Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
50. MENGUPLOAD GAMBAR


__ADS_3

Sepanjang hari Dea terus berada di kamarnya sesuai perintah Keano ia tidak mau ambil resiko dengan keluar kamar karena jika Keano tahu entah apa nanti yang bakal Keano lakukan padanya, utuk menghilangkan rasa bosannya Dea membuka sosmed seperti Instagram, Facebook dan WAnya. Sudah lama Dea tidak membuka Sosmed dengan bebas semenjak menikah dengan Keano sebab jika ia ingin membuka Sosmed ada saja halangannya seperti harus memandikan Keano, memakaikan pakaiannya bahkan menyuapinya layaknya seorang bayi.


Dea memiliki lumayan banyak followers dan kebanyakan followernya itu seorang pria, semua followersnya, Dea dapatkan dari wajah imut dan cantiknya itu, Dea yang memiliki wajah yang imut tidak ingin memendamnya sendiri, Dea juga ingin pengikutnya merasakan kebahagian sama seperti dirinya.


"Foto ahh, terus nanti aku upload di Instagram, buat mengobati rasa kangennya pengikutku yang sudah lama aku tinggalkan hahaha" gumam Dea.


Cekrek... cekrek...


Dea berfoto selfi beberapa kali, ia memilih satu foto yang menurutnya paling imut dan cantik dari dari beberapa foto yang ia lakukan.


"Wahh aku imut sekali ya, padahal ibuku biasa saja, bapak juga tidak terlalu tampan, apa jangan-jangan aku anak dark seorang artis lalu aku di buang karena aku anak dari hubungan gelapnya lalu aku di temukan oleh ibu dan bapaku dan di rawat mereka, ishh amit-amit masak aku jadi anak yang terbuang sih kan tidak lucu." Dea membuang jauh-jauh pikiran buruknya itu.


"Sepertinya wajahku ini kalo di lihat-lihat semakin hari keimutannya semakin bertambah dan berlipat ganda deh. Kalo begini sih aku tidak perlu minta Kanjeng Dimas Sukijan buat ngelipatin dosis keimutanku" ucap Dea sambil memandangi fotonya yang ada di ponselnya.


Dea akhirnya mengupload fotonya ke akun Instagramnya, "Oke, pilih, tulis caption dan kirim!"


Baru sepuluh menit Dea mengupload fotonya ia sudah mendapatkan seratus komentar dan seribu like, kebanyakan yang berkomentar di kolom komentar Dea adalan seorang pria, Dea yang membaca komentar postingannya tertawa sendiri saat membacanya.


"Imut banget" (Dari orok dah kayaknya)


"Kok baru tongkol sih" (Nongol ya, kalo tongkol nama ikan)


"Adek imut banget mau dong jadi selingkuhannya" ( Ayolah bang, berangkat )


"Dek, nikah yuk abang janji bakal setia kok"( Bimbing adek sampai ke surga wkwkw)


"Dek, langsung ke KUA yuk" ( Ogah bang)


"Halah cantiknya pasti gak alami tuh, palingan itu juga operasi kresek" (Dasar mbak-mbak julid)


Dea membaca komentar followersnya sambil tertawa sendiri dan sedikit kesal juga, ia juga membalas komentarnya melalui mulutnya sebab kalau di ketik pegel nanti jarinya.


Di perjalanan Ponsel Ken berbunyi dan nadanya itu nada pemberitahuan tentang notifikasi Instagram Dea, Ken mengaktifkan notifikasi pemberitahuan Instagram Dea jadi jika Dea mengupload gambar atau semacamnya Ken bisa mengetahuinya semacan suscribe lah kalo di Youtube.

__ADS_1


"Tuan, nona mengupload fotonya di sosial medianya" ucap Ken pada Keano, Keano yang tadinya hampir terlelap tiba-tiba terbangun saat Ken memberitahukan tentang Dea.


"Mana saya lihat" ucap Keano yang meminta ponsel Ken, tanpa perintah Keano, Ken mengikuti semua akun medsos milik Dea agar Ken bisa tahu apa yang di upload Dea, agar ia bisa melaporkannya pada tuannya Keano yang tidak paham soal sosial media karena ia tidak pernah bermain Fecebook dan Instagram, Keano hanya menggunakan WA itupun ia gunakan untuk berkomunikasi dengan kliennya saja.


