
"Filmnya seru ya?" tanya Ega, saat mereka baru saja keluar dari pintu bioskop.
"Iya. Serasa kita ikut berada didalamnya." Jawab Najwa.
"Mau cari makan lagi nggak?" tanya Ega sembari menggandeng tangan Najwa.
"Masih kenyang kak. Palingan kita ke supermarket lantai bawah aja. Buah pisang kakak sudah habis kan? stok buah lainnya juga habis," ujar Najwa.
"Ya sudah ayo. Sekalian beli camilan juga," ucap Ega.
"Katanya takut gendut. Katanya takut di korbankan di lebaran haji," ledek Najwa.
"Nyemil mah Naluri. Tapi ya sudahlah, kita beli buah yang banyak saja. Nyebil buah aja biar sehat." Jawab Ega.
"Oh...jadi ini istri yang dia bilang sangat dicintainya itu?" Melody menatap sejoli itu dari kejauhan.
Melody hanya memperhatikan dari kejauhan, dan tersenyum sinis setelahnya. Sementara itu, Najwa tampak memgambil troly, dan mulai memilih-milih buah segar yang dia inginkan. Setelah selesai Egapun membayar semua barang belanjaan mereka dan kembali pulang kerumah.
"Hufffffffff capekkkk,"
Najwa meletakkan barang belanjaannya diatas meja makan, sebelum akhirnya mulai menyusunnya kedalam kulkas. Sementara itu Ega tampak meluruskan pinggangnya disebuah sofa panjang yang ada di ruang tamu.
"Capek kak?" tanya Najwa sembari meletakkan secangkir teh untuk Ega.
"Lumayan." Jawab Ega.
Najwa duduk di tepi sofa, dan mulai memijat kaki Ega.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ega
"Tentu saja memijatmu." Jawab Najwa.
"Tidak perlu sayang. Seharusnya kakak yang memijatmu, kamu pasti sangat lelah," ujar Ega.
"Lumayan pegal kaki." Jawab Najwa terkekeh.
"Sini biar kakak pijat kakimu," ujar Ega.
"Eh? nggak usah kak. Nggak sopan. Masa kakak nyentuh kakiku?"
"Tidak masalah, kamu juga istriku." Jawab Ega yang kemudian langsung memijat kaki Najwa.
"Ya Tuhan...kalau ini adalah mimpi, aku mohon jangan pernah bangunkan aku. Aku rela terjebak dalam mimpi yang indah ini," batin Najwa.
"Malam ini aku ingin ngobrol banyak hal denganmu. Mumpung besok hari libur, aku pengen kita membahas banyak hal."
"Kenapa harus dipaksa kalau memang sudah lelah kak. Kita istirahat saja. Besok baru kita bisa bicarakan semua yang ingin kita bicarakan, termasuk tentang keputusan itu," ujar Najwa.
"Baiklah. Sekarang sholat isya berjama'ah dulu, setelah itu kita pergi tidur."
"Emm." Najwa mengangguk.
Dua sejoli itupun pergi menuju kamar sembari bergandengan tangan. Setelah menunaikan kewajiban mereka, merekapun tidur berpelukkan setelah beradegan mesra sebelumnya.
__ADS_1
*****
Najwa terbangun pada pukul 3 dini hari. Entah mengapa dia tiba-tiba merasa sangat gelisah. Ditolehnya Ega yang berada disampingnya, dan entah kenapa saat melihat wajah tampan itu hatinya tiba-tiba merasa sedih dan pilu, hingga dirinya terpaksa mengelus dadanya yang tiba-tiba berdenyut sakit.
"Ada apa ini? apa ada pertanda buruk? kenapa aku ingin sekali memeluknya?" batin Najwa.
Najwa memutuskan untuk menunaikan sholat sunah malam, untuk mengusir gundah di hatinya. Dan gerak gerik itu tentu saja tidak luput dari perhatian Ega.
"Subhanallah. Sangat indah dan menyejukkan mata. Terima kasih ya Allah, karena Engkau sudah menghadirkan dia sebagai penyejuk hati. Aku benar-benar menjadi pria yang beruntung, karena memiliki istri sholeha seperti dia," batin Ega.
"Kakak? kakak sudah bangun?" tanya Najwa, saat wanita itu sudah melepas mukenahnya
"Kemarilah. Jam segini sangat dingin, aku ingin sekali memelukmu," ujar Ega.
Najwa menuruti permintaan suaminya dan masuk kedalam dekapan Ega yang tengah berbaring miring menghadapnya.
"Jam segini rambutmu masih saja wangi," ujar Ega, saat pria itu memcium puncak kepala Najwa.
"Tidur lagi yuk kak? masih ada waktu sekitar satu setengah jam untuk sholat subuh," ucap Najwa.
"Emm." Ega mengangguk sembari membelai rambut panjang Najwa.
Seperti biasa tidak ada yang berubah. Najwa selalu menyiapkan sarapan pagi di jam yang sama. Setelah membersihkan diri dan sholat subuh, Najwa bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Kak. Bangun yuk? sarapannya udah siap," Najwa menyentuh ujung kaki Ega untuk membangunkan suaminya itu.
"Jam berapa sekarang?" tanya Ega.
