
Setelah tengah malam Ano terbangun karena BAB, Dea menidurkan Ano lagi dengan cara menyusuinya. Keano ikut terbangun dan sekarang menemani Dea yang sedang menyusui Ano. Keano terbangun karena Dea membohonginya dengan iming-iming ingin mengajaknya berkunjung di kediaman goa Dea.
Keano terus memandangi Dea yang sedang menyusui Ano, lebih tepatnya memandangi kedua balon Dea yang terlihat lebih besar dan menggoda setelah melahirkan.
"Kenapa lihat-lihat? Mau minum susu juga?" Keano yang sedari tadi menahan nafsunya, tiba-tiba ditawari sebuah kenikmatan. Seperti harimau kelaparan dan ada daging didepannya, tinggal makan saja. Pasti langsung dilahap lah, rejeki nomplok tidak datang setiap hari.
Keano mengangguk antusias dengan wajah yang berseri. "Memangnya boleh?" Tanya Keano memastikan. Dea mengangguk menjawab pertanyaan Keano.
"Susunya sama seperti yang Ano minum kan?" Keano masih ragu karena jarang Dea menawari, lebih sering Keano yang meminta. Keano takut Dea akan memberinya susu sapi dalam kemasan seperti yang lalu.
"Iya, memangnya kamu mau susu yang lain? Kalau mau susu yang lain, aku akan mengambilkan susu sap--"
"Aku tidak mau susu yang lain." Keano memotong perkataan Dea dengan semangat yang menggebu.
"Ya sudah, tunggu sampai Ano tidur dengan nyenyak ya?" Sekarang yang Keano doakan adalah agar anaknya segera tidur. Keano setia menunggu Ano yang masih terus menyusu. Demi mendapat jatah dari istrinya, apapun rela Keano lakukan.
"Ano sudah tidur Sayang. Jadi tidak?" Dea membangunkan Keano sambil menepuk tangannya. Keano ketiduran karena terlalu lama menunggu Ano yang menyusu terlalu lama.
Keano tentu langsung bangun dengan mata melonglong. "Jadi! Sini biar Ano aku pindahkan di tempat tidurnya" Keano memindahkan Ano ke ranjang khusus bayi bersama saudara kembarnya.
Sekarang semesta serasa sedang berada di pihak Keano. Keano sudah bersiap-siap meminum susu secara langsung dari pabrik pembuatannya. Setelah kembung minum susu, Keano mendapat tawaran dari Dea untuk berkunjung dalam goanya. Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?
"Kamu sudah siap?" Tanya Keano, Dea mengangguk mengiyakan.
Keano mulai melepas pakaian yang menutupi tubuh mungil istrinya, agar bisa lebih leluasa euy. Keano melepas satu persatu kancing baju Dea, sudah sampai kancing terbawah, kurang satu kancing lagi, Keano bisa minum susu.
__ADS_1
Oek... oek... oek... tangis Ana yang melengking menghentikan Keano yang sedang melepas pakaian Dea. Dea yang mendengar Ana menangis langsung mengancingkan kembali pakaiannya. Karena tangis Ana yang melengking itu, membuat Ano yang baru saja tidur, ikut terbangun dan menangis juga.
"Sayang, kamu gendong Ano. Biar aku yang menyusui Ana." Keano menatap Dea dengan tatapan kosong, rencananya untuk meminum susu dan menikmati setiap inci tubuh istrinya gagal.
"Sayang, Ano nangis!" Sentak Dea yang menyadarkan khayalan Keano yang rencananya akan menikmati tubuh Dea.
Keano mengambil Ano dari ranjang bayi, menggendongnya dan sesekali menyanyikan lagu tidur agar Ano segera tidur dan rencananya mengisi nutrisi segera terlaksana.
Ano sudah kembali tidur, Keano memindahkan Ano ke ranjang bayi. Keano mendekat ke arah istrinya untuk mengecek keadaan. Tapi Ana masih terus menyusu tak berhenti. Bahkan saat Dea ingin melepaskan payudaranya karena merasakan Ana sudah tidak menyusu lagi. Ana akan kembali m*ngeyot payudara Dea.
🌻🌻🌻
Pagi hari merupakan hari yang semangat untuk memulai awal kegiatan bagi semua orang. Tapi bagaimana bagi Keano?
"Sayang kamu sudah bangun?" Dea melihat Keano yang sudah membuka matanya sambil menatapnya tanpa berkedip. Namun, anehnya mata Keano terlihat redup dan lesu seperti bukan mata yang baru bangun tidur.
