Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
55. RENCANA BULAN MADU


__ADS_3

Pagi menjelang siang, Dea dan Keano turun menuju meja makan untuk sarapan atau lebih tepatnya sarapan plus makan siang, Dea sudah sangat lapar sampai cacing di perutnya berdemo ingin di beri makanan dan karena perutnya yang bersuara itu, ia harus di periksa oleh Dokter nantinya, sungguh aneh memang hanya karena sebuah cacing dirinya sampai haru di periksa, itu semua ulah dari suami posesifnya yakni Keano. Keano berpikir jika penyebab Dea kecil dan juga mungil itu karena banyak cacing yang tinggal di perut Dea padahal itu adalah hal biasa yang juga terjadi oleh semua orang, jika perutnya terasa lapar perut pasti akan berbunyi juga.


"Makanlah yang banyak agar kamu cepat tumbuh dewasa dan tidak kecil seperti sekarang!" ucap Keano yang tengah sampai di meja makan.


"Tidak usah kamu suruh aku juga akan makan banyak kok Sayang." ucapnya yang senang melihat berbagai jenis makanan di hadapannya.


Tidak menunggu lama Dea langsung duduk dan mengambil makanan lalu ia taruh di atas piringnya, ia sampai melupakan suaminya karena ada banyak makanan di hadapannya.


Ehemm...


Keano berdehem memberi kode secara tidak langsung kepada Dea tetapi Dea tetap sibuk memakan makanan miliknya, "Kau ini ya, bukan berarti aku mengijinkanmu makan sepuasmu kau bisa melupakan kewajibanmu. Suapi aku!" perintahnya dengan nada yang kesal.


Dea melirik Keano yang sedang berada di mode kesalnya, "Ehh iya, pura-pura lupa." ucapnya dengan cengengesan. Dea menyuapi dirinya sendiri dan juga menyuapi Keano, Keano sudah berhenti makan karena perutnya sudah terasa kenyang sedangkan Dea masih terus makan tanpa memerdulikan Keano yang terus menatapnya.


Secara tiba-tiba Dea menghentikan aktivitas makannya, Keano yang tadinya menatap Dea dengan senyumannya menjadi merasa heran, "Kenapa berhenti?" tanyanya karena melihat Dea berhenti makan saat makanan di piringnya masih banyak.


"Mengapa kamu tersenyum seperti itu saat aku makan banyak, kamu senang ya kalau aku terlihat gemuk nantinya." katanya sambil menggembungkan pipinya.


"Hahaha" Keano tertawa dengan cukup keras saat berada di meja makan membuat semua pelayan mendengar tawa Keano yang sangat jarang terjadi.


"Benarkan kamu ingin aku terlihat gemuk!" katanya dengan kesal.


Keano berhenti tertawa saat melihat Dea kesal kepadanya, "Lanjutkan makanmu." perintahnya dengan nada yang lembut sambil mengelus rambutnya.


"Aku tidak mau makan banyak lagi!" sambil menyingkirkan tangan Keano dengan kasar, Keano bisa saja marah karena Dea sudah tidak sopan padanya tapi ia memilih tersenyum manis membalas sikap Dea.


"Nanti kalau aku gemuk, kecil pula kaya gentong berjalan pasti nanti aku akan terlihat jelek, kalau aku jelek kamu akan menghinaku dan tidak mau denganku lagi." sambungnya dengan lesu.


"Bukannya terlihat jelek, tapi kau akan terlihat lebih imut dengan pipi gembungmu, itu juga yang akan membuatmu terasa enak saat aku menciumi mu.

__ADS_1


Dan jika kamu gemuk itu akan membuat pelukanmu terasa seperti guling yang bisa menidurkanku dengan nyaman dan tenang. Jika kamu kecil seperti ini, aku serasa memeluk lidi."


"Benarkah?" tanya Dea, Keano menjawabnya dengan anggukan kepala, Dea senang melihat jawaban yang di berikan Keano kepadanya dan akhirnya ia bisa tenang melanjutkan makannya tanpa perlu takut Keano akan berpaling darinya.


"Kalian baru bangun ya?" tanya Lily yang secara tiba-tiba muncul di hadapan Keano dan Dea bersama dengan Reno.


"Iya bu, ini kami baru selesai sarapan." balas Dea.


"Bukankah ini sudah jam 12 siang ya, kalau makan waktu jam 12 siang itu namanya sarapan atau makan siang ya bu?" tanya Reno pada Lily sambil melihat jam di tangannya.


