Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
19. MALU


__ADS_3

Meninggalkan kesedihan yang di rasakan Aldi, beralih dengan persiapan pernikahan yang dilakukan oleh Keano. Hari terus berganti acara pernikahan antara Keano dan Dea semakin dekat, kurang satu hari lagi acaranya akan dilaksanakan.


Semua orang dan juga para pelayan di mansion Keano disibukkan dengan mempersiapkan acara pernikahannya Keano, meski pernikahannya ini tertutup hanya orang terdekat saja yang di undang, tapi tetap terlihat sangat mewah dan juga indah.


"Urus semuanya Ken dan jangan sampai ada kesalahan, apapun itu saya tidak mau tahu" ucap Keano dengan nada tegas.


"Baik tuan muda" jawab Ken sambil menunduk dan melenggang pergi untuk menemui Wedding Organizer yang mengurus pernikahan Keano.


"Bagaimana persiapanya?" Ucapnya kepada sang WO.


"Ba.. baik tuan, semuanya lancar dan terkendali" jawab sang WO dengan gugup karena merasa takut pada Ken.


"Bagus, memang seharusnya seperti itu. Kau urus semua yang di butuhkan dan jangan buat kesalahan sedikitpun sebab jika terjadi kesalahan sedikit saja, kau tidak akan bisa hidup nyaman lagi seperti sekarang" ucap Ken dengan nada yang tenang namun membuat orang yang memdengarnya merasa merinding.


"Baik tuan" jawab sang WO dengan cepat.


Walau besok adalah hari pernikahannya tapi Dea tetap melaksanakan kegiatan seperti biasanya yakni bekerja, meskipun pabrik tempat Dea bekerja milik Keano tapi ia tidak bisa seenaknya bolos karena kemarin ia sudah bolos bekerja waktu Keano mengajaknya pergi ke mansionnya.


Jika sekarang ia bolos lagi maka teman-temannya akan bertanya mengapa dirinya terus membolos saat bekerja, dan Dea tidak ingin pusing memikirkan jawabannya.


"Buk, pak Dea berangkat bekerja dulu ya" kata Dea sambil berjalan menuju orang tuanya untuk bersalaman.


"Hei kau ini, besok itu pernikahanmu kenapa masih bekerja? Perusahaan tempatmu bekerja kan milik calon suamimu, jadi berlibur satu hari tidak masalahkan? Memangnya calon suamimu tidak memberimu cuti haa" tanya ibu pada Dea.


"Kan semuanya sudah di urus bos Keano, kita tinggal datang saja ke mansionya.


Jadi tidak ada alasan Dea tidak berangkat bekerja bu, sudahlah Dea berangkat dulu ya, daaa" jawabnya sambil melenggang pergi dari hadapan orang tuanya.


Tapi saat membuka pintu Dea mendapati bos dan asistennya berdiri di hadapannya, dengan pandangan mata yang ke lurus ke depan.


Oh Tuhan... kenapa dua orang ini selalu saja datang tiba-tiba padahal aku tidak mengundangnya seperti jalangkung saja. Membuat hariku kacau, hari yang awalnya cerah seketika menjadi gelap gulita setelah bertemu dengan mereka seperti pakaian yang di kenekannya itu cihh.


"Bos, kenapa kemari?"


"Ikut saya sekarang" kata Keano sambil menarik tangan Dea tanpa menjawab terlebih pertanyaan Dea.


"Tapi bos, saya mau bekerja" ucapnya yang berusaha menolak ajakan Keano dengan keras dan cemprengnya, sambil berusaha melepaskan gandengan tangannya.

__ADS_1


Tapi Keano tetap menggandeng tangan Dea dan menarik tangannya tanpa menghiraukan kicauan cempreng Dea yang bisa merusak selaput gendangnya, sebenarnya Keano ingin rasanya menyumpel mulut Dea dengan kaos kaki supaya diam.


Dea mulai diam karena merasa capek dari tadi terus berbicara tapi tidak di hiraukan oleh Keano, Dea akhirnya menghubungi ibunya untuk memberitahu bahwa ia sedang pergi bersama Keano supaya ibunya itu tidak khawatir seperti kemarin.


"Iya ada apa, katanya bekerja kenapa menelponku saat jam kerja hem, dasar pemakan gaji buta" kata ibu saat mengangkat telponya, padahal Dea belum bicara tapi Dena sudah bicara dengan nada datar namun sangat pedas.


