Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
14. MANSION KEANO


__ADS_3

Setelah kebohongan Dea terbongkar yakni ijin pergi ke toilet, tapi ternyata ia pergi ke restoran untuk mengisi perutnya.


Dea langsung di tarik tangannya oleh Keano pergi meninggalkan Mall tersebut, dan menyuruh Dea untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Masuk", perintahnya pada Dea.


Dea pun langsung masuk tanpa membantah perkataan Keano, padahal biasanya ia akan membalas semua perkataan orang termasuk juga Keano.


Mungkin ia merasa bersalah di dalam hal ini, jadi ia diam dan menuruti perkataan Keano.


Di dalam mobil hanya ada keheningan, akhirnya Dea membuka pembicaraan agar suasananya tidak hening.


"Bos, maaf soal masalah tadi", ucapnya dengan pandangan ke bawah sambil memainkan jarinya, ia tidak berani menatap Keano.


Tapi Keano tidak menjawabnya, ia hanya diam dengan pandangan mata lurus ke depan.


"Saya lapar bos, jadi saya pergi cari tempat makan untuk menghilangkan rasa lapar saya.


Kan tadi saya memberikan kode pada bos, dengan memberikan pertanyaan pada bos ( bos lapar atau tidak?. Eps 12), tapi bos malah menjawab tidak.


Dasar bos dingin tidak ada peka-pekanya terhadap keinginan seorang wanita ", ucap Dea sedikit jengkel menjelaskannya pada Keano.


"Saya mana tahu kalau kamu ingin makan, kamu hanya memberi saya pertanyaan.


Ya saya cuma menjawab pertanyaan kamu sesuai dengan yang saya rasakan" bela Keano yang tidak mau kalah dari Dea.


"Ya itu namanya tidak peka bos"


"Kenapa kamu tidak langsung bilang sama saya saja jika kamu lapar, saya pasti akan membelikan makanan untukmu


Kenapa mesti memakai kode, memangnya kamu pikir saya ada indra ke enam, hingga tahu isi pikiranmu" kata Keano yang membuat Dea tidak bisa lagi menjawabnya.


"Terserah padamu bos, karena disini kau lah rajanya" kata Dea dalam hati, merasa tidak ada untungnya lagi berdebat dengan Keano.


Setelah berdebat dengan Keano, dan Dea yang merasa kalah hanya diam dan menatap jalanan luar.


Tapi di tengah perjalan Dea menyadari bahwa jalan yang ia lewati bersama bosnya bukanlah jalan menuju rumahnya.


"Bos kita mau kemana?


Kan ini bukan jalan menuju rumahku", tanyanya pada Keano karena merasa jalannya bukan jalan menuju rumahnya.


"Bos apa jangan-jangan bos mau menculikku ya, terus nanti bos akan menjual semua organ tubuhku di pasar gelap", lanjutnya berkata pada Keano dengan penuh selidik dan curiga.

__ADS_1


Tapi Keano tetap diam, ia hanya mendengarkan dan tidak menjawab ocehan Dea yang sembarangan itu.


"Mengapa bos diam saja, baiklah kalau bos tidak menjawab pertanyaan saya, saya akan lompat dari sini", katanya mengancam agar Keano menjawab mau pertanyaannya.


"Lompat saja, saya tidak akan rugi jika kamu mati", katanya cuek tidak perduli, karena Keano yakin Dea tidak akan berani melakukannya.


"Aissh kenapa di suruh lompat beneran sih, kan tadi aku cuma pura-pura mengancam agar dia memberitahu aku kemana dia membawa aku pergi.


Kalau begini mana berani aku lompat, kalau aku mati di tempat bagaimana", batin Dea sambil melihat keluar jendela.


"Tunggu apa lagi, lompat saja sekarang", ucap Keano mengingatkan Dea akan ancamannya tadi.


Tidak ada yang melarangmu disini", sambung Keano.


"Tidak jadi bos, nanti kalo saya lompat terus mati, gimana masa depan bos?.


Terus kalau saya mati bos bakalan jadi duda sebelum menikah bos,


memangnya bos mau seperti itu.


Terus kalau saya mati, nanti bos kangen dengan Dea. Bagaimana?


