Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
51. KEDATANGAN MBAK TARZAN


__ADS_3

Hari minggu adalah hari dimana semua orang beristirahat, baik orang yang bekerja maupun siswa yang bersekolah, hari yang di nanti-nanti oleh semua orang.


Haahh... Dea menguap dan terbangun dari tidurnya dengan posisi di peluk di dada Keano.


Heemm, sedang tidur saja tubuhnya wangi sekali apalagi jika saat sudah mandi. batin Dea yang mencium bau tubuh Keano.


Dea ingin beranjak dari kasurnya, namun Keano menahan tangannya, "Kembali tidur!" perintah Keano dengan mata yang masih terpejam.


"Dia nglindur atau mimpi ya?" ucap Dea yang bingung karena melihat Keano berbicara namun matanya masih terpejam.


"Oh ya ampun!" kata Dea yang kaget melihat mata Keano yang melotot ke arahnya.


"Kau yaa, sudah aku bilang tidur lagi, cepat berbaring!" ucapnya sekali lagi pada Dea dengan tatapan tajamnya.


"Tapi Sayang ini sudah pagi, memangnya kamu tidak bekerja hem?"


" Tidak!"


"Kenapa?" tanyanya dengan polosnya.


"Ini hari minggu, jadi untuk apa aku bekerja, kau ini kecil-kecil sudah pikun"


"Aku pikun dan sampai lupa nama hari itu karena di pikiranku sudah terpenuhi oleh dirimu." sentak Dea yang keceplosan karena ia tidak suka dikatai pikun oleh Keano dan maksud dari perkataannya tadi ialah Dea memikirkan masalah tadi malam saat Keano menghapus sosmednya dan mengganti walpaper dengan foto dirinya, bukan memikirkan hal yang romantis atau semacamnya.


"Wahh kamu sudah pandai menggombal kepadaku ya, belajar dari mana kamu?"


"Aku mengatakannya dari dalam lubuk hatiku sendiri, memangnya kamu pikir aku tukang jiplak kata-kata orang lain begitu." entah setan apa yang merasuki Dea hingga berani membentak Keano.


Gawat. Apa tadi barusan aku membentaknya, tamat sudah riwayatku.


"Oh begitukah, kalau begitu setiap pagi saat bangun tidur kamu harus mengucapkan kata-kata gombal seperti tadi, bagaimana?" kata Keano dengan santai dan semua dugaan Dea salah besar.


Bahkan di marahi olehnya lebih baik ketimbang harus memberikan kata-kata gembel kepadanya, kenapa jadi begini?


"Baiklah Sayang, tapi kamu juga sama harus memberikan kata-kata gombal seperti yang aku lakukan kepadamu, bagaimana?" Dea mengajukan syarat tersebut karena yakin Keano tidak akan mau menggombali Dea seperti kebanyakan pria dan akhirnya batal deh, Dea tidak perlu menggombali Keano saat di pagi hari.


"Kamu semakin berani ya."


Itu semua efek dari kelamaan tinggal bersamamu.

__ADS_1


"Baik, aku juga akan mengucapkan kata-kata gombal untukmu." katanya dengan penuh kenyakinan.


Jlebbb... Hati, detak jantung, dan pikiran Dea rasanya seperti berhenti beraktivitas saat mendengar jawaban Keano.


"Sekarang cepat tidur lagi, aku masih mengantuk." katanya yang meminta Dea untuk tidur lagi di pelukannya, sebelum tidur Keano mencium kening Dea dan Dea tidak bisa tidur karena terus memikirkan cara untuk membuat kata-kata gembel untuk Keano setiap pagi.


***


Cup... cup... cup...


Keano menciumi seluruh wajah Dea kedua pipinya, kening dan hidung berkali-kali membuat Dea menggeliat dan terbangun dari tidurnya.


"Hei, bangun ini sudah siang" ucap Keano yang masih terus menciumi wajah Dea.


"Sebentar Sayang, lima menit lagi" katanya sambil berusaha menyingkirkan wajah Keano dengan tangannya, yang terus menciuminya.


"Baiklah, kita tambah durasinya menjadi lima jam." ucap Keano yang kembali tidur sambil memeluk Dea, Dea yang mendengar kata 5 jam langsung bangun dengan mata yang segar.


