
Dea di suruh seharian di mansion dan sialnya hari ini Dea mesti senam ala-ala ibu hamil. Dea sebenarnya tidak suka olahraga karena dulu ia tidak minat dengan pelajaran penjaskes, karena pelajaran penjaskes itu buang tenaga dan keringat, udah gitu gurunya tua, perutnya buncit, kepala botak dan kumisnya lebat, kinclong dan melengkung kaya abis di shamponin. Gak sesuailah kalo jadi guru penjaskes. Menurutnya, untuk apa olahraga orang tubuhnya juga udah kecil apa yang mau di kecilin lagi?
Tapi Keano memaksanya dan jika Dea menolak, maka Dea harus mau setiap pagi olahraga senam di ranjang bersama Keano sebagai gantinya. Dea tentu langsung menolak pilihan kedua Keano, lebih baik senam bersama pelatih asli bukan pria mesum bergedok pelatih seperti Keano.
"Ini di minum susunya" Keano memberikan Dea susu khusus ibu hamil rasa coklat, sesuai dengan favoritnya.
"Kamu saja yang minum Sayang. Aku gak suka rasa coklat, aku maunya rasa sapi saja" tolak Dea. Emang ada ya susu bumil rasa sapi? Di kira bakso apa? Pake ada rasa sapi segala.
"Inikan susu untuk ibu hamil, masa aku minum. Ayo di minum, nanti aku akan turuti semua permintaan kamu" bujuk Keano agar Dea mau meminum susunya.
"Bener?" Tanyanya menyakinkan. Keano mengangguk menjawab pertanyaan Dea. Dea dengan semangat mengambil gelas yang ada di tangan Keano dan menghabiskan susunya sampai tak tersisa.
Keano mengelap bibir atas Dea dengan tangannya secara lembut karena terdapat susu yang menempel membentuk seperti kumis di atas bibir Dea, "Nanti siang jangan lupa makan dan minum susunya lagi, mengerti?" Katanya yang menunduk, menatap wajah Dea yang tingginya hanya sebatas dadanya.
"Baik tuan muda, perintah anda akan saya lakukan" Dea meniru gaya pengawal Keano dengan wajah datar tanpa ekspresi. Keano hanya mengacak rambut Dea.
Dea mencium punggung tangan Keano saat Keano hendak pergi ke kantor, "Jangan tidur lagi, ingat pagi ini kamu harus olahraga untuk ibu hamil" Keano terus berusaha mengingatkan Dea.
"Iyaaa," jawab Dea dengan malas. Keano akhirnya benar-benar pergi setelah memberi banyak petuah pada Dea.
__ADS_1
Akhirnya Dea bisa bebas melakukan apa saja, karena Keano suami posesifnya sudah pergi dari hadapannya. Dea duduk di depan tv menonton kartun Masha and the Crocodile, sambil membawa beberapa snack di tangannya. Baru saja harinya damai sejahtera, tiba-tiba datang seorang pria tapi seperti bukan pria, lebih ke arah pria jadi-jadian atau banci.
"Hei jangan makan snack nona, itu tidak baik untuk ibu hamil. Ayo lebih baik kita senam biar anak nona nanti cantik seperti eike" ucap Jono dengan gaya khasnya seperti banci Tailand, pelatih senam Dea. Jono tiba-tiba datang seperti jailangkung, Jono membuang snack yang sedang Dea makan ke lantai, Dea langsung berdiri dan memarahi pria tulen tersebut.
"Idihh amit-amit jabang baby, jangan sampai anakku mirip dengan pria jadi-jadian sepertimu.
Kamu siapa? Dateng kaya jalangkung tiba-tiba narik tanganku lagi. Kamu pikir aku kekasihmu apa!" Dea melepas genggaman tangan Jono secara paksa.
"Iiihh enggak dong, eike masih normal nona, masa pacaran sama sesama jenis," Dea bingung sendiri, sesama perempuan darimana? Orang jelas-jelas dia itu pria, dadanya saja rata, pinggulnya gak ada seksi-seksinya cuma mukanya dempulannya tebel bener, alis kaya Sincan, bibir udah kaya abis nyesep darah dan bulu matanya itu tebalnya ngalahin kamus bahasa inggris woy.
