Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
76. KEMBALI & BAIKAN


__ADS_3

Dea masih duduk di bangku taman seperti orang hilang, di taman sudah sepi bak kuburan karena semua orang sudah kembali ke hunian masing-masing. Di taman tinggal Dea dan teman sejenisnya, kutil gajah, suster merangkak, buto pink, kuyang kutangan dan masih banyak lagi.


"Huaaaaaaa hiks hiks" Dea menangis sekencang mungkin, mumpung lagi sepi tadi waktu masih ada banyak orang, ia hanya diam dan sesekali merutuki kelakuan Keano.


"Kemana aku harus pergi, masa aku harus tidur di emperan toko? Aku sih mau aja karena wajahku sudah ada tampang melas seperti pengemis. Tapi masalahnya aku sedang hamil, gimana nanti kalo bayi-bayiku keluar dari kandungan, minta kerokan karena masuk angin? Aaaaaa" Dea berteriak frustasi meratapi nasib sialnya.


Dea tidak tahu harus pergi kemana lagi. Ke rumah orang tuanya, ia tidak mau membuat orang tuanya merasa khawatir. Rumah Ida, dia saja ngekost, kamar kost palingan berapa sih luasnya. Aldi, masa iya Dea minta tinggal sama Aldi yang sudah ia tolak cintanya, lagian juga gak muhrim meskipun mereka sahabatan.


Karena terlalu lelah menangis, Dea akhirnya tertidur dengan sendirinya. Lagian juga tidak ada pilihan lain selain tidur di bangku taman. Daripada tidur di depan toko, di kira gembel terus di guyur pake air comberan.


🌻🌻🌻


"Sejak kapan di bangku taman ada guling senyaman ini, nyaman dan anget kaya selimut tetangga" gumamnya yang masih setengah tertidur, Dea semakin mengencangkan pelukannya.


"Kok bangkunya jadi empuk gini. Gulingnya kok baunya tengik sih" Dea mulai menyadari ada keanehan yang terjadi. Dea membuka matanya dan terkejut ternyata yang ia anggap guling adalah Keano. Dan bau tengik yang ia cium adalah bau tubuh Keano.


Dea segera melepas pelukannya, membuat Keano kaget dan terbangun merasakan gerakan Dea, "Kenapa kamu bawa aku pulang, biarin aja aku jadi gelandangan. Agar kamu bisa bebas pelukan sama wanita lidi itu. Kamu udah tidak mau sama aku yang kaya jaka kendel busung ini kan?!" Ucapnya sambil menunjuk perut buncitnya. Dea langsung nrocos setelah menyadari dirinya tidur dengan Keano.


Keano hanya mendengarkan semua ocehan, keluhan dan Amara Dea, biarkan Dea mengeluarkan semua isi hatinya yang terpendam. Jika itu membuat Dea merasa lega, mengapa tidak di dengarkan saja.

__ADS_1


Keano menyuruh anak buahnya untuk melacak ponsel Dea, saat sudah mengetahui keberadaan Dea. Keano langsung bergegas ke lokasi yang anak buahnya kirimkan. Dan Keano terkejut saat melihat Dea tertidur di bangku taman yang keras, sempit dan banyak nyamuk yang mengelilingi istrinya. Tanpa pikir panjang, Keano langsung membopong Dea dan membawanya pulang ke mansion.


"Mengapa kamu diam saja! Kamu berencana ingin memadu aku dengan wanita lidi bengkok itu ya?! Ya udah sana kawinin aja langsung, aku sudah tidak perduli," Dea beranjak dari ranjang hendak keluar dan pergi menjadi gelandangan lagi.


Cupp... Keano menarik tangan Dea, membuat Dea terjatuh dalam pelukan dan bibir Keano. Dea tidak bisa menolak, pikirannya mengatakan benci dengan Keano tapi tubuhnya menerima dengan terbuka semua perlakuan Keano.


"Aku tidak pernah berselingkuh di belakangmu, kemarin yang kamu lihat itu salah paham. Aku bisa membuktikan semuanya, jika kejadian kemarin hanya kesalahpahaman. Aku hanya mencintaimu dan calon anak kita, tidak ada wanita lain selain dirimu, hanya kamu yang bisa membuatku jatuh cinta dan merasa seperti orang gila" Keano menjelaskan semuanya pada Dea yang diam mematung setelah melepas ciumannya.


