
Saat berada di dalam mobil, Dea terus saja berbicara yang tidak-tidak dan Keano di buat pusing olehnya.
"Sayang tubuhmu gagah sekali seperti Salman Khan" ucap Dea yang meraba-raba dada Keano.
"Jangan pernah menyebut nama pria lain di hadapanku, mengerti!" sengak Keano tapi tidak di respon oleh Dea, ia masih terus meraba dada Keano bahkan membuka kancing kemejanya satu persatu.
"Apa yang kamu lakukan" ucap Keano yang melihat Dea mulai membuka kancing bajunya.
"Tentu saja aku ingin melihat dadamu yang menggoda ini, wahh banyak sekali roti sobek di perutmu, satu, dua, lima, sepuluh, seratus, wooow di perutmu ada 100 roti sobek, bolehkah aku memakannya satu" kata Dea yang mengitung jumlah kotak yang ada di perut Keano dengan jarinya.
"Apa maksudmu memakan, ini bukan makanan" katanya dengan suara yang lumayan keras.
"Ini roti sobek jadi ini boleh di makan 'Happ'." Dea menggigit perut kotak-kotak Keano beberapa kali.
"Aww, hentikan gigitanmu kita bisa kecelakaan karenamu!" teriak Keano, tapi Dea masih terus menggigit Keano.
"Kalau kau tidak berhenti menggigitku, aku akan menurunkanmu di sini sekarang juga!" kata Keano yang masih terus berusaha menghentikan Dea.
Dea akhirnya berhenti menggigit perut kotak-kotak Keano karena takut di turunkan di tengah jalan, ia terus diam, tapi terlalu lama diam tanpa bicara bukanlah sifat Dea akhirnya Dea mulai bicara lagi.
"Sayang, di celanamu itu apa, mengapa besar sekali, apa di celanamu ada batunya" kata Dea yang kembali mendekat ke arah Keano.
"Apa yang mau kamu lakukan?"
"Aku mau membuka celanamu dan membuang batu yang ada di dalamnya." katanya yang mulai mendekatkan tangannya ke arah celana Keano dan ingin membuka resletingnya.
"Berhenti! jangan lakukan apapun mengerti!"
"Tapi aku hanya ingin membuang batu yang ada di dalam celanamu, apa kamu tidak merasa keberatan ada batu di celanamu haaa?" ucap Dea yang semakin ngelantur.
__ADS_1
Keano menelpon pak Jamal, "Pak Jamal, suruh semua orang masuk ke kamar mereka masing-masing jangan ada yang keluar saat saya nanti pulang, kalau sampai ada yang keluar dari kamar mereka, saya pastikan dia tidak akan hidup dengan damai lagi" perintahnya pada pak Jamal melalui ponsel.
Pak Jamal langsung melaksanakan perintah yang Keano perintahkan kepadanya, meski Lily dan Reno menanyakan tentang apa yang terjadi tapi Pak Jamal tidak menjawabnya karena ia tidak tahu biarpun tahu alasannya pak Jamal belum tentu akan memberiyrahukan kepada Lily.
"Kau mau apa?" tanya Keano yang melihat Dea mulai membuka pakaiannya.
"Tubuhku rasanya panas sekali, aku mau membuka pakaianku" ucapnya yang mulai membuka bajunya.
"Jangan di sini, tutup dan gunakan kembali pakaianmu!"
"Tidak bisa, tubuhku merasakan panas sekarang, padahal tadi sudah tidak terasa tapi saat aku akan membuang batu di celanamu tubuhku kembali memanas seperti tadi saat berada di pesta" katanya yang tetap membuka pakaiannya.
Keano tidak bisa menghentikan Dea yang sudah membuka pakaiannya sehingga sekarang ini Dea hanya mengenakan tanktop dan celana pendek saja.
"Setidaknya tutupi bagian dadamu" katanya sambil mengambil pakaian yang di buang Dea dan menutupkannya di dada Dea.
"Tidak mau, ini saja masih terasa sangat panas" katanya yang membuang pakaiannya di belakang kursi yang Keano letakkan di dadanya tadi.
Sesampainya di kamar, Keano langsung menjatuhkan Dea di atas ranjang tapi Dea malah mendekat ke arah Keano dan memeluknya.
