
Pagi hari telah tiba, Dea sudah terbangun dari tidurnya padahal dulu ia susah sekali untuk bangun tidur tapi setelah menjadi istrinya Keano, Dea bangun lebih pagi entah karena takut pada Keano atau ingin memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri pada Keano.
"Oh my mom" jerit Dea karena ia terbangun dalam keadaan di peluk Keano.
Keano langsung terbangun karena mendengar jeritan Dea yang sangat cempreng tersebut.
"Hei, diamlah suara jelekmu itu bisa merusak selaput gendang saya" sentak Keano pada Dea.
"Sayang, kenapa kamu selalu memeluk saya saat sedang tidur?" tanyanya.
"Kamu lupa waktu kemarin, kamu yang memeluk saya, kamu ingin dekat-dekat dengan saya dan sekarang pun sama, jadi mulai sekarang berhentilah berteriak di pagi hari, mengerti!" ucap Keano yang memutar balikkan fakta, sebenarnya semalam Keano tidur sambil memeluk Dea setelah mengecupnya tadi malam.
Seperti biasa Dea menyiapkan semua keperluan Keano seperti memandikannya, mengenakan dasi untuknya bahkan menyisir rambutnya.
"Sayang, kamu bilang saya boleh berbelanja kan hari ini?" tanyanya saat menyisir rambut Keano di depan kaca.
"Heem" jawabnya singkat yang berarti iya.
"Berarti nanti saya boleh pergi keluar?" tanyanya lagi sambil tersenyum.
"Heem, tapi bersama dengan saya"
Jlebb... senyum Dea seketika langsung pudar setelah mendengar perkataan Keano.
"Tapi, kamu kan harus bekerja Sayang."
"Saya bosnya, jadi terserah saya mau bekerja atau tidak" ucapnya dengan sombongnya.
Mengapa dia tidak bekerja saja sih, kalau pergi bersamanya mana bisa bebas aku.
Dea pun akhirnya bersiap-siap, Dea mengambil salah satu baju di lemarinya yang berwarna hitam, panjangnya di atas lutut yang di belikan oleh Keano untuknya.
Keano yang sedang sibuk dengan ponselnya tidak menyadari pakaian yang Dea pakai.
"Sayang, ayo kita berangkat" ajaknya pada Keano, Keano langsung menatap Dea yang mengenakan dress lumayan pendek.
"Apa-apa an ini, mengapa bajunya jelek seperti ini, dan ini juga terlalu pendek ganti cepat. Jangan kamu pamerkan pahamu yang kecil itu karena tidak akan ada yang tertarik untuk melihatnya" ucap Keano yang begitu pedas pada Dea.
Pahaku itu bukan kecil tapi ramping seperti Lisa black pink.
"Baiklah" jawabnya dan pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Dea mengganti pakaiannya yang tadinya dress pendek berganti menggunakan hodie dan celana jeans, yang membuatnya tambah terlihat lebih imut bahkan lebih cantik dari saat ia mengenakan dress tadi.
Dea dan Keano duduk di meja makan, yang disana sudah ada Reno dan Lily.
"Kau terlihat sangat imut kak." ucap Reno yang memandang Dea di hadapannya, Dea hanya tersenyum mendengar pujian dari adik iparnya itu.
"Oh iya, memangnya kakak mau pergi kemana, apa mau aku antar?" tawarnya pada Dea yang tidak tahu jika Dea akan pergi bersama Keano.
"Aku akan per..." ucap Dea namun di sela oleh Keano.
"Kami akan keluar untuk berbelanja bersama" jawab Keano.
"Ah begitu ya, kak Dea aku baru ingat jika aku ada tugas yang aku kerjakan dan harus segera di selesaikan jadi maaf aku tidak jadi mengantarmu" jelas Reno pada Dea yang sebenarnya takut dengan Keano.
Alasan saja, bilang saja kamu takut dengan kakakmu.
Dea dan Keano naik ke dalam mobil, Ken tidak ikut karena Keano menyuruhnya untuk mengurus semua pekerjaan kantor jadi Keano menyetir mobil sendiri.
"Sayang, dimana sekretaris Ken? apa dia tidak ikut bersama dengan kita?" tanyanya pada Keano karena biasanya Ken akan mengikuti Keano dimanapun Keano berada jadi Dea menanyakannya karena tidak melihatnya.
"Dia sedang mengurus semua urusan yang ada kantor. Dan jangan bertanya lagi, apalagi menanyakan pria lain kepada saya!" ucap Keano yang marah sebab Dea terus bertanya kepadanya.
