
Kepulangan Dea di sambut hangat oleh Lily, sampai mansionnya di hiasi oleh berbagai dekorasi dan semua hiasan lebih menjuru untuk anak usia lima tahun yang sedang berulang tahun. Dea senang melihat keantusiasan Lily dalam mendekorasi bahkan Dea ingin ikut merayakannya dengan makan, menari dan berbincang-bincang dengan semua orang.
"Selamat Dea sayang, sebentar lagi kamu akan jadi Momud dan Ibu akan jadi Nenek" Lily berkata sembari memeluk erat Dea.
"Apa itu Momud Bu?" Tanya Dea yang melepas pelukannya.
"Mommy muda. Karena kamu kan masih muda"
"Salah ma, Momud itu seharusnya 'Mommy imut dan muda' " sanggahnya yang tidak terima di juluki muda saja karena merasa dirinya masih imut kaya marmut.
"Ya terserah padamu, ibu setuju saja" jawab Lily pasrah.
"Kalo Dea Momud, suami Dea apa Bu?" Tanya Dea, ia penasaran ibu mertuanya memberi julukan apa pada anaknya.
"Emmzz..." Lily memikirkan apa julukan yang pas untuk Keano karena saat Lily memberi julukan pada Dea itu tidak sengaja, keluar begitu saja dari mulutnya.
"BAKPAU aja ma" saran Dea karena Lily terlalu lama memikirkannya. Keano terlihat biasa saja, ia tak menghiraukan julukan yang di berikan istrinya karena menurutnya itu tidak penting. Semua orang senang, di lihat dari singkatannya saja bagus 'BAKPAU', apalagi kepanjangannya.
"Memangnya apa kepanjangan dari BAKPAU?" Tanya Lily yang mewakilkan rasa penasaran semua orang.
"BApaKe maPAn dan gantUeng" seisi ruangan tertawa lepas mendengar penuturan Dea, mereka sudah berusaha menahan tawanya karena takut dengan Keano tapi semakin berusaha di tahan makin keras tawanya.
Keano yang tadinya bereaksi biasa saja dan tidak perduli, menjadi menatap seluruh orang yang menertawai jawaban Dea dengan wajah garangnya. Alhasil, semua orang berhenti tertawa, termasuk Dea. Dea berusaha mengalihkan situasi agar tidak mendapat semburan api Keano yang sudah keliatan dari wajahnya yang merah dan nafasnya yang seperti di kejar Depkoleptor karena menahan emosi.
__ADS_1
"Hai adik ipar jomblo, bagaimana sudah ada yang mau sama kamu belum?" Dea menyapa Reno untuk menghindar dari kemarahan Keano.
"Aku itu single bukan jomblo!" Seru Reno, ia tidak rela di panggil jomblo walau kenyataannya memang ia tidak memiliki kekasih, bukan tidak ada wanita yang mau dengannya. Hanya sangat sulit mendapatkan perhatian dari Reno, di karenakan sifat Reno yang dinginnya Subhanallah. Jadi kebanyakan wanita yang mendekatinya mundur alon-alon.
"Hieleh sama saja! Sama-sama gak ada pasangan kan?"
"Bagaimana keadaan calon adikku sehat kan?" Tanya Reno, ia mengalihkan pembicaraan agar Dea meninggalkan membahas tentang dirinya. Dea mengangguk menjawab pertanyaan adik iparnya.
"Selamat ya kak Deu," ucap Reno sambil merentangkan kedua tangannya, menunggu Dea datang dan memeluknya sebagai pertanda kebahagian akan kehadiran bayi mungil nantinya. Dea masih diam mematung karena takut dengan Keano.
Reno melupakan Keano, suami dari wanita yang ingin ia peluk sedang berada di sisinya dan bersiap untuk mencabut nyawanya. Keano mendekati Reno dengan aura malaikat Izroil, "Sekali lagi kamu berani kamu bersikap seperti itu pada istriku, mati kamu di tanganku!" Keano menatap lekat mata Reno, Reno perlahan menurunkan kedua tangannya yang terlentang.
Keano langsung membawa Dea menuju kamarnya, melewati Reno dan menyenggolnya kasar.
