Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
43. BALON


__ADS_3

Setelah Keano selesai memandikan Dea, sekarang saatnya Dea yang memandikan Keano.


"Sekarang mandikan aku!" perintah Keano.


"Sayang, tubuhmu wangi sekali, kulitmu juga sangat bersih lembut seperti pa*tat bayi" puji Dea sambil memegang kulit Keano agar ia terhindar perintah Keano.


"Jadi kamu tidak usah mandi Sayang, nanti kulitmu bisa kering dan tidak lembut lagi" sambungnya.


"Cepat keluar dari bathub dan lakukan!" ucapnya yang membuat Dea perlahan keluar dengan keadaan hanya mengenakan bra dan celana dalam.


Dea menutup dua buah dadanya dengan tangan kirinya dan bagian bawah dengan tangan kanannya, Keano melihat Dea seperti itu ingin tertawa tapi ia menahannya.


"Emmmh hahaha" tawa Keano yang gagal menahan tawanya.


"Kenapa kamu tertawa, apa aku terlihat sangat cantik saat mengenakan pakaian dalam seperti ini, Sayang?" ucap Dea yang masih dalam keadaan menutupi bagian vitalnya.


"Jelek dan kecil" ucap Keano yang mengatakan kecil sambil menatap panyudara Dea.


"Kenapa kamu mengatakan kecil sambil menatap kedua balonku" ucapnya dengan sewot.


"Memang kenyataannya seperti itu, jadi jangan pernah kamu berpikir milikmu itu bisa menggodaku hem, aku tidak akan tergoda dengan milikmu yang kecil seperti bisul itu" hina Keano yang membuat Dea naik pitam.


"Bisul itu tidak indah seperti milikku ini tau, balonku ini seksi dan menggoda seperti miliknya Lady Gagah tau dan tubuhku mungil seperti bodynya Lisa black pink" ucap Dea dengan keras dan sedikit emosi.


"Banyak bicara cepat mandikan aku!" teriaknya.


Dea pun mendekat ke arah Keano dan menggosok tubuh Keano tapi menggunakan satu tangan karena tangannya yang satu untuk menutupi kedua balonnya.


"Gosok dengan benar!" ucap Keano dengan lantang.


Dea pun menggosok dengan kekuatan penuh, tapi masih dengan satu tangan, karena Dea mengira maksud Keano dengan menggosok dengan benar adalah menggosoknya sedikit lebih keras dark sebelumnya.


"Aku bilang gosok dengan benar dengan kedua tanganmu!" teriak Keano karena melihat Dea yang masih belum paham maksudnya.


Dea pun perlahan membuka tangannya yang menutupi dua balonnya, ia mulai menggosok tubuh Keano dengan kedua tangannya sedangkan Keano melihat Dea yang hanya mengenakan bra dan CD melalui kaca yang berada di depannya.


Dia terus saja menatapku melalui kaca tapi tetap tidak mau mengakui jika tubuhku dan balonku itu begitu seksi dan menggoda seperti miliknya Lady Gagah.


Setelah keduanya selesai mandi Dea melepas bra dan CD nya dan mengenakan handuknya.

__ADS_1


"Mau kemana kamu?" tanya Keano yang melihat Dea berjalan menjauh darinya.


"Mau kesana Sayang" jawabnya sambil menunjuk pojok dinding.


"Untuk apa kesana?" tanyanya lagi.


Sudah lihat aku bawa handuk, ya mau pakai handuklah, masa aku harus mencopot pakaian dalamku dan mengenakan handuk di hadapanmu.


"Mau pakai handuk Sayang"


"Pakai disini!" perintahnya.


Ohh Tuhan mengapa ucapanku yang sembrono Engkau kabulkan, mengapa engkau begitu sangat baik hingga baru beberapa detik aku berucap Kau langsung mengabulkannya.


"Tapi Sayang, jika nanti kamu terkena Sawan setelah melihat balonku bagaimana" ucap Dea yang menakut nakuti Keano.


"Kalau aku sampai Sawan karena balonmu, akan aku letuskan balonmu itu, bagaimana?" ucap Keano.


Glekk... Dea menelan salivanya mendengar penuturan Keano, dengan berat hati Dea mengenakan handuk di depan Keano, Keano hanya melihat Dea dengan raut wajah yang datar tanpa ekspresi.


