Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
41. BERTEPUK SEBELAH TANGAN


__ADS_3

Dea sudah menyiapkan makanan untuk Keano, ia akan pergi ke kantor Keano dan memberikan makananya sebagai ganti tadi pagi karena masakannya rasanya tidak enak.


Namun rencananya itu terhenti saat ada seseorang yang menelponnya.


"Ya hallo, ada apa Al" ucal Dea yang mengangkat panggilan dari Al.


"Bisakah kita bertemu?"


"Tapi aku harus..." ucap Dea yang terhenti karena Al memotong ucapannya.


"Ku mohon De" ucap Al yang memohon hingga membuat Dea menyetujuinya.


"Baiklah"


Dea ingin meminta ijin kepada Keano tapi saat Dea menelpon Keano telponnya tidak diangkat akhirnya Dea mengirimkan pesan singkat.


Sayang, aku ada urusan yang harus aku selesaikan jadi maaf aku tidak bisa datang ke kantor untuk mengantarkan makanan. isi pesan Dea.


Dea datang di Kafe yang di suruh Aldi, disana ia sudah melihat Al sedang duduk menunggunya.


"Hai Al" sapa Dea sambil tersenyum.


"Duduklah De.


Aku sudah tahu De kamu menikah dangan tuan Keano karena sebuah ancaman dan paksaan darinya" ucap Al yang to the poin.


"Ya benar, maaf karena aku telah berbohong kepadamu" ucap Dea yang menunduk.


"Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu memintanya. Maukah kamu meninggalkan tuan Keano demi aku De?" ucap Al sambil memegang tangan Dea.


Dea melepaskam genggaman tangan Al, "Apa maksudmu Al?" tanyanya yang tidak mengerti maksud Aldi.


"Aku mencintaimu De, bahkan melebihi cintaku terhadap diriku sendiri.


Aku tahu kamu terpaksa menikah dengan tuan Keano dan aku tahu kamu pasti tidak bahagia hidup bersamanya.


Jadi ikutlah denganku dan kita akan menikah berdua dan hidup bahagia bersama, kita akan menjadi keluarga kecil yang bahagia" ucap Al dengan penuh harap dan berharap Dea mau menerima cintanya.


"Tapi Al, aku tidak bisa. Kamu lihat sendiri aku sudah menjadi istri dari Bos Keano dan hubungan kita sudah sangat dekat, aku sudah menganggapmu sebagai sahabat terbaikku di dunia ini." tolak Dea dengan halus sambil tersenyum.


"Tapi aku mau hubungan kita lebih dari hubungan persahabatan De." ucap Al yang masih bersikeras agar Dea mau dengannya.


"Tapi aku tidak bisa melakukannya Al.

__ADS_1


Bagiku pernikahan itu hubungan sakral yang dilakukan sekali seumur hidup bukan sebuah permainan yang dengan mudah di selesaikan dan di ganti dengan permainan lainnya ketika kita sudah merasa bosan" ucap Dea dengan serius.


"Apakah pernikahan akan tetap berlanjut jika tidak ada sebuah kebahagiaan di dalamnya?


Sama halnya permainan, kita akan berganti permainan jika menurut kita permainan itu sudah tidak bisa membuat bahagia kita lagi" ucap Al.


"Tapi aku bahagia menjadi istri bos Keano dan hidup bersamanya Al.


Jadi ku mohon hilangkan rasa sayangmu padaku dan carilah wanita lain untuk mengisi hatimu" jelas Dea, Al hanya menatap mata Dea yang sepertinya berkata dengan jujur.


"Aku yakin di luar sana masih banyak wanita yang lebih baik dan cantik dari aku, tapi tidak ada yang bisa menandingi keimutanku kau tahu itukan?" ucap Dea yang berusaha untuk menghibur Aldi.


"Jika kamu merasa senang dan bahagia hidup bersama tuan Keano, aku akan ikut bahagia atasmu dan jangan lupa untuk meminta bantuanku jika dirimu dalam kesusahan." ucap Al yang selalu siap sedia jika Dea meminta bantuannya.


Keduanya saling tertawa dan bersunda gurau seperti sebelumnya, Dea berusaha mengalihkan perhatian Al tentang perasaannya dan membuatnya tertawa dengan guyonannya.


***


Keano baru saja menyelesaikan meetingnya bersama dengan kliennya jadi ia mematikan ponselnya agar meetingnya berjalan dengan lancar tanpa gangguan.


Dan saat Keano menghidupkan ponselnya, ia melihat 7 panggilan tak terjawab dari istrinya, Keano melihat pesan yang di kirim Dea dan ia segera menelpon balik Dea.


