
Flashback
Sudah jam dua belas lebih, tapi Keano belum juga pulang menjemput Dea untuk melakukan USG seperti yang di janjikannya. Dea akhirnya berinisiatif untuk pergi ke rumah sakit sendiri.
"Kamu mau kemana De?" Tanya Lily saat melihat Dea hendak pergi keluar.
"Dea mau me rumah sakit bu, untuk USG" jelas Dea.
"Bukannya nanti Keano akan mengantarmu, mengapa kamu pergi sendiri? Nanti kalo Keano datang dan mencarimu, bagaimana?"
"Mungkin suami Dea sedang sibuk bu. Jadi sampai sekarang belum nyampe sini. Dea inisiaif untuk periksa sendiri, nanti Dea akan langsung mampir ke kantor setelah selesai periksa, sekalian ngasih kejutan buat Keano bu. Tapi kalo nanti suami Dea dateng, suruh nyusul aja langsung ke rumah sakit. Ya sudah Dea pergi ya bu" Dea mengambil tangan Lily dan mencium punggung tangannya lalu pergi.
"Ibu ikut" teriak Lily pada Dea yang mulai berjalan ke arah pintu.
Dea membalikkan badan dan menampilkan senyum manisnya, "Ibu mau jadi Kecoa nantinya saat Dea dan Keano sedang berdua an"
"Tapi kamu di antar sopir ya, biar ibu tidak terlalu khawatir" pinta Lily yang seperti mendapat firasat tak enak yang akan terjadi.
"Iya ibuuu. Dahh bu, Dea pergi ya, jangan lupa istirahat" Dea melambaikan tangan pada Lily yang diam mematung penuh dengan kecemasan.
Dea berangkat ke rumah sakit di antar oleh supir Keano, saat di perjalanan Dea terus memikirkan reaksi Keano saat dirinya nanti sudah di kantor dengan hasil USG di tangannya. Apakah Keano akan memborong semua makanan yang ada di restoran untuknya atau di ajak pergi jalan-jalan seharian penuh. Apalagi sekarang Dea sedang berulang tahun, pasti dobel kejutannya. Semua angan-angan memenuhi otak Dea sampai tidak menyadari jika dirinya sudah sampai di rumah sakit.
__ADS_1
"Nona kita sudah sampai" ucap supir, menyadarkan Dea yang dari tadi melamun.
Dea langsung turun dari mobil dengan semangat yang menggebu. Dea mengantri bersama dengan ibu-ibu hamil lainnya. Dea memilih pemekrisaan kelas ekonomi, ia ingin merasakan mengantri bersama ibu hamil lainnya, berharap segera di panggil untuk di periksa dan mengetahui jenis kelamin anaknya. Jika bersama dengan Keano, suaminya itu akan langsung memesankan ruangan VVIP untuknya, tak ada rasa deg-deg annya.
"Ibu Dea Khairunnisa" panggil suster, Dea langsung berdiri dan masuk ke dalam ruangan.
"Duluan ya ibu-ibu cantik" Dea pamit masuk me ruangan pada ibu-ibu hamil lainnya. Dea langsung akrab dengan Ibu hamil lainnya, saat sampai tadi Dea sudah banyak berbincang-bincang dengan ibu hamil. Dea menanyakan rasanya melahirkan, ada yang sudah biasa aja, karena sudah terlalu sering lahiran sampai punya anak lima. Ada yang bilang sakit sekali, lebih sakit dari pada di tinggal Doi pas lagi sayang-sayangnya.
Dea langsung masuk ke ruang pemekrisaan, dengan senyum odolnya karena tidak sabar melihat jenis kelamin anaknya.
Setelah mendengar penjelasan Dokter dan melihat sendiri calon anaknya yang masih berada di dalam kandungan, Dea keluar dengan wajah berseri, rasanya kebahagiaannya bertambah berkali-kali lipat dari saat masuk ruangan tadi.
"Pak langsung ke kantor suami Dea ya" ucap Dea dengan senyum manisnya pada supir. Karena tidak ada telpon ataupun sms dari Lily. Dea berpikir bahwa Keano masih berada di kantor, ia memutuskan ke kantor untuk memperlihatkan hasil USG nya.
***
Senyumnya seketika hilang entah kemana, berganti dengan wajah mendung yang siap untuk menurunkan hujan lebat.
