
Setelah kejadian mbak kasir Mall yang meminta nomor ponsel Keano, Dea menjadi lebih baik saat bersikap dengan Keano, entah itu dalam hal tutur katanya yang sekarang sudah jarang membantah, sikapnya yang jadi lebih perhatian kepada Keano, ya selayaknya istri yang patuh pada suaminya.
Mungkin Dea tidak mau jika Keano tertarik dengan wanita lain selain dirinya atau mungkin Dea hanya tidak mau saja di sebut sebagai istri durhaka, yang tahu hanya Dea saja.
"Sayang, besok pagi aku mau pergi bertemu dengan temanku boleh tidak?" tanya Dea pada Keano yang tengah mengerjakan pekerjaan di laptopnya.
"Temanmu siapa?"
"Ida teman pabrikku dulu, aku belum memberitahuinya tentang pernikahan kita."
"Tidak perlu, pernikahan kita tidak perlu di beritahukan kepada orang-orang, aku tidak suka kehidupan pribadiku di umbar-umbar." jelasnya yang membuat Dea langsung layu dan lesu.
"Tapi Sayang Ida itu sahabatku, masa aku tidak boleh memberitahukannya, aku janji deh hanya Ida yang tahu dan aku jamin dia tidak akan memberitahukannya pada siapa-siapa" ucapnya sambil menatap dan menunjukkan matanya yang berkaca-kaca pada Keano.
"Baiklah,"
Yes.
"Tapi ada syaratnya" ucap Keano, seketika hilang sudah kesenangan Dea.
"Apa syaratnya Sayang?"
"Cium aku sekarang!"
Deggg... apa aku harus menciumnya begitu.
"Mau tidak" sentak Keano yang membuat Dea kaget.
"Mau Sayang"
Cup... Dea mencium pipi kanan Keano
"Sini" ucap Keano sambil menunjuk pipi kirinya.
Cup... Dea mencium pipi kiri Keano sesuai perintahnya.
"Sini!" Lagi-lagi Keano menyuruh Dea untuk menciumnya, ia menunjuk jidadnya.
Banyak sekali maunya, di kasih kentut minta berlian. Sabar demi bertemu dengan Ida semangat.
Dea mencium jidat Keano sesuai yang dia inginkan tapi saat telah selesai dan Dea ingin memastikannya lagi jika ia di ijinkan pergi oleh Keano, Keano justru mengatainya bodoh.
"Jadi, aku boleh pergi kan Sayang besok" ucapnya dengan berbinar-binar.
__ADS_1
"Bodoh"
"Maksudnya Sayang?" tanyanya yang tidak mengerti mengapa Keano menyebutnya bodoh.
"Semua yang kamu lakukan itu semua namanya kecupan bukan ciuman" jelas Keano yang membuat Dea bingung.
"Sama saja Sayang, sama-sama menyatukan dua benda menjadi satu kan" ucapnya dengan polosnya.
"Berapa nilai pelajaran Biologi mu dulu?"
"Aku tidak ada pelajaran biologi waktu SMA Sayang karena aku masuk ke dalam lintas minat sastra inggris" jelasnya dengan jujur.
"Pantas saja bodoh"
Sudah aku bilang aku itu pintar, dulu saja aku sering dapat rangking pertama tapu dia slalu saja menyebutku bodoh, coba saja aku dan dia di adu menjawab soal-soal pasti aku yang menang.
"Ciuman itu bersatunya dua buah bibir menjadi satu" jelas Keano.
"Ohhh begitu ya" balasnya dengan santai sambil manggut-manggut tanda bahwa ia sudah paham, bukannya langsung praktek malah meng ohh kan saja.
"Sekarang tunggu apa lagi, cepat lakukan!" perintahnya.
"Lakukan apa Sayang." jawabnya yang entah tidak tahu atau hanya pura-pura bodoh saja agar tidak mencium Keano.
"Oh begitu, baiklah aku tidak akan mengijinkanmu bertemu dengan temanmu besok" ancam Keano membuat Dea takut.
"Baiklah Sayang" Dea mengiyakan dan sedang mengancang-ancang untuk mencium Keano dengan cara menutup matanya dan mendekat ke arah bibir Keano.
Cupp... Dea melakukannya dengan keadaan mata tertutup sedangkan Keano dengan mata terbuka dan ia melihat Dea yang melakukannya dengan menutup matanya dan juga ekspresinya yang terlihat lucu, ingin sekali Keano tertawa tapi ia menahannya karena tidak ingin merusak momen yang indah ini.