"Hah ibu, kau ini menuduh anakmu yang tidak-tidak, kalau tidak tahu yang sebenarnya tidak usah bicara, membuat sakit hati saja"


"Ya ya ibu minta maaf karena menuduhmu yang tidak-tidak, sekarang bicaralah ada apa kau menelponku, cepat bicara ibu tidak punya banyak waktu" ucapnya dengan sombong dan sok sibuk, padahal saat Dea menelpon sekarang Dena sedang menonton tv Kisah Beneran di salah satu channel tv.


Haiss sok sibuk, padahal sedang menonton tv.


"Aku pergi bersama bos Keano hari ini bu" jelas Dea karena tidak ingin ibunya merasa khawatir seperti kemarin.


"Kemana" tanyanya penasaran.


"Ibu, pengen tau aja atau pengen tau banget?" Katanya sambil tersenyum.


"Pengen tau banget"


Ken dan Keano yang melihat Dea hanya menggelengkan kepalanya.


Dan di rumah Dena mengutuk Dea karena berani menipunya dan akan memberinya pelajaran saat sampai rumah nanti.


"Awas saja nanti kamu, kalau sampai rumah ibu jitak kepalamu" ucap Dea yang merasa emosi.


Setelah perjalan yang cukup lama memakan waktu, akhirnya sampai juga di tempat tujuan yakni salon kecantikan yang terlihat begitu besar dan mewah.


"Bos untuk apa kita kemari? bos mau perawatan?"


Tapi keduanya tidak ada yang menjawab pertanyaan Dea, dan Keano lebih memilih melanjutkan jalannya sambil memegang dan menarik tangan Dea.


Apa mereka ada penyakit budak ya? (alias bisu dadakan)


"Selamat datang tuan" sapa sang pegawai salon kepada ketiga orang di hadapannya.


"Dimana manager anda, panggil dia" perintah Ken.

__ADS_1


"Maaf tuan ada perlu apa ya?" jawab sang pegawai karena tidak tahu Ken dan juga Keano.


"Turuti saja perintah saya dan panggil manager anda nona" kata Ken dengan nada santai namun mematikan.


Seketika sang pegawai langsung memanggil managernya, managernya awalnya kesal karena waktunya bersantai harus hilang karena ada pelanggan yang memanggilnya, tapi saat melihat yang datang adalah Keano ia pura-pura bersikap ramah.


"Selamat datang tuan Keano, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya sok ramah pada Keano.


"Ken, kau tahu hukuman apa yang pantas di dapatkan untuk pegawai yang bersantai-santai dan makan gaji buta saat bekerja?" tanya Keano pada Ken yang berniat untuk menyindir manager salon.


Tapi bukan hanya manager yang merasa tersindir tapi Dea juga merasa kata-kata bosnya untuk menyindir dirinya.


Hah bagaimana dia bisa mengatakan jika aku bersantai, bahkan bekerja lebih santai daripada pergi bersamanya.


"Kehilangan pekerjaannya tuan muda" jawab Ken.


Manager salon langsung merasa kaget termasuk Dea, walau Keano tidak menyindirnya tapi Dea berpikir Keano menyindirnya. Dan sontak saja Dea langsung marah mendengar bahwa pegawai yang bersantai saat jam bekerja akan kehilangan pekerjaannya.


"Hei bos apa maksud bos, bilang bahwa yang bersantai saat jam kerjanya akan kehilangan pekerjaannya. Dengar ya bos saya pergi kemari karena kau yang memaksaku, jika kau tidak memaksaku aku tidak sudi ikut denganmu. cuihh" kata Dea marah.


"Apa maksudmu?" tanya Keano yang tidak mengerti maksud Dea.


"Aku pergi saja dan aku akan pergi ke pabrik untuk bekerja supaya kau tidak bisa seenaknya akan memecatku" ucapnya sambil berjalan pergi dari salon.


"Diam di tempatmu" katanya dengan lantang dan keras pada Dea, Dea langsung berhenti karena merasa takut.


Akhirnya Dea tahu bahwa dirinya salah paham telah mengira bahwa Keano menyindirnya, setelah Ken menjelaskan padanya bahwa tuannya menyinggung manager salon bukan dirinya.


Dan saat tahu akan hal itu, begitu malunya Dea pada Keano, ingin rasanya sekarang Dea membuang mukanya agar jauh dari Keano.


Hei hati, mengapa kau mudah sekali tersinggung, sekarang mau ku taro mana mukaku kalau seperti ini. Hilang sudah harga diriku yang ku junjung tinggi di hadapannya.


**Hai kakak-kakak yang baik, makasih sudah mampir ke novel ini, aku harap kalian suka dengan novelnya.


Dan jangan lupa tinggalkan like, komen dan votenya di novel ini, dan ya jangan lupa rate bintang 5 yupp...


Tengkyu 😊**

__ADS_1


__ADS_2