
Setelah perjalanan yang cukup panjang, mereka akhirnya sampai di butik yang dituju.
Dea yang tadinya terus makan coklat, melihat sekitar ternyata sudah sampai butik seketika ia berhenti memakan coklat dan memasukkan sisa coklat ke dalam tasnya.
Dea melamun karena takjub melihat butiknya yang besar dan juga bagus.
"Wahh, besar sekali butiknya pasti harga pakaiannya mahal-mahal. Gaji setahunku pun tidak akan cukup untuk membeli pakaian disini" batin Dea sambil melamun, dan tidak sadar jika sedari tadi Keano memanggilnya untuk mengikutinya.
"Hei, apa yang kau lamunkan", kata Keano dengan suara sedikit keras karena Dea tidak menjawab saas Keano memanggilnya dengan suara pelan.
"Tidak ada bos, ayo bos masuk" ucapnya dengan senang tidak sabar untuk melihat ke dalam.
Saat sampai di butik pemilik butik langsung menyambut Keano, karena orang besar seperti Keano sudah mau datang ke butiknya, dan itu di anggap suatu penghargaan oleh pemilik butik.
"Selamat datang tuan Keano, suatu penghargaan anda mau datang kemari" kata pemilik butik.
"Tidak usah berbasa-basi. Pilihkan gaun pernikahan yang bagus dan juga cocok untuknya, dan jangan pentingkan masalah harga" katanya langsung to the poin kepada pemilik butik.
"Baik tuan, mari nona" ajak pemilik butik kepada Dea.
Dea masuk ke ruang ganti dan memakai gaun yang dipilihkan Rani sang pemilik butik, gaun yang dipilihkan Rani sangat indah dan cocok di pakai oleh Dea.
Tapi Dea harus meminta persetujuan Keano terlebih dahulu.
Dea keluar dan memperlihatkan gaun yang ia pakai pada Keano, tapi sebelum Dea sampai di depan Keano, Keano memerintahkan Ken untuk keluar karena pakaian Dea yang sedikit memperlihatkan dadanya.
"Ken keluarlah!" Perintah Keano.
"Baik tuan muda"
"Bos bagus tidak? Hello bos, booss" Tanya Dea pada Keano tapi Keano hanya melamun melihat Dea, akhirnya Dea meneriaki Keano.
Akhirnya Keano sadar dalam lamunannya, "Gaun apa ini, mengapa bagian dadanya terpampang jelas. Kau bisa membuat gaun dengan baik tidak, cepat ganti" ucap Keano marah pada Rani, maski Dea terlihat sangat cantik menggunakan gaun tersebut tapi Keano tidak rela tubuh Dea di lihat banyak pria meskipun itu hanya bagian dadanya.
"Tapi bos ini sudah bagus dan pas di tubuhku" kata Dea.
"Saya bilang ganti ya ganti. Cepat sana ganti yang lebih bagus" perintah Keano.
Akhirnya Dea mengganti gaunnya, dan memakai gaun yang lebih tertutup dari yang sebelumnya.
Dan Keano menyetujuinya, setelah itu Keano menyuruh Ken membayarnya dan kembali ke mobil untuk kembali pulang.
Tapi saat di perjalanan Keano menyuruh Ken untuk mampir ke Mall terlebih dahulu,
"Ken nanti saat ada Mall berhenti terlebih dulu" perintah Keano pada Ken.
"Baik tuan" jawab Ken.
"Mau beli apalagi sih bos, dari tadi berhenti-berhenti terus" omel Dea dalam hati.
Saat sudah sampai di Mall, Keano, Ken dan Dea turun dan masuk ke dalam Mall, Dea tidak tahu bosnya ingin membeli apa lagi. Sebenarnya ia kepo tapi ia tidak mau bertanya pada Keano, karena nanti jawabannya akan membuat sakit hati.
__ADS_1
"Ngapain bos ke toko ponsel, aku lihat ponselnya masih sangat bagus dan juga keluaran terbaru.
Orang kaya mah bebas, beli ponsel bagus seperti beli permen karet" batin Dea.
"Tuan muda, senang anda bisa datang kemari" kata penjual ponsel yang merasa sangat girang.
"Wuih bos terkenal sekali" batin Dea kagum.
"Berikan saya ponsel keluaran terbaru dan juga pasangkan kartunya juga" perintahnya tidak membalas omongan penjual ponsel.
Penjual ponsel pergi dari hadapan Keano dan mengambil ponsel keluaran terbaru yang ada di tokonya, dan memberikannya pada Keano.
"Ini tuan ponselnya" ucap penjual ponsel sambil memberikan ponsel pada Keano.
"Ken bayar tagihannya" perintahnya.
Ken membayar tagihannya dan menulis nomor ponselnya, ke dalam ponsel tersebut.
Dan memberikannya pada Dea.
"Ini ponsel untukmu" ucap Keano dengan wajah datar dan memberikan ponselnya pada Dea, Dea terkejut karena ia sudah punya ponsel untuk apa beli ponsel lagi.
