
Acara pernikahan antara Dea dan Keano akhirnya selesai juga, semua tamu undangan sudah pada pulang ke rumah mereka masing-masing.
Dan sekarang adalah malam yang panjang bagi Dea, bagaimana tidak malam ini ia akan tidur berdua dengan bosnya yang sudah menjadi suaminya.
"Bagaimana ini kalo bos minta jatah malam pertamanya bagaimana? aku kan belum siap" ucap Dea yang merasa bingung sambil berjalan bolak-balik di dalam kamar Keano.
"Ayo Dea pikirkan ide yang cemerlang, kenapa di saat seperti ini otakku buntu sihh.
Dasar otak tidak tahu balas budi, sudah di kasih tempat tinggal di kepalaku juga, tapi tidak memberikan ide untukku" katanya sambil terus memikirkam cara agar Keano tidak meminta jatahnya.
Tap.. tap...
Suara kaki mendekat menuju kamar Keano.
"Kan dia sudah datang" ucap Dea yang mulai cemas.
Gagang pintu bergerak menandakan bahwa ada orang yang akan segera masuk ke dalam kamar, Dea yang sudah tidak bisa berpikir jernih langsung saja menjatuhkan tubunya di atas kasur dan pura-pura tidur.
Semoga bos tidak tahu jika aku hanya pura-pura tidur.
Keano terus memandangi Dea yang sedang tertidur sambil melihat keanehan di dalam tidurnya, Keano tahu Dea pura-pura tidur karena ia melihat Dea masih menggunakan sandal, juga kasur dan selimutnya masih terlihat rapi seperti baru saja di tempati.
Kau pikir bisa membodohi saya semudah itu, akan saya buat kau terbangun dari tidur palsumu itu dengan sendirinya.
"Saya tahu kamu sedang tidak tidur, jadi saya menyarankan agar kau segera bangun sekarang, jika kau tidak bangun maka malam ini juga saya akan melakukan kewajiban saya sebagai seorang suami."
Dea masih saja pura-pura tidur karena ia masih bingung harus bangun atau tidak, kalau ia bangun ketahuan bahwa ia pura-pura tidur dan jika ia tidak bangun juga maka Keano akan meminta haknya pada Dea.
Ohh Tuhan... mengapa kau menganugrahiku suami yang cerdik sepertinya, bahkan kecerdikannya melewati sang kancil yang ada di tv.
"Jika dalam hitungan ketiga kau masih pura-pura tidur, maka saya tidak bisa memastikan besok kau bisa berdiri dan berjalan dengan benar atau tidak." ancam Keano.
"Satu, dua, ti..."
Seketika Dea langsung bangun dengan mata yang terbuka lebar karena Keano akan membuatnya tidak bisa berdiri dan berjalan dengan benar, Dea takut bukan main .
"Bos tolong jangan patahkan kaki saya bos, saya minta maaf karena sudah membohongi bos, maaf bos saya janji tidak akan mengulanginya lagi sumpah demi tinggi badan saya" ucap Dea minta maaf pada Keano karena telah berbohong padanya, Dea mengira jika Keano akan membuatnya tidak bisa berdiri dan berjalan karena Keano akan mematahkan kakinya.
Padahal maksud Keano adalah tidak bisa berjalan dalam hal hubungan suami istri bukan mematahkan kaki.
"Hahaha kau ini asli bodoh atau polos hahaha" tanya Keano pada Dea sambil tertawa cukup keras karena melihat kepolosan Dea.
__ADS_1
Di luar para pelayan terkejut karena mendengar suara tawa Keano, setelah sekian lama tuan mereka hanya menampakkan wajah dingin dan kejamnya namun setelah menikah dengan Dea tuannya bisa tertawa bahagia.
"Apa itu suara tawanya tuan muda, wahh nona hebat yaa, baru menjadi istri tuan muda sudah bisa membuat tuan muda tertawa.
Semoga mereka selalu hidup bahagia" ucap salah satu pelayan dan pelayan lainnya mengamininya, "Aamiin."
Dea bingung apa yang bosnya tertawakan dan terkejut ternyata bosnya bisa tertawa juga.
"Kenapa bos malah tertawa memangnya perkataanku lucu ya?" tanya Dea dengan wajah polosnya.
"Kau bukan lucu tapi sangat bodoh" ucap Keano sambil menonyor kepala Dea.
"Bos selalu saja menjatuhkan rasa kepercayaan diri saya, saya ini tidak bodoh bos, bos tidak tahu saja prestasi saya saat sekolah dulu, kalo bos tahu mungkin bos akan memuji saya" ucap Dea membanggakan dirinya.
"Memangnya waktu sekolah kau pernah mendapatkan prestasi apa saja" tanya Keano yang pura-pura penasaran, ia tahu prestasi Dea pasti di bawahnya.
