Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
42. MANDI BERSAMA


__ADS_3

'Aiya ya bang jali suka jablay, aiya ya bang jali suka jablay' suara telpon Dea berbunyi, Keano terbangun dari tidurnya karena mendengar nada telpon Dea.


"Angkat ponselmu, ada yang menelponmu" ucap Keano setengah sadar pada Dea, tapi Dea tidak meresponnya bahkan tambah nyenyak tidurnya sampai mengorok pula.


Keano terpaksa bangun dan mengangkat ponselnya, "Halo ini siapa?" tanya Keano, karena ia langsung mengangkat ponselnya tanpa melihat terlebih dulu siapa yang menelpon istrinya.


"Ehh halo nak Keano, Dea masih tidur ya?" ucap Dena dengan lembut, padahal aslinya ia ingin marah-marah pada Dea karena sudah lama tidak berkunjung ke rumahnya.


"Benar bu, bagaimana ibu bisa tahu?" tanya Keano karena ia tidak memberitahukannya pada Dena jika Dea masih tidur.


"Telinga ibu masih normal, ibu mendengar suara ngoroknya Dea. Sekarang arahkan ponselnya ke telinganya" perintah Dena.


Keano menuruti perintah ibu mertuanya, "Deaaaa" teriak Dena sangat kencang membuat Dea langsung bangun dari tidurnya.


Dea bengong sambil memegang telinganya karena merasa selaput gendangnya hampir pecah karena suara ibunya, "Ibu, mengapa ibu selalu mengganggu tidurku, ibu tahu telingaku hampir budeg karena mendengar suara ibu yang mirip dengan suara gledek itu."


"Hei anak durhaka, beraninya kamu meledek suaraku yang mirip dengan Raisa, kamu mau namamu ibu coret dari KK?" ancam Dena.


"Coret saja, kan memang aku sudah berkeluarga jadi aku sudah memiliki KK sendiri jadi kalo ibu mau mencoretku, aku tidak masalah" ucap Dea dengan santainya.


"Kalau begitu kamu akan ku kutuk jadi kurcaci" ancam Dena lagi.


"Kutuk saja, dimana-mana jika seorang ibu jika ingin mengutuk anaknya ibunya harus di depan anaknya kalau jarak jauh seperti ini tidak bisa, jadi ibu tidak bisa mengutukku" ucap Dea yang langsung mematikan ponselnya, ia tahu ibunya pasti akan mengamuk maka dari itu Dea langsung mematikan ponselnya.


"Hei, beraninya kamu mamatikan telponnya, dasar anak kurcaci" ucap Dena yang emosi.


"Memang begitu yaa, jika mengutuk dari jarak jauh tidak bisa, ahh aku cari saja di mbah Grogol pasti ada jawabannya" ucap Dena yang penasaran dan akhirnya mencari di mbah Grogol tapi tidak ada satupun artikelnya.


***


Dea mematikan ponselnya saat ibunya sedang marah-marah, saat itulah Dea melihat Keano sudah selesai mandi dan keluar dengan mengenakan handuk saja"


Wahh kalau setiap hari melihat pemandangan begini setiap pagi mataku gak bakalan minus tapi plus plus. batinnya sambil melongo melihat tubuh Keano.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu mandi terlebih dulu?"


tanya Dea yang telah tersadar dari lamunannya.


"Memangnya apa urusanmu" ucap Keano.


"Aku kan ingin mandi bersamamu" ucapnya tanpa sadar setelah melihat tubuh Keano yang kotak-kotak seperti artis favoritnya Salman Khan.


"Ehh... bukan Sayang bukan itu maksudku, maksudnya aku kan bisa memandikanmu seperti biasanya" ucapnya sambil tersenyum agar Keano yakin dengan ucapannya.


Kenapa mulutku lancang sekali, belum juga aku mengijinkannya berbicara tapi mulutku ini sudah berbicara terlebih dulu, dasar mulut tidak tahu di untung, awas saja nanti tidak akan aku beri makan kamu.


Keano mendekat ke arah Dea, "Benarkah kamu ingin mandi bersamaku?" tanya Keano tepat di depan wajah Dea.


Seketika Dea seperti terhipnotis dengan suara dan wajah Keano hingga membuatnya dalam masalah, "Iyaa" jawab Dea.


Apa yang aku katakan tadi.


"Bukan Sayang, mulutku ini belum aku berikan SIMM, jadi tidak tau aturannya saat harus berbicara atau saat harus diam" ucap Dea yang merasa khawatir.


