
Jika kamu usaha lantas gagal, coba lagi!
Sudah coba lagi, ehh gagal lagiπ
Coba lagi! Habiskan semua stok kegagalanmu
Maka percayalah
Keberhasilan sedang menanti jemputan darimu.
'Semua orang sukses pernah mengalami banyak fase kegagalan. Jika kamu mengalaminya dan kamu terus berusaha. Maka berhati-hatilah, bisa jadi kamu calon orang sukses'
πππππ
"Siapa yang menelpon?" Tanya Keano curiga, saat melihat Dea berbalik ke arahnya dengan senyum kebahagiaan setelah selesai mengangkat panggilan.
"Teman"
"Laki-laki atau perempuan?"
"Perempuan" jawabnya sekenanya.
"Benar?" Keano terus bertanya pada Dea seperti tidak percaya dan belum puas dengan jawaban Dea.
Dea mengangguk yakin, karena memang yang tadi menelponnya adalah seorang wanita. Keano mencoba percaya pada Dea meski masih sedikit tak percaya.
"Sekarang bayar hutangmu!"
Keano sungguh sangat cocok menjadi Dekoleptor, sudah di pastikan jika orang yang nagih utangnya modelnya seperti Keano, pengutang akan langsung membayar utangnya. Termasuk Dea, Dea pasrah dan datang begitu saja, saat Keano menagih hutang kepadanya. Antara takut melihat wajah garangnya dan takut Keano meminta bayaran hutang berkali-kali lipat, nantinya.
Dea mencium seluruh wajah Keano sekaligus menghitungi ciumannya sampai sepuluh. Persis seperti anak TK yang sedang belajar, "Sayang, sudah."
"Berikan aku bonus"
Dea berbalik, ia hendak pergi keluar, "Kamu mau kemana?" Tanya Keano menahan dan menggegam pergelangan tangan Dea.
"Ambil mangkok" jawabnya. Keano bingung, untuk apa Dea mau mengambil mangkok? Mau makan bakso? Tapi tidak ada baksonya.
"Untuk apa?" Tanya Keano penasaran.
"Katanya tadi minta bonus. Ibu sering dapat bonus mangkok ayam jago saat membeli micin Jepang (Ajinimiti), Sayang. Jadi kalo kamu minta bonus mangkok, aku akan ambilkan di dapur. Kamu bisa mendapatkan bonusnya tanpa membeli micin Jepang terlebih dulu" jelasnya dengan senyum polos tanpa merasa berdosa sedikitpun. Keano rasanya ingin langsung menci*m bibir Dea yang culamitan itu.
__ADS_1
"Kemari!" Keano berkata dengan santai. Namun, emosinya sudah memuncak sampai di ubun-ubun nya. Dea mendekat sesuai perintah suaminnya. Karena mendengar dan melihat perintah Keano dengan raut wajah datar yang menurutnya biasa saja tak ada unsur kemesuman atau kemarahan. Ia berpikir Keano akan membisikinya.
Dea memdekat tepat di depan wajah Keano, "Iya Sa--" Keano langsung menekan belakang kepala Dea dan mencium bibir mungilnya yang culamitan itu. Dea terkejut, apalagi saat Keano menciumnya. Mulutnya terbuka karena mengatakan 'sa--', membuat Keano dengan mudah untuk masuk ke dalam mulut Dea dan mengabsen satu persatu pagar putihnya. Keano sungguh pintar mencari momen yang pas.
"Sayang kenapa kamu menciumku secara dadakan. Emangnya aku tahu bulat! Kalo mau cium itu bilang-bilang dulu biar aku ada persiapan!" Upss, apa yang Dea katakan tadi seperti nafsu dan ingin sekali di cium oleh Keano.
"Terlalu lama nunggu persiapanmu" karena Keano tahu jika ia mengatakan akan mencium Dea. Maka Dea akan melakukan berbagai persiapan untuk memperlambatnya bahkan sampai menggagalkannya.
"Sekarang tidurlah!" Perintahnya dengan mata yang sayup-sayup.
"Tidak jadi minta bonus mangkoknya?" Tanyanya ulang. Keano mendelik memelototi Dea karena sudah membuat ketentramannya terganggu. "Tidak!" Tolaknya tegas.
Dea berjalan menuju lemari untuk mengambil selimut untuk di buka lebar-lebar untuk ia jadikan pengganti kasur. Karena ranjangnya tidak muat jika di muati dua orang. Muat sih, tapi sempit. Sedangkan saat tidur, Dea selalu bergerak kesana kemari seperti belatung nangka.
"Mau kemana lagi?!"
"Ambil selimut buat tidur di lantai sini" ucapnya sambil menginjakan kaki di lantai.
"Tidak perlu. Kemari akan ku berikan solusi supaya kamu tidur dengan nyaman dan empuk." Dea mendekat ke arah Keano dengan semangat karena ia tidak perlu tidur di lantai dan bisa tidur dengan empuk.
"Apa Sayang?"
"Mendekatlah lagi" pinta Keano.
