Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
29. MENGANTARKAN MAKANAN


__ADS_3

Reno pulang ke mansion lebih awal karena dosen pembimbingnya tidak berangkat katanya ada urusan mendadak yang harus dosennya kerjakan, Reno melihat Dea sedang duduk dan berbincang di taman bersama seorang wanita yang di yakininya adalah seorang pelayan di mansionnya.


"Kak Dea," ucap Reno menyapa Dea.


"Hai, adik ipar Reno, kamu kok tidak pergi kuliah, kamu bolos ya?" tanya Dea karena melihat Reno berada di hadapannya.


"Saya permisi nona, tuan muda." kata Dini dan melenggang pergi dari hadapan Dea dan Reno.


"Apa kakak dan kak Keano tadi malam pergi honey moon untuk membuatkan keponakan yang tampan untukku?" tanyanya penuh selidik tanpa menjawab pertanyaan Dea terlebih dahulu.


Plakk...


Dea memukul lengan Reno lumayan keras karena bicara sembarangan dan Reno hanya bisa menahannya karena tidak ingin terlihat lemah di hadapan kakak iparnya.


"Kalo bicara jangan sembarangan, mau kamu aku sobek-sobek mulutmu" ucap Dea yang seperti seorang psikopat, mungkin karena Dea sering di takuti ibunya dengan kata-kata mengerikan seperti itu dan di tambah Keano juga sering berkata mengancam kepadanya, membuat Dea belajar dari itu semua.


Reno langsung menutup mulutnya dengan tangannya dan tidak bicara lagi.


"Akan aku adukan kamu pada kakakmu, jika adik kesayangannya yang tampan ini bolos kuliah" ucap Dea yang berpura-pura mengambil ponsel untuk menelpon Keano dan membuat Reno ketakutan.


Rasakan, siapa suruh bicara sembarangan.


"Tunggu kak, aku ini tidak membolos kak Dea yang imut, sebenarnya dosen pembimbingku tidak berangkat jadi aku langsung pulang.


Aku mana berani bolos saat kuliah kalo sampai kakak tahu, ia akan mencabut semua fasilitas yang ia berikan kepadaku" jelasnya.


"Itu bukan urusanku, yang ku lihat kamu tidak kuliah saat jam kuliah" jawabnya tidak perduli.


"Kak tolong jangan bilang kak Keano, jika kakak tidak bilang kak Keano, aku akan mengajak kak Dea jalan-jalan ke Mall, bagaimana?"


Dea langsung memasukkan ponselnya dan mengiyakan tawaran Reno, "Baiklah, ayo."


Mereka mulai berjalan namun Dea teringat jika ia sudah berjanji untuk selalu meminta ijin kepada Keano saat ia akan pergi keluar.


"Ehh, tunggu dulu, aku akan meminta ijin pada kakakmu dulu, jika dia nanti tahu aku pergi dari mansion tanpa ijin darinya, tidak tahu nanti apa yang akan kakakmu lakukan kepadaku" kata Dea sambil mengambil ponselnya yang hendak menelpon Keano.


"Ohh ternyata ada yang takut dengan kakakku" katanya sambil memandang ke berbagai arah.


"Baiklah kita batalkan saja pergi ke Mallnya, aku akan tetap di sini dan menelpon suamiku" kata Dea dengan nada santai namun membuat Reno takut.


"Tidak kak kita jadi pergi ke Mall, sekarang kakak telpon saja kak Keano dan minta ijin padanya."


Tapi saat Dea ingin menelpon Keano, Keano sudah terlebih dulu menelponnya.


"Lihatlah kakakmu menelpon" ucapnya sambil memperlihatkan ponselnya.

__ADS_1


"Ya angkat lah kak, lagian kan kakak tadi ingin menelpon kak Keano mengapa saat kak Keano menelpon, kakak tidak ingin mengangkatnya?" tanyanya heran.


"Tapi tidak biasanya kakakmu menelponku, kamu angkat saja lah" ucap Dea sambil memberikan ponselnya kepada Reno karena merasa ketakutan.


"Kenapa aku, kakak saja ini kan ponsel kakak" katanya sambil mengembalikan ponsel Dea.


Dea pun menerima ponselnya dan mengangkatnya, "Halo Sayang, ada apa?"


"Dari mana saja kamu, mengapa lama sekali mengangkat telpon saya" katanya lewat telpon dengan emosi.


"Maaf Sayang, saya sedang belajar membuat dasi di taman dan ponselnya saya mode bisukan, jadi saya tidak dengar saat kamu menelpon" katanya yang mencari alasan agar Keano tidak memarahinya.


"Alasan saja, cepat kemari dan bawakan makanan untuk makan siang saya!" perintah Keano pada Dea lewat ponsel.


"Apa di sana tidak ada kantin Sayang?"


"Kamu ingin saya daftarkan menjadi istri durhaka hem"


"Tidak Sayang, saya akan segera datang ke kantor dan membawakan makan siang yang enak untukmu, tunggu saya datang ya Sayang baayy" ucapnya lalu mematikan ponsel dan berlari menuju dapur untuk menyiapkan makan siang Keano.