Ega langsung duduk di tepi tempat tidur, kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sreeetttt
Ega menarik kursi dan menjatuhkan bokongnya disana. Najwa menuangkan nasi goreng seafood kedalam piring Ega, beserta dua keping kerupuk.
Seperti biasa Ega menikmati pisang terlebih dahulu sebelum akhirnya memakan nasi goreng buatan istrinya
"Kita jalan ketaman yuk?" tanya Ega.
"Ketaman?"
"Emm. Itung-Itung olah raga. Kita cari udara segar," ujar Ega.
"Oke. Tapi bagaimana tentang...."
"Santai saja. Bukankah dalam satu hari ada 24 jam? jadi batas akhir bisa pukul 12 malam." Jawab Ega sembari terkekeh.
"Jangan main-main kak. Ini sangat penting untuk kelangsungan rumah tangga kita," ujar Najwa.
Ega meraih tangan Najwa, kemudian menciumnya berkali-kali.
"Percayalah. Kakak pasti memberikan keputusan yang terbaik untuk hubungan kita," ucap Ega.
"Ya sudah kita habiskan makanan kita. Setelah itu kita pergi ke taman," ujar Najwa sembari tersenyum.
__ADS_1
"Emm." Ega mengangguk dan melepaskan tangannya Najwa.
Seperti yang sudah dua sejoli itu sepakati, mereka kini tengah berada di salah satu taman yang tidak jauh dari rumahnya. Karena hari ini adalah hari minggu, disana jadi lumayan ramai. Taman itu biasa dijadikan orang-orang tentu untuk sarana berolah raga, atau hanya sekedar menikamati keindahan berbagai aneka bunga yang indah.
Dan yang lebih menarik adalah, di sana juga banyak terdapat penjual makanan yang bisa dinikmti oleh pejalan kaki atau penikmat taman. Dan saat ini Ega dan Najwa tengah menikmati telur gulung yang sering dinikmati oleh banyak kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa.
"Sudah hampir jam 10 kak. Pulang yuk? aku mau masak buat makan siang kita," ujar Najwa.
"Sayang. Santailah sedikit, jangan pikirkan urusan dapur terus. Sesekali kita boleh makan di luar," ucap Ega.
"Nggak mau kak. Aku pengen masak sendiri pokoknya," ujar Najwa.
"Hah...baiklah istri sholehaku,"
Ega menyematkan jari-jari tangannya disela jari-jari Najwa. Mereka yang awalnya pergi berjalan kaki, kembali juga berjalan kaki karena memang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
"Hufffttt lumayan berkeringat," ujar Najwa setelah menjatuhkan bokong di salah satu sofa ruang tamu.
"Mandi yuk?" ucap Ega.
"Ya nanti." Jawab Najwa.
"Pengen mandi bareng," bisik Ega yang membuat Najwa jadi merona.
"Eh? ma-malu kak," ujar Najwa.
"Kenapa harus malu? bukankah nabi juga pernah mandi dalam satu bejana dengan istrinya? artinya itu sunah juga nggak sih?" tanya Ega.
Najwa awalnya tampak ragu, sebelum akhirnya mengangguk sembari tersenyum. Najwa segera menarik tangan Najwa untuk masuk kedalam kamar mandi. Dengan kondisi yang masih berpakaian Ega dan Najwa mengguyur tubuh mereka dibawah aliran Shower. Ega perlahan melepaskan pakaian Najwa satu persatu, dia ingin melihat pemandangan indah yang dimiliki Najwa secara menyeluruh. Begitu juga dengan Najwa. Wanita itu juga melakukan hal yang sama pada suaminya. Mereka cukup terkesima saat menyaksikan keindahan di depan mata mereka. Najwa tersipu malu, saat melihat kejantanan Ega untuk pertama kalinya.
Ega meraih dagu Najwa. Wanita itu terlihat cantik dan sexy saat dalam keadaan basah. Ega dengan nalurinya mulai melu**t lembut bibir Najwa, mereka saling memagut, saling sentuh satu sama lain. Tapi seperti biasa, semua hanya sebatas itu saja. Setelah puas bermesraan, dan mandi dengan selayaknya, Mereka kemudian mengeringkan tubuh satu sama lain.
Setelah berpakaian, Ega ingin mengobrol serius dengan Najwa perihal keputusan yang sudah dia ambil. Egapun mengajak Najwa untuk mengobrol diruang tamu
"Kakak sudah memikirkan ini dengan sangat matang, tanpa ada paksaan dari siapapun. Aku harap kamu juga satu pemikiran dengan kakak," ujar Ega.
Tiap kata yang dilontarkan oleh Ega, membuat jantung Najwa berdentum-dentum. Mungkin tangan yang di genggam Egapun bisa pria itu rasakan, kalau saat ini tangan itu terasa begitu dingin.
"Kakak sebenarnya...."
Ting tong
Ting tong
"Tunggu kak. Biar aku buka dulu pintunya,"
"Emm." Ega mengangguk dan mengelus dada saat Najwa membuka pintu. Entah mengapa dia saat ini sangat gugup.
Krieekkkkk
Mata Najwa memindai sosok di depannya, yang lumayan cantik dan berpakaian sexy. Gadis itu melepas kaca matanya, dan Najwa baru menyadari setelah mengingat sosok itu. Sosok yang pernah dia lihat di dalam foto yang pernah berada di kamar suaminya.
To be continue...🤗🙏
__ADS_1