Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
56. JEMBATAN ANCOL


__ADS_3

Setelah semua orang yang ada di mansion menyudutkan Dea untuk melakukan bulan madu, Dea hanya bisa pasrah dan mengiyakan permintaan keluarganya.


"Sayang, kapan kita akan pergi berbulan madu?"


"Mengapa? Sepertinya kamu sudah tidak sabar sekali ingin bulan madu bersamaku ya?" ucapnya sambil tersenyum miring dan menciumi pipi Dea.


"Bukan begitu, jika aku tahu kapan harinya, aku bisa mempersiapkan semua keperluan yang harus kita butuhkan." jelas Dea.


"Tidak perlu menyiapkan apapun! Kamu cukup diam dan menemaniku setiap waktu, mengerti!" perintahnya, memang Keano tidak ingin Dea melakukan apapun meski hanya memasak atau pekerjaan rumah lainnya, cukup menyiapkan keperluannya dan melayaninya.


"Sayang, kita bulan madu kemana?" tanya Dea yang penasaran.


"Kamu ingin kemana?" tawarnya.


"Benarkah aku boleh menentukannya?" ucapnya dengan senang karena Keano membiarkan dirinya yang memilih tempat bulan madunya. Keano mengangguk sekali menjawab pertanyaan Dea.


"Bagaimana kalo kita bulan madu di Jembatan Ancol." sarannya yang membuat Keano berhenti menciumi pipinya karena merasa kaget.


"Yang benar saja. Kamu ingin bulan madu atau syuting film horor haa!" jawab Keano dengan kesal.


"Justru itu lebih menantang Sayang dan unik, kita bisa terkenal.


Semua orang Indonesia termasuk luar negeri akan mengenal kita."


"Tidak perlu melakukan itu, aku juga sudah terkenal" katanya dengan gaya angkuhnya, "Lagipula di Jembatan Ancol tidak ada hotel ataupun penginapan, kamu mau tidur di jembatannya?"


"Ya gak lah. Nanti kita bawa tenda kaya anak Pramuka gitu, malam-malam hawanya dingin nanti kita juga bisa nonton film Horor secara langsung yang judulnya Tuyul dan Mbak Yul" ucapnya yang membayangkan di dalam pikirannya nantinya jika mereka jadi bulan madu di Jembatan Ancol. Dan bukanya cerita Horor di Jembatan Ancol itu Si Manis ya, kok jadi Tuyul sih.

__ADS_1


"Dan kelebihannya nih ya Sayang, kita bisa saling terus berpelukan karena di sana hawanya sangat dingin dan banyak setannya juga jadi nanti jika kamu merasa ketakutan kamu bisa meluk aku." ucapnya yang mengatakan keuntungan dari bulan madu di Jembatan Ancol agar Keano menyetujuinya.


"Kamu pikir aku penakut begitu?" tanyanya dengan menohok, "Bu_kan Say__" jawabn Dea dengan terbata karena takut.


Keano menyela perkataan Dea, "Aku saja bisa menyewa hotel bintang 5 secara pribadi jadi untuk apa memilih tempat pinggir jalan seperti itu. Pokoknya kamu diam saja, semua yang kamu rencanakan tidak ada yang benar!" ejeknya yang memang benar kenyataannya.


"Ahh... bagaimana kalau di halaman Kuburan dekat mansionmu ini, hawanya sunyi, tenang, damai dan yang paling penting dekat dan murah meriah. Tidak perlu pakai mobil atau pesawat cukup jalan kaki, tubuh jadi sehat dan uang selamat." sarannya lagi yang tidak menyerah meski Keano mengejeknya dengan mengatakan jika sarannya tidak ada yang benar.


"Diam! Atau aku jahit bibirmu itu!" ancamnya karena kesal dengan saran Dea yang sama sekali tidak masuk akal. Bagaimana ada seseorang memiliki rencana Bulan Madu di tempat yang Horor, kalau bukan Dea. Padahal impian kebanyakan orang adalah datang ke tempat yang romantis dan menghabiskan setiap waktu indah bersama dengan pasangannya.


"Padahal aku hanya ingin Bulan Madu kita itu terkenang dan tidak terlupakan sampai nanti kita tua" katanya dengan lesu dan bersedih karena mendengar penolakan dari suaminya.


