Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
21. PERNIKAHAN


__ADS_3

Hari pernikahan yang di tunggu-tunggu sudah tiba, semua sudah siap hanya tinggal menunggu calon pengantin saja.


Semua orang senang termasuk para pelayan di rumah Keano tapi masih ada satu orang yang tidak suka pernikahan ini terjadi yakni Lily ibunya Keano, seharusnya seorang ibu ikut merasa senang saat anaknya melangsungkan pernikahan tapi tidak dengan Lily, ia masih saja tidak setuju jika anaknya menikah dengan gadis miskin seperti Dea.


"Nyonya perlihatkan senyum anda dan hilangkan wajah ketidaksukaan anda di acara pernikahan tuan muda, jika anda masih ingin tuan muda menganggap anda sebagai ibunya" bisik Ken pada Lily, ingin rasanya Lily memarahi Ken tapi ada banyak tamu dan juga tidak berani karena Ken adalah tangan kanan Keano.


Akhirnya Lily tersenyum kepada para tamu undangan dan menyalaminya layaknya seorang ibu yang baik.


"Kau sudah menyuruh supir untuk menjemput wanita itu" ucap Keano pada Ken.


"Sudah tuan,"


Di rumah Dea di dandani oleh MUA yang di sewa Keano, jadi Dea hanya cukup duduk diam dan melihat dirinya di cermin.


"Kau begitu beruntung nona, bisa menjadi istri tuan Keano yang begitu tampan dan juga kaya itu, ingin deh jadi seperti nona" ucap sang MUA pada Dea.


"Tapi kang, emang boleh ya di negara kita menikah sesama jenis?" tanya Dea dengan polosnya pada sang MUA, karena yang Dea lihat sang MUA adalah seorang pria meski sikapnya seperti seorang perempuan tapi kan tetap saja ia seorang pria.


"Eehh kang kang, memangnya aku akang tukang bakso apa! panggil aku sis atau sista oke" ujarnya dengan manja dan kemayu.


Dea sedikit ngeri mendengar perkataan sang MUA dan ia mengiyakan perkataannya, "Baiklah sis, sista memangnya ingin sekali ya menikah dengan bos Keano? kalau iya, sista gantikan saja posisi saya gihh saya ikhlas lahir bababatin kok" tawar Dea pada sista dengan raut wajah gembira.


"mengapa batinnya panjang sekali nona?" tanya Sista penasaran.


"Itu artinya aku sangat ikhlas sekali kau menjadi istri bos, kau begitu cocok menjadi istri bos kau sangat cantik dan juga anggun seperti miss world bahkan miss world kalah cantik denganmu"


Sista merasa tersanjung di puji oleh Dea sampai ia menghayal menjadi istri Keano tapi seketika ia sadar Keano bukanlah orang biasa "Tidak usah nona, aku masih sayang dengan nyawaku, jadi tidak perlu" tolak sista, seketika Dea langsung lesu.


Dasar banci plin plan, pantas saja kau tidak laku-laku.


"De... sudah apa belum siap-siapnya? cepatlah sedikit, supir jemputan nak Keano sudah datang" teriak Dena di ruang tamu.


"Iya bu, sebentar lagi Dea akan datang" jawab Dea.


Di ruang tamu orang tua Dea dan juga Aldi menunggu Dea bersiap-siap, tiba-tiba Dena kakak Dea yang sudah berkeluarga.


"Pak apa bapak sudah mengabari Dani kakaknya Dea bahwa hari ini Dea akan menikah?" tanya Dena kepada Rifa'i.

__ADS_1


"Sudah bu, tapi Dani tidak bisa datang karena ia harus mengurus pekerjaannya yang sangat penting katanya" jelas Rifa'i.


"Dasar anak itu, adiknya menikah bukannya pulang malah mementingkan pekerjaannya" balas Dena dengan kesal.


"Sudahlah bu, Dani kan sudah berkeluarga jadi pekerjaan baginya sangatlah penting, jika nanti Dani di pecat karena ia kemari, anak serta istrinya mau ia beri makan apa?" kata Rifa'i mencoba memberi penjelasan pada istrinya.


"Kau ini selalu saja membenarkan kesalahan yang di perbuat oleh anakmu" ujar Dena sambil melengos.


Di kamar Dea sudah selesai make up dan ia juga sudah memakai gaunnya.


"Sudah selesai, wahh kau begitu cantik nona pantas saja tuan Keano menyukaimu" kata Sista sambil memandang wajah Dea penuh takjub.


"Terima kasih kang, ehh maksudku Sis. Bisakah kau gandeng tanganku, aku takut nanti akan terjatuh gaun ini begitu ribet" pintanya pada Sista.