Dea berlari sambil terus mengeluarkan butiran cair dari matanya, ia tidak perduli semua orang memperhatikannya dengan tatapan aneh.
Keano yang melihat Dea berlari, sontak melepaskan pelukannya bersama dengan Kinan. Ia langsung mengganti pakaiannya di hadapan Kinan, tidak perduli lagi dengan sekitar. Karena pikirannya hanya tertuju pada Dea. Setelah selesai mengganti pakaian, Keano langsung keluar, berlari mengejar dan mencari keberadaan Dea.
__ADS_1
Mata melihat ke segala arah, tapi Keano tak melihat keberadaan Dea. Sampai matanya tertuju pada mobil yang tadi di kendarai Dea. Keano berlari ke arah mobilnya, "Dimana istri saya?!" Tanyanya pada supir.
"Nona tadi masuk ke kantor tuan muda" jawab supir dengan gugup karena ketakutan.
"Sial!" Keano memukul mobil dengan keras hingga membuat tangannya terbuka, "keluar!" Perintahnya, supir langsung keluar dari mobil sedangkan Keano menaiki mobilnya. Keano menyusuri jalan sambil memperhatikan jalanan sekitar. Ia menelpon ibunya, untuk bertanya apakah Dea sudah pulang ke mansion. Tapi tidak, Dea tidak di mansion. Keano juga menelpon orang tua Dea, dan Dea juga tidak ada di sana, Keano menitip pesan untuk memberitahu dirinya jika nanti Dea datang ke sana.
"Bagaimana sudah ada tanda-tanda keberadaannya?!" Tanya Keano pada anak buahnya melalui panggilan ponsel.
"Belum tuan"
"Bod*h! Mencari wanita saja kalian semua tidak becus. Saya beri waktu sampai besok, kalo besok belum juga ketemu, mati kalian semua di tangan saya!" Keano mematikan ponselnya, sebelum anak buahnya menjawabnya.
Keano benar-benar di buat gila oleh Dea, bahkan sudah malam, Dea belum juga ketemu. Anak buahnya sudah ia kerahkan semuanya untuk mencari Dea. Untuk mencari di rumah temannya, termasuk rumah Ida dan Aldi. Namun, hasilnya tetap nihil, Dea masih belum di temukan. Dea tidak berada di manapun, bagai di telan buaya buntung.
"Kemana kamu Deu. Kamu salah paham, semua yang kamu lihat tadi cuma salah paham, mana mungkin aku berpaling darimu. Mengapa kamu langsung pergi sebelum mendengar penjelasanku?" gumamnya yang khawatir dengan keadaan Dea dan anak dalam kandungan Dea, "Mengapa kamu slalu berhasil membuatku gila!" Keano memukul stir mobilnya.
🌻🌻🌻
Di taman kota, Dea tengah duduk di temani botol minuman di sampingnya. Ia memandangi hasil USG nya tadi, "Kenapa bapakmu tega sekali selingkuh di belakang Mommy, bilangnya cinta, sayang. Prettt... makan tuh cinta.
Dia malah pelukan sama wanita seksi, sambil memamerkan perut berlemaknya. Mentang-mentang Mommy buncit, Bapakmu itu pelukan sama wanita yang lansing kaya lidi bengkok. Padahal Mommy seperti ini karena Mommy sedang mengandung kalian" ucapnya pelan, Dea meratapi nasibnya yang sial berdobel. Di hari ulang tahunnya bukannya dapat kado atau kejutan yang romantis seperti makan sepuasnya, dapat warisan atau apa kek. Ini dia malah dapat kejutan melihat suaminya pelukan dengan wanita langsing, mana Keano telanjang dada lagi. Istri mana yang gak berpikir aneh, saat melihat suaminya pelukan gak pake baju?
__ADS_1
"Gak papa sayang, Mommy kuat kok. Walau Mommy di beri oleh kejutan Bapakmu yang benar-benar membuat Mommy jantungan. Tapi Mommy tetap bersyukur karena Tuhan memberi kado yang super duper indah yakni hadirnya kalian di perut Mommy. Gak perduli lagi Mommy sama Bapakmu itu, biar aja dia sama wanita lidi bengkok itu" ya, Dea tadinya ingin menunjukkan hasil USG nya yang menyatakan jika dalam perutnya terdapat bayi kembar. Tapi niatnya itu ia urungkan karena kejadian yang di luar dugaan.
Bersambung...