Keano melihat foto Dea yang imut terpampang jelas di layar ponsel Ken, Keano yang penasaran membuka kolom komentarnya dan ia melihat juga membaca semua komentar di foto Dea.


Keano langsung membanting ponsel Ken tanpa memperdulikan ponselnya yang baru saja Ken beli minggu lalu.


Tuan mengapa kau mambanting ponsel baruku yang masih saya kredit.


"Tambah kecepatannya!" perintah Keano dan di jawab anggukan sekali oleh Ken.


Keano telah sampai di mansionnya sedangkan Dea di dalam kamar Dea terus tertawa membaca komentar followersnya.


Tap... tap...


Suara tapak kaki menuju ke arah kamar Dea, Dea yang tadinya riang gembira menjadi tegang, "Aduhh itu pasti bos Keano, bagaimana ini, ah aku pura-pura tidur saja." gumam Dea.


"Bangunlah, tidakkah kamu ingin menyambut kedatangan suamimu yang tampan ini."


Bagimana dia selalu tahu jika aku pura-pura tidur, sungguh sangat cocok jadi cucunya pak Tarno.


"Sayang, semua urusanmu sudah selesai ya?" tanyanya basa-basi karena sudah tertangkap basah.


"Hem."


"Sayang apa aku boleh bertanya?" seperti biasa Keano menjawabnya dengan deheman Nissa Sabyan.


"Mengapa kamu selalu tahu saat aku sedang pura-pura tidur, sedang berbohong dan merutukimu di dalam pikiranku. Apa kamu memiliki peliharaan atau semacam memiliki indra ke sepuluh seperti di sinetron hantu di tv?"


"Bod*h. Semua ekspresimu berubah saat kau berbohong dan kau tertidur dengan ponsel yang masih menyala seharusnya kau matikan ponselmu dan simpan dulu, dasar bo*oh."


Dea hanya mengurucutkan bibirnya mendengar celotehan suaminya yang selalu menyebutnya bo*oh padahal ia sering mendapat juara dulu waktu SMA.

__ADS_1


"Berikan ponselmu!"


"Kenapa kamu meminta ponselku, apa kamu akan mengambilnya kembali tapi kamu kan sudah memberikannya, kata ibuku tidak boleh mengambil pemberian yang sudah di berikan itu namanya Merki bin Pelit dan orang Merki itu tempatnya di Nera__"


"Cepat berikan!" perintahnya sekali lagi dengan tegas, Dea terpaksa memberikan ponselnya.


Keano mengotak-atik ponsel Dea, Dea hanya memperhatikannya setelah beberapa menit Keano mengembalikannya kepada Dea.


Dea melihat isi ponselnya dan ia mencari aplikasi Instagram dan Facebooknya tidak ada dan walpaper ponselnya juga berubah.


Apa maksudnya dia mengganti walpapernya dengan gambar dirinya yang jelek ini.


"Sayang apa kamu yang menguninstal aplikasi Instagram dan Facebook ku?" tanya Dea.


"Hem, memangnya siapa lagi yang memegang ponselmu setelah aplikasimu terhapus?" balasnya dengan ketus.


"Aku kan hanya bertanya saja." gumamnya pelan.


"Tapi mengapa, terus jika nanti aku merasa bosan bagaimana, apa yang harus aku mainkan?"


"Aku sudah menjadikan gambarku yang tampan sebagai walpaper ponselmu jadi jika kamu bosan kamu bisa memandangnya sepuasmu." tutur Keano.


"Tap__"


"Aku juga sudah menambahkan nomor ponselku di ponselmu, jadi jika kamu merasa masih bosan saat memandang fotokh kau bisa memanggilku dengan panggilan suara atau video, aku yakin rasa bosanmu akan hilang setelah melihat wajah tampanku dan suara merduku.


Kau juga tidak perlu lagi memanggil melalui ponsel Ken lagi." jelas Keano, Dea hanya melongo mendengar penjelasan Keano yang menurutnya sangat tidak masuk akal.


Memangnya dia pikir wajahnya begitu sangat tampan apa, hingga membuatku tidak merasa bosan memandangnya.


"Sekarang tidurlah!" perintahnya sambil menepuk ranjang sebelahnya dan Dea dengan lesu tidur di sebelah Keano.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2