Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
92. MINTA JATAH


__ADS_3

"Pakde Ana mau beni cokat tama es tlim" Ana menarik baju Reno berulang kali, Reno sibuk memilih barang pesanan Dea hingga membuat Ana harus menunggu lama untuk membeli es krim kesukaannya.


Reno membungkuk untuk menyamakan tingginya Ana. "Ada syaratnya, Ana harus ngomong dengan jelas dan tidak boleh panggil pakde harus om, bagaimana?"


"Om, Ana mau benni cokat tama es tllim" ucap Ana yang berusaha sebisa mungkin, tapi tetap saja, tidak jelas. Reno tertawa mendengar suara Ana yang menurutnya sangat lucu, perpaduan antara ketidakjelasan dan suara cempreng. Tapi, disini Ano yang paling tertawa bahagia, karena biasanya Ano yang di kerjai oleh adik dan omnya.


Huh huh... Reno berusaha menghentikan tawanya, melihat keponakannya yang mulai kesal. Dan jika sudah kesal seperti ini, sampai rumah pasti akan mengadu pada Keano. Reno juga memberi isyarat pada Ano agar berhenti tertawa. "Shutt... Emzz Ana sayang, maafkan abang Ano ya. Sekarang Ana boleh jajan es krim dan coklat kok, tapi sama abang Ano. Om mesti beliin barang pesanan Mommy kalian" Ano tentu kesal, kenapa dirinya seolah yang bersalah dan harus menanggung kesalahan itu dengan menemani adiknya beli coklat.


"Kok jadi Ano sih om?"


"Ayo Ono antal Ana beni es tlim tama cokat" ajak Ana antusias sambil menggandeng tangan Ono dan menariknya. Ano terpaksa mau mengikuti kemauan adiknya, karena jika Ana sudah mengeluarkan jurus tangisnya dan tukang ngadunya pada Keano. Maka habis sudah hidup Ano.


"Nanti ketemu dimeja kasir ya" teriak Reno pada kedua keponakannya.



🌻🌻🌻


"Deu, kita buat dedek kembar lagi, untuk si kembar yuk" Keano yang melihat keadaan sepi tiada si kembar pun memanfaatkan keadaan untuk meminta jatah dari Dea. Jika ada si kembar, berciuman mesra dengan Dea saja sangat sulit dilakukan. Apalagi sampai dapat jatah, mustahil.


"Memangnya kamu bisa ngurusnya?"


"Bisa dong, aku kan papa siaga" ucap Keano yang membanggakan diri.

__ADS_1


"Prett! Siaga dari Jepang. Waktu si kembar masih bayi dulu, aku suruh ganti popok tengah malam saja malas bangun! Itu yang namanya bapak siaga? Dan sekarang saat si kembar baru berusia lima tahun, mau buat adik kembar untuk si kembar?" Keano menampakan wajah mendungnya, semua yang istrinya katakan benar adanya. Keano terus memutar otak mencari ide cemerlang, agar istrinya mau memberinya ijin memasuki wilayahnya.


Keano memegang tangan Dea lalu ia berjongkok di hadapan Dea, Dea yang duduk di kursi taman pura-pura tak melihatnya semacam sol jual mahal lah.


"Jika kamu mau maka terima bunga ini, jika tidak maka buanglah. Tapi jika kamu membuangnya maka sama saja kamu mencampakkan cintaku serta usahaku mengambil bunga ini" Keano memetik bunga yang ada di belakang Dea dan memberikannya pada istrinya. Dea menatap aneh suaminya, bagaimana bisa seorang Keano Atmaja berubah jadi bucin dan aneh hanya demi mendapatkan jatah dari istrinya. Keano yang identik dengan sikap otoriternya, pemaksa dan sewenang-wenang, memohon pada istrinya untuk diberikan jatah?


Dea mengambil bunga pemberian Keano, senyum pepsodent menghiasi wajah Keano, itu artinya Keano akan diberi jatah oleh Dea. Tapi tak berselang lama senyumnya pudar, Dea melempar bunga tersebut. "Kenapa di buang? Kamu tidak menghargaiku yang bersusah payah memetiknya?"