***


Di lain tempat Ida bersama dengan kekasih barunya sedang dinner di Kafe Kenangan Mantan, Ida yang memiliki paras yang cantik tidak sulit baginya mencari kekasih, bahkan tidak perlu mencari para pria sudah datang untuk mengantri menjadi kekasihnya.


"Sayang kamu besok kamu ada acara tidak?" tanya kekasih Ida yang bernama Rendy.


Rendy juga sama seperti Ida, tidak pernah serius dalam menjalin sebuah hubungan baginya pacaran adalah sebuah ajang pamer kepada teman-temannya itu alasannya Rendy menjadi kekasihnya Ida.


"Tidak kok, besok aku free gak ada acara. Memangnya kenapa?" tanya Ida penasaran.


"Aku ingin mengajakmu jalan seharian dan membeli semua barang yang kamu inginkan" jawabnya dengan entengnya seperti uang tidaklah masalah baginya. Ida tersedak hingga menumpahkan minumannya ke pakaiannya setelah mendengar jawaban kekasihnya.


"Eii hati-hati Sayang" ucap Rendy sambil mengelap baju Ida menggunakan tisu.


"Sudah tidak apa, biar aku bersihkan di toilet." ucapnya yang menyingkirkan tangan Rendy dan pergi dari hadapan Rendy untuk menuju ke Toilet.

__ADS_1


"Yang benar saja, dia mau mengajakku jalan seharian dan membelikan semua barang yang aku inginkan uuhuuu" Ida berjalan menuju Toilet dan berbicara sendiri sambil membayangkan barang apa saja yang nanti bakal ia beli.


Brukk... Ida menabrak seorang pria karena terlalu senang hingga tidak melihat ke arah depan, "Hei Kang kalo jalan itu pake kaki dan juga mata!" sentak Ida yang memunguti isi tasnya yang tumpah padahal disini Ida yang bersalah.


Ida berdiri dan melihat pria yang sudah menabraknya yang terlihat begitu tampan seperti Oppa Korea, yang tadinya ingin marah menjadi senyum-senyum sendiri.


Kok bisa Jungkok nyasar di Toilet sih. Atau sayur-sayur dia mau ngintipin aku lagi, uuhh adi pengen cium.


"Kang! emang aku abang tukang jual Bakwan Malang apa!" ucap sang pria dengan ngegas karena di panggil Kang.


"Pantes saja nabrak, orang matanya ketutupan sama poni jadi tambah ganteng" gumamnya sambil terus menatap dan senyum-senyum sendiri sampai tidak menyadari jika dirinya sedang di bentak.


"Hei!" ucap sang pria yang membangunkan khayalan Ida.


"Iya gak papa kok, aku terima maaf kamu. Jangankan maaf, kamu ngajak aku kawin juga aku terima kok" tuturnya yang sama sekali tidak nyambung dengan ucapan sang pria.


Sang pria mengeryitkan dahi karena merasa heran dengan gadis aneh di hadapannya, "Tidak jelas." balas sang pria yang memutuskan untuk pergi dan tidak meladeni Ida.


Tapi Ida menahannya dengan cara memegang lengannya.


Ya Allah lenganya pas banget buat di peluk dan di gandeng di pelaminan nanti.


"Hei, lepaskan lenganku!" katanya dengan lantang, Ida langsung melepaskan pegangannya dan berganti mengarahkan tangan kanannya ke arah sang pria, "Namaku Ida, nama kamu siapa?" tanyanya dengan menampilkan senyum pemikatnya.


Sang pria masih tidak menanggapi dan memilih pergi, "Hei Akang Oppa Korea, setidaknya beritahu namamu atau alamat rumahmu agar aku bisa datang dan bertemu dengan ibumu setelah itu aku akan meminta ijin pada ibumu untuk mengajakmu menikah." teriak Ida pada pria asing yang di tabraknya tadi membuat orang-orang yang ada di sekitar memandangi Ida dengan tatapan dan anggapan layaknya orang gila.


"Apa lihat-lihat! Belum pernah lihat cewek cantik apa!" ucapnya dengan memelototi semua orang yang tadi menatapnya.

__ADS_1


"Aku jamin Akang Oppa Korea tadi bakal jadi calon imamku kelak, tapi kalo udah punya istri atau kekasih, bagaimana? Ahh gak mungkin kan istrinya masih disini." gumamnya yang berjalan ke arah Toilet untuk membersihkan bajunya.


Bersambung....


__ADS_2