
Tok
Tok
Tok
Arga mengetuk rumah Najwa. Dirinya memang tiba di kota S 3 jam yang lalu. Setelah itu dia pergi kerumah Najwa dengan naik mobil sewaan.
Kriekkkk
Sumirah membuka pintu rumahnya dan cukup terkejut saat mendapati Arga sudah berada di depan pintu rumahnya.
"Assalammu'alaikum buk'e," ujar Arga sembari meraih tangan Sumirah untuk dia cium.
"Baik. Kamu apa kabar? ayo masuk," ujar Sumirah.
"Baik buk'e. Ini oleh-oleh buat buk'e," ujar Arga sembari menyodorkan beberapa oleh-oleh dari luar negeri.
"Aduh...seharusnya nggak usah repot-repot nak Arga," ujar Sumirah sembari meraih oleh-oleh dari Arga dan meletakkannya diatas meja.
"Siapa buk'e?" tanya Suratmo yang baru keluar setelah memberi makan ternak ayam dibelakang rumahnya.
"Nak Arga pak." Jawab Sumirah.
Saat Suratmo keluar keruang tamu, Arga tahu tatapan mata Suratmo tidak bersahabat padanya. Namun Suratmo masih membiarkan dirinya mencium tangan pria parubaya itu.
Suratmo duduk di kursi, dan meraih cangkir kopinya yang dia letakkan diatas meja.
"Sebelumnya saya minta maaf sama pak'e dan buk'e atas sikap saya terhadap Najwa beberapa waktu yang lalu. Saya tidak bermaksud menyakiti Najwa, karena keadaan saya waktu itu benar-benar sangat memprihatinkan," ujar Arga.
"Omong kosong. Tidak menyakiti kok malah menceraikan. Apa kamu pikir mentang-mentang anakku janda dua kali, kamu menganggap remeh dirinya? asal kamu tahu, meski dia janda ratusan kali, pria-pria banyak yang ngantri untuk mendapatkan anakku. Tahu tidak?" Suratmo berkata dengan penuh emosi.
Suratmo masih belum bisa melupakan kesedihan Najwa beberapa waktu yang lalu akibat perbuatan Arga.
"Sabar pak. Malu di dengar tetangga," ujar Sumirah.
"Biarkan saja buk'e. Pak'e tidak salah. Sebagai seorang bapak, bapak pasti merasa sakit hati melihat putrinya terluka," ucap Arga.
"Itu kamu tahu. Jangan kamu kira aku akan melupakan dengan mudah perbuatanmu pada anakku," ujar Suratmo.
"Untuk itulah aku datang kemari pak. Aku ingin menebus semua kesalahanku pada Najwa si masa lalu," ucap Arga.
"Apa maumu? sebaiknya kamu jangan temui dia lagi kalau hanya untuk minta maaf," tanya Suratmo.
"Tidak pak. Tidak hanya itu saja. Maksud kedatanganku kemari, karena ingin mengajak Najwa rujuk kembali. Sekarang saya sudah sembuh. Saya siap menjalani rumah tangga dengan Najwa kembali." Jawab Arga.
__ADS_1
"Tapi Najwa...."
Kata-Kata Sumirah terhenti, saat Suratmo memberikan kode dengan tangannya.
"Sepertinya tingkat percaya dirimu tinggi sekali. Atas dasar apa kamu yakin Najwa mau kamu ajak rujuk kembali?" tanya Suratmo.
"Pada dasarnya hubunganku dan Najwa baik-baik saja. Karena kekuranganku waktu itu, aku jadi tidak bisa mengendalikan diri dan menjatuhkan talak pada Najwa. Tapi sekarang tidak lagi, aku sudah sembuh dan bisa menebus rasa bersalahku kembali pada Najwa," ujar Arga.
"Kalau itu kamu bicarakan langsung saja dengan Najwa," ujar Suratmo.
"Pak'e...."
"Loh. Bener toh yang aku bilang? dia kan mau rujuk, jadi ngomong langsung sama orangnya. Buat apa dia ngomong sama kita," ujar Suratmo.
"Najwa kemana pak'e? biar saya bisa ngomong langsung sama dia," tanya Arga.
"Dia kerja di kota S. Kalau kamu mau, boleh susul dia kesana." Jawab Suratmo dengan santai.
"Najwa bekerja di kota S?" tanya Arga.
