Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
31. MIMPI


__ADS_3

Dea ketiduran di sofa karena menunggu Keano yang sedang meeting dengan kliennya, Keano yang melihat Dea tertidur di sofa, tidak tega melihatnya karena Dea terus menggerak-gerakkan tubuhnya terlihat selerti tidak nyaman, Keano akhirnya memutuskan untuk pulang lebih cepat dan memindahkan Dea di ranjang kamarnya.


"Ken kita pulang sekarang!" perintahnya pada Ken.


"Tapi nona masih tertidur tuan, apa tuan akan membangunkannya?" tanya Ken pada Keano.


"Kau ambil saja mobilnya, saya akan menggendongnya" jawabnya.


Ken pergi untuk mengambil mobil sedangkan Keano menggendong Dea untuk dia bawa pulang, karena ia tidak tega membangunkannya jadi ia terpaksa menggendongnya.


Di mobil Dea tiba-tiba ngelindur, dan dalam lindurannya Dea berbicara yang tidak seharusnya terlontar dari mulutnya.


Dalam mimpinya Dea di lamar oleh Lee Min Ho untuk di jadikan istrinya, dan saat Lee melamar Dea Keano juga ada di tempat bersama dengan Lee dan Dea, tapi Dea tidak menghiraukan Keano dan menerima lamaran Lee.


"Aku mau kok menjadi istrimu Lee Min Ho.


Biarkan saja dia (Keano), aku sudah tidak suka padanya, sana pergi!.


Karena sekarang sudah ada kamu dan hanya kamu yang aku suka dan cinta.


Emmmmuu" suara Dea saat sedang ngelindur terdengar jelas di telinga Keano dan Ken.


Beraninya kamu memimpikan pria lain saat saya berada di dekatmu.


Ken rasanya ingin tertawa sekencang mungkin namun ia menahannya sedangkan Keano sudah mencapai puncak amarahnya apalagi saat Dea akan mencium Lee Min Ho dalam mimpinya, Keano langsung mendekatkan bibirnya saat bibir Dea memonyong dan menci*m Dea.


Dea langsung terbangun dan kaget karena ciumannya terasa seperti kenyataan, Dea langsung membulatkan matanya karena melihat kenyataan bahwa yang ia cium sekarang ternyata Keano suaminya bukan Lee Min Ho.


Dea rasanya ingin berteriak sekencang mungkin tapi ia tidak bisa karena Keano menci*mnya dan memegang belakang kepala Dea, sehingga membuat Dea tidak bisa bergerak maupun berteriak.


Akhirnya Keano menghentikan ciu*mannya karena melihat Dea seperti sudah kehabisan oksigen.


"Hah hah hah" suara nafas Dea yang tidak teratur.


Mengapa aku bisa bermimpi seperti itu, di hadapannya lagi.

__ADS_1


Oh Lee, mengapa kamu membuatku dalam masalah dengan datang ke dalam mimpiku, padahal aku selalu menyanjungmu sama seperti aku menyanjung Salman Khan.


Ken hanya bisa menatap jalan depan dan pura-pura tidak melihat adegan yang tuan mudanya lakukan.


Mengapa anda melakukannya di depan saya tuan muda, apa anda tidak tahu jika saya ini masih single.


Dan kau tidak akan selamat dengan mudah nona.


"Sayang maafkan saya, saya tidak tahu mengapa Lee Min Ho bisa datang ke dalam mimpi saya, dan saya juga tidak mengira Lee akan melamar saya untuk di jadikan sebagai istrinya, maaf Sayang" ucapnya yang menyesal karena sudah memimpikan Lee Min Ho, tapi juga senang sebab dalam mimpinya Lee melamarnya.


Keano hanya diam tidak menjawab ucapan maaf Dea, dan itu membuat Dea semakin takut karena diamnya suaminya lebih menakutkan di banding amarahnya, itu menurutnya.


Saat sampai di mansion pak Jamal menyambut kedatangan suami istri tersebut namun Keano tidak menjawab dan tidak menghiraukannya, ia langsung terus berjalan menuju kamarnya di ikuti Dea di belakangnya.


"Sayang, saya mohon tolong maafkan saya, saya berjanji tidak akan memimpikan Lee Min Ho lagi, saya akan selalu menuruti semua keinginanmu tanpa membantah seperti yang lalu-lalu" ucapnya yang memohon sambil memegang kaki Keano.


Keano langsung membangunkan Dea dan membantu Dea berdiri, saat Dea sudah berdiri Dea menundukkan wajahnya karena tidak berani menatap wajah suaminya.