"Kamu pikir mulut itu kendaraan yang juga sama mempunyai SIM ha, sekarang aku sebagai seorang suami yang baik akan menuruti keinginanmu untuk mandi bersamaku" ucapnya yang mendekat ke arah Dea.


"Kamu ketinggalan berita berarti Sayang, aku lihat di grup sosmed ku bahwa sekarang mulut itu ada SIM nya, memang sama-sama SIM tapi beda singkatannya.


Kalo SIM mu kan Surat Ijin Mengemudi kalo SIMM ku M nya ada dua singkatannya Surat Ijin Mengoceh dan Menyrocosss" jelas Dea dengan fasih, yang mencari-cari alasan agar selamat dari Keano.


"Kamu pikir aku bodoh apa?" ucap Keano yang merasa di bohongi oleh Dea.


"Aku bicara sejujurnya Sayang, sungguh" ucap Dea dengan wajah melas.


Tapi Keano tidak mengasihi Dea saat Dea menunjukkan wajah melasnya, Keano langsung menggendong Dea di pundaknya, Dea berusaha berontak dengan memukul punggung Keano tapi pukulan Dea seperti sebuah pijitan bagi Keano, tidak terasa sama sekali.


"Sayang kamu kan sudah mandi tadi kalo kamu mandi lagi kamu bisa masuk angin dan kalo kamu masuk angin nanti aku akan kerokin punggungmu kalo aku kerokin punggungmu tubuhmu tidak akan terlihat sempurna lagi" ucap Dea tanpa titik koma di atas pundak Keano, tapi Keano tidak mendengarkan ocehan Dea dan tetap menggendongnya ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Keano membuka pintu kamar mandinya dan 'Byurr' Keano menjeburkan Dea di dalam Bathub, karena Dea kecil dan imut seperti marmut dan Bathub Keano ukurannya besar, Dea tenggelam di dalam Bathub tersebut.


"Hahh..." ucap Dea sambil menyentuh wajahnya dengan tangannya agar tidak kelagepan.


"Sayang, tolong maafkan mulutku yang belum aku berikan SIMM ini aku akan memberinya hukuman dengan tidak memberinya makan tapi tolong bebaskan aku" ucap Dea yang memelas tapi itu membuatnya terlihat tambah imut di mata Keano hingga membuat Keano tidak sabar lagi untuk mandi bersama dengan Dea.


"Cepat buka bajumu, aku akan memandikanmu nanti bergantian kamu kamu memandikanku" ucap Keano.


"Tapi Sayang, tubuhku cungkring aku tidak mau menodai matamu dengan melihat tubuhku" ucap Dea.


"Buka atau aku yang membukanya" sentak Keano hingga membuat Dea pasrah dan akhirnya membuka semua bajunya, tapi Dea membuka bajunya di dalam air jadi hanya kepalanya saja yang ada di darat untuk bernafas karena airnya terdapat banyak sabun membuat tubuhnya yang polos tanpa sedikit benang itupun tidak terlalu terlihat oleh Keano.


Keano menggosok tubuh Dea menggunakan sabun dengan sangat telaten, dan saat keramas pun Keano ingin mengeramasi Dea tapi Dea menolak dan Keano memaksa, sudah bisa di tebak siapa yang bakal menang, siapa lagi kalo bukan Keano.


"Tidak usah Sayang, aku bisa keramas sendiri kok" tolak Dea halus.


"Diamlah, mengerti!" ucap Keano dan Dea hanya bisa mengangguk lemah.


"Mengapa rambutmu bau sekali" sambil mencium rambut Dea.


Maka dari itu timbulah sampo untuk keramas agar rambutku menjadi wangi.


"Rambutmu juga banyak kutunya, menjijikkan" ucap Keano bohong yang membuat Dea kaget.


"Yang benar Sayang, dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah punya kutu tapi mengapa saat aku tinggal dan tidur bersamamu jadi punya kutu ya" ucap Dea dengan heran.


"Jadi maksudmu aku yang awalnya memiliki kutu begitu?" tanya Keano dengan tatapan tajam.


"Tidak Sayang, yang benar saja masa suamiku punya kutu. Mungkin aku tidak tahu jika aku punya kutu dan baru menyadarinya sekarang hehehe" ucap Dea yang mengalah karena tidak ingin Keano marah.


💙💙💙Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.


Aku baru saja buat novel baru judulnya"Menikahi Om CEO Tampan" jangan lupa mampir yup siapa tahu hati kakak kecantol dengan ceritaku itu, eak eak.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.


Terima kasih dan jumpa lagii bayyy💙💙💙


__ADS_2