Dea tersenyum canggung, ia sudah bisa menebak alasan Keano belum tidur. Keano menunggu Ana melepas pu*ing payudara Dea, dan bergantian dengan Keano untuk meminum susu dari pabriknya. Tapi anaknya terlalu maruk sampai tidak memberi kesempatan Keano untuk minum susu.
"Ya sudah tidak papa, sekali-kali anak kita merebut jatah papanya" sekali Dea bilang? Sering kali lebih tepatnya.
Karena pengasuh si kembar belum datang, Dea meminta bantuan Keano untuk mengajak Ano. Dea akan memandikan Ana setelah itu berlanjut memandikan Ano.
Keano menggendong Ano sambil berusaha membuat Ano tertawa. "Apa sayang, Papa tampan? Iya Papa sudah tahu kok. Gimana? Papa baik juga? Bisa saja anak Papa" Ano tertawa dengan guyonan narsis yang dilakukan papanya.
"Ano tampan, Ano anak baik, Ano anaknya Papa Keano yang kaya, kalau besar mau jadi apa? Hemm?"
__ADS_1
"Jadi-jadian Pah" jawab Dea yang baru saja keluar dari kamar mandi, selesai memandikan Ana.
"Anak bayi di ajak ngobrol mana paham Sayang?" Tuturnya sambil memakaikan pakaian pada Ana .
"Pasti paham, kan yang bicara Papa tampan dan kaya, iyakan sayang?" Ano hanya tertawa diajak berbicara papanya, melihat wajah absurt papanya.
Dea menggeleng sambil tersenyum melihat kelakuan suaminya. "Sayang, kamu lepas pakaian Ano ya, Ana sudah mau selesai nih" Keano berdehem membalas perintah Dea. Keano menaruh Ano di ranjangnya, Keano membungkuk menghadap Ano, melepas satu persatu pakaiannya. Termasuk pampersnya.
Cuuurrr.... (anggap aja suara pipis) Ano pipis setelah Keano melepas pampersnya dan alhasil pipis Ano tepat mengenai bagian depan tubuh Keano. Dea seketika langsung tertawa melihat suaminya mendapatkan rejeki nomplok.
"Hahaha Ano pinter banget, tau aja kalau Papa Keano belum mandi. Pakai di mandiin pakai air shower lagi, hahaha" ejek Dea dengan tawa bahagia diatas penderitaan Keano. Sedangkan Keano, kesal, marah bercampur aduk tapi ia tidak bisa meluapkan emosinya pada anaknya. Ano yang belum mengerti apa-apa hanya tertawa memperhatikan papanya.
"Ano kenapa tidak pipis di pampers saja, kenapa pipisnya saat papa sudah lepas pampersnya?! Pipisnya kena badan papa lagi. Kamu mau durhaka sama papa ya? Mau papa kutuk jadi orang kaya?!" Keano memarahi Ano tapi yang di marahi hanya tertawa sambil menggoyang-goyangkan tangannya.
"Ano kebelet pipisnya setelah papa buka pampers, gak waktu pakai pampers. Ano sengaja ngasih surprise untuk papa Ano yang tampan dan kaya. Lagian dapat rejeki nomplok dari Ano harus di syukuri pa" Dea berbicara menirukan suara anak kecil seakan itu suara Ano. Dea kembali tertawa terbahak setelah selesai menjawab semua pertanyaan Keano.
Keano yang tadinya kesal, tiba-tiba tersenyum penuh makna. Melihat Dea yang tertawa timbul ide nakal dalam otaknya. Keano berjalan ke arah Dea secara perlahan agar Dea tak menyadarinya. Lalu memeluknya dengan erat. Baju Keano yang basah terkena pipis Ano tadi, jadi sedikit kering karena sebagian sudah menempel di baju Dea.
"Bagaimana sekarang adil tidak? Papanya dapat, mamanya mesti kebagian juga REJEKI NOMPLOKnya Ano" Keano melepas pelukannya, tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Ihh jorok, jadi kotor kan bajuku!"
"Mandi Sayang biar bersih lagi. Apa mau mandi bareng terus di mandikan oleh suamimu yang tampan dan kaya ini hemm?" Goda Keano.
"Auuu! Hei tunggu aku juga mau ikut mandi" Keano mengaduh kesakitan karena Dea menginjak kakinya sebelum masuk ke kamar mandi bersama Ano. Dan meninggalkannya sendiri bersama Ana.
__ADS_1
Bersambung...