Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
15. PEMBELAAN KEANO


__ADS_3

Lily dan Reno menunggu kedatangan Keano di ruang keluarga, dan betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat Keano bersama seorang wanita di sebelahnya.


Reno sebagai adik Keano tentu senang, karena kakaknya akhirnya menemukan seorang wanita untuk menggantikan mantan kekasihnya yang dulu meninggalkannya.


Reno melihat perubahan kakaknya saat di tinggal kekasihnya pergi, kekasih Keano berselingkuh dengan pria lain karena merasa tidak nyaman berhubungan dengan Keano.


Mantan kekasih Keano beranggapan bahwa Keano terlalu mengekang dan melarangnya, padahal itu adalah bentuk kasih sayang kakaknya pada kekasihnya.


Kakaknya yang dulu sedikit menghilangkan sifat dingin dan kejamnya, setelah mantan kekasihnya meninggalkannya sifatnya kembali bahkan lebih kejam dan dingin dari sebelumnya.


Reno berharap wanita yang bersama kakaknya tersebut, bisa mengubah sifat buruk kakaknya menjadi lebih baik lagi.


Tapi tidak dengan Lily ibunya Keano, Lily terlihat tidak senang melihat wanita yang bersama dengan anaknya, Lily beranggapan bahwa Dea tidak pantas menjadi mantu di keluarga Atmaja karena menurutnya Dea pasti dari kalangan biasa dan mau menjadi kekasih anaknya karena ingin menguasai harta anaknya.


"Duduklah", suruh Keano pada Dea, dan di jawab Dea dengan anggukan kepalanya pertanda iya.


"Bu, perkenalkan dia adalah wanita yang akan menikah dengan saya nanti, namanya Dea Khairunnisa", ucap Keano yang memperkenalkan Dea kepada ibunya.


Dea langsung mengarahkan tangannya ke depan untuk berjaba tangan dengan Lily, namun Lily tidak menghiraukannya.


Reno yang melihat itu lantas menjawab jaba tangan Dea, "Hai kak aku adiknya kak Keano calon suami kakak, namaku Reno".


"Hai juga Reno, senang bertemu denganmu.


Dan panggil aku Dea atau De saja, jangan ada embel-embel kakaknya karena sepertinya umur kita tidak jauh berbeda, kita bisa menjadi sahabat karena dari yang ku lihat kamu orangnya seru dan baik juga hahaha", jawab Dea sambil tertawa dan di ikuti juga dengan tawa Reno.


"Kau bisa saja De".


Keano yang melihat Dea bisa sesantai itu berbicara pada adiknya tidak suka, sedangkan saat berbicara dengannya slalu melawan dan tidak sesantai seperti sekarang.


"Ehem", suara deheman Keano membuat Dea dan juga Reno berhenti tertawa.


" Jangan kamu panggil Dea dengan namanya saja, panggil dia kak Dea karena sebentar lagi ia akan menjadi kakak iparmu", perintahnya dengan tegas.


"Tapi kak, Dea sendiri yang menyuruhku memanggilnya dengan namanya sa...", belum sempat melanjutkan bicaranya, Keano sudah memotongnya.


"Saya bilang panggil dia kak Dea, kamu mau uang jajanmu saya potong", kata Keano yang membuat Reno tidak bisa berkutik.


"Baik kak", ucapnya lesu.

__ADS_1


Dea yang melihat itu sontak ikut berbicara pada Keano, "Tapi bos kita seumuran jadi biarlah Reno memanggilku dengan namaku saja".


"Diam kamu", kata Keano nada emosi, dan Dea langsung diam tak membalas lagi.


"Oh Tuhan, bagaimana nanti jika aku sudah resmi menjadi istrinya, bisa-bisa habis tubuhku sisa tulang saja", batinnya.


Lily yang melihat adegan tersebut merasa muak, "Kerja dimana kamu sekarang?", tanya Lily yang ingin tahu lebih jauh tentang calon menantunya itu.


"Saya bekerja di salah satu pabrik anak tante", jawabnya dengan jujur tanpa rasa malu sedikitpun, karena bagi Dea itu merupakan pekerjaan yang halal.


Lily yang mendengar jawaban Dea kaget "Apa-apaan kamu ini Keano, kamu menikahi gadis miskin yang hanya bekerja di pabrikmu, yang sangat jauh berbeda dengan kita oh astaga, mau taruh dimana mukaku jika semua teman-teman sosialitaku tahu".


Keano tidak suka melihat ibunya menilai seseorang berdasarkan status sosialnya saja,


"Dia pilihan saya, calon istri saya dan yang akan menjadi ibu dari anak-anak saya.


