Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
77. DEA vs KINAN


__ADS_3

"Kinan jelaskan pada Dea, bahwa yang sudah terjadi pada kita kemarin hanyalah salah paham" pinta Keano. Sekarang mereka bertiga tengah berkumpul di sebuah restoran bintang lima. Sesuai janjinya hari ini Keano mengajak Dea bertemu dengan Kinan untuk meluruskan semua kesalahpahaman.


"Iya, semua yang Keano jelaskan benar. Aku dan Keano tidak ada hubungan apa-apa. Kemarin aku hanya curhat untuk mendapat pencerahan dan ketenangan dari Keano" jelasnya sambil tersenyum penuh arti pada Dea.


"Kalo mau curhat ke Mamah Dedeh aja mbak dan kalo mau tenang dekatkan diri mbak sama Tuhan. Bukan curhat ke suami orang dan nemplok sembarangan!" Sinis Dea tapi dengan nada tenang, santai di iringi dengan senyuman. Dea orangnya apa adanya, jika tidak suka maka ia akan mengungkapkan secara langsung, entah itu lewat perkataan atau sikapnya. Bukan pura-pura baik tapi aslinya gonduk.


Keano hanya memperhatikan dengan seksama, seperti sedang menonton drama yang mengasikkan. Bukannya tidak ingin membela Dea, tapi Keano sudah yakin istrinya yang akan menang dalam perdebatan ini. Dea bukanlah tipe wanita yang diam saja bila ada seseorang yang telah mengusik hidupnya.


Kinan tersenyum mendengar balasan Dea, "Hehehe bisa aja kamu. Oh iya, namamu siapa? Jangan panggil aku mbak karena aku sahabat dekatnya suamimu. Namaku Kinan Wijaya, panggil saja Kinan" ucap Kinan basa-basi, ia menyodorkan tangan kanannya ke arah Dea. Kinan mengalihkan pembicaraan merasa jawaban Dea sulit ia balas.


"Dea Khairunnisa tapi karena sekarang aku istrinya Keano dan otw jadi ibu dari anak-anaknya. Namaku berubah jadi Dea Keano Atmaja, panggil saja Dea" balas Dea cuek, ia menerima uluran tangan Kinan.


"Permisi, mau pesan apa tuan dan nona-nona?" Pelayan restoran datang dan memotong pembicaraan antara Dea dan Kinan.


"Saya pesan steak dan minumnya jus jeruk, masing-masing dua ya" ucap Kinan pada pelayan restoran.


"Kamu cantik-cantik ternyata rakus juga ya, hahaha" ejek Dea. Dianya sendiri gak ngaca pernah dan sering makan banyak makanan, bahkan melebihi yang Kinan pesan sekarang.

__ADS_1


"Kamu salah paham De, aku memesan steak dan jus jeruk masing-masing dua karena satunya lagi untuk Keano. Dari dulu kami selalu memesan itu saat makan bersama di restoran, bisa di bilang itu makanan favorit kami" balas Kinan, Dea langsung diam dari tawanya tanpa ekpresi, rasanya Dea ingin mencabik-cabik bibir lamis Kinan setelah itu ia kasih pada orang yang membutuhkan.


Dea mencoba terus tersenyum untuk menutupi rasa kekesalannya agar Kinan tidak merasa bahwa dirinya sudah berhasil memanas-manasi Dea, "Ehhh ehh itukan dulu, sebelum menikah denganku. Sekarang Keano sudah berganti makanan favoritnya menjadi nasi goreng sama jus alpukat, apalagi kalo nasi goreng buatanku, makannya nambah sampai tiga piring" masak nasi goreng saja baru sekali itupun rasanya ngalor ngidul. Eh Dea ngomong Keano nambah sampai tiga kali, makan tiga sendok saja sudah Alhamdullilah.


"Pesanannya mbak ini satu porsi saja ya, mbak. Di tambah nasi goreng spesial dan jus alpukatnya juga satu" ucap Dea pada pelayan restoran.


"Tuan, pesan apa?" Tanya Pelayan restoran pada Keano.