Keano berhenti dan berbalik untuk membalas perkataan Dea, "Kita akan bersenang-senang di kamar. Dan hanya berdua saja" balas Keano dengan santai namun terkesan tegas. Dea menelan ludahnya kasar, pikiran Dea mengira Keano akan mengajaknya berhubungan, mengenai perkataan Keano yang ingin 'bersenang-senang dan berdua saja' di kamar dengannya.
Di kamar, Dea berusaha mencari ide yang cemerlang, agar Keano tidak mengajaknya berhubungan. Dea bertambah gelisah melihat Keano yang sudah membuka kemejanya, nampak dada Keano yang kotak-kotak seperti kotak amal masjid. Dan sialnya, otaknya masih belum memberinya ide. Otaknya tidak mau memberinya ide di saat mendesak seperti sekarang ini. Ingin rasanya Dea mengganti otak tidak tahu dirinya itu, dengan otak yang baru.
Ini semua gara-gara Ipar jomblo, coba saja dia tadi tidak berusaha ingin memelukku. Pasti sekarang aku sedang bersenang-senang di bawah!
Keano dengan langkah kakinya perlahan mendekati Dea dengan wajah penuh teka teki, ingin apa dan tujuannya apa mendekati Dea dengan keadaan telanjang dada.
"Sa-yang, tubuhku masih terasa sedikit sakit, jadi bisakah tidak hari ini kita berhubungan nya ?" Ucapnya terbata. Dea menunduk sambil memainkan jari-jarinya, ia berharap Keano memakluminya dan tidak jadi melakukannya hari ini.
__ADS_1
Tawa Keano memenuhi seluruh ruangan setelah Dea mengatakan hal tersebut, Dea jadi tidak mengerti. Apa yang di tertawaan oleh suaminya? Perasaan di bibirnya tidak ada nasi yang menempel dan di giginya juga tidak ada cabe yang sedang ngumpet. Lantas mengapa Keano terus tertawa tanpa tanda koma?
"Kamu sudah tidak sabar ingin berhubungan denganku ya? Hahaha" Dea tambah tidak mengerti, otak jeniusnya tidak menangkap maksud Keano.
"Bukan begitu Sayang, tapi kamu sendiri yang bilang mau bersenang-senang berdua denganku di kamar dan tiba-tiba kamu datang ke arahku dengan keadaan telanjang dada, seperti ini. Jadi aku kira kamu mau mengajakku berhubungan. Jadi tidak yaa?"
"Pede sekali kamu. Aku membuka kemejaku karena aku merasa kepanasan, bukan karena ingin berhubungan denganmu!" Napas Dea keluar dengan tenang dan senang mendengar penjelan Keano. Keano mendengar penjelasan dari Dokter, jika kandungan di usia muda tidak boleh berhubungan se*s dulu. Karena kandungan yang usianya baru beberapa minggu rentan keguguran jika di paksakan berhubungan. Keano tidak mau kehilangan bayinya hanya untuk memenuhi nafsunya. Ia memutuskan nanti saja berhubungan dengan Dea saat ujian kandungannya sudah tidak rentan akan keguguran.
"Lalu maksud kamu dari bersenang-senang berdua di kamar saja, apa?" Tanya Dea penasaran.
"Kemari, aku akan memperlihatkan video yang akan membuatmu senang sampai kamu akan terbayang ke alam mimpimu" Keano mengajak Dea duduk di sofa.
"Ayo Sayang kita nonton film seharian" ucapnya dengan antusias senangnya.
"Yakin ingin menonton seharian?" Tanya Keano menyakinkan. Padahal Dea belum tahu film apa yang akan Keano perlihatkan nantinya.
Dea mengangguk berulang kali, "Iya Sayang"
Keano tersenyum penuh arti mendengar jawaban Dea. Keano membuka dan menyalakan laptopnya. Dengan senang hati, jiwa serta raga, Dea memperhatikam Keano dengan seksama karena menurutnya Keano akan memperlihatkan film India kesukaannya berjudul 'Puttaran'.
Saat Keano mulai memutar videonya, bukannya wajah gembira yang terpancar bak matahari di pagi hari yang ada di wajah Dea, melainkan wajah malu dan geli sendiri.
Bersambung...
__ADS_1