"Halo kau dimana, mengapa kau pergi secara tiba-tiba, ada urusan apa kau sebenarnya, sekarang katakan dimana kau berada aku akan kesana dan menjemputmu." ucap Keano yang bertanya begitu banyak pertanyaan kepada Dea karena Keano merasa khawatir.


"Aku akan segera pulang karena urusanku telah selesai jadi kamu tidak perlu menjemputku Sayang" jelas Dea.


Keano akhirnya menuruti keinginan Dea untuk tidak menjemputnya, ia juga langsung pulang ke mansionnya untuk bertemu dengan istrinya.


Saat Dea membuka pintu kamarnya, ia ingin mandi karena tubuhnya terasa begitu lengket namun ia sudah melihat Keano yang menatapnya dengan tatapan intens.


"Dari mana saja kau" ucap Keano pada Dea yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


Mengapa dia tiba-tiba muncul, seperti hantu saja.


"Eehh Sayang, kenapa kamu sudah pulang, inikan masih sore?" tanyanya , bukanya menjawab Keano ia malah menanyai Keano.


"Kamu tidak berhak bertanya padaku sebelum kamu menjawab pertanyaanku." ucapnya dengan tegas.


"Aku kan ingin mengalihkan perhatianmu, mengapa kau tidak mengikuti alurku saja dengan menjawab pertanyaanku sih" gumam Dea pelan.


"Kamu ingin jawaban jujur atau bohong ha ha" ucapnya sambil menaikkan kedua alisnya dan tersenyum.


"Jawaban jujur" jawabnya singkat

__ADS_1


"Tapi kamu harus berjanji dulu, kamu tidak akan marah kepadaku, bagaimana? " tawar Dea, Dea melakukan menawaran tersebut agar dirinya bisa selamat dari amukan Keano.


"Ya"


"Ya, apa. Kurang lengkap kata-katanya" kata Dea yang membuat kesabaran Keano teruji.


"Ya, aku tidak akan memarahimu" jawabnya yang mengepalkan tangannya karena berusaha memedam amarahnya.


"Sebenarnya tadi Al mengajakku bertemu, di pertemuan kita Al mengungkapnya isi hatinya padaku" jelas Dea yang menjelaskan pada Keano secara setengah-setengah.


"Apa isi hatinya?" tanyanya penasaran.


"Kamu janji tidak akan marah yaa" ucap Dea yang ingin memastikannya lagi.


"Iya." jawabnya dengan berat hati.


"Al mengatakan isi hatinya bahwa ia mencintaiku, ia ingin mengajakku menikah hidup bersamanya dan meninggalkanmu." ucap Dea dengan jujur yang membuat amarah Keano tidak bisa ia tahan.


"Berani sekali ******** itu, akan aku bunuh dia" ucapnya yang berapi-api.


"Kenapa kamu mengingkari janjimu, kamu sudah berjanji tidak akan marah bukan?"


Aku juga belum mengatakan sepenuhnya, kamu sudah marah." ucap Dea yang merasa sebal.


"Al memang mengajakku menikah tapi aku menolaknya karena aku sudah menjadi istrimu dan aku bahagia hidup bersamamu, dan saat aku mengatakan itu Al langsung membiarkanku karena baginya kebahagianku lebih utama, dan kebahagianku adalah hidup bersamamu" lanjut Dea yang menjelaskan semuanya, Dea juga tidak menyangka jika ia mengatakan kepada Al jika kebahagiannya itu saat berada di samping suaminya, semua itu spontan terucap dari hatinya yang di tuangkan oleh mulutnya.


"Benarkah itu?" tanya Keano.


Dea hanya membalas dengan anggukan kepala.


Membuat hati Keano bersorak gembira dan jantungnya berdetak sangat cepat seperti hendak meninggalkan tempatnya.


Apa ini? mengapa perasaanku jadi tidak karuan seperti ini, apa aku sudah mulai mencintainya dan apakah Dea juga merasakan hal yang sama denganku. batin Keano.


Apa barusan tadi namanya mengungkapkan perasaan, mengapa aku mengungkapkan perasaanku pada bos Keano. Ah bukan aku hanya mengatakan yang sebenarnya terjadi karena aku tidak ingin menyembunyikan apapun darinya. batin Dea yang menolak mengakui perasaannya.


💙💙💙Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.


Kak aku ada karya baru judulnya, "Menikahi Om CEO Tampan" kunjungi juga yup siapa tahu kakak semua kecantol hatinya


sama novelku yang satu itu eakkk.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.

__ADS_1


Terima kasih dan jumpa lagii bayyy💙💙💙


__ADS_2