
Pagi-pagi Dea sudah terbangun, ia bangun sebelum Keano, Dea melepas pelukannya dan melihat wajah suaminya yang masih tertidur.
"Maafkan aku, karena aku sudah membuatmu marah" katanya sambil mengecup pipi Keano yang masih tertidur.
Setelah bangun dari tidurnya, Dea langsung keluar kamar dan menuju dapur untuk memasakkan makanan untuk Keano sebagai ucapan permintaan maafnya.
"Nona, pagi-pagi ke dapur ingin apa, mengapa tidak menelpon saja, saya pasti akan datang ke kamar nona dan mengantarkan pesanan yang nona inginkan." ucap Pak Jamal yang kaget melihat Dea pagi-pagi sudah berada di dapur.
"Tidak apa Pak Jamal, aku hanya ingin memasak untuk suamiku jadi aku bangun pagi dan ingin memasak khusus untuknya" jelas Dea sambil tersenyum manis tapi Pak Jamal selalu menundukkan kepalanya hingga tidak bisa melihat senyum manis Dea, semua itu karena perintah dari Keano.
"Tapi jika tuan muda tahu, dia bisa marah besar" ucap Pak Jamal yang khawatir.
"Tidak akan aku akan menjelaskannya secara baik-baik agar dia mengerti, dan tidak marah, oke" ucap Dea yang ngotot ingin memasak.
Melihat Dea yang begitu ngotot ingin memasak Pak Jamal hanya bisa diam dan membiarkannya.
"Emm, Dini bisakah kamu mengajariku memasak" pinta Dea pada Dini pembantu yang sudah menjadi temannya.
"Tentu nona" jawab Dini.
"Bisakah kamu mengajariku memasak nasi goreng dulu, soalnya aku baru pertama kali memasak dan belum bisa memasak masakan yang sulit." pinta Dea.
Dini mengiyakan permintaan Dea, dan mereka akhirnya memulai membuat nasi goreng.
Dini hanya mengintruksikan yang harus dilakukan Dea dalam membuat nasi goreng, dan Dea yang turun tangan membuat nasi goreng teesebut.
Tapi di tengah pembuatan, ada pelayan lain yang memanggil Dini untuk meminta bantuannya mencarikan barangnya yang di simpan oleh Dini.
"Dini dimana kamu meletakkan skinker ku, aku butuh sekarang soalnya nanti aku mau pergi ke super market yang jaraknya cukup jauh dari sini.
Kalau aku tidak memakai skinker ku nanti wajahku bis gosong" bisik teman Dini yang juga seorang pelayan, karena tadi malam Dini meminta skinker milik temannya.
"Kamu cari sendiri saja, kamu tidak lihat aku sedang mengajari nona memasak" balas Dini.
Dea yang mendengar percakapan keduanya tersenyum karena melihat pelayannya yang begitu memperhatikan perawatan wajahnya dan akhirnya ia mengijinkan Dini untuk pergi.
"Pergilah Din, dan carikan skinker temanmu yang kamu minta tadi malam, sebelum temanmu berubah menjadi buruk rupa" ucap Dea yang mengijinkan Dini untuk pergi, karena masakannya sudah hampir selesai tinggal mengaduk-aduk nasi gorengnya dan menggoreng telur saja.
"Terima kasih nona" ucap keduanya.
__ADS_1
Kedua pelayan tersebut hanya tersenyum kaku mendengar perkataan Dea dan pergi untuk mencarikan skinkernya.
"Kamu ini membuatku malu saja di hadapan nona" ucap Dini pada temannya sambil berjalan.
"Jangan minta skinker ku lagi, kalo begitu" ucap teman Dini yang malah yang marah pada Dini dan membuat Dini ketakutan dan membujuk temannya, karena jika temannya marah bisa-bisa ia tidak diperbolehkan lagi meminta skinker pada temannya.
***
Dea menyajikan makanannya di atas meja setelah menurutnya semua sudah siap, ia kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya.
"Sayang, bangun sudah pagi" ucap Dea sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.
Keano membuka matanya dan melihat Dea membangunkannya dengan menampilkan senyumannya.
Tapi semua itu tidak sesuai dugaan Dea, Dea menduga Keano akan membalas senyumannya tapi Keano langsung bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi tanpa membalas Dea.
Apa dia begitu marahnya padaku, sampai dia tidak membalas senyumanku bahkan dia langsung pergi tanpa berbicara denganku. batin Dea yang merasa sedih melihat sikap Keano.