"Say--"


"Udah mbak nasi goreng sama jus alpukat tadi, kami makannya sepiring berdua, maklum udah jadi kebiasaan hehe" ucap Dea yang memotong perkataan Keano.


Dea melirik ke arah Kinan yang raut wajahnya seperti cacing kesurupan. Rasa senang dan kemenangan menyelimitu hati Dea. Tapi Dea segera menyingkirkan rasa itu, karena ia harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan kesenangan yang lebih dari ini.


Di sini Keano yang di untungkan karena ia bisa di suapi oleh Dea tanpa memaksanya terlebih dulu.


Pelayan sudah datang membawakan pesanan dan menaruhnya di atas meja. Dea langsung mengambil jus alpukatnya tapi bukan untuk ia minum seperti biasanya melainkan ia berikan pada Keano.

__ADS_1


"Ini Sayang, kamu harus minum dulu sebelum makan biar makannya tidak seret kaya jodohnya Kinan dan lancar seperti hubungan kita" Keano menerima dengan senang hati minuman yang Dea tawarkan. Sedangkan Kinan hanya bisa menatap Dea kesal


Kinan berusaha santai, itu semua karena Keano berada di hadapannya. Kalo tidak ada Keano sudah habis Dea di tangannya, "Dea kamu tahu tidak, dulu waktu kuliah kami sering di kira pacaran oleh orang-orang karena dulu hanya aku teman wanita sekaligus sahabat yang paling dekat dengan Keano. Sampai banyak mahasiswi yang iri, mereka ingin sekali menjadi aku hanya agar bisa dekat dengan Keano, hahaha kalo ingat masa itu jadi kangen" sekarang Keano mulai was-was karena Kinan sampai bicara tentang hal itu, Keano belum menjelaskannya pada Dea karena tidak ingin Dea kepikiran dan stress. Dan sekarang Kinan malah mengatakannya.


"Aku tahu semuanya kok. Kasihan ya kamu di kira pacaran sama suamiku padahal aslinya cuma teman biasa. Dan sekarang pasti semua wanita tadi iri denganku, secara aku sekarang sudah jadi istri SAHnya dan mengandung anak-anaknya. Dan sayangnya masa lalu tidak bisa di ulang jadi rasa kangenmu itu tidak berguna" skak Dea, Kinan langsung diam berjuta bahasa. Kinan kira, Dea akan cemburu dan marah pada Keano, hingga berujung berakhirnya hubungan keduanya tapi perkiraan dan angan Kinan nol besar.


"Sayang sini aku suapi. Aaaaa" Dea menyuapi Keano ala-ala menyuapi seorang bayi.


"Bagaimana rasanya, enakan ini atau nasi goreng buatanku?" Tanyanya. Kalau jujur, enakan ini jauh tapi kalo jujur kaya gitu Dea bisa gak ngijinin Keano tidur bareng dengannya, gimana?


"Enakan nasi goreng buatanmu karena nasi goreng buatanmu mengandung cinta dan kasih sayang di dalamnya." Balas Keano, bohong sebohong-bohongnya.


"Ahh kalo ngomong suka terlalu jujur. Ya udah nanti aku bakal tiap hari buatkan untukmu ya?" Keano yang tadinya sedang minum jus, jadi tersedak setelah mendengar perkataan Dea.


"Tidak usah, kamu istirahat saja. Jangan terlalu banyak aktivitas, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan anak-anak kita. Kalian penting bagiku," ucap Keano. Kali ini ia jujur, ia tidak mau terjadi sesuatu pada ketiga orang penting dalam hidupnya.


"Tidak kok Sayang, aku kan hanya masak nasi goreng itupun di bantu banyak pelayan jadi tidak apa-apa, oke!" Dea terus berbicara dengan Keano seakan dunia hanya milik mereka berdua. Sampai lupa jika di tengah-tengah mereka ada seorang jomblowati yang iri melihatnya.

__ADS_1


"Kinan steaknya kok cuma di potong-potong aja, di makan dong" kata Dea, membuyarkan lamunan Kinan yang sedari tadi melihat mereka bermesraan.


Bersambung...


__ADS_2