Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
53. LILY


__ADS_3

Semua orang tengah berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan pagi, ada yang aneh pada sarapan pagi ini yakni berubahan sikap Lily yang tiba-tiba berubah 180 derajat sangat beda dari biasanya yang cuek, acuh, tidak perduli dengan sekeliling menjadi perhatian, peduli dan juga ramah.


"Hei kalian baru turun, ayo duduklah. Bagaimana tidur kalian tadi malam, nyenyak tidak?" tanya Lily dengan senyum ramahnya, Reno dan Dea hanya diam dan melongo melihatnya sedangkan Keano masih tetap dengan wajah dinginnya.


"Ibu tidak salah minum racun kan?" tanya Reno yang bingung dengan perubahan sikap ibunya.


"Racun itu gunanya untuk membunuhmu agar di bumi ini tidak ada generasi anak durhaka seperti dirimu, beraninya mengataiku meminum racun, memangnya ibu ini semacam hama tikus haa." kata Lily yang emosi mendengar Reno mengataimu minum racun.


"Ibu kok jadi sensi sih, ibu lagi datang tahun baru, ya?"


"Diam kamu!" sentak Lily setelah mendengar perkataan Reno yang selalu mengandung konten kurang ajar di dalam perkataannya.


Reno langsung terdiam dan menatap ke bawah, Dea dan Keano hanya mendengarkan dan melihat pertikaian ibu dan anak di hadapannya.


"Kalian ingin makan apa, biar ibu ambilkan" tawar Lily dengan menunjukkan senyumannya .


"Tidak usah bu, biar Dea saja yang mengambilkan untuk suami Dea dan untuk Dea sendiri atau ibu juga ingin Dea ambilkan sekalian?" tolak Dea secara halus dan balik menawari Lily, ibu mertuanya apakah ada yang di inginkannya atau tidak.


"Baiklah, kamu saja yang mengambilkannya, tolong ambilkan ibu rendang dan nasinya sedikit saja ya."


"Baik bu." balas Dea yang mengambilkan sarapan sesuai keinginan ibu mertunya.


"Sayang, kamu ingin aku ambilkan apa?"


"Terserah kamu saja, aku pasti akan memakan makanan pilihanmu." jawabnya dengan dingin tapi terdengar begitu romantis atau malah ilfeel bagi orang yang mendengar perkataannya.

__ADS_1


Budak cinta, lebai dan menjijikan. batin Reno.


Lily terus memerhatikan perkataan dan sikap Keano yang memang terlihat beda di mata Lily, dari yang Lily lihat Keano terlihat beda dari saat dulu berhubungan dengan Risa.


Dea mengambilkan Keano sarapan berupa nasi goreng, Dea meletakkannya piring yang berisi nasi goreng di depan Keano.


"Kak! aku juga ingin kakak mengambilkan sarapan untukku, mengapa kakak hanya mengambilkan untuk kak Keano dan ibu saja." ucapnya dengan kesal karena Dea yang tidak memperhatikannya.


Dea tersenyum geli mendengar protes dari adik iparnya, membuat Dea bertindak dan mengambilkan sarapan untuk adik iparnya namun Keano memegang tangan Dea yang hendak mengambilkan mengambilkan sarapan untuk Reno.


"Jangan banyak bertingkah, jika kau ingin makan ambil sendiri dengan tanganmu, tidak usah menyuruh istriku memangnya kau pikir istriku asisten pribadimu kecuali jika tanganmu aku potong, baru kau bisa menyuruh istriku untuk mengambilkan makanan, bagaimana apakah kau berminat?"


Glek... Reno menelan salivanya mendengar perkataan kakaknya yang terdengar begitu kejam, "Tidal perlu kak, aku akan mengambilnya sendiri." ucapnya yang langsung mengambil makanan dan meletakkannya di atas piringnya.


Karena Dea tidak mengambil sarapan untuk Keano, ia mengambil sarapan untuk dirinya sendiri, "Untuk apa kamu mengambil piring lagi?" tanya Keano saat melihat Dea memegang piring.


"Tidak perlu. Kita sarapan satu piring untuk kita berdua dan jangan lupa, kamu harus menyuapiku!" perintah Keano yang tidak mengenal waktu dan tempat yang tepat.


Kenapa dia selalu memerintah tidak melihat waktu dan keadaan yang tepat, dia tidak lihat apa jika di sini ada banyak orang.