"Buk'e kamu ambil pena sama buku. Tolong catatkan tempat tinggal Najwa di kota S," ujar Suratmo.
Tanpa banyak bicara Sumirah langsung melaksanakan perintah suaminya. Setelah selesai dia memberikan kertas itu pada Arga.
"Terima kasih buk'e, pak'e. Kalau begitu saya langsung kembali ke kota S saja. Biar tidak kemalaman," ujar Arga.
Arga kemudian berpamitan dengan. Suratmo dan Sumirah. Setelah yakin Arga sudah pergi, Sumirah tidak tahan untuk tidak menanyai suaminya itu.
"Pak'e kenapa bersikap seperti itu? seharusnya kita katakan saja kalau Najwa sudah menikah lagi dengan Ega," ujar Sumirah.
"Enak saja kalau dia langsung tahu begitu saja. Aku punya kesempatan buat ngerjain dia, kenapa harus di sia-siakan? dia sudah menyakiti Najwa, jadi aku harus memberinya pelajaran," ujar Suratmo.
"Tidak baik seperti itu. Berkat kita sabar, sekarang putri kita sudah bahagia ," ucap Sumirah.
"Biarkan saja.Biar tahu rasa dia. Heh, aku jadi penasaran bagaimana ekspresi wajahnya saat tahu kalau Najwa sudah menikah lagi. Pasti asam kecut," Suratmo terkekeh.
Sumirah hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu. Menurutnya sikap Suratmo sangat kekanakkan.
Sementara itu, diperjalanan Arga senyum-senyum sendiri. Karena menurutnya Sumirah dan Suratmo sudah memberikan lampu hijau untuk dirinya.
"Sayang. Tunggu aku sebentar lagi. Aku akan segera datang menjemputmu," batin Arga.
Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam, Argapun tiba di kota S, dan mencari penginapan di dekat alamat yang Sumirah berikan.
Karena sangat lelah, Arga memutuskan untuk beristirahat. Keesokkan harinya barulah dia berencana akan menemui Najwa.
__ADS_1
*****
"Sebaiknya aku beli perhiasan saja kali ya? aku akan melamarnya sekali lagi. Dengan begitu mungkin dia akan menilai kalau aku sungguh-sungguh ingin rujuk dengannya," ujar Arga.
Arga memutuskan untuk pergi ke toko perhiasan, dan membeli sebuah cincin berbahan logam mulia.
Setelah selesai, dirinya memutuskan segera mencari Najwa sesuai alamat yang tertera dikertas.
"Kalau melihat dari alamatnya sih benar disekitar sini. Apa Najwa tinggal di rumah itu? atau di kontrakkan itu ya?" Arga bergumam sendiri.
Dia memang tengah bingung saat ini, karena Sumirah lupa memberika nomor rumah di alamat itu. Kebetulan dia bertanya dengan salah satu teman Marina, diapun menunjukkan rumah Najwa yang berada di seberang jalan.
"Siapa sih dia? kok nanya kak Nana? mana ganteng lagi. Nanti kita tanya kak Nana saja, siapa tahu itu saudara kak Nana," ujar teman Marina.
Kriekkkk
Marina keluar dari kontrakkannya sembari merenggangkan tubuhnya.
"Mar. Tadi ada yang nyariin kak Nana,"
"Siapa?" tanya Marina.
"Tuh,"gadis itu menunjuk dengan bibirnya.
Marina menoleh, namun hanya terlihat bagian punggungnya saja.
"Dia sangat tampan,"
"Betulkah?" tanya Marina.
"Mungkinkah dia saudada kak Nana ya? kalau iya kan kita bisa minta dikenalkan," ujar Gadis itu sembari terkekeh.
"Untung ini hari minggu. Kebetulan Nana dapat jatah off," ucap Marina.
Kriekkkkkkk
Butet keluar dari kontrakkan dan mengikuti arah pandang teman-temannya ke arah seberang jalan. Butet mengerutkan dahinya saat melihat pria bertubuh proposional itu tengah mengetuk pintu rumah Najwa. Arga berbalik badan, dan baru terlihat jelas dimata Butet, kalau pria itu adalah Arga.
"Mampus kau!" ucap Butet lirih.
Sementara itu. Najwa yang tengah memasak untuk makan siang, bergegas menuju depan pintu karena ingin melihat tamu yang datang.
Krieeekkkk
"K-Kak Arga?" Najwa terkejut.
__ADS_1
To be continue..🤗🙏