Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
61. PULANG


__ADS_3

Jika kau pergi meninggalkan luka


Maka lukamu itu aku terima,


Asal setelah itu aku bisa melihatmu bahagia


Meski bukan aku penyebab utamanya


🍃🍃🍃🍃🍃


Keano kembali ke Indonesia karena ada pekerjaan penting yang tidak bisa Ken tangani dan mesti Keano ambil alih. Dua hari Keano dan Dea berada Jepang, dan sekalipun ia tidak pernah berhubungan dengan Dea.


Jika ia ingin mengajak Dea berhubungan ada saja hal aneh yang terjadi pada Dea, muntahlah, pusinglah, baunya aneh dan masih banyak lagi tapi, setelah Keano mengiyakan tidak berhubungan. Keanehan Dea langsung sembuh seketika. Keano ingin memilih tidak percaya dengan semua keanehan Dea dan memaksa Dea berhubungan dengannya.


Tapi, saat melihat wajah Dea, Keano merasa iba, kasihan dan yakin jika Dea benar-benar sakit. Galau, lemas, kisut dan mengkerut sudah buwung Keano. Dua hari tidak di beri asupan gizi.


Kedua sepasang suami istri ini sudah berada pesawat untuk kembali pulang. Sebelum mereka kembali ke Indonesia, Dea mengajak Keano ke pusat oleh-oleh. Untuk di jadikannya buah tangan.


"Kamu tidak mabuk lagi?" Tanya Keano. Ia melihat keadaan Dea baik tidak seperti kemarin saat berangkat.


"Tidak Sayang, aku baik kok. Mungkin kemarin jiwa misqueenku sedang kambuh jadi naik pesawat saja langsung mabuk deh. Hehehe" Keano tersenyum dan mengacak-acak rambut Dea menanggapi jawaban istri mungilnya. Keano senang karena Dea tidak mual dan pusing lagi seperti kemarin saat berangkat.


"Sayang, sebelum ke mansion kita ke rumah orang tuaku ya. Aku sudah kangen sekali dengan mereka. Sekalian juga ngasih oleh-oleh juga" pinta Dea. Dea meminta sesuatu, maka terlewat rencana licik di pikiran Keano. Bisikan setan membisiki telinga Keano, berbagai rencana licik sudah memuhi pikiran Keano. Keano tinggal memilih ingin menjalankan rencana yang mana.


"Baik... Tapi ada syaratnya" balas Keano. Dea sudah menduga, jika ia meminta sesuatu kepada Keano. Maka sudah di pastikan, Keano akan meminta imbalan. Dan Dea yakin imbalan Keano berbau kemesuman.

__ADS_1


"Sayang, kata guru ngajiku. 'Jika kita membantu orang itu jangan mengharap apalagi meminta imbalan, nanti Tuhan pasti akan ngebalas semua jasa kita dengan sendirinya, lebih banyak dari yang kamu bayangkan' "jelas Dea yang menirukan gaya suara guru ngajinya dulu. Dea berusaha memberi pencerahan pada Keano agar Keano tak lagi meminta imbalam darinya, saat ia membutuhkan bantuannya. Dan juga agar ia bisa selamat dari kemesuman suaminya itu.


"Aku ingin imbalan langsung setelah aku membatu orang saat itu juga. Enak sekali hidupmu, kamu yang minta bantuanku, Tuhan yang kamu suruh membalasnya" jawab Keano sinis. Dan Dea langsung lemah, saat mendengar penyataan Keano yang memang benar juga. Memang jika dalam urusan debat dengan Keano, Dea yang selalu kalah.


"Yaa baiklah. Apa syaratnya?" Ucap Dea dengan pasrah. Karena tidak ada pilihan lain selain menuruti Keano.


"Cium aku!" Katanya dengan lantang tanpa rasa malu sedikitpun. Padahal di sekitarnya ada beberapa Pramugari yang setiap saat siap melayani kebutuhan mereka.


Dea rasanya ingin melompat dari jendela pesawat sekarang juga, ia tidak tahu harus menaruh wajah imutnya dimana. Pokoknya yang ia butuhkan sekarang adalah kresek hitam untuk menutupi wajahnya.


"Sayang, ciumnya nanti saja saat di rumah. Aku dobelin tiga kali lipat deh" bisik Dea di telinga Keano. Membuat Keano yang sudah dua hari libur menjadi terang*ang. Keano ingin menghabisi Dea sekarang juga karena sudah membuat buwung Keano menegang seperti mau di suruh maju menjawab soal matematika.