Lily hanya membalas pertanyaan anaknya dengan senyum mengejek.


"Mana lihat jam mu" pinta Keano, Reno langsung memperlihatkan jamnya kepada kakaknya karena berpikir jika Keano mungkin tidak percaya dengan perkataannya.


"Sekarang baru jam 7 pagi jadi yang kami lakukan sekarang namanya sarapan." Keano memutar bagian putaran jam tangan milik Reno ke arah jam 7 pagi.


"Mana bisa seperti itu" protes Reno.


"Tapi..." kata Reno terhenti karena melihat kakaknya menelpon sekretaris Ken, "Ken kau bekukan..."


"Ehh kak, iya ini masih pagi kau yang paling benar dan aku yang salah." katanya yang menghentikan Keano.


Reno bengong dengan mulut yang menganga dengan perlakuan kakaknya sedangkan Dea dan Lily tertawa melihatnya, sekarang mereka terlihat benar-benar seperti keluarga yang bahagia.


Para pelayan ikut senang melihat keluarga tuannya bahagia, "Sejak ada nona Dea tuan muda jadi berubah lebih mudah tertawa dan ramah bahkan nona Dea juga memperbaiki hubungan yang renggang antara nyonya Lily dan tuan muda." ucap salah satu pelayan kepada temannya yang melihat adegan tersebut.


"Iya, jadi ingin peluk tuan Keano" balas pelayan lain tanpa sadar karena terkesima dengan senyum Keano.


Pak Jamal menatap tajam pelayan yang sudah berkata seperti itu dan pelayan itu seolah mengatakan sekali lagi kamu bicara habis sudah waktumu bekerja di sini, pelayan itu langsung menundukkan wajahnya karena takut.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kalian pergi bulan madu, agar kalian cepat dapat Keano junior." saran Lily pada Keano dan Dea.


Uhuk-uhuk.... Dea tersedak saat Lily mengatakan rencananya untuk berbulan madu, Keano yang melihat itu segera menepuk-nepuk punggung Dea.


"Setuju bu, kak Dea saja setuju" ucap Reno dengan semangat menggebu.


"Hei, kapan aku bilang setuju"


"Tadi waktu kak Dea tersedak, itu menandakan kak Dea setuju dengan rencana bulan madu yang di sarankan ibu, iyakan bu?" kata Reno yang mencari teman agar berada di pihaknya.


"Benar." jawab Lily.


"Tapi kan suami Dea harus bekerja mengurusi perusahaan, nanti kalau perusahaannya kenapa-napa karena bulan madu kami, bagaimana?" ucap Dea yang berusaha mengeles untuk tidak pergi berbulan madu.


"Tenang kak, Reno adik suami kakak ada disini, kita kan kakak beradik jadi kecerdesan kita sama jadi serahkan semua pada Reno" ucap Reno yang membanggakan dirinya sendiri.


"Kamu mana ngerti masalah perusahaan, kamu itu ngertinya cuma makan, tidur dan kuliah saja!" sentak Lily menjawab kesombongan Reno.


"Kenapa kamu begitu khawatir tentang masalah perusahaan, tenang saja walau perusahaanku bangkrut karena bulan madu kita, itu tidak akan membuatku menjadi miskin." ucap Keano yang ikut menimbrung dalam pembicaraan, ia ingin membuat Dea terpojok dan akhirnya menyetujui rencana Lily.


Lihat itu dengan gaya sok kayanya dia ikut membela keluarganya. Kenapa mesti bulan madu, kalau itu dilakukan hanya untuk tidur bersama seperti yang aku lakukan bersamanya saat di kamar.


"Iya benar, kakak ku itu memiliki banyak perusahaan jadi jika bangkrut satu saja tidak akan jadi masalah. Lagian aku juga tidak akan membiarkan perusahaan kakak bangkrut karena bagaimanapun juga nanti perusahaan kakak kan akan di wariskan kepadaku." kata Reno, membuat Lily geram dan mencubitnya,"Memangnya kau itu siapa hingga Keano harus memberikan warisan kepadamu!" ucap Lily.


Apa satu keluarga ini sudah bersekutu untuk menjebakku?


Dea menatap wajah satu persatu anggota keluarga suaminya yang terlihat begitu bahagia sekali di atas penderitaannya.


**Bersambung...

__ADS_1


Kura-kura Dea dan Keano jadi gak yaa bulan madu**??


__ADS_2