Dan saya berbicara dengan ibu hanya untuk membicarakannya, keputusan ibu setuju atau tidak, bukan masalah saya karena ibu sudah kehilangan hak untuk mengambil keputusan hidup saya 15 tahun yang lalu, jadi saya akan tetap menikahinya walau ibu tidak menyetujuinya" kata Keano tidak terbantahkan kepada ibunya.


"Tapi setidaknya minimal kamu mencari anak seorang anak pengusaha jadi kita tidak terlalu malu, bukannya malah seorang karyawan kau jadikan istri", ucapnya memandang rendah Dea.


"Bu, sudah bu. Jangan buat kakak marah saat suasana hatinya sedang normal", bisik Reno di telinga Lily.


Tapi Dea diam saja karena Lily orang tua dan juga ibu bosnya.


"Jika ada seseorang yang berani menghina keluarga saya apalagi Dea, maka akan saya pastikan mereka akan menyesal telah mengucapkannya".


"Dan ibu tidak usah ikut mengurusi pendamping saya, karena saya yang akan menikah jadi biarkan saya yang memilihnya.


Dan yang saya pilih untuk menjadi pendamping saya adalah Dea, jadi saya mohon ibu mengerti", kata Keano mengakhiri pembicaraan.


"Ayo, saya antar kamu pulang", kata Keano sambil memegang tangan Dea dan pergi meninggalkan ibu dan juga adiknya.


Reno memanggil Dea sehingga Keano dan Dea menghentikan langkahnya, "Tunggu kak Dea"


Dea pun melihat Reno karena Reno memanggilnya, "Iya ada apa Ren?", jawab Dea.


"Tolong maafkan perkataan ibu, ibu sebenarnya baik kak, hanya saja kakak baru di keluarga kami jadi ibu merasa was-was, ibu hanya ingin memilihkan istri yang baik seperti kebanyakan ibu lainnya", jelas Reno pada Dea yang berusaha menumbuhkan sifat baik ibunya pada Dea.


"Kau ini bicara apa", bisik Lily pada Reno.

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa Ren, namanya juga orang tua pasti menginginkan anaknya mempunyai pasangan yang sempurna agar anaknya bahagia", kata Dea dengan bijak.


"Sok baik", batin Lily yang mendengar penuturan Dea.


"Terima kasih kak, kau sangat baik juga pengertian.


Kakak beruntung memiliki calon istri seperti kak Dea", ucapnya dengan sangat tulus.


"Tapi di sini kau yang lebih beruntung, karena kau mempunyai kakak ipar seperti aku yang imut, cantik rendah hati dan yang paling penting kita seumuran, jadi jika kita jalan bersama kita akan di kira sepasang kekasih", kata Dea yang mencairkan suasana yang sedih.


"Kau bisa saja kak".


"Saya tidak akan membiarkan kalian berdua jalan berdua, dan kau jangan coba-coba mengakui kakak iparmu sebagai kekasihmu di hadapan semua orang karena jika kau melakukannya saya habisi kau", ucap Keano pada Reno dengan nada mengancam.


Dea merasa aneh melihat sikap bosnya yang terlihat cemburu di campur dengan sifat posesifnya, terlintas di pikirannya jika Keano menyuakinya, tapi Dea segera menghilangkan pikirannya tersebut.


Karena tidak mungkin bosnya menyukainya secara dia dan Keano, bagaikan langit dan comberan.


Dan juga Dea tidak mau jatuh cinta pada bosnya yang menyebalkan seperti Keano.


"Ayo cepat ini sudah sore, saya tidak mau orang tuamu merasa khawatir", ucap Keano sambil menarik tangan Keano agar jalannya lebih cepat.


"Ibuku tidak akan merasa khawatir padaku bos, karena ibu saya jelmaan ibu tirinya Cinderella.


Perbedaannya tipis bos, kalau di film Cinderella, di suruh ngepel, nyapu sama ibunya, kalo Cinderella versi saya telinga saya di tarik sama ibu saya seperti anak kecil yang pulang kesorean karena main terus di tarik telinganya supaya pulang ke rumah", kata Dea sambil berjalan ke arah mobil Keano.


Keano yang mendengar penjelasan Dea, tersenyum, Dea yang melihat senyum Keano kaget sekaligus takjub.


Kaget karena ternyata Keano bisa tersenyum dan takjub karena senyumnya begitu indah.


"Bos tersenyum?", tanyanya pada Keano yang membuat Keano gugup, tapi Keano menyembunyikan kegugupannya dengan wajah dinginnya.


"Tidak".


Hai kakak-kakak, terima kasih karena sudah mampir ke novelku.


Aku harap kalian suka dengan novelku.


Dan jangan lupa like, komen dan votenya.

__ADS_1


Maaciw kakak-kakak😊


__ADS_2