"Tapi Sayang di sini ada bany__"


"Aku tidak suka dengan penolakan!" tuturnya yang membuat Dea harus mengubur rasa malunya dan dengan sangat terpaksa Dea menyuapi Keano di di hadapan ibu, adik ipar bahkan para pelayan.


Lily hanya tersenyum melihat sikap manis anaknya terhadap istrinya.

__ADS_1


Tidak tahu malu!


Seperti anak kecil saja minta di suapi, makan sendiri kau masih memiliki tangan bukan, kecuali jika tanganmu aku potong baru aku akan memperbolehkan kakakku untuk menyuapimu, dasar, semakin tua semakin menjadi. batin Reno yang menirukan perkataan Keano tadi karena merasa dongkol melihat sikap kakaknya yang bermesraan dan bermanja-manjaan di hadapannya.


Reno dari tadi terus memperhatikan Dea yang sedari tadi menyuapi Keano dengan telaten hingga selesai sarapan pun Reno masih sesekali meliri kakaknya.


"Keano, bolehkah ibu berbicara kepadamu?" tanya Lily dengan hati-hati karena merasa takut Keano tidak akan perduli dengan perkataannya bahkan sampai marah.


Dea yang mendengar Lily sepertinya ingin berbicara sesuatu yang penting kepada Keano, Dea berinisiatif meninggalkan ibu dan sang anak agar mereka berdua bisa menyelesaikan masalah yang selama ini menghalagi hubungan antara seorang ibu dan anak.


"Ren." panggil Dea dengan menggerak-gerakkan kepalanya dan mengedip-ngedipkan matanya pertanda agar dirinya keluar bersama Dea dan membiarkan Keano dan Lily berdua saja.


"Keano, ibu minta maaf karena ibu tidak pernah memerhatikanmu dan Reno sejak kecil sampai kau dewasa seperti sekarang.


Hingga membuatmu harus bekerja keras di usiamu yang seharusnya kamu itu bermain dengan teman-temanmu.


Ibu telah menelantarkanmu dan Reno dari dulu karena ibu terlalu bersedih atas kepergian ayahmu, bahkan aku hanya mementingkan kepentinganku sendiri tanpa memikirkan apa kedua putraku sudah makan atau belum." ucap Lily dengan penuh penyesalan dan mengakui semua kesalahannya yang ia lakukan di masa lalu.


Keano masih belum bisa harus menjawab apa atas pernyataan ibunya tersebut, "Bahkan dengan tidak tahu dirinya aku melarangmu untuk menikahi gadis yang kamu cintai dengan alasan gadis itu miskin padahal sebenarnya ibu juga miskin, karena ini semua fasilitas yang ibu pakai adalah hartamu, dengan kebaikan hatimu, kamu memberi semua kenikmatan ini secara cuma-cuma setelah apa yang sudah ibu lakukan padamu di masa lalu. Sungguh ibu sangat menyesal, tolong maafkan semua kesalahan ibu yang dulu pernah ibu lakukan padamu, ibu siap kau apakan sesukamu asalkan kamu memaafkanku." ucapnya dengan nada yang sedih dan menatap ke bawah karena tidak berani menatap Keano.


Keano langsung mendekat ke arah ibu yang sudah lama tidak menerima kasih sayangnya dan memeluk erat sang ibu.


"Keano rindu ibu, kasih sayang ibu dan pelukan ibu seperti ini" ucap Keano yang menangis dan memeluk erat sang ibu.


Lily membalas pelukan Keano sama eratnya, saat sang anak berkata rindu dengan pelukannya, "Ibu juga merindukanmu nak." keduanya terus berpelukan terhanyut suasana haru, mungkin itu karena setelah sekian lama mereka tidak berpelukan, walaupun keduanya tinggal satu atap tapi keduanya tidak pernah saling berbicara atau bahkan hanya menyapa satu sama lain.

__ADS_1


"Ibu akan berusaha menerima istri yang kamu pilih dan kamu cintai, sekarang ibu hanya ingin kamu bahagia selalu dan ibu tahu letak kebahagianmu itu bersama dengan istrimu" katanya setelah melepaskan pelukannya, Keano yang telah mendengar perkataan ibunya kembali memeluk sang ibu kembali, "Aku bahagia ibu kembali seperti ibuku yang dulu." ucap Keano.


Bersambung....


__ADS_2