Tapi, akal dan rasa malunya masih ada. Masa, hanya karena nafsu ia berhubungan di hadapan banyak orang? Lagipula mana rela Keano memperlihatkan tubuh molek Dea di hadapan orang lain. Walaupun itu juga seorang wanita yang sama gendernya dengan Dea.


"Tidak ada penolakan! Jika kamu ingin kita mampir ke rumah orang tuamu, maka lakukan sekarang! Jika tidak, ya sudah"


Sungguh, Dea sudah membuat kesabaran dan nafsu yang sudah Keano tahan menjadi jebol, "Diam!," Keano berteriak agar Dea menjauh dari sisinya. Dea menjauh sebab takut dengan wajah bak singa kelaparan yang ada di hadapannya.


"Baiklah. Sepuluh kali. Dan jangan terlalu dekat denganku!" Dea kaget, karena ia menawarkan ciuman sejumlah enam kali mengapa Keano menyebutnya sepuluh. Itu namanya korupsi, bukan?


"Sayang, aku 'kan hanya menawarkan enam kali ciuman saja. Mengapa kamu menyebut sepuluh" lagi-lagi Dea mendekat dan berbisik di telinga Keano.


"Karena kau sudah membuat aku gila!


Dan aku bilang menjauh dariku dan jangan berbisik di telingaku lagi!" Keano memberi peringatan yang ke banyak kali pada Dea.

__ADS_1


Dea kesal, ia langsung menjauh dari sisi Keano bahkan ia sampai pindah kursi. Apa maksudnya membuatnya gila? Dan lagi, tadi secara paksa Keano minta ci*man kepada Dea. Tapi, sekarang Keano malah menyuruhnya menjauh darinya dan tidak boleh berbisik kepadanya.Ya sudah, sekalian pindah kursi saja.


Dea itu masih punya banyak malu, jadi, ia berbicara pelan mengenai sebuah ci*man. Bukan seperti Keano yang dengan suara lantang memintanya menc*umnya.


"Hei aku menyuruhmu menjauh sedikit dari sisiku. Bukan pindah tempat duduk. Kembali!"


Dea tidak menengok ke arah Keano, dengan kesal dan kedua tangan melipat di dada "Tidak mau! Namanya saja jauh berarti ya harus berjauhan bukan sedikit. Sedikit, memangnya makan brownis, apa!' balas Dea ketus.


"Ya ampun, kumat lagi" gumam Keano. Keano mengalah, ia mendekati Dea dan duduk di sampingnya. Keano membujuk Dea dengan cara meminta maaf padanya. Dan menyetujui keinginannya untuo mengunjungi orang tuanya. Dan berhasil, Dea tidak marah lagi kepadanya.


Sweet sekali tuan Keano, ternyata cover wajah kejamnya itu tidak sama dengan hatinya. Dia begitu perhatian kepada istrinya bahkan mau menurunkan harga dirinya untuk meminta maaf pada nona Dea. batin salah satu Pramugari yang bermimpi kelak akan memiliki suami seperti Keano.


🌻🌻🌻


"Ibu... bapak..." Dea berteriak memanggil kedua orang tuanya. Ia langsung masuk tanpa menunggu tuan rumah membukakannya.


Dena dan Rifa'i terkejut, karena Dea datang di saat Rifa'i sedang menangis karena menonton sinetron 'Suara Hati Suami'. Menceritakan tentang seorang suami yang sering tidak di beri jatah oleh istrinya dan di suruh tidur di luar karena ingin memaksa meminta haknya sebagai seorang suami.


"Ehh bapak kok nangis sih. Ibu KDRT ke bapak ya? Ibu jahat! Dulu Dea yang sering di KDRT in ibu. Dan saat Dea sudah pergi, berganti ke bapak" Dea memarahi ibunya, ia mengira bapaknya bersedih karena di siksa oleh ibunya.


Plakk... Dena memukul lengan Dea cukup keras karena menuduhnya sembarangan. Dea meringis kesakitan dan mengelus-elus bekas pukulan ibunya, "Ibu kok malah mukul Dea sih?!"


"Itu karena kamu bicara sembarang. Mana ada seorang istri berani memukul suaminya yang ada itu sebaliknya" balas Dena dengan ketus.


"Ada. Ibu contohnya" ucap Dea tanpa berdosa sedikitpun. Dena sekali lagi ingin memukul lengan Dea yang satunya tapi Dena hentikan, karena melihat kedatangan Keano.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2