Jadi Keano ingin tahu prestasi yang Dea dapatkan setelah itu ia akan menjatuhkannya, dengan cara memberitahu prestasi yang ia dapatkan.
"Saya dulu waktu SD sampai SMA selalu mendapat juara 1 dalam kelas bos, bahkan waktu SMA teman sekelas saya selalu mencontek jawaban milik saya dan jawaban saya itu nilainya tidak pernah di bawah 90 bos, hebat kan saya bos" ujarnya memuji dan membanggakan dirinya.
"Itu bukan hebat tapi bodoh, kau sudah mengerjakannya semalaman dan kau malah memberikan jawabanmu kepada teman-temanmu" ucap Keano yang terus mengatai Dea bodoh.
Bisa bos bayangkan jika satu kelas menyontek jawaban saya, seketika saya menjadi Holkay bos" ucapnya yang bernostalgia pada masa lalunya.
"Lantas uang yang kau dapatkan kau gunakan untuk apa?"
"Saya tabung untuk biaya sekolah saya dan juga saya gunakan sebagai tambahan uang saku saya sehari-hari bos" jawabnya dengan jujur.
"Memangnya kau tidak di beri orang tuamu uang untuk biaya sekolah dan uang saku?" tanyanya lagi.
"Saya selalu di beri uang saku dan biaya spp oleh bapak saya tapi saya hanya menerima untuk uang sakunya saja, jika bapak memberi saya uang untuk biaya spp saya kasihkan kembali dan bilang jika uang sppnya sudah di gratiskan, hebatkan saya bos baru SMA tapi saya sudah mempunyai jiwa seorang pengusaha, pok-pok." katanya sambil bertepuk tangan.
Ya, kau hebat. batin Keano.
Keano yang tadinya ingin menjatuhkan Dea mengurungkan niatnya setelah mendengar ceritanya.
"Biasa saja" jawan Keano acuh yang berusaha menyembunyikan kekagumannya.
Sabar De, jangan terpancing emosi dia sekarang adalah suamimu okee. batin Dea sambil menarik nafasnya untuk menahan emosinya dan tersenyum pada Keano.
Setelah keduanya selesai berbicara, Dea sudah merasa sangat ngantuk hingga ia memberanikan diri untuk meminta ijin kepada Keano yang sedang berada di depan laptopnya, untuk tidur terlebih dulu.
__ADS_1
"Bos" panggil Dea.
"Heem"
"Bolehkah saya tidur terlebih dulu? saya sudah sangat ngantuk bos" tanya Dea yang meminta ijin Keano.
"Heem, tidurlah" , Keano pun mengijinkan Dea untuk tidur terlebih dulu.
Dea yang mendengar persetujuan Keano langsung saja bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke sofa yang ada di kamar Keano untuk tidur di sana.
"Mau apa kau kesana?" tanya Keano yang melihat Dea berjalan menuju sofa.
"Tentu saja mau tidur bos" jawab Dea dengan lesu karena sudah merasa sangat ngantuk.
"Tidur di kasur!" perintah Keano.
Apa maksudnya aku dan dia akan tidur bersama di kasur yang sama? ohh tidakk...
"Tidak perlu bos, bos kan sudah terbiasa tidur sendiri di kasur bos, jika ada saya juga di kasur bos nanti bos akan merasa tidak nyaman dan tidak bisa bebas bergerak. Jadi saya di sofa saja tidak apa-apa kok bos" tolak Dea dengan berusaha mencari-cari alasan.
"Tidur di kasur atau keluar dari kamar" ucap Keano yang memberikan 2 pilihan kepada Dea.
Dea akhirnya memutuskan untuk tidur di kasur Keano daripada ia harua tidur di luar, kan tidak lucu jika pengantin baru tidurnya terpisah bisa-bisa semua orang akan mengejeknya nanti.
"Tapi bos jangan berbuat macam-macam ya nanti saat saya sudah tidur"
"Memangnya ada larangan seorang suami tidak boleh menyentuh istrinya haa"
"Heem tidak ada sih" jawab Dea dengan lemas karena memang benar perkataaan Keano.
"Lagi pula untuk apa saya mencari kesempatan saat kau tidur, memangnya tubuhmu akan berubah menjadi lebih berisi saat kau sedang tidur?"
Bagus deh kalau bos tidak tertarik dengan tubuhku, aku bisa tidur nyenyak kalau begitu.
"Baiklah terima kasih atas pujian yang terlontar dari mulut bos" ucap Dea sambi berjalan ke arah kasur dan merebahkah tubuhnya di atasnya.
**Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong, terima kasih sudah mampir ke novelku aku harap kalian semua suka dengan novelku ini.
jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 nya yup.
Tengkyu kakak😄**....
__ADS_1