
Kini liburan sudah usai. Najwa dan Ega kembali bekerja seperti biasa. Saat ini Najwa tengah sibuk menghitung total harga makanan yang dibeli para pembeli, sementara Arga sibuk memandang wajah cantik gadis itu.
"Kakak kenapa masuk kerja di jam sekarang? bukannya kakak bisa masuk kerja nanti sore?" tanya Najwa saat pembeli sudah berangsur sepi.
"Aku ingin memantau kinerjamu dulu. Nanti kalau sudah bisa di lepas, baru kakak akan masuk sore." Jawab Arga asal.
"Ya ampun kak. Ini kan sudah dua bulan aku kerja disini. Sudah pasti aku sudah menguasai harga jualan disini," ujar Najwa.
"Tidak apa. Lagipula bosan dirumah, enak disini bisa bantu-bantu," ucap Arga.
"Bantu-Bantu apanya? la wong sejak aku datang, kerjanya cuma duduk liatin aku aja," batin Najwa.
"Najwa. Sepulang kerja kita jalan yuk?" ajak Arga.
Arga tidak sadar, pertanyaannya itu bisa membuat Najwa heran.
"Kakak ini bagaimana. Kakak kan masuk kerja setelah shif aku. Gimana caranya mau ngajak jalan?" tanya Najwa.
"Lagipula sampai kapanpun kita nggak akan pernah bisa jalan," sambung Najwa.
"Kenapa?" tanya Arga.
"Nggak pantas. Soalnya aku sudah bersuami." Jawab Najwa.
"Gadis ini apa tidak sedikitpun peka? tentu saja aku ngajak jalan karena ingin mendekatinya. Tapi kenapa dia bersikukuh bilang sudah bersuami?" batin Arga.
"Najwa. Sebenarnya aku ada yang ingin di bicarakan. Itulah sebabnya aku ingin mengajak jalan. Soal meja kasir bisa ku atur," ujar Arga.
"Maaf kakak. Aku benar- benar tidak bisa. Suamiku pasti tidak akan mengizinkan," ucap Najwa.
"Suamimu kerja dimana?" Arga ingin menguji kejujuran Najwa.
"Kantor pajak." Jawab Najwa.
"Kantor pajak? aku jadi ingat si Ega," batin Arga.
"Oh ya? kariernya bagus ya," ucap Arga.
"Alhamdulillah." Jawab Najwa seadanya.
__ADS_1
"Kamu sungguh-sungguh sudah menikah Na?" Arga memastikan.
"Iya kak. Maaf status di KTP memang belum sempat di ganti. Padahal ini pernikahan keduaku, tapi masih saja belum ada kesempatan buat ngurusnya." Jawab Najwa.
"Ap-Apa? ini pernikahan keduamu?" Arga terkejut.
"Emm. Aku tidak beruntung di pernikahan pertamaku, soalnya suamiku meninggal saat sedang bertugas. Kemudian aku menikah dengan kakak Iparku, karena menjalankan wasiat almarhum." Jawab Najwa.
Arga menatap Najwa untuk mencari kejujuran disana. Karena sejujurnya Arga masih belum percaya dengan apa yang di ceritakan oleh Najwa.
"Kenapa? kakak nggak percaya ya kalau aku udah pernah nikah dua kali?" tanya Najwa.
"Sama sekali nggak percaya. Kakak pikir itu hanya alasanmu buat nolak kakak yang ingin mendekatimu." Jawab Arga.
"Eh? kak Arga mau deketin aku? itu nggak benar kak. Aku benar-benar sudah bersuami," ucap Najwa.
Arga menghela nafasnya. Dari cara Najwa bercerita, sepertinya wanita itu memang jujur dalam pikirannya.
"Ya sudahlah. Mungkin kakak sudah menyukai orang yang salah," ujar Arga dengan wajah murung.
"Sebenarnya kak Arga orang baik. Andai aku tidak menikah dengan kak Ega, mungkin saja aku bisa suka sama dia. Astagfirullah...mikir apa sih aku ini?" batin Najwa.
"Jadi suamimu tinggal di apartemen dan kerja di kantor pajak?" tanya Arga memastikan.
"Benarkah? siapa nama suamimu? kali saja kakak mengenalnya," tanya Arga.
"Ega Dirgantara." Jawab Najwa.
"E-Ega Dirgantara?" Arga terkejut.