"Tidak. Cepatlah sebelum aku berubah pikiran" Keano mengatakan dengan gaya jual mahal membuat Dea jadi ragu.
Dea mendekat sesuai perintah dari Keano saat sudah dekat dan hanya berjarak satu jengkal tangan. Keano menarik punggung belakang Dea. Membuat Dea terjatuh tepat di atas tubuh Keano.
Benarkan dugaan Dea, ada udang di balik terasi.
"Sekarang tidurlah. Aku sudah memberikan tempat tidur yang nyaman karena pelukanku dan empuk bahkan lebih empuk di bandingkan kasur jelekmu ini karena otot-otot perutku" Keano memeluk Dea dengan erat yang sedang berada di atas dada bidangnya itu.
"Sayang, aku tidur di bawah saja. Nanti tubuhmu pegal karena aku tidih" alasan Dea agar ia bisa lepas dari pelukan yang membuatnya sesak dan tak bisa bergerak dengan bebas.
Keano tidak membalas perkataan Dea. Keano memilih memejamkan matanya pura-pura tidur dengan keadaan memeluk erat Dea. Dengan sesak, Dea memaksakan menutup matanya agar bisa tidur di atas dada persegi panjang di potong kotak-kotak milik Keano atau singkatnya roti sobek.
π»π»π»
Pagi itu juga Keano mengajak pulang Dea ke mansionnya karena Keano mesti bekerja untuk mengurus pekerjaan kantor yang penting. Dea di sambut hangat oleh Lily, Reno dan semua pelayan. Saat datang, Lily langsung fokus melihat perut Dea yang sedikit membuncit. Dan lagi-lagi, dengan malas Dea harus menjawab jika di dalam perut buncitnya itu isinya PUP es semua.
"Gimana jadi keluar tidak?" Tanya Ida.
__ADS_1
"Aku sih mau-mau aja, tinggal minta ijin sama Bos Keano nya aja yang susah. Berasa mau ketemu kekasih gelapku Bang Lee Min Ho!"
"Kamu bujuk aja biar suamimu setuju" saran Ida.
"Ngana kira membujuk Paduka Raja gampang, apa!" balas Dea sinis.
Ida sekarang berada di mansion Keano, bertemu dengan Dea untuk mengajaknya keluar. Ida sudah kangen ingin mengajak Dea keluar dan makan seblak bersama. Ya, semalam yang menelpon dan menganggu Keano tapi membuat Dea bahagia adalah Ida.
"Kalian sedang membicarakan apa?" Keano datang secara tiba-tiba dan bertanya penuh selidik pada istri dan karyawannya.
"Tidak ada Sayang, hanya ngobrol biasa" balas Dea dengan gugup.
"Ya sudah, kalo begitu aku akan berangkat ke kantor" ucapnya sambil mengarahkan tangan kanannya pada Dea untuk di cium layaknya suami istri biasanya.
Dea mencium punggung tangan Keano. Keano mengecup dahi Dea setelah itu ia berangkat. Tapi... "Sayang, aku boleh keluar dengan Ida, tidak?" Dea menunduk karena takut melihat reaksi wajah Keano setelah mendengar permintaannya.
"Tidak! Lebih baik kamu istirahat. Kamu bilang semalam badanmu pegal linu semua 'kan?"
"Sudah tidak kok Sayang. Kan semalam aku tidur di kasur yang super duper empuk dan nyaman (tubuh Keano)" katanya berbohong. Empuk apanya? Tambah pegal linu, iya.
"Kasian Ida, Sayang. Sudah jauh-jauh datang kemari, eehh gak jadi pergi" Dea memperlihatkan wajah Ida yang memelas pada Keano. Agar Keano iba dan mengizinkannya.
"Itu salahnya sendiri! Ngapain ngajak istri saya pergi. Bukannya hari ini pabrik buka, ya?" Keano yang tadinya tidak mempermasalahkan kehadiran Ida jadi mempermasalahkannya setelah Ida ingin mengajaknya pergi.
"Hehehe maaf Bos. Hari ini saya cuti dulu. Mau refresing"
"Kalo kamu mau, saya bisa membuatmu refresing tiap hari" tawar Keano.
"Gak sia-sia aku punya temen suaminya Bos sendiri, bisa liburan tiap hari tapi gaji tetep caer, hehehe" gumam Ida pelan.
"Wahh bener Bos. Mau dong Bos" jawab Ida antusias senangnya.
"Mulai hari ini saya akan memecatmu. Mau?"
Tawa Dea menggema di mansion Keano, sedangkan Ida takut karena ia akan di pecat. Ternyata imajinasinya salah besar.
"Jangan Bos. Jangan pecat saya, kalo saya di pecat saya mau makan apa, Bos?" Ucapnya dengdan termehek-mehek, memohon agar Keano tak jadi memecatnya. Dea masih terus tertawa melihat sahabatnya menderita.
"Makan refresingmu itu!"
Ida tambah termehek-mehek mendengar jawaban Bosnya. Ya kali, emang refresing itu uang atau makanan yang bisa di makan, apa?!
__ADS_1
Bersambung...