
"Najwa. Kenapa kamu mau di perlakukan seperti itu? sudah jelas-jelas dia memiliki wanita lain dalam hatinya. Apa kamu tahu dia itu seorang casanova? dia hanya ingin mengambil keuntungan darimu. Setelah Melody kembali kamu pasti akan di campakkan," ucap Arga.
"Aku tahu, tapi aku juga tidak bisa mundur lagi saat ini. Semua sudah terjadi, aku hanya tinggal menunggu 3 bulan lagi," ujar Najwa.
"Apa maksudmu tinggal nunggu 3 bulan lagi?" tanya Arga penasaran.
Najwa menghela nafas panjang, dia benar-benar merasa sangat berdosa karena sudah membuka aib rumah tangganya. Tapi dia juga berharap menemukan solusi, setelah berbicara dengan pihak yang juga mengenal suaminya itu.
"Kami membuat perjanjian pernikahan selama 6 bulan. Sekarang sudah jalan 3 bulan, setelah tepat 6 bulan, Melody akan kembali. Saat itulah kak Ega akan menentukan siapa yang akan dia pilih." Jawab Najwa.
"Oh astaga Najwa...apa kamu tidak sadar? kamu itu sama sekali bukan wanita pilihan. Karena kamu wanita yang layak di jadikan panutan dalam rumah tangga. Bukan seperti si Melody itu," Arga sangat berapi-api saat mengatakannnya.
"Istigfar kak!" ucap Najwa.
"Astagfirullahaladzim," Arga mengusap wajahnya. Tanpa sadar dia sudah menghina mahluk Tuhan lainnya.
"Aku tahu ini terdengar sangat konyol. Terkesan kami sudah mempermainkan sebuah pernikahan. Tapi aku bisa apa? aku sudah sangat berusaha untuk mempertahankan rumah tanggaku. Tidak ada dalam pikiranku buat jadi janda berkali-kali," ujar Najwa sedih.
"Kamu tidak salah Najwa. Tapi si brengsek Ega lah yang tidak tahu diri. Diberi berlian malah kebanyakkan mikir. Tapi terlepas dari itu semua, ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu," ucap Arga.
"Apa?" tanya Najwa.
"Apa kamu mencintainya?" tanya Arga.
Najwa terdiam. Terlihat sekali raut kesedihan di wajah cantik Najwa. Sementara Arga harap-harap cemas, menanti jawaban dari Najwa. Karena sejujurnya Arga mengharapkan Najwa berkata tidak.
"Sayangnya iya. Bahkan mungkin aku sudah jatuh terlalu dalam pada pesona suamiku sendiri." Jawab Najwa tertunduk.
Greppppl
__ADS_1
Lagi-Lagi Arga mengepalkan tangan di bawah meja. Sungguh dadanya merasa bergemuruh saat ini. Rasa cemburu yang tidak pada tempatnya itu sudah meracuni hatinya.
"Kenapa? padahal jelas-jelas kamu tahu dihatinya juga ada wanita lain," tanya Arga.
"Aku merasa aku tidak merasa bersalah. Menempatkan rasa cintaku pada suamiku sendiri, bukan suami orang lain. Aku tahu aku terlalu naif, tapi aku akan menanggung resikonya, jika suatu saat aku akan terluka olehnya." Jawab Najwa.
"Dia baik dan lembut padaku, meskipun aku tidak tahu itu hanya senjatanya untuk melumpuhkan hatiku. Tapi aku tidak perduli, bagiku pernikahanku adalah ibadahku. Aku pasrahkan semuanya pada Allah, aku akan terima jika akhirnya aku yang kalah dalam pertarungan ini," sambung Najwa.
"Najwa. Sungguh kamu tidak pantas jika harus di sandingkan dengan pria sejahat Ega. Aku tidak merasa diriku lebih baik. Tapi aku pastikan Jika kamu bersamaku, kamu tidak akan pernah merasakan kepahitan ini," batin Arga.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan jika ternyata Ega lebih memilih Melody?" tanya Arga.
"Kenapa kakak bertanya seperti itu? tidakkah kakak mau mendo'akan rumah tanggaku yang baik-baik?" tanya Najwa.
"Aku hanya ingin tahu, bagaimana kamu akan menghadapi masa depanmu, setelah kamu di campakkan oleh manusia satu itu," ujar Ega.
