Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
30. MENYUAPI


__ADS_3

Dea masuk ke dalam ruang kerja Keano, saat Dea membuka pintu sudah ada 2 pria yang melihatnya penuh dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, tapi Dea tidak memperdulikannya dan tetap masuk dengan tersenyum kepada Keano.


"Hai, Sayang" ucapnya sambil melambaikan tangannya dan tersenyum.


Dea langsung duduk di hadapan Keano, padahal Keano hanya diam tidak menyuruh Dea untuk duduk.


"Sayang, lihat saya membawakan makanan yang enak-enak buatan pak Jamal."


"Siapa yang menyuruh kamu duduk?" tanya Keano dengan wajah datarnya.


"Tidak ada Sayang" jawabnya dengan polos.


"Kembali ke sana, dan duduklah kemari setelah saya menyuruhmu" perintahnya pada Dea.


"Tapi Sayang, saya sudah terlanjur dud..." ucapnya, tapi di potong oleh Keano.


"Kembali!"


"Baiklah" katanya dengan lesu.


Nona kau sangat berani pada semua orang, tapi kau tidak berani pada suami nona sendiri. batin Ken yang melihat adegan tersebut.


Keano memang tidak suka jika ada orang yang tidak mengetuk pintu saat masuk ke dalam ruangannya, bahkan duduk terlebih dahulu sebelum ia mengijinkannya dan memintanya duduk, karena Keano tidak menyukainya menurutnya itu perlakuan yang kurang sopan.


Dea akhirnya kembali ke pintu masuk, dan meminta ijin pada Keano saat ia akan duduk, seperti perintah suaminya tadi.


"Tuan, nona, saya permisi dulu" kata Ken yang tidak ingin mengganggu waktu berdua suami istri tersebut.


"Ehh tunggu dulu sekretaris Ken, apa tidak sebaiknya kita makan siang bersama kebetulan tadi aku membawa makanan cukup banyak jadi cukup untuk 3 orang, bagaimana?" tawar Dea sambil tersenyum pada Ken.


"Dia ada pekerjaan yang harus dia selesaikan sekarang juga, jadi biarkan dia pergi dan menyelesaikan pekerjaannya." ucap Keano yang sebenarnya tidak ingin Ken ikut makan bersamanya dan Dea.


"Tapi Sayang inikan jam istirahat waktunya makan siang, jadi apa tidak sebaiknya sekretaris Ken makan dulu, nanti kalo dia sakit bagaimana?"


"Kamu ini ya, saya bilang dia harus menyelesaikan pekerjaannya jadi biarkan dia pergi, dan jangan menghawatirkannya seperti itu, dia bisa menjaga dirinya sendiri tidak perlu kamu memperhatikannya seperti itu, mengerti!" jelas Keano dengan nada yang tinggi.


Dea hanya menunduk, diam dan menjawab Keano dengan anggukan kepalanya saja.


"Saya permisi tuan dan nona" kata Ken yang ingin segera pergi dari hadapan pasangan kekasih ini karena melihat tuannya sudah mulai tersulut oleh emosi.


"Sekarang cuci tanganmu setelah itu kemarilah" ucap Keano yang menyuruh Dea mencuci tangan setelah itu menyuruhnya untuk duduk di sampingnya, Dea pun menuruti perintah Keano dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


Dea membuka rantangnya yang berisi makanan dan menaruhnya di atas piring dan memberikannya pada Keano tanpa berbicara apapun.


"Suapi saya!" perintahnya dengan gayanya yang cool.


Dasar bayi raksasa, gayanya saja terlihat kejam tapi kelakuannya seperti anak TK.


"Jangan melihat saya seperti itu, mau kamu mata kamu saya congkel" ucapnya karena melihat Dea yang melihatnya seperti tidak mau menyuapinya.


Dea langsung menunduk dan menyuapi Keano dengan sendok.


"Gunakan tanganmu saja!" perintahnya.


Nanti kamu gigit dan hisap jariku seperti permen 'jagoan aya naon teh' lagi seperti yang lalu, menyebalkan sekali.


Dea terpaksa menyuapi suaminya dengan tangannya karena ia tidak ingin di katai lagi oleh suaminya sebagai istri durhaka.


"Mengapa kamu menatap saya seperti itu saat saya sedang makan haa?" tanyanya pada Dea dengan nada yang seperti ingin mengajak bertarung.


"Tidak, saya tidak melihatmu kok Sayang" belanya.


Ya iyalah orang aku menyuapimu ya aku harus melihatmu, masa aku menyuapimu tapi pandanganku ke arah lain. Kalau mengenai matamu atau hidungmu yang sempurna itu, kamu menyalahkanku.