Setelah memakai handuk Dea langsung lari terbirit-birit manuju ruang ganti, ia tidak mau Keano masuk bersamanya di ruang ganti dan berganti pakaian bersama seperti di kamar mandi tadi.


Keano juga langsung berlari mengejar Dea tapi Dea sudah terlebih dulu mengunci ruang gantinya, membuat Keano tidak bisa masuk.


"Sebentar Sayang, aku sedang proses memakai baju" ucap Dea sambil dengan cepat ia mengenakan bajunya agar saat Keano masuk ia sudah lengkap dengan pakaiannya.


"Aku juga ingin mengenakan pakaian, buka pintunya atau aku akan mendobrak pintunya" teriaknya sambil menggedor-gedor pintu, tapi Dea masih belum membuka pintunya membuat Kesabaran Keano habis.


"Dalam hitungan ketiga kamu belum juga membukanya, maka bersiap-siaplah menerima hukuman dariku" ancam Keano membuat Dea tambah gugup dan takut.


"Satu, dua," ucap Keano terhenti karena melihat Dea sudah berada di depannya.


"Sudah selesai Sayang, sekarang masuklah" ucap Dea sambil tersenyum pada Keano, Keano akhirnya masuk tapi saat masuk ia terus menatap Dea dengan horor.


Dari sorot matanya seperti mengatakan jika ia tidak akan bisa selamat darinya.


***


Di kediaman Rifa'i, Dena gelisah karena memikirkan apakah Dea sudah mengandung atau belum. Dena hanya melihat sarapan yang ada di hadapannya dan memainkannya.

__ADS_1


"Bu, kenapa makananya tidak di makan?" tanya Rifa'i.


"Ibu hanya sedang merasa GEGANA pak?" jawab Dena.


"Benarkah bu, Gerhana Matahari atau Bulan?"


"Iss bapak ini, GEGANA bukan Gerhana bapak" ucap Dena yang sedikit berteriak.


"Jangan teriak juga dong bu, telinga bapak ini wasih normal, dan apa itu GEGANA?" ucap Rifa'i.


"Masih normal tapi ibu bilang GEGANA bapak dengernya Gerhana itu tandanya telinga bapak sudah agak-agak korslet.


GEGANA itu Gelisah, galau, merana pak." jelas Dena.


"Kenapa?"


"Ibu sedang kepikiran Dea, Keano kan sudah berhasil membobol gawang Dea dan sekarang kira-kira Keano sudah berhasil mendapatkan Poin apa belum ya pak?" tanya Dena pada Rifa'i yang menggunakan bahasa yang tidak di mengerti oleh Rifa'i.


"Sejak kapan Dea suka bermain bola bu?" tanya Rifa'i yang tidak mengerti maksud istrinya.


"Ahh sudahlah ibu pusing, jika harus terus menjawab pertanyaan bapak yang tidak berbobot itu" ucapnya yang melenggang pergi dari meja makan.


***


"Bersiaplah nanti malam aku akan mengajakmu pergi" ucap Keano yang masih dalam keadaan di pakaikan dasi oleh Dea.


"Kemana Sayang?" tanya Dea penasaran juga sangat senang.


"Rekan bisnisku mengundangku ke acara pertunangannya" jelas Keano.


"Baik, aku nanti akan segera bersiap, pokoknya saat kamu pulang kerja aku sudah terlihat sangat cantik nantinya" ucapnya senang.


"Tidak perlu terlalu cepat bersiapnya, karena kedatanganku di tunggu oleh mereka bukan aku yang menunggu mereka, aku juga tidak suka terlalu lama berada di acara seperti itu. Jadi tunggu aku pulang, karena kita akan mandi bersama seperti yang tadi kita lakukan" ucapnya membuat Dea yang tadinya begitu senang menjadi sedih tiba-tiba.


"Tidak usah terharu seperti itu, aku mengajakmu mandi bersama hanya karena agar tubuhmu bersih dan saat tiba di acara, kamu tidak bau dan membuatku malu jangan pernah mengira aku mengajakmu mandi bersama karena aku tertarik dengan balon kecilmu itu " ucap Keano yang mengira kesedihan Dea karena terharu di ajak mandi bersamanya.


***💙💙💙Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.


Aku baru saja buat novel baru judulnya"Menikahi Om CEO Tampan" jangan lupa mampir yup siapa tahu hati kakak kecantol dengan ceritaku itu, eak eak.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.


Terima kasih dan jumpa lagii bayyy💙💙💙***


__ADS_2