"Aku bahkan sudah menyiapkan hadiah untukmu, kemarin hari ulang tahunmu kan?" Tanya Keano dengan senyuman yang begitu mempesona. Dea mengangguk pelan, seperti sedang terhipnotis dengan perlakuan Keano.


Keano membuka laci yang ada di sisi ranjangnya, ia mengambil beberapa foto dan menunjukkannya pada Dea, "Rumah siapa ini?" Tanya Dea yang bingung, Keano memperlihatkan foto rumah sederhana namun, terlihat mewah.


Dea mengelap air matanya dan menampilkan senyum manisnya, "Aku maafkan kok. Aku tidak menyesal waktu itu kamu memaksaku untuk menikah dengamu. Tunggu disini ya Sayang," Dea mengambil tas yang di taruh Keano di atas laci. Dea mengambil amplop dan memberikannya pada Keano, "Buka Sayang!" suruhnya.


"Apa ini?" Tanya Keano penasaran.


"Surat warisan! Buka aja nanti juga tahu sendiri" balas Dea sinis.


Keano akhirnya membuka amplop tersebut, ia terkejut ternyata isi amplop itu adalah hasil USG Dea. Yang menyatakan jika anak mereka kembar, "Anak kita kembar?" Tanya Keano memastikan, Keano begitu bahagia sampai mengeluarkan air mata bahagianya.

__ADS_1


Dea mengangguk antusias membalas pertanyaan Keano. Keano langsung memeluk dan menciumi seluruh wajah Dea, "Terima kasih. Kamu tahu?"


"Tidak." Balas Dea. Merusak momen romantis yang akan Keano katakan.


"Aku belum selesai bicara Deu. Kamu tahu? Ini merupakan hal paling membahagiakan dalam hidupku. Semenjak kamu hadir, kehidupanku banyak berubah, hidupku yang dulunya mendung jadi cerah dan berwarna" tuturnya yang merasa sangat bahagia, Keano kembali menciumi Dea bahkan perut buncit Dea juga la cium.


"Sayang, baik-baik di perut Mommy ya. Jangan nakal dan berkelahi di perut Mommy, papa janji saat kamu keluar nanti papa akan membahagiakan kalian, semua keinginan kalian akan papa kabulkan, selagi papa bisa, papa akan berusaha mengabulkannya" Keano berbicara, ia menempelkan telinganya di perut Dea sambil sesekali mengelus-elusnya.


"Bapake, kami mau makan. Belikan kami makanan yang enak, dong!" Dea berbicara menirukan suara anak kecil, seolah anak-anaknya yang berbicara.


Keano beralih menatap Dea, dengan raut kekesalan menghiasi wajahnya, "Mengapa kamu selalu merusak momen bahagiaku, hmm?!" Ucapnya kesal, tapi masih bisa menciumi pipi Dea, " Jangan memanggilku dengan sebutan Bapake. Dan jangan kamu ajari anak kita nanti, untuk memanggilku Bapake."


"Ora popo Sayang, melestarikan budaya wong jaman mbiyen karo wong Jawa. Apaan 'Papa ', bahasanya seperti orang kota saja" Dea keturunan jawa dari Bapaknya. Jadi sedikit mengerti bahas Jawa.


Meski Keano tidak begitu paham bahasa Jawa tapi ia bisa sedikit memahami apa yang di katakan Dea, "Emang kita tinggal di kota. Ahh sudahlah, kamu mau makan apa?" Tanya Keano. Ia memilih mencari topik pembicaraan yang lain, karena tidak mau berdebat dengan Dea dan membuat hubungannya menjadi renggang lagi.


"Aku mau ayam goreng tapi gak usah di goreng, ayamnya di bakar aja lebih enak dan harum, pake nasi goreng tapi nasinya gak usah di goreng gak baik untuk kesehatan. Dan minumnya es krim cair rasa apel" ucap Dea dengan semangat. Meski Keano sedikit linglung, tapi Keano paham maksud Dea. Maksudnya, Dea itu ingin ayam bakar pake nasi putih sama minuman rasa apel.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2