"Memangnya aku mbak kuntil kamu beri bunga kantil?!" Seru Dea kesal. Keano yang tadinya mau marah pada Dea karena berpikir Dea tak menghargainya. Jadi membujuk Dea agar tidak marah.


"Maaf Sayang, aku tidak tahu kalau itu miliknya si kutil. Jangan marah ya, kalau marah nanti aku cium loh" Keano berusaha meniru gaya dan tutur kata di drama korea yang sering Keano tonton bersama Dea. Dan kalau di drakor, si wanita akan memaafkan si pria dan tersipu malu saat sang pria mengatakan dialog tersebut.


"Dasar tidak kreatif! Masa memberi gombalan istrinya jiplak dialog di tv. Buat sendiri dong!" Karena penggemar drakor, lebih tepatnya pemain cowonya. Dea tau jika kata-kata Keano hanya menjiplak.


"Deu, suamimu ini di takdirkan menjadi suami yang setia pada istrinya bukan menjadi lelaki buaya yang memiliki wanita dimana-mana. Jadi harap maklum jika tidak bisa memberimu gombalan. Tapi kalau memberimu nafkah lahir batin, kasih sayang dan cinta, suamimu jagonya" Dea sedikit hanya sedikit, terharu dengan ucapan Keano meski terkesan bercanda karena Keano mengatakannya sambil cengengesan tapi memang benar Keano sangat bersikap dingin pada setiap wanita, kecuali Dea. Dan Dea bersyukur memiliki suami seperti Keano, yang cukup hanya dengan satu wanita.


Dea memeluk Keano erat, Keano kaget tapi juga senang. Ternyata ucapannya yang tiba-tiba terlintas tadi bisa mempermudah jalannya untuk memendapatkan jatah dari istrinya. "Aku akan memberikan jatah pada kamu Sayang, tapi kamu harus pakai kunci" Keano sedikit bingung dengan syarat yang Dea ajukan. Kunci? Untuk apa kunci, membuka pintu kah?


"Kunci untuk apa Sayang, kamu mau berhubungan sambil buka pintu kamar pakai kunci?" Tanya Keano dengan kepolosannya.


"Mana ada hubungan seperti itu. Itu loh tempatnya si otong" Dea memberi petunjuk pada Keano, Keano berpikir keras. Otong? Siapa otong dan dimana tempat tinggalnya. Setelah berpikir kemana-mana, menghubungkan antara hubungan se*s dengan otong. Dan ternyata...


"Ohh ko*dom?" Dea menggut-manggut dengan pertanyaan yang Keano ajukan. "Kenapa tidak bilang langsung aja Sayang, pakai tebak kata segala. Dan apa hubungannya kunci dengan ko*dom?" Keano menanyakannya karena selalu saja bingung dengan bahasa kiasan Dea.

__ADS_1


"Kunci gunanya sebagai?" Dea memberi Keano pertanyaan.


"Sebagai pengaman"


"Nama lain dari pengaman atau tempatnya si otong adalah?"


"Ko*dom."


"Ya itu, berarti kunci sama dengan pengaman" Keano hanya menggaruk alis tanda tak paham dengan bahasa aneh Dea. Tapi Keano tak mempermasahkannya, Keano tidak mau membantah bahasa buatan Dea jika itu berujung pada gagalnya pemberian jatah.


"Baiklah, aku akan pakai ko*dom. Yuk kita mulai sekarang" Keano sudah berdiri dan hendak menggendong Dea menuju kamar.


"Ehh tunggu dulu Sayang"


"Apalagi?!" Tutur Keano yang mulai kesal.


"Kok tinggi sih nadanya. Ya sudah tidak jadi kalau begitu"  Dea melengoa dan kembali duduk di kursinya.


"Tidak kok Sayang, pendek kok tadi nadanya. Oh ya kamu mau apalagi dari aku?" Bujuk Keano semanis-manisnya.


"Kamu harus mengabulkan permintaanku yang kedua"


"Apapun permintaanmu akan aku kabulkan" ucap Keano dengan senyum terpaksa. Kapan dirinya akan berhubungan dengan Dea kalau begini judulnya. Keano mesti menuruti semua permintaan Dea. Keburu si kembar pulang dan berujung dengan sebuah kegagalan karena gangguan dari si kembar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2