
Flashback
Perasaan Keano tak enak, pikirannya terus tertuju pada istri dan calon bayinya. Perutnya terasa sakit, kepalanya pusing rasanya ingin pingsan tapi Keano berusaha kuat untuk menahannya.
"Berhenti!" Perintah Keano pada Nando, asistennya.
"Apa ada yang tertinggal tuan?"
"Tidak ada. Kamu urus semua pekerjaan yang ada di luar negeri dulu. Kamu urus yang ringan, sesuai dengan kapasitas otakmu. Saya tidak bisa pergi sekarang, mungkin besok saya akan menyusulmu" Nando heran, apa yang menjadi alasan tuan mudanya membatalkan rencananya? Ingin bertanya, takut di marahi dan di anggap lancang. Padahal sudah sampai di bandara, tinggal naik pesawat langsung berangkat.
Sebelum Nando menjawab perkataan Keano, Keano sudah langsung menyuruh Nando turun sedangkan Keano mengendarai mobilnya sendiri. Keano mengendarai mobilnya dengan kondisi kepala pusing dan perut yang juga sakit.
"Kalian semua tidak ada guananya!" Sentak Keano, saat tiba di mansionnya, dan Dea istrinya tidak ada. Dan pelayannya mengatakan jika Dea baru saja dibawa Lily ke rumah sakit. Karena Dea pingsan dalam keadaan pendarahan. Keano yang mendengar berita tersebut, langsung menuju rumah sakit yang di oleh katakan pelayannya. Menggunakan motornya, jika Keano pergi menggunakan mobil, dia tidak akan sampai di rumah sakit tepat waktu. Keano sebenarnya ingin memberi hukuman pada semua pelayannya, karena di anggap tidak becus menjaga Dea. Dalam beberapa jam saja Dea sudah pingsan dan di bawa ke rumah sakit. Untung saja rasa khawatirnya terhadap Dea sekarang lebih mendominasinya daripada rasa kekesalannya.
🌻🌻🌻
Tuhan memang tahu yang terbaik untuk para hambanya. Kita minta A tapi Tuhan menggantinya dengan AB. Kita mungkin akan terluka karena menganggap Tuhan tak mengabulkan keinginan kita. Namun, percayalah Tuhan akan mengganti keinginanmu dengan suatu hal yang lebih indah.
Dea yang awalnya merasa Tuhan tak adil kepadanya karena memberinya ujian bertubi-tubi yang satu saja belum tentu Dea bisa lalui, tak mengabulkan doanya. Tapi, setelahnya Dea mendapat kebahagiaan yang membuatnya serasa menjadi manusia paling bahagia di muka bumi. Dari anaknya yang terlahir dengan selamat dan sehat serta Keano yang datang, menemaninya berjuang.
Dea sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter, jadi sekarang Dea tidak lagi merasakan bau obat-obatan rumah sakit yang selalu berhasil membuatnya pusing. Semua orang sudah berkumpul menanti kehadiran baby kembar. Mulai dari kedua orang tua Dea, sahabat Dea serta teman-temannya yang tidak lain adalah pelayan mansion, menyambut kedatangan Dea dan kedua bayi mungilnya dengan gembira.
"Hei Evana bangun! Ada banyak orang yang lihat juga, tidur terus. Mana tidurnya sok cantii lagi"' Reno berusaha membangunkan Evana dengan cara meneriaki nama Evana sambil menowel-nowel pipinya yang cubby. Evana tetap tidur dengan nyenyak tidak menangis dengan gangguan yang dilakukan Reno. Sesekali hanya menggeliat saja.
__ADS_1
"Evana baru saja selesai minum ASI langsung tidur" Keano menggendong Evana sambil menjawab perkataan Reno dengan datar. Menurutnya Reno terlalu banyak omong, lebih pantas menjadi seorang wanita ketimbang pria.
"Seperti emaknya, banyak makan setelah kenyang tidur hahaha. Wahh tampan sekali keponakan om, pasti nurun dari om Reno ya? Kamu beruntung punya Om seperti om Reno, baik, karismatik dan idaman wanita." Reno beralih mengajak bicara Evano setelah berusaha mengganggu Evana tapi gagal. Reno berada tepat di atas muka Evano, yang sedang berada di gendongan Dea, sambil menampilkan senyum yang paling manis menurutnya, agar Evano tertawa. Bukannya tertawa Evano malah mengepalkan tangannya dan meninju wajah Reno. Memang tidak terasa sakit tapi malunya sampai urat nadi.
