Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
38. OBAT LUKA


__ADS_3

Aldi di bawa keluar oleh Ken atas perintah Dea agar di antara Keano dan Al tidak terjadi apa-apa, Dea menahan Keano yang ingin mengejar dan menghajar Al, sekarang hanya tinggal mereka berdua di ruangan Keano.


Dea hanya bisa berdoa agar dirinya selamat dari amukan suaminya tersebut.


Lihat tatapan matanya itu, mengerikan sekali seperti tatapan ibu mertua yang jahat di serial Suara Cemprengnya Istri, Tuhan beri aku keberanian untuk menghadapinya. batin Dea yang melihat sekilas suaminya itu dan menundukkan kepalanya setelah melihat tatapannya yang tajam setajam silet.


"Sayang, dimana kotak P3K nya?" tanya Dea dengan kepala masih menunduk karen takut dengan tatapan mata Keano.


"Di sini tidak ada kotak P3K." jawabnya dengan ketus.


"Dimana aku bisa mendapatkatnya?" tanyanya lagi karena ia ingin mengobati luka di wajah Keano, meski di hajar Al beberapa kali Keano masih kuat dan sadar sedangkan Aldi yang baru di hajar olehnya dua kali sudah terbujur lemas maka dari itu Dea melerai keduanya agar keduanya tidak dalam masalah.


"Kemari!" perintah Keano pada Dea karena Dea sedari tadi berdiri jauh dari Keano.


Tamat sudah akhir hidupku.


Dea mendekat ke arah Keano dan duduk di sebelahnya, "Iya Sayang, ada apa?"


"Kemarikan tangan kananmu!" perintahnya sambil mengarahkan tangannya ke arah Dea.


Apa sekarang tanganku akan di patahkannya, atau di potong-potong lalu potongannya di berikan kepada buaya darat.


Dengan ragu Dea perlahan meletakkan tangannya di atas tangan Keano, sekarang tidak ada pilihan lain, jika Dea kabur pasti Keano akan menangkapnya dan akan tetap memotong tangannya jadi pikirnya lebih baik menyerah jika sama akan di patahkan tangannya juga, jadi percuma jika ia lari.


Cup... cup... cup...


Tanpa Dea duga, ternyata Keano meminta tangannya bukan untuk di patahkan atau di potong tapi untuk Keano ciumi.


Keano mencium secara penuh tangan Dea, tanpa ada yang terlewat sedikitpun baik telapak tangannya atau punggung tangannya, Dea yang melihatnya hanya diam melongo dengan mulut menganga, melihat keanehan suaminya.


"Kenapa kamu menciumi tanganku, apa tanganku begitu harum hingga kamu menciuminya seperti itu?" tanya Dea yang heran dengan sikap Keano.


Karena baji*gan tadi sudah menyentuh tanganmu yang hanya milikku ini.

__ADS_1


"Sekarang obati lukaku!" perintahnya, yang menghiraukan pertanyaan Dea dan menyuruhnya mengobati lukanya agar Dea melupakan pertanyaannya untuk mengalihkan perhatiannya.


Dari tadi aku juga mau mengobati lukamu tapi kau bilang tidak ada kotak P3K disini, jadi sekarang aku harus mengobatimu dengan apa kalo tidak ada obatnya, memangnya luka bisa sembuh begitu saja seperti sulapnya pak Tarno apa.


"Baiklah aku akan keluar dan meminta meminta karyawanmu untuk mengambilkan kotak P3K." ucap Dea yang ingin keluar untuk mengambil obat dan mengobati suaminya.


"Tidak perlu" ucapnya yang membuat Dea tidak jadi keluar.


"Cium semua luka ku!" perintahnya yang membuat Dea kaget.


What, whot, whit, mengapa selalu mencium sih, mana lukanya di wajah semua ada yang di bibir juga, ohh bibirku yang mungil ini selalu menjadi korban.


"Tapi Sayang, lukamu bisa iritasi nanti jika aku ciumi, lebih baik aku keluar mencari obatnya jadi lukamu bisa cepat sembuh dan tidak iritasi" ucapnya dengan semangat dan tersenyum untuk menyakinkan Keano agar ia di ijinkan mencari obatnya dan tidak harus menciumnya.


"Kamu menolaknya..." ucapnya dengan nada yang datar, tapi membuat Dea ketakutan.