"Ya. Apa kakak mengenalnya?" tanya Najwa.
"Ya. Aku mengenalnya. Dia tahu kamu kerja disini?" tanya Arga.
"Emm. Bahkan setiap pagi kak Ega selalu mengantarku." Jawab Najwa berbinar.
"Kenapa Ega bisa menikah dengan Najwa? bukankah si playboy itu sudah punya Melody? apa mereka sudah putus? kalau yang di ceritakan Najwa benar, artinya suami pertama Najwa itu si Affan. Hah...Affan, mendengar kematianmu membuatku cukup terkejut. Pria itu orang baik dan santun, sangat berbeda dengan Ega. Tentu saja berjodoh dengan Najwa sangat cocok," batin Arga.
Arga, Affan dan Ega memang pernah belajar di satu sekolah yang sama ketika masih duduk di bangku SMA. Affan lebih muda dua tahun dari Ega, tapi pemikirannya jauh lebih dewasa. Itulah sebabnya, Affan lebih akrab dengannya ketimbang dengan Ega.
__ADS_1
"Itu artinya kalian baru menikah sekitar 3 bulan ini?" tanya Arga.
"Ya. Pernikahanku yang pertama memang singkat, meskipun kami pernah berpacaran selama 9 tahun. Tapi di saat sudah menikah, malah cuma bisa bertahan kurang dari seminggu." Jawab Najwa.
"Aku tahu. Jadi kamulah gadis yang sering diceritakan oleh Affan waktu itu," ujar Arga.
"Ka-Kakak juga kenal mas Affan?" Najwa terkejut.
"Ya. Dulu waktu SMA dia adik kelasku dan Ega. Karena mereka cuma beda dua tahun. Aku jadi ingat dia pernah bilang waktu itu, katanya dia nyesal pindah sekolah di luar kota. Itu karena dia di suruh tante Intan buat mengawasi Ega yang nakal." Jawab Arga sembari terkekeh.
"Iya. Waktu itu aku sempat marah, waktu mas Affan bilang mau pindah sekolah. Kami jadi LDR selama dua tahun," ujar Najwa.
"Kakak hampir bosan mendengarkan dia bercerita tentangmu setiap hari. Bahkan dia selalu menolak mentah-mentah, tiap ada cewek yang bilang suka sama dia," ucap Arga.
Tes
Air mata Najwa menetes. Melihat air mata Najwa, Arga jadi tidak enak hati.
"Ma-Maafkan kakak Najwa. Kakak tidak bermaksud," ujar Arga.
"Tidak apa kak. Terkadang aku juga masih suka kangen sama dia. Waktu 9 tahun bukan waktu yang singkat. Tapi saat sudah bersatu, dia malah ninggalin aku dengan cepat," ujar Najwa.
"Najwa. Kakak jadi penasaran, apa sekarang kamu dan Ega sudah saling mencintai?" tanya Arga penasaran.
Najwa terdiam. Dia jadi bingung harus berbagi dengan Arga atau tidak. Najwa sejujurnya senang, karena Arga mengenal suaminya. Itu artinya Najwa punya kesempatan untuk mengorek tentang Ega sebanyak mungkin, demi tujuannya sendiri. Tapi Najwa juga ragu, sebab itu artinya dia sedang membuka aib rumah tangganya sendiri.
"Ap-Apa kamu tahu tentang Me-lo-dy?" Arga bertanya dengan penuh hati-hati.
Mendengar nama Melody di sebut, Najwa menoleh ke arah Arga seketika.
"Kakak juga mengenal Melody?" tanya Najwa.
"Kamu juga tahu tentang dia? ap-apa dia sudah putus dengan Ega saat kalian menikah?" tanya Arga.
Najwa menggelengkan kepalanya. Dia tahu keputusan dirinya menceritakan keadaan rumah tangganya tidaklah dibenarkan. Tapi dia berpikir, Arga sudah tahu segalanya, bahkan tentang pujaan hati suaminya itu.
"Bahkan sekarangpun belum putus." Jawab Najwa.
"Ap-Apa? jadi kamu terima begitu saja perlakuan Ega padamu?" tanya Arga.
__ADS_1
Tanpa Najwa tahu, tangan Arga sudah terkepal erat di bawah meja. Dia tahu Ega seorang playboy, tapi dia tidak suka cara Ega memperlakukan Najwa sebagai istri dengan semena-mena.
To be continue...😘