"Lihat saya!" perintahnya, Dea langsung menatap Keano dan tanpa ia duga Keano menci*umnya lagi sama seperti saat di mobil tadi. Dea hanya diam dan mengikuti alur cium*an yang Keano lakukan padanya karena merasa ini memang sudah kewajibannya sebagai seorang istri untuk melayani suaminya.


Bibir ini hanya milik saya, tidak ada yang berhak memilikinya kecuali saya bahkan jika ada pria yang mencoba menyentuhnya walaupun hanya dalam mimpi, saya akan membersihkan nodanya sama seperti sekarang.


Memangnya mimpi bisa di rencanakan, mimpi itukan bunga tidur yang datang begitu saja.


batinya namun Dea hanya membalas dengan anggukan kepala karena tidak ingin menambah masalahnya.


"Sekarang mandikan saya!" perintahnya, sambil membuka pakaiannya yang hanya menyisakan celana boxer. Terlihat jelas tubuh Keano yang begitu gagah dengan perut kotak-kotak seperti roti sobek dan tangannya yang begitu kekar.


"Apa maksudnya kamu dan saya berada di dalam kamar mandi bersama dan mandi bersama?" tanya Dea yang ingin memastikan ucapan Keano, ia mengira bahwa ia dan Keano akan mandi bersama.


"Bodoh, kalau saya menyuruh kamu memandikan saya berarti kamu ya hanya memandikan saya, jangan pernah bermimpi kamu jika saya akan mandi berdua bersamamu" ucapnya yang membuat Dea merasa sangat lega.


Huhh untunglah hanya memandikannya.


Ehh tapi kalau di lihat-lihat suamiku itu sangat tampan juga bahkan ketampananya mengalahkan Salman Khan dan Lee Min Ho, hei hati kenapa kau memujinya bekerja samalah dengan pikiranku. batin Dea yang melamunkan Keano yang melihat Keano saat hanya mengenakan celana boxer tadi.

__ADS_1


"Cepatlah kemari, kalau kamu tidak cepat kemari saya akan kesana dan kamu akan menerima hukuman dari sa..."


"Aku sudah datang Sayang" ucapnya sambil berlari dan membuka pintu kamar mandi.


Dea pun duduk di pinggir bathtub dan mulai menggosok punggung Keano dengan sabun.


Woww, punggungnya mulus dan putih sekali seperti pan*ta* bayi, tidak ada satu bercak pun di sini. batinya sambil melamun dan berhenti menggosok punggung Keano karena mengaguminya.


"Gosok dengan benar!" ucapnya yang menghentikan lamunan Dea saat sedang mengagumi dirinya dan membuat Dea melanjutkan aktifitas menggosok punggung suaminya.


"Keramaskan rambut saya!" perintahnya lagi pada Dea.


Dea sekarang lebih sering menuruti semua perintah Keano tanpa membantahnya tapi sesekali ia berontak meski dalam hati terdalamnya tersebut.


"Ambilkan pasta gigi dan sikat giginya sekalian."


Dea mengambil sikat gigi dan menuangkan pasta gigi di atas sikat gigi tersebut, Dea langsung mengarahkan sikat gigi yang ia pegang ke arah mulut Keano.


"Hei, mau apa kamu?"


"Mau menyikat gigimu Sayang," jawabnya dengan sangat polos, Dea mengira Keano menyuruhnya menyikatkan giginya sama seperti sebelumnya saat ia menyuruh menggosok punggung dan saat keramas tadi.


Padahal Keano hanya menyuruh mengambikannya saja, tidak dengan menyikat giginya.


"Kamu sewakan dimana otakmu haa, saya menyuruh mengambilkannya saja.


Apa saya tadi menyuruhmu untuk menyikatkan gigi saya sekalian hm."


"Memang bisa ya otak di sewakan Sayang, kalau bisa mungkin akan saya sewakan, lumayan lah uang sewanya bisa di pakai buat jajan" ucapnya yang bercanda namun Keano tidak sedikitpun tertawa bahkan tersenyum, malah Keano melihatnya dengan tatapan matanya yang tajam.


"Hehehe, Saya hanya bercanda saja kok Sayang" ucapnya yang mencaikan suasana.


💙 **Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.

__ADS_1


Mohon koreksinya ya kakak-kakak yang baik, jika tulisanku ini ada kesalahan atau dialog yang kurang pas.


Terima kasih dan jumpa lagii bayyy💙**


__ADS_2