"Tidak Sayang, bukan begitu maksudku, aku hanya tidak ingin lukamu iritasi karena ciuman dari bibir mungilku ini" ucapnya sambil memegang bibirnya.


"Jika lukaku iritasi, aku akan menyuruh dokter terhebat yang ada di negara ini atau luar negeri untuk mengobati lukaku, sekarang cepat lakukan!" ucapnha dengan sombongnya.


Dea tidak menyerah ia masih berusaha mengeles agar ia tidak harus menciumi luka Keano.


"Ahh aku ada ide Sayang, bagaimana kalau lukamu itu aku obati dengan upilku, kata ibuku dan ibuku kata nenekku dan nenekku kata buyutku, upil dan ludah itu ampuh mengobati luka-luka, bagaimana, kamu pilih upilku atau ludah wangiku Sayang, tenang semuanya sama-sama manjur kok" ucapnya yang menawarkan pada Keano seperti seorang sales yang menawarkan dagangannya.


Karena Keano tidak menjawab Dea menganggap Keano setuju , Dea langsung mengambil upil yang ada di dalam hidungnya dengan jarinya dan mengarahkan jarinya ke arah Keano, "Sini Sayang aku obati."


"Kalau sampai jarimu menyentuhku, aku pastikan besok jarimu itu tidak akan lengkap seperti sekarang." ucapnya yang memperingatkan Dea dan Dea langsung menjauhkan jarinya dari Keano.


"Baiklah" jawabnya lesu dan menjauhkan jarinya dari Keano.


"Cepat lakukan sekarang!"


Padahal upilku manjur melebihi obat yang di resepkan oleh dokter.

__ADS_1


Cup...


Dea akhirnya menuruti perintah Keano untuk mencium semua luka yang ada di wajahnya, pertama ia mencium luka yang ada di pipi Keano dan yang terakhir luka yang ada di bibir Keano, awalnya ia ragu tapi ia paksakan.


Dan saat sampai di bibir ciumannya berlangsung cukup lama karena saat Dea melakukannya, Keano lngsung memegang belakang kepala dan punggung Dea, hingga membuat Dea tidak bisa bergerak dan tidak bisa melepaskan ciumamnya.


"Sayang, mengapa tadi Al datang kemari dan memukulmu?" tanya Dea yang penasaran setelah selesai menyelesaikan ritualnya tadi.


"Dia sudah mengetahui jika aku memaksamu untuk menikah denganku" ucapnya yang mengatakan kebenaran bahwa Al telah mengetahui tentang pernikahan paksanya.


Al tahu darimana, aku kan tidak pernah memberitahukan tentang alasan pernikahanku padanya.


"Jadi, jangan pernah kamu menemui dia lagi, jika kamu menemui bajing*n tadi dan aku mengetahuinya, akan aku buat bisnisnya hancur tanpa sisa" ucap Keano yang mengancam Dea.


"Tapi Al sahabatku Sayang, bagaimana kamu bisa melarangku untuk bertemu dengannya." ucap Dea yang mencari pembelaan dan menatap Keano.


"Jangan pernah menyebut namanya menggunakan mulutmu itu, mengerti!" ucapnya sambil menunjuk bibir Dea, Dea hanya mengangguk pertanda ia mengerti.


"Aku tidak perduli, semua keputusan ada di tanganmu, jika kamu tetap ingin bertemu dengannya bersiaplah mendengar kabar tentang kehancuran perusahaan sahabatmu itu." lanjutnya dengan santai seperti tanpa dosa.


Dea akhirnya diam tidak bicara lagi, entah karena marah dengan Keano atau malas berdebat dengan Keano karena apapun perdebatannya sudah di pastikan pemenangnya adalah Keano.


"Bawakan makanan ke ruangan saya" ucap Keano melalui telepon kantor pada dan ia langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari karyawannya.


"Aku tidak lapar" ucap Dea yang mendengar Keano menelpon karyawannya untuk membawakan makanan ke ruangannya.


"Memangnya siapa yang memesankan makanan untukmu" ucap Keano yang mendengar perkataan Dea.


Hah kenapa aku bisa berpikir orang sepertinya memesankan makanan untukku, sekarang mau ku taro dimana mukaku yang imut ini.


💙💙💙***Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.

__ADS_1


Terima kasih dan jumpa lagii bayyy***💙💙💙


__ADS_2