teringat jika di depan tadi ia melihat motor Dea, Al ingin menanyakannya pada orang tua Dea, namun ia lupa karena terlalu khawatir pada Dea yang tidak pulang-pulang.


"Tapi tan Al tadi melihat motor Dea ada di depan" tanya Al yang tiba-tiba teringat dengan adanya motor Dea.


"Benarkah. Ah anak itu dimana sekarang motornya tidak ada pula, sudah malam belum pulang juga" ucap Dena yang terus bolak-balik karena merasa khawatir pada anaknya.


"Sabar bu, sebentar lagi juga pulang" kata bapak menenangkan istrinya.


Tok-tok...


"Itu pasti anak nakal itu" kata ibu yang langsung membukakan pintu di ikuti dengan Rifa'i dan juga Al di belakangnya.


Dena membuka pintunya dan mendapati calon mantunya di hadapannya, semua orang terkejut terutama Al.


Mengapa tuan Keano berada di sini?.


"Nak Keano mau apa kemari? Apa mau bertemu dengan Dea? kalo iya, sayang sekali Dea belum pulang.


Memang ada urusan apa tuan Keano ingin menemui Dea, ada apa ini sebenarnya.


"Saya kemari untuk mengantarkan Dea pulang, saya yang sudah mengajaknya pergi. Jadi tolong tante jangan memarahinya, karena semua ini kesalahan saya.


Kalau tante ingin menghukum, silahkan hukum saya jangan menghukum Dea" pinta Keano memohon pada Dena.


"Baik-baik, aku tidak akan menghukumnya tapi dimana dia berada sekarang?" Tanyanya pada Keano sambil clingak-clinguk mencari Dea tapi ia tidak mendapati Dea sama sekali.


"Hai ibu" ucapnya sambil berdada dan tersenyum pada Dena, Dea muncul dari balik belakang punggung Keano, Dea bersembunyi di belakang Keano sedari tadi.


"Kau ini kenapa tidak bilang-bilang kalau tidak bekerja dan pergi bersama nak Keano haa, sini kau"


"Ibu ingat, ibu sudah janji pada bos takkan menganiaya Dea" katanya mengingatkan Dea akan janjinya.


"Kau ini bicara tentang penganiayaan, seperti ibu pernah menganiaya kamu saja"


Mengapa jiwa psikopat ibu menghilang, dasar saudara kembar ibu tirinya Cinderella ini mudah sekali pikun secara tiba-tiba.

__ADS_1


Dena menyuruh semua orang untuk masuk ke dalam termasuk Keano, namun Keano memilih langsung pulang karena harus menyelesaikan tugasnya yang tertunda karena pertemuannya dengan Dea.


"Ayo nak Keano masuk dulu, tante buatkan minuman dan kita bisa bisa mengobrol bersama." Tawar Dena pada Keano.


Kenapa tante baik sekali pada tuan Keano, dan mengapa mereka semua begitu akrab dengan tuan Keano. batin Al yang di dalam pikirannya mulai muncul berbagai pertanyaan.


"Tidak perlu tante, saya masih harus menyelesaikan pekerjaan saya yang tertunda" tolak Keano dengan halus dan sopan.


"Sayang sekali kalau begitu" kata Dena sedikit kecewa.


"Saya permisi om, tante, tuan Aldi dan juga calon istriku, jaga dirimu dan kalau kamu kangen dengan saya telpon saja saya, oke." ucap Keano kepada Dea sambil tersenyum manis, Dea yang menyaksikan hal itu merasa kaget dengan mulutnya yang terbuka.


Apa maksudnya calon istri, apa Dea akan menikah dengan tuan Keano? tapi bagaimana itu mungkin. Tuan Keano yang terkenal dan kaya raya ini ingin menikahi Dea dan apa alasannya. batin Al, berbagai pertanyaan ingin ia tanyakan pada Dea.


Kenapa bos tampan sekali kalau sedang tersenyum seperti ini, apa bos sedang kesurupan setan baik hati, ah tapi sikapnya yang aneh tidak seperti biasanya ini, kenapa membuatku jadi merinding. lamun Dea dengan mulut terbuka.


Dea masih melamun karena mendengar Keano berkata aneh, sampai tidak sadar sedari tadi Keano memanggilnya, sampai Dena mencubit Dea baru ia sadar dari lamunannya.


"Aww" teriak Dea yang merasa kesakitan sambil mengelus-elus bagian yang di cubit ibunya.


"Kau ini, Keano memanggilmu dari tadi tapi kau malah melamun terus."


"Ada apa bos?"


"Saya pulang dulu dan ingat jika kau kangen dengan saya telpon saja, saya sudah menyimpan nomor ponsel saya di ponsel kamu" katanya masih dengan senyum manisnya di bibirnya.


"Ahh iya-iya" jawab Dea merasa aneh.


Untuk apa kangen denganmu, dan dia bilang apa tadi, untuk menelponnya? tidak sudi dan tidak minat sama sekali, melihat wajahnya saja tidak minat, apalagi mendengar suaranya dan menelponnya. ihh amit-amit jabang baby.


Keano pun kembali ke mobilnya untuk pulang ke mansionnya.


Keano mengatakan semua perkataan yang menjijikan tadi karena ingin memperlihatkan pada Aldi, bahwa Dea sudah menjadi miliknya hanya miliknya dan tidak ada yang boleh mendekatinya termasuk Aldi.


Walaupun Aldi sahabat dekat Dea dan lebih mengenal Dea dari pada dirinya, tapi itu bukan urusannya karena Dea adalah calon istrinya dan ia beranggapan bahwa dirinya lebih berhak atas Dea dari pada Aldi yang hanya sahabatnya.


**Hai kakak-kakak, terima kasih dah baca novelku, aku harap kalian semua suka dengan novel ini.


Jangan lupa untuk like, komen dan vote novel ini, supaya author tambah semangat buat nulis novelnya.

__ADS_1


Tengkyu kakak-kakak yang baik😊**


__ADS_2