
Disarankan baca pas buka puasa🙈🙈🙈
Arga menghela nafasnya, karena sudah beberapa hari ini Butet terlihat cuek padanya meski semua kebutuhannya wanita itu penuhi. Butet juga memutuskan berhenti bekerja, dan hanya ingin melayani Arga selayaknya istri yang patuh pada suami. Beberapa hari tinggal bersama dengan Butet, kini Arga bisa tahu kebiasaan gadis itu. Tapi Arga merasa terganggu perasaannya, saat Butet tiba-tiba saja jadi pribadi yang pendiam.
Greppppp
Arga memeluk Butet dari belakang. Butet yang hendak memejamkan mata, jadi seketika melebarkan matanya. Butet masih dengan membelakangi Arga, tidak berniat membalikkan tubuhnya sama sekali.
"Butet. Apa kamu sudah tidur?" tanya Arga.
Tak ada jawaban dari Butet. Wanita itu sengaja tidak menjawab pertanyaan suaminya karena ingin tahu apa yang ingin dilakukan pria itu.
Grepppp
Arga mengeratkan pelukkannya, dengan wajahnya sudah bersembunyi di ceruk leher istrinya itu yang membuat Butet jadi menegang seketika.
"Kamu belum tidur kan? abang menginginkanmu," bisik Arga ditelinga butet.
"Ini maksudnya ingin apa? ingin tempur kah? astaga...kenapa tiba-tiba? aku lupa sikat gigi tadi. Mana makan pete kan? lagian kenapa ngajak tiba-tiba sih?" batin Butet.
"Ayo Butet. Pasang wajah datarmu. Jangan perlihatkan wajahmu yang girang,"
Butet perlahan berbalik badan dan menatap wajah suaminya itu.
"Abang ingin bukan karena abang mau. Pasti karena abang merasa bersalah padaku. Lebih baik tidak usah bang. Aku nggak apa-apa kok," ucap Butet sembari beranjak dari tempat tidur.
"Kamu mau kemana? abang beneran ingin ini," ucap Arga.
"Nggak percaya," teriak Butet dari balik kamar mandi.
"Hufffttt...jantungku rasanya mau copot sekarang. Aku harus gosok gigi, siapa tahu dia menyerangku tiba-tiba. Bisa hilang selera lagi dia nanti," ucap Butet lirih.
Butet bergegas menggosok giginya berkali-kali, hingga dirinya benar-benar percaya diri.
Kriekkkkk
Butet keluar dari kamar mandi, dan itu tidak luput dari penglihatan Arga.
"Kenapa pula dia megang anunya dari luar sarung? apa punya dia sudah benar-benar ingin menggaruk punyaku? tapi biar aku jual mahal dikit, biar dia tahu punyaku ini paten punya," batin Butet.
"Tet," Arga meraih tangan Butet yang baru akan berbaring diatas tempat tidur.
"Apa?" tanya Butet.
Tanpa banyak kata lagi, Arga menuntun tangan Butet untuk menggenggam miliknya yang berada dibalik sarung.
"Alamakkk kokoh kali. Si Marina sudah tidur belum ya? akan aku teriakkan keras-keras, biar iri si jomblo akut itu," batin Butet.
"Ah...sayang,"
__ADS_1
Untuk pertama kalinya Arga membuat panggilan sayang untuk Butet. Yang membuat wanita itu jadi berbunga-bunga.
Dengan pengalamannya yang pernah menonton film biru. Butet membuat Arga melayang, meski hanya menggunakan tangan dan mulutnya.
Brukkkk
Arga membuat Butet berada dibawah kungkungannya. Dengan sigap Arga melucuti pakaiannya dan pakaian Butet, hingga mereka sama-sama mengagumi tubuh mereka satu sama lain.
Arga perlahan mendekatkan wajahnya dan kemudian mencium bibir Butet dengan lembut. Butet dengan nalurinya membalas ciuman itu.
"Ah...bang...ah..."
Suara Butet memenuhi ruang kamar mereka saat Arga bermain di puncak dadanya secara bergantian.
Blammmm
Mata Marina yang semula sudah terpejam, membuka seketika saat mendengar suara aneh dari sebelah kamarnya. Karena penasaran Marina menempelkan telinganya ke dinding. Dan benar saja, suara Butet benar-benar terdengar jelas ditelinganya.
"Ah...bang pelan-pelan, punya abang besar kali. Aku takut jadinya," ujar Butet.