"Tapi bos, saya sudah punya ponsel dan ponselnya juga masih bisa digunakan" jelas Dea dengan polos sambil mengambil ponsel dalam tasnya dan memperlihatkannya pada Keano.
"Ini kau bilang ponsel, tidak pantas sekali benda ini bukan seperti ponsel tapi rongsokan" katanya sambil memegang ponsel Dea.
"Yang pentingkan masih bisa digunakan untuk menelpon dan sms bos, pokoknya saya tidak mau.
"Saya tidak perduli itu urusan kamu, kalau kamu tidak memakai ponsel yang saya berikan, saya pecat semua karyawan" jawabnya tidak peduli dan mengancam.
"Aish bisanya mengancam cihh, awas saja nanti saat aku punya kartu As mu akan aku ancam balik kau" batinnya sambil senyum-senyum.
"Kamu gila atau kesurupan", ucap Keano karena melihat Dea senyum-senyum sendiri.
"Eh bos kalo ngomong sembarangan, saya itu masih waras-wiris tau" jawabnya kesal.
"Kalau begitu kamu kesurupan?" Tanyanya lagi.
"Mana ada saya kesurupan, lagian setan mana berani masuk ke tubuh saya. Secara saya kan imut dan cantik, kalo masuk ke tubuh saya bisa-bisa setannya betah dan lupa sama keluarganya.
Jadi para setan memutuskan menjauhi saya karena tidak ingin terlalu nyaman dekat-dekat dengan saya dan lupa jika mereka punya keluarga", jelasnya dengan pede dan percaya diri.
"semua serba kecil saja bangga", hina Keano pada Dea, tapi Dea tidak menghiraukan hinaan bosnya.
Setelah selesai membeli ponsel, mereka memutuskan untuk kembali. Namun di tengah jalan Dea melihat restoran di dalam Mall tersebut, lalu memegang perutnya yang merasa lapar.
"Bos, bos tidak lapar?" Tanyanya dengan harap bosnya juga merasa lapar.
"Tidak" jawabnya, seketika raut wajah Dea cemberut.
Akhirnya Dea punye ide agar bisa makan, "Bos, saya mau ke toilet sebentar, mau pipis".
__ADS_1
Dea langsung pergi dari hadapan dua pria yang sangat menyebalkan, dan diam-diam dia pergi ke restoran yang berada di dalam Mall.
"Mbak", ucapnya memanggil pelayan.
"Iya kak, mau pesan apa?" Tanya sang pelayan.
"Eemm, milk shake coklat sama dua burger ya" jawabnya.
"Baik kak di tunggu ya pesanan aka n segera datang" ucap pelayan dan pergi.
"Akhirnya bisa lepas dari dua pria es gila tadi, dan akhirnya aku bisa makan dengan tenang" ucapnya gembira.
Pesanan Dea datang dan Dea dengan senang hati menyantapnya, Dea memakan makanannya bahagia seperti tidak ada beban.
Di lain tempat, Keano dan Ken menunggu Dea yang katanya pergi ke toilet.
Namun sudah 20 menit Dea belum juga kembali, akhirnya Keano menyuruh Ken menjemput Dea ke toilet.
"Ken, kau jemput Dea dan bawa kemari", perintah Keano.
"Baik tuan" jawabnya dan pergi menyusul Dea.
Tapi saat Ken akan menuju toilet, ia melihat Dea sedang makan di restoran dengan lahap tanpa menghiraukan tuannya yangj sedari tadi menunggu.
Ken menelpon Keano jika Dea sedang makam di restoran A, langsung saja Keano datang ke tempat yang di bilang Ken.
"Beraninya kau membohongiku", ucapnya geram sambil berjalan menuju restoran A.
Keano menghampiri Ken, "Dimana dia?".
"Itu tuan", kata Ken sambil menunjuk ke arah Dea.
Brakk....
Keano memukul meja tempat Dea makan, seketika Dea kaget dan hampir keselek makanannya.
"Eehh bos", ucapnya dengan cengengesan.
"Kau... Kau tahu saya menunggu di sana dan kau dengan enaknya mengisi perutmu", katanya dengan suara yang lumayan keras, Dea yang melihat bosnya dan juga dirinya menjadi pusat perhatian mencoba menenangkan bosnya.
"Tenang bos... duduk dulu bos, bos mau pesan apa? saya traktir deh" tawarnya pada Keano agar bosnya tidak marah.
Tapi Keano tidak mendengarkan Dea dan menarik tangan Dea untuk pergi dari Mall tersebut.
"Eh bos saya belum bayar"
"Ken urus pembayarannya", katanya sambil terus menarik tangan Dea.
Hai kakak-kakak semua, tencuu karena sudah mampir ke novelku.
Aku harap kalian suka novelku, dan maaf jika ada kesalahan kata, aku pendatang baru jadi mohon dukungannya untuk like, komen dan votenya.
__ADS_1
Maaciw kak😊