"Apa yang kau lakukan" ucap Keano yang kaget melihat Dea yang memeluknya.
"Tentu saja memelukmu, biasanya kau yang slalu memelukku bahkan kau sering menyuruhku untuk menciummu dengan alasan memenuhi kewajibanmu sebagai suami yang baik, cihh, kau kira aku tidak tahu bahwa semua itu hanya pura-pura kau sebenarnya memang mencintaiku dan menyayangiku kan, katakan saja!" ucapnya dengan sangat berani karena dalam keadaan tidak sadar sepenuhnya.
"Sekarang giliranku yang harus memenuhi kewajibanku sebagai istrimu, aku tidak mau durhaka pada suamiku sendiri, jadi sekarang lakukanlah" kata Dea yang merentangkan kedua tangannya dan menyerahkan dirinya pada Keano.
"Mengapa kamu diam saja, ayo cepat lakukan!" Dea berteriak karena melihat Keano yang sedari diam saja tanpa memberi jawaban kepadanya.
"Oohh... Atau jangan-jangan kau ini tidak tertarik dengan tubuh mungilku ini, ah iya kau kan lebih suka yang seksi-seksi seperti mantan pacarmu itu.
__ADS_1
Huhuhu, kau jahat mengapa kau menikahiku jika kau masih menyukai wanita seksi itu, kau menyakitiku, kau jahat aku membenci___" katanya dengan menangis namun tanpa mengeluarkan air mata
'CUP' Keano langsung mencium Dea saat Dea akan mengatakan kata benci kepadanya.
Ciuman yang terjadi tidak seperti biasanya, keduanya berci*man tanpa sebuah adanya paksaan dari Keano, Dea menikmati ci*man tersebut bahkan sampai hanyut ke dalamnya.
"Jangan pernah mengatakan kata benci kepadaku dengan mulut mungilmu itu dan jangan pernah menyebut wanita itu dengan mulutmu dan di hadapanmu, mengerti!" Dea menjawab perintah Keano dengan anggukan kepalanya.
"Apa kamu sudah siap melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri?" tanya Keano pada Dea saat mereka telah selesai berci*man.
Dea menganggukkan kepalanya pertanda dirinya menyetujuinya, Keano yang mendapat ijin dari Dea langsung menjatuhkan Dea di atas ranjang dan mulai melakukannya.
Dea tidak mengerti apa-apa tentang masalah hubungan se*k, hingga saat melakukannya bersama Keano, Dea hanya bisa mengikuti permainan Keano saja.
***
Lily pergi ke kamar Reno untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, padahal Reno juga tidak mengetahuinya.
"Ren, mengapa Keano menyuruh semua orang untuk masuk ke dalam kamarnya, bahkan aku sebagai ibu kandungnya pun ia suruh masuk ke dalam kamar, sungguh anak tidak sopan, ini semua gara-gara gadis desa itu yang membuat Keano menjauh dariku" tuturnya yang sedari tadi terus saja marah-marah kepada Reno dan kata-kata itu selalu Lily ulangi.
"Bu, mengapa ibu terus saja mengulang kata-kata itu dari tadi, dengar ya bu Reno tidak tahu jadi jika ibu ingin tahu tanyakan saja pada kakak. Dan jangan mengulangi kata-kata yang sedari ibu katakan itu, ibu kira kata-kata ibu itu lagu apa, sehingga jika ibu terus mengulanginya bisa membuatku tidur.
Sekarang ibu pergilah ke kamar ibu karena kakak menyuruh semua orang ke kamarnya masing-masing untuk istirahat bukannya pergi ke kamar orang lain dan mengganggu tidurnya, sekarang ibu pergi ya." kata Reno yang mengusir ibunya dari kamarnya karena telinganya sudah hampir tuli mendengat ocehan ibunya.
"Hei, kau juga mengikuti jejak kakakmu, awas saja kau" ucap Lily yang emosi karena Reno mengusirnya dan menutup pintu kamarnya.
💙💙💙**Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.
Aku baru saja buat novel baru judulnya"Menikahi Om CEO Tampan" jangan lupa mampir yup siapa tahu hati kakak kecantol dengan ceritaku itu, eak eak.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.
Terima kasih dan jumpa lagii bayyy💙💙💙**