***
"Al besok aku dan Dea akan bertemu di Cafe Q, tempat biasa kita bertemu kamu bergabunglah nanti kita cincang tubuhnya Dea bersama-sama karena telah menyembunyikan pernikahannya dariku" ucap Ida pada Aldi melalui ponsel.
"Aku di beritahu Dea bahkan di undang ke acara pernikahannya, jadi maaf aku tidak bisa membantumu menyicang tubuh Dea bersamamu hahaha"
"Wah kamu tidak setia kawan Al, awas saja nanti kalau kamu datang aku cincang sendiri tubuhmu dan juga tubuh Dea" katanya dan mengakhiri panggilannya.
Sudah lama tidak bertemu De, aku kangen denganmu. Dulu sewaktu-waktu aku kangen denganmu aku langsung datang ke rumahmu tapi sekarang... bertemu dan melihat wajahmu saja aku sudah sangat bersyukur. batin Al di tempat ia berada.
***
Dea bangun tidur dan melihat Keano masih tertidur dengan keadaan memeluk dirinya.
__ADS_1
Dea memindahkan tangan besar Keano dengan hati-hati karena tidak ingin membangunkannya, Dea mulai terbiasa dan tidak menjerit lagi saat bangun tidur dengan posisi berpelukan dengan Keano.
Dea langsung mandi karena hari ini ia akan pergi menemui sahabatnya yang sudah lama tidak ia temui, ia ingin melepas kerinduannya bersama dengan Ida.
Dea telah selesai mandi dan mengenakan handuk di tubuhnya, ia mengaca di depan kaca yang ada di kamar mandinya.
"Wahh aku memang imut ya, sudah imut, langsing, putih, cantik lagi sungguh beruntung bos Keano bisa memperistriku" ucapnya yang berbicara dengan dirinya di kaca dan mengagumi dirinya sendiri, melihat dirinya dari bawah sampai atas.
Saat sampai di lehernya tiba-tiba ia berteriak, "Haaa" teriaknya yang begitu sangat keras hingga membuat Keano terbangun.
Keano yang mendengar teriakan Dea di kamar mandi, khawatir dan langsung bangun dan membuka pintu kamar mandi karena takut terjadi apa-apa pada Dea.
"Haaa, kenapa kamu kemari saat aku sedang mengenakan handuk saja" teriaknya lagi sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Memangnya kenapa, aku suamimu jadi aku berhak melihatmu seperti ini bahkan aku juga berhak melihat tubuhmu meski tanpa sehelai benang pun" titahnya yang membuat Dea pasrah, karena memang benar semua perkataan Keano.
"Ada apa, kenapa kamu sampai menjerit seperti tadi?" sambungnya yang menanyakan apa yang membuat Dea berteriak.
"Sayang lihat ini, ini, dan ini, mengapa leherku bisa merah-merah seperti ini, apa di ranjang kita ada serangga dan kawan-kawannya lalu mereka menggigit leherku karena aku menindihnya?" tanya Dea dengan polosnya pada Keano.
Apa yang sudah ku lakukan, aku mencium dan menggigit lehernya semalam sampai menyisakan bekas yang lumayan banyak seperti itu.
"Mungkin saja begitu, sekarang keluarlah dan gunakan bajumu karena aku mau mandi." ucapnya yang berusaha mengalihkan pembicaraan agar Dea tidak membahasnya lagi.
"Tapi aku lihat lehermu baik-baik saja, tidak ada bekas gigitan serangga dan kawan-kawannya Sayang" sambil berjinjit untuk mengecek leher Keano.
"Karena serangganya menggigit tubuhku bukan leherku" jelasnya yang berusaha untuk tenang agar Dea tidak curiga.
"Benarkah serangganya menggigit tubuhmu Sayang"
"Heem" jawabnya singkat padat dan jelas.
"Tapi kan tubuhmu tertutup baju, kalau leherku wajar soalnya leherku tidak memakai baju"
"Serangga itu kecil jadi dia bisa masuk ke dalam baju dengan mudah, mengapa kamu terus bertanya hem, apa kamu tidak percaya jika tubuhku juga di gigit serangga sama sepertimu" ucap Keano dengan nada emosi karena Dea yang terus saja bertanya.
"Bukan begitu Sayang, aku hanya heran saja mengapa bukan kamu saja yang di gigit di bagian lehernya dan aku di bagian tubuhku" ceplosnya yang membuat Keano tambah emosi.
"Kamuuu" sentaknya sambil memelototi Dea.
"Aku keluar dulu Sayang, sekarang kamu bisa mandi dengan tenang okee" ucapnya sambil berlari keluar dari kamar mandi meninggalkan Keano karena takut dengan amukan Keano.
💙Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.
Terima kasih dan jumpa lagii bayyy💙