"Tentu saja nyonya Atmaja" balas Sista, saat Sista berkata seperti itu Dea langsung memelototinya seakan siap untuk di jadikan santapannya.


Di luar semua orang menunggu kedatangan Dea termasuk Aldi, saat Dea keluar dari kamarnya, semua orang yang menunggunya takjub melihat Dea yang terlihat begitu cantik dan anggun.


De kau selalu terlihat cantik bahkan hari ini kau terlihat begitu sangat cantik, sayang sekali bukan aku yang menjadi suamimu" batin Al yang mengagumi penampilan Dea.


"Dea memang sudah cantik dari dulu hanya ibu saja yang baru menyadarinya sekarang" balas Dea.


"Helehh kau cantik itu karena kau keturunanku, kalau kau bukan keturunanku pasti wajahmu tidak akan bisa secantik itu"


"Dihh bahasanya keturunan seperti dari keluarga biru saja hahaha" ucap Dea sambil tertawa.


"Diam kau" kata ibu membentak Dea seketika Dea langsung diam.


"Maaf nona kita harus segera berangkat karena ini sudah hampir terlambat, nanti tuan Keano akan marah jika kita terlambat datang" ujar sang sopir kepada Dea, Dea langsung berjalan sambil menggandeng tangan Aldi.


"Ayo Al" ucao Dea sambil menggandeng tangan Al.


"Maaf nona, lebih baik jika nona melepaskan genggaman tangan nona dari teman nona, karena jika tuan muda tahu maka saya akan di pecat olehnya" ucap sopir yang melihat Dea menggandeng tangan Al.


Dea yang mendengar perintah sang sopir akhirnya melepaskan genggaman tangannya.


Dasar, tuan sama sopirnya sama saja, sama-sama suka memerintah.

__ADS_1


Mobil yang di tumpangi Dea sudah sampai di halaman mansion Keano, Dea merasa sangat gugup saat ia akan keluar dari mobil padahal tamu yang datang tidak terlalu banyak.


"Tenanglah nak, semua pasti akan baik-baik saja, jadi mari kita keluar" ucap Rifa'i yang berusaha menenangkan Dea.


Dea menarik nafasnya, "Baiklah, ayo kita keluar" kata Dea.


Saat Dea memasuki mansion Keano, para tamu langsung memandang Dea yang baru datang dan mulai berbisik-bisik kepada sesama teman mereka yang ada di pesta tersebut, membuat Dea semakin gugup.


"Wah lihat itu pengantin wanitanya sudah datang, cantik sekali ya"


"Sungguh pasangan yang sangat cocok sang pria tampan dan sang wanitanya begitu cantik" suara bisik-bisik para tamu yang hadir.


Dea berdiam diri di tengah-tengah para tamu undangan karena merasa sangat gugup, tiba-tiba Keano datang menghampiri Dea dan menarik tangannya agar Dea tidak terus berdiam diri di sana.


"Hilangkan rasa gugupmu, karena sebentar lagi akad nikahnya akan segera di mulai" bisik Keano di telinga Dea.


"Saya tidak bisa bos, disini ada banyak orang dan mereka semua terus saja memperhatikan saya" balas Dea pada Keano dengan berbisik juga.


"Kau ini pede sekali, karena kamu di samping saya jadi kamu mengira mereka memandang kamu padahal mereka sedang memandang dan mengagumi ketampanan saya. Jadi hilangkan rasa gugupmu yang tanpa alasan itu"


"Dan jika kau masih saja gugup karena ada banyak orang disini, maka bayangkan saja kita sedang di kamar berdua saja" lanjut Keano pada Dea.


Orang jelas-jelas mereka semua melihat aku yang begitu imut dan manis tapi ia bilang mereka sedang melihatnya cihh, lagian untuk apa mereka melihatnya, wajahnya saja tidak ada enak-enaknya untuk di pandang, dan yang terakhir ia bilang untuk membayangkan jika aku dan dia sedang berada di kamar berdua saja supaya aku tidak gugup, ya aku tidak akan gugup tapi berganti menjadi gila.


"Segera mulai pernikahannya" perintah Keano pada penghulu.


"Baik tuan" jawab penghulu.


Akhirnya akad pernikahan antara Keano dan juga Dea selesai, Keano dengan lantang mengucapkan kata-kata yang sangat sakral dalam sebuah pernikahan dan sekarang mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


**Hai kakak-kakak yang baik, terima kasih sudah mampir ke novelku, aku berharap kalian suka dengan novel ini.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 nya yup.


Kamsahamida... (kata orang korea kata itu artinya terima kasih ckck)


Jumpa lagiii bayyy**.

__ADS_1


__ADS_2