"Mau bagaimana lagi. Yang pasti aku pasti akan di ceraikan olehnya. Status janda dua kali pasti sudah di depan mata. Aku akan menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada, mungkin itu memang sudah jalan takdirku." Jawab Najwa.
"Sungguh nasib Ega sangat beruntung. Karena memiliki wajah yang tampan juga karier yang cemerlang. Tapi dia jauh lebih beruntung, karena di kelilingi banyak wanita yang mencintainya, terutama wanita sepertimu Najwa. Sangat di sayangkan kalau mata pria itu sampai salah memilih," ucap Arga.
"Najwa. Mungkin perkataan kakak ini sangat konyol dan tidak masuk akal. Atau mungkin kamu akan sedih mendengarnya. Tapi Najwa, jika suatu saat dia benar-benar mencampakkanmu, bolehkah kakak ngantri untuk di beri kesempatan?" tanya Arga.
Mendengar ucapan Arga, tentu saja membuat Najwa terkejut. Pasalnya dia adalah seorang wanita yang sudah bersuami, tapi ada pria lain yang menginginkan dirinya. Tentu saja dia menganggap hal itu tidak di benarkan.
"Istigafar kak. Kakak nggak boleh ngomong gitu. Aku ini wanita yang sudah bersuami, tidak pantas kakak mendambakan wanita yang seperti itu," Najwa memperingatkan Arga.
"Bukan itu poin intinya Najwa. Sudah ku katakan padamu, aku ingin di beri kesempatan setelah kamu resmi di campakan olehnya," ujar Arga.
"Maaf kak aku nggak bisa." Jawab Najwa tegas.
__ADS_1
"Kenapa? apa karena kakak hanya seorang kasir di rumah makan?" tanya Arga.
"Astagfirullah kak. Kok gitu ngomongnya? ini bukan masalah tentang karier atau uang. Kakak memintaku melihat ke arahmu, sementara aku masih berharap rumah tanggaku baik-baik saja. Tidakkah kakak berpikir, kakak itu terlalu jahat? seharusnya kakak temui kak Ega sebagai sahabat. Beri dia nasehat agar dia bisa melihat ke arahku saja. Tapi kakak malah bersikap sebaliknya, kakak seolah mau rumah tanggaku benar-benar hancur," Najwa mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.
"Ma-Maafkan kakak Najwa. Tapi jujur saja, kakak memang menyukaimu." Jawab Arga.
"Percuma ngomong sama orang yang sudah dibisikki oleh syetan," ujar Najwa yang kemudian berlalu pergi dari hadapan Arga.
Najwa pergi menuju toilet, karena dia ingin membasuh wajahnya. Sementara itu Arga jadi terdiam. Dia akui, dirinya berdosa. Karena sudah mendambakan wanita yang masih menjadi istri sah orang lain.
"Bodohnya kamu Arga. Kenapa kamu tidak bisa menahan diri. Seharusnya kamu tunggu sampai urusan rumah tangganya kelar, barulah kamu masuk." Arga menggerutui kebodohannya.
Arga merasa tidak sabar menunggu Najwa keluar dari toilet. Setelah menunggu beberapa saat, Najwa akhirnya keluar juga.
"Najwa. Kakak mau minta maaf, kakak tahu kakak salah. Maaf ya?" ucap Arga.
Najwa melihat ke arah Arga. Dapat Najwa lihat, Arga memang tulus ingin meminta maaf padanya. Sesaat kemudian Najwa mengangguk sembari tersenyum.
"Sudah jam 3 sore. Aku pulang dulu ya kak?" ujar Najwa.
"Ya. Hati-Hati ya? sampai jumpa besok," ucap Arga.
"Emm." Najwa mengangguk.
Najwa mengambil tas selempang yang dia simpan di dalam loker. Wanita itu kemudian pulang dengan menggunakan angkot.
Seperti biasa, Najwa langsung memasak, setelah dirinya sampai di rumah. Dia tidak ingin melewatkan moment memasakkan untuk suaminya yang diam-diam sudah mencuri hatinya itu.
"Semuanya sudah beres. Aku tinggal membersihkan diri dan menyambut suamiku," ujar Najwa dengan senyum semringah.
__ADS_1
Najwa kemudian membersihkan diri, dan sedikit berdandan untuk menyambut kepulangan suaminya.