"Hei kak, apa kita tidak jadi pergi ke Mall?" tanya Reno yang berteriak pada Dea.


"Lain kali saja" balasnya pada Reno.


* flashback *


"Nona tadi belajar menggunakan dasi bersama pelayan dan sekarang nona sedang bersama tuan muda Reno di taman, tuan muda" jawabnya dengan jelas dan apa adanya.


Keano langsung mematikan ponselnya setelah mendengar penjelasan pak Jamal dan menelpon Dea.


***


Dea langsung menyiapkan makanan ke dalam wadah dan langsung menyuruh supir untuk mengantarnya, Dea pergi tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu jadi Dea sekarang masih memakai bajunya tadi pagi yang ia pakai dari rumah orang tuanya.


Supir mengendarai mobil agak cepat karena Dea menyuruhnya, agar Dea bisa sampai di kantor tepat waktu saat jam makan siang.


'Di kantor'


"Permisi mbak," sapa Dea pada resepsionis.


Siapa dia mengapa berani sekali memanggilku 'mbak' memangnya wajahku terlihat sudah tua apa.


***


Di ruang kerja Keano, Ken memberitahu Keano bahwa istrinya sudah datang.

__ADS_1


"Tuan, nona sudah datang dan sekarang nona sedang berada di bawah" kata Ken yang berpikir tuannya akan menjemput Dea di bawah namun dugaannya salah.


"Sambungkan laptopnya di cctv lantai bawah!" perintah Keano sambil tersenyum penuh arti.


Mengapa tuan hanya melihatnya melalui laptopnya, kenapa tidak langsung turun ke bawah dan membawa nona kemari. batin Ken.


Keano melihat semua kejadian yang terjadi antara Dea dan resepsionis di lantai bawah melalui laptopnya, Keano hanya menyuruh Ken untuk mengecek melalui laptopnya yang sudah disambungkan dengan cctv lantai bawah.


Keano hanya berdiam diri di ruangannya karena ia sudah tahu watak istrinya yang tidak akan berdiam diri jika di perlakukan tidak baik oleh orang lain, Dea pasti akan membalasnya.


***


"Iya, ada apa nona.


Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya sang resepsionis sambil tersenyum menahan kesal.


"Apa mbak bisa beri tahu saya, dimana ruangan tuan Keano Atmaja?" tanya Dea dengan sopan.


"Ada keperluan apa ya nona ingin bertemu dengan tuan Keano?


Dan nona siapanya tuan Keano?"


"Saya ingin mengantarkan makanan untuknya dan saya adalah istrinya" jawabnya singkat yang juga sangat jelas, tapi sang resepsionis malah menertawakan jawaban yang terlontar dari mulut Dea.


"Hahaha, nona ini masih siang jadi sebaiknya anda segera bangun dari mimpi anda, sebelum anda terlalu jauh bermimpi hingga akhirnya anda terjatuh dan nona tidak bisa menggapai mimpi nona lagi" katanya dengan suara yang lumayan keras hingga membuat pegawai lain mengerubungi mereka.


"Apa maksud mbak dengan mimpi? saya ini istri sahnya tuan Keano"


"Apa nona tidak mengaca, sebelum tadi datang kemari?"


"Memangnya kenapa kalo aku tidak mengaca, aku tetap terlihat cantik, tidak seperti mbak yang mesti memakai make up dan berkaca terlebih dulu, agar wajah mbak nya terlihat cantik, itupun masih kalah jauh dengan kecantikan alamiku" katanya dengan pede dan tentu saja benar yang membuat sang resepsionis marah dan hampir menampar Dea, namun Dea menangkap tangannya dan memelintirnya ke belakang.


"Makanya jika mbak hanya bisa berdandan dan mengaca saja, jangan coba-coba menampar saya karena itu hanya akan menyakiti mbak sendiri, mengerti!" kata Dea menegaskan pada sang resepsionis dan hanya di balas anggukan oleh sang resepsionis.


"Sekarang antarkan saya ke ruangan suami saya, cepat!" katanya sambil terus melintir tangan sang resepsionis ke belakang dan berjalan menuju ruangan Keano.


"Mingkir kalian semua, atau kalian mau saya pukul terlebih dahulu agar kalian mau menyingkir" katanya yang membuat karyawan yang tadinya mengerubunginya, langsung bubar dan memberi jalan kepada Dea.


Dea melepaskan pelintirannya pada sang resepsionis karena ia sudah sampai di pintu ruangan Keano, ia langsung melepaskan tangan sang resepsionis dengan cara mendorongnya ke depan.


"Pergilah mbak, dan terima kasih karena sudah mau mengantarkan saya di ruangan suami saya" katanya dengan menampilkan senyum manisnya, sang resepsionis tidak menjawabnya dan langsung lari meninggalkan Dea.


"Tidak sopan sekali mbaknya, aku bilang terima kasih bukannya menjawab 'sama-sama' tapi dia malah pergi begitu saja." ucapnya tanpa merasa bersalah dan langsung masuk ke ruang kerja Keano.


💙**Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.


Terima kasih dan jumpa lagii bayyy.💙**


__ADS_2