Secara kan Dea imut dan bikin kangen, iya kan asisten Ken?" kata Dea dengan pedenya.


"Iya nona kau memang imut dan juga unik", batin Ken saat Dea melontarkan pertanyaan untuknya, namun ia memilih diam tidak menjawab pertanyaan Dea karena ingin menjaga perasaan tuan mudanya.


Dea yang melihatnya tentu geram"Hei asisten Ken aku ini sedang bicara padamu, bukan pada para kutumu".


Usaha Dea untuk mendapatkan jawaban dari dua pria kutub gagal total, membuat Dea memilih diam dan mengikuti bosnya kemana ia akan di bawa pergi.


Yang di tunggu-tunggu Dea akhirnya terjadi juga, mobilnya berhenti di depan mansion yanh sangat besar dan mewah.


Dea yang menyadari mobilnya berhenti, membuatnya langsung melihat sekelilingnya.


Dan terkejutnya Dea melihat rumah yang sangat besar, indah juga luas,


"Apa ini rumahnya bos Keano ya? " muncul pertanyaan di pikiran Dea.


"Selamat datang tuan muda", sapa semua pelayan di mansion Keano, Keano tidak memlerhatikannya dan terus berjalan ke arah depan.


"Satu, dua, tiga, empat.... lima belas, ah banyak sekali", batinnya dalam hati yang menghitung semua pelayan yang menyambut kedatangan Keano.


"Tuan apa anda ingin saya menyajikan makanan", kata pak Jamal pada Keano.

__ADS_1


"Tidak perlu. Kau panggilkan ibu untuk datang ke ruang keluarga", perintahnya.


"Baik tuan", jawab pak Jamal, tapi saat akan memanggil nyonya Lily, Keano memanggil pak Jamal kembali.


"Tunggu. Apa Reno masih kuliah?", tanyanya lagi.


"Iya tuan.


Tuan muda Reno tadi pagi berangkat kuliah, tapi karena dosennya tidak hadir jadi tuan Reno kembali" jelasnya pada Keano.


"Kalau begitu suruh Reno juga supaya datang ke ruang keluarga" pinta Keano.


Pak Jamal pergi untuk melaksanakan tugas dari tuannya, dan Keano mengajak Dea naik ke atas untuk mengganti pakaiannya dengan gaun selutut berwarna hitam, untuk di kenakan Dea.


"Ganti baju pabrikmu dengan gaun ini", ucapnya sambil memberikan gaun berwarna hitam pada Dea.


"Tidak usah bos, baju ini sudah nyaman kok" tolak Dea halus.


"Cepat pakai waktumu lima menit dari sekarang", kata Keano sambil pergi keluar kamar dan meninggalkan Dea sendirian di kamar.


"Dasar bos kejam, pemaksa, semua keinginan harus di laksanakan sesuai perintahnya" ucap Dea saat Keano sudah keluar dari kamar.


Ganti pakaian Dea sudah selesai, Dea keluar dari kamar dan ternyata di luar kamar sudah Keano menunggunya.


"Kau telat 2 menit", katanya sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


"Memangnya bos pikir ganti pakaian waktu lima menit cukup?"katanya dengan nada sedikit kesal.


"Jangan pernah terlambat lagi, ini peringatan pertama sekaligus terakhir buat kamu", kata Keano memberi peringatan kepada Dea agar tidak terlambat dalam hal yang menyangkut tentangnya.


Di ruang keluarga, Lily dan Reno sudah menunggu Keano, untuk mendengarkan apa yang akan bicarakan Keano mepada mereka.


Setelah menunggu sang raja meminta mereka datang tapi yang menyuruh datang belum juga datang.


Akhirnya sang raja yang di tunggu datang juga, tapi Lily dan Reno terkejut, karena melihat Keano bersama gadis.


Yang tidak pernah Keano lakukan sebelumnya, yakni menyuruh seorang gadis datang ke rumahnya, kecuali mantan kekasihnya dulu.


Hai semuanya...


Selamat hari raya Idul Fitri, bagi yang menjalankan.


Mohon maaf lahir dan batin.

__ADS_1


Dan terima kasih karena sudah mampir ke novelku, jangan lupa tinggalkan jejaknya yup berupa like, komen dan vote.


Tencuu😊


__ADS_2