"Sayang, aku sudah menyiapkan pakaianmu, aku pakaikan ya?" tawar Dea, tapi Keano diam saja membuat Dea mendekat ke arah Keano dan memakaikan pakaiannya.
"Hei, apa yang kamu lakukan" ucapnya yang melihat Dea akan memakaikan pakaiannya.
"Wow, kamu terlihat sangat tampan Sayang, mengalahkan Lee Min Ho ku" katanya saat selesai memakaikan pakaian Keano.
"Kamu bilang apa?" ucap Keano yang mendengar kata Lee Min Ho ku.
"Bukan Sayang, maksudku Lee Min Ho artis korea yang sering aku tonton itu"
Mereka berdua turun menuju meja makan, Keano memberi jarak antara dia dan Dea saat berjalan menuju menuju meja makan tapi Dea mendekat dan menggandeng lengan Keano saat Keano melihat ke arah Dea dengan tatapan yang tajam, Dea malah membalasnya dengan senyum Peps*dent.
Karena Reno ada pekerjaan yang harus ia kerjakan, ia tidak bisa ikut sarapan bersama dan Lily, hanya Tuhan yang tahu mengapa ia tidak sarapan bersama, mungkin Lily malas melihat wajah imut Dea.
"Sayang aku ambilkan ya" ucapnya sambil mengambil piring Keano dan mengambilkan makanan untuknya.
Keano mulai memakan nasi gorengnya dan ia melihat Dea yang terus menatapnya.
Tapi Keano mengacuhkannya dan mulai memakan nasi goreng buatan Dea yang belum ia ketahui.
"Makanan apa ini, rasanya asin sekali.
__ADS_1
Kalian ingin membunuh saya dengan cara memberikan makanan ini haa" ucap Keano sambil memuntahkan nasi goreng dari mulutnya.
Seketika senyuman Dea memudar mendengar perkataan Keano yang bilang makanannya asin.
"Kemari kalian semua, kalian bisa membuat sarapan tidak, kalian sudah bosan kerja disini , kalian ingim saya pecat!." ucap Keano yang murka pada pelayan.
"Sayang jangan pecat mereka, ini semua aku yang memasak, maaf aku tidak bisa membuatkan makanan yang enak untukmu" ucap Dea yang sedih karena telah gagal membuatkan makanan untuk Keano.
"Kenapa kamu memasak, disini sudah ada banyak pelayan, aku membayar mereka agar kamu tidak perlu mengurusi pekerjaan rumah dan tidak capek-capek memasak seperti ini" ucap Keano dengan nada yang lumayan tinggi.
"Hiks... maaf Sayang, ini semua salahku." ucapnya sambil menangis karena Keano berkata padanya dengan nada yang tinggi.
Keano langsung memeluk Dea ke dalam dekapannya, "Maafkan aku, bukan maksudku membentakmu aku hanya tidak ingin istriku capek karena melakukan pekerjaan rumah." ucapnya dengan lembut sambil memeluk dan mengelus rambut Dea.
"Hikss... aku melakukannya karena aku ingin membujukmu agar kamu tidak marah lagi padaku tapi ternyata masakanku rasanya hikss.."
Jadi dia memasak karena ingin membujuk ku agar tidak marah lagi padanya dan apa yang sudah aku lakukan, dengan bodohnya aku malah membentaknya.
"Dengar, aku sudah memaafkanmu jadi jangan menangis lagi, oke." ucap Keano sambil menghapus air mata Dea.
"Hemm" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
"Bagus" ucap Keano sambil mencium kening Dea, Dea hanya diam dan menerima dengan ikhlas kecupan kening yang di berikan oleh suaminya tanpa rasa malu padahal di sekitarnya masih ada banyak pelayan.
Tuhan,tolong sisakan satu suami yang seperti tuan Keano. batin salah satu pelayan.
"Sekarang mari kita lanjutkan sarapannya" ucap Keano yang mengajak Dea untuk melanjutkan sarapannya.
"Tidak, nanti kamu bisa sakit karena memakan makanan buatanku, sekarang kamu lebih baik berangkat ke kantor, nanti aku kesana untuk mengantarkan makanan untukmu" ucapnya sambil tersenyum.
Ada gunanya juga aku marah padanya, dia jadi bersikap lebih baik padaku. batin Keano yang senang melihat perubahan sikap Dea.
"Baiklah" ucapnya sambil mengelus-elus puncak rambuk Dea.
Dea langsung mengantarkan Keano sampai depan pintu keluar, mencium tangannya dan melambaikan tangannya pada Keano.
💙💙💙Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.
__ADS_1
Terima kasih dan jumpa lagii bayyy💙💙💙