"Oh iya nona, nama eike Jini. Eike pelatih senam nona. Yang bakal bikin nona dan calon bayi nona sehat sampe dapat surat wasiat" Jono mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat dengan tangan Dea.
Keano sengaja memilih pelatih senam yang modelnya seperti Jono karena Keano sudah tahu rencana busuk berisikan belatung Dea. Jika seorang pria asli, itu tidak akan pernah terjadi, mengingat sifat posesifnya Keano dan jika seorang wanita, Dea akan berusaha membuatnya merasa tidak betah dan akhirnya mengundurkan diri. Makanya Keano memilih Jono, sebab Dea akan merasa risih karena Jono pasti akan terus memaksanya dengan bahasa bancinya jika Dea malas-malasan dan tidak mau senam.
"Ah nona jangan begitu memandang eikenya, eike tahu kalo eike cantik dari brojolnya" katanya sambil melambaikan tangannya dengan lembeknya.
Dea masih menatap Jono dengan tatapan sulit di diterjemahkan, melihat Dea bengong, Jono langsung menggandeng tangan Dea, "Hei lepaskan! Main tarik-tarik aja, kamu kira aku tali tambang! Aku bisa jalan sendiri"
🌻🌻🌻
__ADS_1
"Gimana tadi senamnya menyenangkan tidak?" Tanya Keano pada Dea.
"Sayang, ganti dong pelatih senamnya. Jangan yang kaya Jono modelnya, memang kamu mau anak kita nanti Sawan karena lihat wajah jadi-jadiannya. Pilihkan pelatih yang ganteng kaya Lee Min Ho saja, biar nanti anak kita gantengnya nular kaya Lee. Juga supaya aku semangat senamnya, terus anak kita sehat deh, ya?" Pintanya sambil menunjukkan puppy eyes nya. Bukannya kasihan dan mengabulkan permintaan Dea, Keano justru menatap Dea tajam setajam Silet.
"Tidak! Pokoknya kamu harus di latih oleh pelatih senam yang aku pilihkan. Tanpa mengganti pelatihnya pun, anak kita akan tetap tampan karena dia keturunanku!" Keano tidak rela Dea mengidam-idamkan pria lain meski itu hanya sebuah rasa kegamuman sebatas seorang fans pada idolanya. Untuk apa mengagumi pria lain kalau suaminya sendiri saja sudah tampan maksimal.
Dea yang tadinya menampakkan wajah memelas seperti wajah seorang pengemis yang tidak di beri sumbangan menjadi kesal dan marah, "Ya sudah, kalo begitu jangan harap aku besok mau senam lagi!" Dea berjalan dengan cepat ke arah kamar mandi.
Jderr... Dea menutup pintu kamar mandi dengan keras karena kesal dengan penolakan Keano.
Keano yang masih duduk di ranjang, Keano kaget saat Dea menutup pintu kamar mandi dengan keras, Keano membiarkan Dea menyendiri terlebih dahulu, karena jika sedang marah seperti ini percuma membujuk Dea. Malah nanti jadi tambah marah dan bertambah lagi level kesulitan membujuknya. Apalagi saat mulai hamil Dea jadi tambah sensitif, susah di bujuk saat sedang marah, Keano akan membujuk Dea nanti saat suasana hatinya sudah agak adem, ayem, tentrem.
Argghhh... Keano mendengar suara teriakan Dea dari dalam kamar mandi, Keano yang tadinya duduk di atas ranjang menunggu Dea keluar dari kamar mandi karena ingin membujuknya. Berlari dan memegang knop pintu, tapi ternyata pintunya terkunci dari dalam.
"Deu kamu tidak apa kan? Deu!" Keano menggedor-gedor pintu sambil memanggil nama Dea, untuk memastikan jika Dea tidak apa-apa. Tapi tidak ada jawaban satu kata pun dari Dea.
Jder... jdor... magedublak... Akhirnya Keano mendobrak pintu kamar mandi, Keano kaget dan syok saat melihat keadaan Dea.
Bersambung...
__ADS_1