Lagian siapa juga yang berharap suapan tangan dari tangan besarmu itu, bisa-bisa bibirku yang kecil dan menggoda ini, jadi melebar dan besar setelah tanganmu menyuapiku.


"Tidak Sayang, saya tidak pernah berharap kamu mau menyuapiku menggunakan tangan bersihmu itu, bibirku juga tidak pantas menerima suapan secara langsung melalui tanganmu itu Sayang" jelasnya yang merendah serendah-rendahnya.


"Ya, tangan saya memang terlalu berharga jika harus di gunakan untuk menyuapimu, sekarang lanjutkan!"


Lebih berharga lagi bibirku yang mungil dan seksi ini.


Dea mulai menyuapi Keano lagi, tapi sekarang Dea menyuapi Keano tanpa melihat wajahnya sesuai perintah Keano.


Jadi saat Dea menyuapi Keano suapannya tidak mengenai mulutnya tapi hidung Keano.


"Kamu sengaja ya menyuapi saya tapi kamu arahkan ke hidung saya, kamu iri melihat hidung saya yang sempurna ini atau kamu sengaja melakukannya supaya saya membalasmu dengan cara menyuapimu haa."


"Tidak Sayang, bukan begitu maksud saya, kamu tadi menyuruh saya untuk menyuapimu kan dan kamu juga menyuruh saya agar tidak memandang wajahmu, jadi begitulah yang terjadi saya tidak sengaja mengenai hidung sempurnamu, maaf." ucap Dea yang bingung mesti menjelaskan bagaimana lagi pada suaminya agar suaminya mengerti.


"Baiklah saya akan memaafkanmu, karena sudah menyentuh hidung sempurna saya sebab saya suami yang pemaaf.


Saya juga akan menyuapi kamu, agar kamu tidak mencari gara-gara lagi untuk mendapatkan perhatian saya" ucap Keano, sambil mengambil makanan dan menyuapkannya ke dalam mulut Dea.

__ADS_1


Kapan aku mencari perhatiannya sih, mengapa semuanya seolah-olah aku yang selalu ingin dekat dan mencari perhatiannya. batin Dea sambil membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Keano.


"Sepertinya kamu senang sekali saya menyuapimu"


Tidak sama sekali.


"Tentu saja senang, itu karena kamu yang menyuapi saya Sayang" balasnya yang berbohong sambil tersenyum pada Keano.


"jangan terlalu senang ini tidak akan saya lakukan setiap hari, jadi jangan berharap jika besok saya akan melakukannya lagi." ucap Keano yang mengingatkan Dea.


Siapa yang merasa senang kamu suapi, justru aku senang karena ini yang kedua dan terakhir kamu menyuapiku dan aku tidak akan meminta bahkan berharap kamu menyuapiku lagi.


"Baiklah saya tidak akan pernah berharap kamu menyuapiku lagi" ucapnya yang merasa sangat senang.


"Memang seharusnya seperti itu, bagaimana rasanya?" tanya Keano setelah menyuapi Dea dengan tangannya.


"Enak Sayang" balasnya dengan singkat.


"Itu karena tangan saya yang menyuapimu secara langsung" ucapnya dengan bangga.


Memang sudah dari sananya masakan pak Jamal memang enak, tidak ada hubungannya dengan suapan dari tanganmu tuan muda Keano.


Setelah selesai menyuapi makan Dea, Ken masuk ke dalam ruang kerja Keano untuk memberitahukan bahwa kliennya dari luar negeri sudah menunggunya di ruang meeting.


"Kamu di sini tunggu saya kembali, jangan pergi kemana-mana, kalau sampai saya selesai meeting, dan kemari kamu tidak ada, tidK tahu bagaimana nasibmu besok, apakah masih hidup atau tidak" jelas Keano pada Dea.


Glekk...


Dea menelan ludahnya kasar setelah mendengar penuturan Keano.


"Saya akan tetap di sini tidak akan kemana-mana Sayang, saya akan menunggumu sampai kamu datang." ucapnya dengan semangat setelah mendengar penuturan Keano karena ia takut akan di apa-apakan oleh Keano.


Keano keluar dari ruangannya dan tersenyum karena mengingat sikap Dea yang aneh juga lucu saat takut padanya.


***


💙**Hai kakak-kakak yang baik hati dan tidak sombong terima kasih sudah main ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel ini.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang 5 yup.


Terima kasih dan jumpa lagii bayyy💙**

__ADS_1


__ADS_2