Arga perlahan menekan miliknya. dia tahu apa yang harus dia lakukan, meskipun Butet tidak memperingatkannya.
"Ah...bang sakit kali bang," teriak Butet dengan lebaynya.
"Sayang. Jangan keras-keras, nanti Marina dengar. Ini baru jam 8," bisik Arga.
"Ayo lanjutkan bang," sambung Butet.
Dengan satu kali hentakkan, Arga berhasil menembus pertahanan Butet.
"Aduhhh mamak...sakitt...." teriak Butet.
Marina yang mendengar dari balik tembok ikut tegang mendengar jeritan Butet. Namun setelah teriakkan keras itu, suara Buret digantikan dengan suara-suara merdu dari keduanya yang saling bersahutan. Hingga di menit hampir ke 30, Arga dan Butet sama-sama mengerang panjang tanda mereka mendapat pelepasan pertama.
"Basahlah ini celana dalamku. Oh Tuhan cepatlah kirim jodoh untukku, tak tahan lagi ini rasanya aku. Tersiksa juga kalau tiap malam harus mendengar suara laknat tetanggaku," ucap Marina yang ikut lemas saat mendengar teriakkan panjang Butet dari balik tembok.
Namun penderitaan itu ternyata belum berakhir, 15 menit kemudian suara-suara laknat itu terdengar kembali dari balik tembok kamarnya. Dan malangnya suara-suara itu berhenti ketika waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi setelah beberapa kali sempat mereda.
"Kak Butet sialan kali kau. Aku jadi ikutan tidak bisa tidur gara-gara kau," gerutu Marina.
*****
"Kenapa jalan kakak rupanya?" sindir Marina.
"Kenapa pula rupanya dengan kantung mata kau. Sepertinya kau begadang ya semalam?" sindir Butet.
"Iya. Kudengar semalam ada suara kuda beranak. Tak berhenti-hentinya dia meringkik." Jawab Marina.
"Coba kau kerokkan dulu belakangku. Sepertinya aku terkena masuk angin," ujar Butet sembari melepas jilbabnya untuk memamerkan hasil karya suami dileher dan dadanya.
__ADS_1
"Puas kali sepertinya kakak meledekku. Mentanglah kau dapat terong balado dari padang itu,"
"Pantas saja masakkan padang terkenal. Beh terong baladonya paten kali Marina. Buat aku minta tambah terus," ucap Butet yang langsung di cebik oleh Marina.
"Numpang tidur dulu aku dirumahmu sebentar," sambung Butet.
"Kenapa pula dirumahku? kenapa dengan rumahmu rupanya?" tanya Marina.
"Liat wajah suamiku, nafsu saja bawaanku. Takut juga terongnyo kubuat patah. Tak bisa lagi dia nanti menggoyangku." jawab Butet asal.
Marina memutar bola mata dengan malas. Tapi dia tetap mengizinkan Butet tidur siang dirumahnya, karena matanya juga tidak tahan lagi.
"Butet kemana ya kak? kok aku telpon nggak diangkat-angkat," tanya Najwa.
"Lagi tidur siang mungkin." Jawab Ega tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Benar juga."
"Emang kamu ada perlu apa dengan Butet?" tanya Ega.
"Mau ngajak dia belanja buat kebutuhan rumah. Udah pada habis semua ini," ujar Najwa.
"Ya udah sama kakak saja," ucap Ega.
"Kakak istirahat saja. Kalau belanja sesama perempuan enak bisa tukar pendapat," ujar Najwa.
"Ya sudah kamu samperin aja dia di kontrakkan," ucap Ega.
"Ya sudah aku langsung pergi saja ya kak? sekalian mau nyamperin Butet," ujar Najwa.
"Ya. Hati-Hati ya sayang?"
Cup
Najwa mencium bibir Ega, sebelum pria itu memintanya.
Tok
Tok
Tok
Kriekkkkk
Mata Najwa terbelalak, saat melihat Arga dengan muka bantal keluar dari rumah dalam keadaan tidak mengenakan baju. Ada banyak tanda merah dibagian dada dan leher pria itu.
"K-Kak. Butetnya ada?" tanya Najwa sembari menundukkan wajahnya.
Mata Arga terbelalak saat mendengar suara Najwa didepannya, karena dirinya tidak sadar kalau saat ini dirinya tidak menggunakan baju.
__ADS_1