"Sayang, aku sudah bangun kamu jangan tidur, aku sudah lelah tidur seharian sekarang aku mau bangun" katanya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Keano dan mencolek hidup serta pipinya.


Keano tidak bangun-bangun saat Dea membangunkannya, membuat Dea jengkel dan terpaksa membangunkannya dengan cara yang cukup sadis.


Keano bersin karena Dea memasukkan sehelai bulu kemoceng ke dalam hidungnya, Dea tertawa keras melihat Keano bersin sedangkan Keano menatap Dea dengan tatapan siletnya.


"Kau beraninya..." ucap Keano, Dea yang melihat Keano marah langsung berlari menjauh dari Keano.


"Maaf Sayang, aku janji tidak akan mengulanginya lagi huh huh" ucap Dea yang ngos-ngosan karena berlari dari Keano, Keano langsung menangkap Dea dan menci*minya tanpa ampun.


Tok... tok...


Ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Keano, "Siapa yang datang kemari, beraninya menggangguku" gerutu Keano yang berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


Terima kasih Ya Allah, Kau sudah mengirimkan orang untuk menyelamatkanku darinya.


"Tuan ada tamu yang mencari nona Dea." ucap pak Jamal sambil menunduk.


"Siapa?"


"Nona Risa tuan." jawab pak Jamal, pak Jamal sudah mengenal Risa karena Risa dulu sering berkunjung ke mansion Keano.

__ADS_1


"Katakan padanya untuk menunggu" katanya dan langsung menutup pintunya kembali sebelum menerima jawaban dari pak Jamal.


"Dimana makanannya Sayang?"


"Maksudnya?" tanya Keano yang tidak mengerti maksud Dea.


"Ish tadi kan pak Jamal, biasanya pak Jamal datang untuk mengantarkan makanan tapi mengapa sekarang saat pak Jamal datang kamu tidak membawa makanan."


"Kau kira pak Jamal datang hanya untuk mengantarkan makanan saja."


"Lantas mengapa pak Jamal kemari?"


"Ada seseorang yang mencarimu" jelas Keano membuat Dea penasaran.


"Siapa Sayang, apa penggemarku atau Dea Loversku tapi bagaimana mungkin mereka tahu tempat tinggalku, aku kan menulis alamat palsu di bio akunku kenapa penggemarku bisa tahu alamat asliku" ucapnya heran.


"Tetanggamu di kampung dulu, katanya ingin menagih hutang padamu" jawab Keano dengan asal karena pusing mendengar celotehan Dea yang sok mengartis itu.


Apa itu Susi?, dasar Sosis sudah aku bantu carikan cowok ganteng tapi utangku tetap saja di ungkit-ungkit dan sekarang dia dateng lagi ke rumah bos Keano.


Dea dan Keano seperti biasa melakukan ritualnya mandi bersama, dan memakan waktu cukup lama karena Keano mengajak bermain-main Dea saat mandi.


Dea memakai bedak tipis dan sedikit pelembab bibir, terlihat imut dan cantik alami.


Dea dan Keano turun untuk menemui tamu yang katanya ingin menemui Dea.


"Sayang, bukankah kamu bilang tetanggaku yang datang untuk menagih hutang, mengapa jadi mbak Tarzan" bisik Dea pada Keano saat melihat Risa yang datang, Dea memanggil Risa Tarzan karena pakaiannya yang ada sobekannya dan juga ngepas di tubuhnya.


"Mungkin dia berencana ingin merebutku darimu." ucap Keano, yang mengira Dea akan cemburu dan langsung melabrak Risa.


"Wah benarkah, kalo begitu aku akan menyerahkanmu secara ikhlas dan sukarela agar tidak terjadi pertumpahan darah di sini." balasnya pada Keano sambil berbisik.


Keano yang mendengar jawaban Dea, ingin memberi pelajaran kepadanya tapi sayang, mereka sudah dekat dengan Risa.


"Hai mbak Tarzan, ehh maksudku mbak Risa, bicara-bicara ada apa perlu apa ya, mbak Risa mencari aku?"


Tanpa Dea duga Risa langsung memegang kedua kaki Dea sambil menangis.


"Ehh mbak kenapa megang kakiku sambil menangis seperti ini, inikan bukan sungkeman pernikahan, jadi mbak tidak perlu nangis sambil megang kakiku, berdiri mbak." kata Dea yang membantu Risa berdiri dan mendudukannya di sofa.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2