Semua orang tertawa, menertawakan kesialan yang di alami Reno. Sedangkan dalam hatinya, Reno mengutuk keponakan yang masih bayi tapi tidak mencerminkan sikap seorang bayi pada umumnya. "Makanya jangan memamerkan wajah KKM mu pada Ano. Ibaratnya tuh kamu pamer piala lomba tingkat RT mu pada seseorang yang memenangkan lomba tingkat nasional" ejek Dea.
"Kecil-kecil udah jadi psikopat, niru siapa kamu?!"
"Gak penting niru siapa sifat Ano. Yang penting tidak meniru sifat darimu saja, jomblo berkarat!" Reno langsung diam, tak berani berkata lagi. Takut tambah di hina lagi dirinya. Karena hinaan kakak iparnya benar adanya.
Acara penyambutan Evano dan Evana sudah selesai, kini keduanya sudah diam dan tidur di tempat tidur mereka masing-masing dengan tenang. Setelah lama tidak berhubungan, kini saatnya Keano meminta haknya. Berbagai kode Keano keluarkan, berharap Dea paham dan tanpa pikir panjang segera memulai permainan yang mengasyikkan.
"Deu, Ano dan Ana sudah tidur, kita mulai bermain sekarang atau nanti?" Keano memberi kode Dea yang sudah mulai mengantuk karena seharian mengurus Ano dan Ana.
"Deu, Deu?" Dea melirik serta memanggil Keano. Tak ada tanggapan dari Keano, Dea hanya mendengar dengkuran lembut suaminya.
Mau tidak mau Keano harus tidur tanpa adanya pembukaan terlebih dahulu. Harus berapa lama lagi Keano menahan hasrat untuk tidak menyentuh tubuh mungil istrinya. Mungil? Namun, selalu berhasil membuat jiwa kelelakian Keano menegang tidak karuan.
Sudah menjadi kebiasaan sebelum tidur Keano mencium seluruh wajah Dea. Dan sekarang, Ano dan Ana juga mendapat jatah menyentuh bibir papanya yang seksi.
Oek... oek... oek... di tengah malam yang sunyi dan sepi, suara tangis Ano mengubahnya. Jangan tanya Keano, ia masih terlelap menjelajah ke alam mimpinya. Ana juga, bayi mungil itu sama sekali tidak terganggu dengan tangis abangnya, padahal mereka tidur bersebelahan.
__ADS_1
"Sayang, Evano nangis, coba kamu cek sana" Dea terbangun, ia berusaha membangunkan Keano dengan menggoyangkan tubuh kekarnya, agar Keano mengecek keadaan Ano.
"Kamu saja Sayang," tolak Keano dengan nada berat karena tubuhnya terasa capek dan masih sangat ngantuk.
Mendengar penolakan suaminya, Dea akhirnya bangun. Demi anaknya, daripada Ano menangis semalaman? Menunggu Keano bangun untuk mengurusnya. Dea mengecek kondisi Ano, ternyata Ano menangis karena Ano sedang BAB.
"Duh Ano sayang, emasmu banyak banget, sampai berserakan kemana-mana." Ano hanya tertawa melihat wajah kesal bercampur gemas mamanya. " Mana ketawa, Mommy lagi gak ngelawak Ano. Dasar bapak kualat, anaknya nangis kencang bukannya bangun terus nenangin. Malah tidur terus, mana ngorok pula" Dea berceloteh geram, apalagi saat melirik Keano yang sedang tertidur pulas. Seperti ada rasa tidak terima dalam hatinya.
"Sayang" panggil Dea.
"Apa?!" Keano menjawab dengan malas, dengan keadaan mata masih tertutup rapat.
"Main ke rumahku yuk?" Bisik Dea, nada menggoda masuk dalam telinga Keano. Keano yang tadinya merem, seketika matanya langsung terang seterang lampu neon.
"Ayo! Iiihhhh" Keano langsung semangat menyahut ajakan Dea. Tapi, saat Keano bangun, di depannya sudah ada pampers gentayangan dengan emas yang berceceran di dalamnya.
Ya, Dea memegangi pampers bekas BAB Ano, pas di depan muka Keano. Dea tertawa terpingkal, puas dengan perbuatan usilnya pada Keano.
"Jorok sekali kamu" ucapnya, sambil membuang pampers bekas Ano ke tempat sampah, pemberian dari Dea.
"Suruh siapa tidak membantu istri ngurus anak. Kalau ngebuat aja semangatnya gak ketulungan. Udah jadi, gak mau ikut ngerawat!" Keano hanya diam menerima semua keluh kesah istrinya, karena semua itu kenyataan sebenarnya.
Bersambung...
__ADS_1