"Cemburu? dalam kamus saya tidak ada yang namanya cemburu, apalagi gadis yang di cemburui bentuknya seperti dirimu." ucapnya sambil terus fokus menyetir.
Padahal aku ini kan imut seperti marmut tapi kenapa dia selalu menghinaku dengan sebutan tidak menarik, tanpa body ya walaupun semua perkataannya benar juga, tapi setidaknya kan jangan membuat hancur hatiku huhu.
Dea dan Keano akhirnya sampai ke tempat tujuan mereka yaitu Mall, Dea ingin langsung masuk ke Mall setelah keluar dari mobil tapi Keano memanggilnya.
"Hei, berhenti!" perintah Keano yang berteriak memanggil Dea.
Apalagi sih.
"Iya Sayang" jawabnya sambil menengok ke belakang dimana Keano berada.
Keano langsung berjalan menuju ke arah Dea dan menggandeng tangannya, Dea yang mendapat perlakuan tersebut menjadi tambah tidak nyaman tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena takut jika ia menolak bergandengan tangan dengannya, Keano akan marah.
Saat masuk ke dalam Mall, semua wanita memandang dan memperhatikan Keano yang terlihat begitu tampan dan mempesona.
"Hei, lihatlah itu ada pria tampan disini, dia sepertinya sudah sangat mapan lihatlah dari penampilannya itu, sangat pas di tubuhnya sepertinya itu desainan sendiri."
"Dia sudah memiliki pacar atau istri tidak ya?
__ADS_1
Kalau tidak aku mau menjadi istrinya kalaupun dia sudah memiliki seorang istri aku mau menjadi istri keduanya"
"Lihat adiknya itu cantik sekali, aku ingin menjodohkannya dengan adikku agar aku bisa terus berdekatan dengan kakaknya yang tampan itu" kata beberapa wanita yang melihat Keano dan Dea.
Cihh tidak tahu diri, beraninya mereka memandangi saya dengan mata jelek mereka. batin Keano yang tidak menghiraukan semua wanita yang memandangnya.
Seperti ini saja di bilang tampan huekk. batin Dea.
"Sayang lihat itu ada toko boneka kita kesana yuk" ucapnya sambil menggandeng tangan Keano dan menariknya.
"Wahh bagus-bagus sekali bonekanya, Sayang saya boleh beli boneka itu dan itu tidak?" ucapnya sambil menunjuk boneka hantu Anabell dan boneka panda yang ukurannya besar.
"Kenapa membeli boneka yang ukurannya lebih besar darimu, memangnya kamu kuat membawanya badan kamu saja kecil seperti itu dan juga boneka hantu itu untuk apa, apa kamu ingin menyamakannya denganmu, apakah kamu mirip dengannya atau bahkan kembar dengannya begitu hem." ucap Keano yang sebenarnya menghina Dea.
"Pertama, aku ingin membeli boneka besar ini karena boneka ini akan aku jadikan pembatas antara kamu dan aku saat tidur jadi kita tidak akan berpelukan lagi seperti tadi pagi dan untuk boneka Anabell saya hanya ingin membeli saja"
Sebenarnya aku membeli Anabell karena dia akan aku jadikan temanku, jadi kalau kamu menghinaku lagi akan aku suruh boneka Anabell ini menakutimu bahkan akan aku santet kamu melalui boneka ini hahaha.
Keano yang mendengar penjelasan Dea langsung menarik Dea dan membawa Dea pergi dari toko boneka tersebut.
"Mengapa kita pergi Sayang, saya kan belum membeli bonekanya?" ucapnya lada Keano.
" Saya tidak mengijinkanmu membeli boneka tadi"
"Mengapa? kamu bilang saya boleh beli apa saja yang saya inginkan."
"Karena saya tidak mau dia menghalangi saya saat saya sedang ti..." ucap Keano yang keceplosan.
"Sedang ti.. apa Sayang, apa ti..dak kentut atau ti...dak BAB, kentut dan BAB itu harus di keluarkan sayang, tidak boleh di tahan nanti bisa jadi penyakit.
Penyakit apa yang penyebabnya karena menahan BAB ya? Wasiran atau Warisan ya. Ahh yaa wasiran Sayang, kalau kamu menahan BAB mu, kamu bisa terkena penyakit wasiran, kamu mau?" ujarnya yang sok tahu hingga menasehati Keano.
"Bodoh, bukan wasiran tapi Wasir." ucap Keano yang membenarkan.
"Ah iya salah Sayang, maksud saya ya itu Wasir yang kamu sebutkan tadi hehehe" ucapnya sambil cengengesan.
💙**Hai hyung yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup hyung.
Terima kasih dan jumpa lagii bayyy💙**
__ADS_1